Penanganan cumi-cumi dilakukan untuk mempertahankan kesegaran, mencegah kontaminasi, mengurangi kerusakan fisik, dan menjaga nilai jual sejak cumi-cumi ditangkap hingga sampai ke konsumen atau tempat pengolahan. Prinsip utamanya adalah cepat, bersih, hati-hati, dan dingin.
PENANGKAPAN
โ
SORTASI AWAL
โ
PEMBERSIHAN
โ
PENCUCIAN
โ
PENDINGINAN
โ
PENYIMPANAN
โ
TRANSPORTASI
Cumi-cumi segera ditangani setelah diangkat dari alat tangkap untuk mencegah kerusakan dan memperlambat penurunan mutu.
Lakukan:
Tangani cumi-cumi dengan hati-hati.
Hindari melempar atau menginjak hasil tangkapan.
Segera pisahkan dari hasil tangkapan yang rusak atau tidak diinginkan.
Tempatkan pada wadah yang bersih.
Hindari:
Membiarkan cumi-cumi terkena sinar matahari langsung.
Menumpuk terlalu tinggi sehingga cumi-cumi bagian bawah rusak.
Meletakkan hasil tangkapan di permukaan yang kotor.
Sortasi dilakukan untuk memisahkan cumi-cumi berdasarkan ukuran, kondisi fisik, dan tingkat kesegaran.
Pisahkan cumi-cumi yang:
Rusak atau hancur.
Berbau menyimpang.
Terlalu lembek.
Terkontaminasi kotoran atau benda asing.
Cumi-cumi yang menunjukkan kerusakan sebaiknya tidak dicampurkan dengan cumi-cumi yang masih segar.
Jika produk akan dipasarkan dalam kondisi bersih, pembersihan dilakukan dengan hati-hati agar mantel dan bagian tubuh tidak mengalami kerusakan.
Lakukan:
Bersihkan kotoran yang menempel.
Keluarkan bagian dalam sesuai kebutuhan produk.
Gunakan pisau dan peralatan yang bersih.
Lakukan pembersihan sesegera mungkin.
Hindari:
Menggunakan peralatan kotor atau berkarat.
Menekan atau meremas tubuh cumi-cumi.
Membiarkan jeroan atau kotoran bercampur kembali dengan produk yang telah dibersihkan.
Cuci cumi-cumi menggunakan air bersih yang aman untuk kontak dengan pangan.
Lakukan:
Gunakan air bersih dan dingin.
Cuci secara singkat dan hati-hati.
Pastikan sisa darah dan kotoran berkurang.
Gunakan wadah pencucian yang bersih.
Hindari:
Menggunakan air yang tidak terjamin kebersihannya.
Menggunakan air pencucian yang sudah kotor berulang kali.
Merendam cumi-cumi terlalu lama.
Pendinginan merupakan tahap yang sangat penting dalam mempertahankan mutu cumi-cumi segar.
Segera setelah ditangkap dan ditangani, cumi-cumi perlu ditempatkan dalam kondisi dingin untuk memperlambat pertumbuhan mikroorganisme dan aktivitas enzim yang menyebabkan penurunan mutu.
Lakukan:
Gunakan es yang bersih dan aman untuk pangan.
Pastikan cumi-cumi kontak dengan es secara merata.
Gunakan wadah yang bersih dan memiliki drainase agar air lelehan es tidak menggenang.
Pertahankan kondisi dingin selama penyimpanan.
Hindari:
Membiarkan cumi-cumi lama pada suhu ruang.
Menggunakan es yang kotor.
Membiarkan cumi-cumi terendam dalam air lelehan es.
Simpan cumi-cumi dalam wadah yang dapat melindungi produk dari panas, kotoran, dan kontaminasi silang.
Lakukan:
Gunakan wadah pangan yang bersih.
Susun cumi-cumi dengan baik dan jangan terlalu padat.
Pertahankan kondisi dingin.
Lindungi dari sinar matahari langsung.
Pisahkan dari bahan yang berpotensi mencemari.
Selama transportasi, rantai dingin harus dipertahankan agar mutu tidak cepat menurun.
Lakukan:
Gunakan cool box atau wadah berinsulasi.
Gunakan es yang cukup dan bersih.
Pastikan kemasan/wadah tertutup dan terlindung.
Minimalkan waktu perjalanan.
Hindari membuka wadah terlalu sering.
Hindari:
Mengangkut cumi-cumi tanpa pendinginan dalam waktu lama.
Meletakkan wadah di bawah sinar matahari.
Mencampurkan cumi-cumi dengan bahan yang dapat menyebabkan kontaminasi.