Kepiting bakau (Scylla spp.) merupakan komoditas unggulan pesisir Kabupaten Kepulauan Aru yang banyak dipasarkan dalam keadaan hidup. Kepiting yang mengalami stres, luka, atau kematian selama penanganan akan cepat mengalami penurunan mutu, kehilangan bobot, dan menurunkan harga jual. Oleh karena itu, penanganan yang tepat sangat penting untuk menjaga kepiting tetap hidup, segar, dan aman dikonsumsi.
Penanganan yang baik bertujuan untuk:
mempertahankan kepiting tetap hidup,
mengurangi stres selama penangkapan dan pengangkutan,
mencegah kerusakan capit dan kaki,
menjaga kebersihan produk,
mempertahankan mutu daging,
meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan.
angkat kepiting secara hati-hati,
pegang bagian belakang karapas,
gunakan sarung tangan bila diperlukan.
menarik capit,
melempar kepiting,
menumpuk terlalu tinggi.
Mencegah patahnya capit dan kaki serta mengurangi stres.
Pisahkan kepiting berdasarkan:
ukuran,
jenis kelamin bila diperlukan,
kondisi hidup atau mati,
kondisi fisik.
Kepiting lemah atau mati dipisahkan dari kepiting yang sehat.
Bersihkan lumpur dan kotoran menggunakan air laut bersih atau air bersih yang memenuhi syarat.
bilas singkat,
bersihkan bagian kaki dan capit.
merendam terlalu lama,
menggunakan air kotor.
Pengikatan dilakukan untuk keamanan selama penanganan dan transportasi.
ikat kedua capit dengan tali rafia, karet, atau bahan lunak,
ikatan cukup kuat tetapi tidak melukai capit.
mengikat terlalu kencang hingga merusak jaringan.
Setelah dibersihkan, kepiting ditiriskan hingga air berlebih hilang.
Mencegah genangan air yang dapat mempercepat kerusakan dan mengurangi stres.
Gunakan keranjang plastik berlubang, box ventilasi, atau peti berlubang.
susun satu lapis atau beberapa lapis dengan pemisah,
jaga sirkulasi udara.
wadah tertutup rapat tanpa ventilasi,
penumpukan terlalu padat.
Kepiting hidup memerlukan kondisi lembap.
tutup dengan karung goni basah atau kain lembap,
jaga kelembapan selama perjalanan.
merendam kepiting dalam air tawar,
membiarkan kepiting kering terkena angin panas.
Untuk transportasi singkat, pertahankan suhu sejuk sekitar 20–25°C.
gunakan es dalam kantong tertutup atau ice gel bila diperlukan,
hindari kontak langsung es dengan tubuh kepiting hidup.
menempelkan es langsung pada kepiting hidup,
suhu terlalu rendah yang menyebabkan kematian.
gunakan kendaraan teduh dan bersih,
hindari guncangan berlebihan,
lakukan pengiriman secepat mungkin.
paparan sinar matahari langsung,
perjalanan terlalu lama tanpa pemeriksaan kondisi kepiting.
Periksa kembali kondisi kepiting saat tiba.
masih hidup,
aktif bergerak,
capit kuat,
cangkang keras,
tidak berbau busuk.
Kepiting mati segera dipisahkan dan ditangani terpisah.
Bila kepiting mati tetapi masih segar:
segera dicuci bersih,
tiriskan,
simpan dengan es,
pertahankan suhu 0–4°C,
segera dipasarkan atau diolah.
Kepiting mati tidak boleh disimpan terlalu lama pada suhu ruang.
Titik kritis yang harus diawasi dalam proses penanganan kepiting bakau yaitu:
kerusakan capit saat pengangkatan,
penggunaan air kotor saat pencucian,
pengikatan yang terlalu kuat,
kekurangan ventilasi dalam wadah,
kekeringan selama transportasi,
suhu terlalu panas atau terlalu dingin,
keterlambatan pengiriman.
Tanda kepiting bakau mengalami stres berat sebagai berikut:
tidak bergerak,
capit lemah,
tubuh kering,
warna kusam,
mengeluarkan cairan berlebihan.
Kepiting dengan kondisi tersebut harus segera diprioritaskan untuk penanganan.
Kesalahan yang sering terjadi di lapangan yaitu:
mencabut kepiting dari perangkap melalui capit,
menumpuk terlalu padat,
merendam dalam air tawar,
menjemur di bawah matahari,
menggunakan wadah tanpa ventilasi,
menempatkan es langsung pada kepiting hidup.
Kesalahan tersebut dapat meningkatkan angka kematian dan menurunkan mutu.
Tips khusus untuk nelayan:
panen kepiting pada pagi atau sore hari saat suhu lebih rendah,
gunakan keranjang bambu atau plastik berlubang saat di perahu,
hindari penyimpanan dekat mesin kapal,
periksa kelembapan penutup setiap beberapa jam,
lakukan pengiriman ke pasar Dobo secepat mungkin.
Penanganan kepiting bakau yang baik harus dilakukan secara hati-hati, bersih, lembap, sejuk, dan cepat sejak kepiting diangkat dari alat tangkap hingga diterima pembeli. Tahapan penting meliputi pengangkatan yang benar, sortasi, pembersihan, pengikatan capit, penyusunan dalam wadah berventilasi, menjaga kelembapan, pendinginan yang tepat, dan pengangkutan yang cepat.
Penerapan penanganan sesuai standar akan mempertahankan kepiting tetap hidup, menjaga mutu daging, mengurangi kerusakan fisik, dan meningkatkan nilai jual kepiting bakau asal Kabupaten Kepulauan Aru.
Badan Standardisasi Nasional (BSN). 2011. SNI 4108:2011 Kepiting Bakau Beku.
Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Pedoman Good Handling Practices (GHP) Produk Perikanan.
FAO Fisheries and Aquaculture Department. Mud Crab (Scylla spp.) Fisheries and Handling Guidelines.
Codex Alimentarius Commission (FAO/WHO). Code of Practice for Fish and Fishery Products.
Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, KKP RI. Pedoman Penanganan Krustasea Hidup dan Segar.