Sinar memiliki laju yang berbeda beda bergantung pada medium yang dilaluinya. Ketika sinar melaju melalui dua buah medium transparan yang berbeda, maka pada batas kedua medium tersebut, sebagian sinar akan terpantul dan sebagian laginya akan terbelokkan. Peristiwa dimana sinar berbelok ketika melaju melalui batas medium ini disebut pembiasan dan sinar dapat dikatakan terbiaskan (Halliday, 2018). Besarnya pembelokkan pada pembiasan ini bergantung pada perbedaan kerapatan atau densitas medium yang dilalui cahaya tersebut. Sinar akan dibelokkan menjauhi garis normal jika melaju melalui medium yang densitasnya tinggi ke medium dengan densitas yang lebih rendah. Sebaiknya, jika sinar melaju melalui medium yang tidak terlalu rapat ke medium yang lebih rapat, maka sinar akan dibelokkan mendekati garis normal. Pembiasan ini tidak akan terjadi jika sinar melaju dengan arah tegak lurus terhadap permukaan atau batas antar medium tersebut.
Gambar di atas menunjukkan arah sinar datang, sinar yang terpantul, san sinar yang terbiaskan terletak pada satu permukaan yang sama. Sudut sinar yang terbiaskan (2) bergantung pada bahan penyusun kedua medium yang dilalui dan juga sudut datangnya sinar (1) dengan hubungan yang sebagai berikut:
sin2/sin1 = v2/v1
Dimana v1 mewakili kecepatan sinar pada medium satu dan v2 mewakili kecepatan sinar pada medium dua (Jewett, 2014). Pernyataan di atas merupakan pernyataan yang dibuat oleh Willebrord Snellius, astronom asal Belanda dan oleh karena itu, hukum ini dinamai hukum pembiasan Snell. Laju cahaya pada setiap medium dapat diukur dengan indeks bias (n). Indeks bias sendiri merupakan perbandingan antara kecepatan di ruang hampa dan kecepatan cahaya pada suatu medium (Giancoli, 2014).
n = c/v
Pada dasarnya, cahaya akan melaju dengan kecepatan maksimal pada saat berada di ruang hampa. Maka tak peduli pada medium manapun cahaya melaju, nilai kelajuannya tidak akan mengalahkan nilai kelajuan cahaya pada saat berada di ruang hampa. Oleh karena itu, nilai indeks bias ini tidak akan kurang dari satu (artinya, n1). Laju cahaya pada ruang vakum sendiri ialah: c = 2,99792458 108 m/s. Yang sering dibulatkan menjadi c= 3,001108 m/s