Kesetimbangan kimia adalah keadaan saat kedua reaktan dan produk bertemu dalam konsentrasi yang tidak memiliki kecenderungan lebih lanjut untuk berubah seiring waktu. secara umum, kesetimbbangan kimia ada dua yaitu kesetimbangan homogen dan kesemimbangan heterogen.
kesetimbangan homogen
kesetimbangan homogen adalah kesetimbangan yang terjadi dimana zat-zat yang bereaksi memiliki fasa yang sama, sedangkan kesetimbangan heterogen merupakan kesetimbangan yang terjadi dimana zat-zat yang bereaksi memiliki fasa yang berbeda. contohmya reaksi antara gas nitrogen dan gas hidrogen membentuk gas amonia, dan reaksinya bersifat bolak-balik .
kesetimbangan heteogen
Kesetimbangan heterogen adalah sistem kesetimbangan yang komponennya lebih dari satu jenis fasa. Contohnya yaitu: pembakaran sulfur , melalui reaksi antar padatan sulfur dengan gas oksigen yang menghasillkan gas sulfit.
ciri-ciri reaksi setimbang:
a. reaksi bolak-balik (reversible)
b. terjadi dalam ruang tertutup
c. kecepatan reaksi kanan dan kiri sama
d. tidak terjadi perubahan secara mikroskopis
Faktor-faktor yanng mempengaruhi kesetimbangan kimia :
konsentrasi
Jika konsentrasi unsur/senyawa di salah satu ruas ditambah, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah yang berlawanan Misalnya: N2(g) + 3H2(g) ↔ 2NH3(g). sebaliknya, Jika konsentrasi unsur/senyawa di salah satu ruas dikurangi, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah dirinya sendiri
Misalnya
N2 atau H2 kita kurangi, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah N2 dan H2 (kiri) Sebaliknya jika NH3 dikurangi, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah NH3 (kanan).
Suhu
Jika suhu dinaikkan maka kesetimbangan akan bergeser ke arah pembentukkan senyawa-senyawa yang menyerap endoterm.Ciri reaksi ini adalah harga ∆H nya positif (+).∆H adalah harga perubahan panas atau kalor Jika suhu diturunkan maka kesetimbangan akan bergeser ke arah pembentukkan senyawa-senyawa yang melepas panas eksoterm. Ciri reaksi ini adalah harga ∆H nya negatif (-) Agar terbayang begini nih ya reaksinya:
N2(g) + 3H2(g) ↔2NH3(g) ∆H=-90 kJ
Reaksi pembentukan NH3 adalah eksoterm (∆H nya negatif ya) Kebalikan dari reaksi eksoterm adalah endoterm. Jika reaksi pembentukan NH3 adalah eksoterm, maka reaksi B2 dan h2 adalah endoterm. Maka jika suhu dinaikkan, reaksi akan bergeser ke arah N2 dan H2 karena mereka endoterm.
Tekanan
Jika tekanan diperbesar maka kesetimbangan bergeser ke koefisien kecil sebaliknya Jika tekanan diperbesar maka kesetimbangan bergeser ke koefisien reaksi besar
Contoh :
reaksi Nitrogen (N2) dan hidrogen ( H2) membentuk amonia (NH3)
N2(g) + 3H2(g) ↔2NH3(g)
Jika tekanan ditambahkan,maka pergeseran kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang memiliki jumlah koefisien lebih kecil.
Volume
Jika volume tambahkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang memiliki koefisien lebih besar Sebaliknya Jika volume dikurangi,maka pergeseran kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang memiliki jumlah koefisien lebih kecil
Contoh : reaksi Nitrogen (N2) dan hidrogen ( H2) membentuk amonia (NH3)
N2(g) + 3H2(g) ↔2NH3(g)
Jika volume ditambahkan,maka pergeseran kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi yang memiliki jumlah koefisien lebih besar.