(24 Robi’ul Akhir 1440 H.- 04 Jumadal Ula 1441 H. )
LEMBAGA FALAKIYAH PCNU GRESIK
Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 756 Gresik
+62 851-0258-8845; WA +62 821-3432-3232
Menteri Agama No, 617 Tahun 2018;
Menteri Ketenagakerjaan No. 262 Tahun 2018;
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi No. 16 tahun 2018
Tata Letak Kalender
Soft copy kalender 2019 LF PCNU Gresik dalam bisa di download di tautan berikut ini :
Format Corel Draw
Format PDF
Untuk membuka file kalender yang dalam format corel, minimal Corel Draw 16 dan jika tata letak atau layoutnya berantakan saat dibuka maka install dulu fontnya yang bisa didwonload di tautan berikut ini FONT KALENDER
JANUARI
Ijtimak akhir bulan Robi’ul Akhir 1440 H. terjadi pada hari Ahad Legi, 6 Januari 2019 pukul 08:31:15 WIB. Umur hilal saat Maghrib (17:52:17) 9:21:02 jam pasca ijtimak
Awal bulan Jumadal Ula 1440 H. jatuh pada hari Senin Pahing, 7 Januari 2019 M. Secara hisab tidak ada perbedaan, namun secara rukyat Insya Alloh berpotensi beda karena tinggi hilal berada di sekitar ambang batas Imkanur Rukyah 2°
FEBRUARI
Ijtimak akhir bulan Jumadal Ula 1440 H. terjadi pada hari Selasa Legi,5 Pebruari 2019 pukul 04:03:34 WIB. Umur hilal saat Maghrib (17:56:37)13:53:03 jam pasca ijtimak
Awal bulan Jumadal Akhiroh 1440 H. jatuh pada hari Rabu Pahing 6 Pebruari 2019 M. Insya Alloh tidak ada perbedaan karena saat hari ijtimak sudah tanggal 30 dan tinggi hilal menurut semua hisab, baik taqribi, tahqiqi maupun tadqiqi sudah di atas 2°
MARET
Ijtimak akhir bulan Jumadal Akhiroh 1440 H. terjadi pada hari Rabu Kliwon, 6 Maret 2019 pukul 23:03:31 WIB. Umur hilal saat Maghrib (17:48:27) -5:15:05 (belum ijtimak)
Awal bulan Rojab 1440 H. jatuh pada hari Jum’at Pahing, 8 Maret 2019 M. Insya Alloh tidak ada perbedaan karena pada saat maghrib, ijtimak belum terjadi, tinggi hilal saat maghrib menurut seluruh hisab taqribi, tahqiqi maupun tadqiqi masih di bawah ufuk
APRIL
Ijtimak akhir bulan Rojab 1440 H. terjadi pada hari Jum’at Kliwon, 5 April 2019 pukul 15:53:23 WIB. Umur hilal saat Maghrib (17:33:59) 01:40:37 jam pasca ijtimak.
Awal bulan Sya’ban 1440 H. jatuh pada hari Ahad Pahing, 7 April 2019 M. Insya Alloh tidak ada perbedaan karena istikmal, hilal masih di bawah ufuk menurut metode tahqiqi maupun tadqiqi. Umur hilal juga masih di bawah kriteria MABIMS
MEI
Ijtimak akhir bulan Sya’ban 1440 H. terjadi pada hari Ahad Kliwon, 5 Mei 2019 pukul 05:49:30 WIB. Umur hilal saat Maghrib (17:22:44) 11:33:15 pasca ijtimak
Awal bulan Romadlon 1440 H. jatuh pada hari Senin Legi, 6 Mei 2019 M. Insya Alloh tidak ada perbedaan karena pada saat maghrib tinggi hilal sudah diatas kriteria imkanur rukyah menurut semua metode, baik hisab taqribi, tahqiqi maupun tadqiqi
JUNI
Ijtimak akhir bulan Romadlon 1440 H. terjadi pada hari Senin Wage, 3 Juni 2019 pukul 17:03:04 WIB. Umur hilal saat Maghrib (17:20:52) 00:17:48 jam pasca ijtimak.
Awal 1440 H. jatuh pada hari Rabu Legi, 5 Juni 2019 M. Insya Alloh tidak ada perbedaan karena istikmal, hilal masih di bawah ufuk menurut semua metode, baik taqribi, tahqiqi maupun tadqiqi.
JULI
Ijtimak akhir bulan Syawal 1440 H. terjadi pada hari Rabu Wage, 3 Juli 2019 pukul 02:15:11 WIB. Umur hilal saat Maghrib (17:26:35) 15:11:24 jam pasca ijtimak.
Awal bulan Dzulqo’dah 1440 H. jatuh pada hari Kamis Kliwon, 4 Juli 2019 M. Insya Alloh tidak ada perbedaan karena tinggi hilal sudah diatas 2° menurut semua metode, baik taqribi, tahqiqi maupun tadqiqi, bahkan jauh diatas kriteria MABIMS
AGUSTUS
Ijtimak akhir bulan Dzulqo’dah 1440H. terjadi pada hari Kamis Pon,1 Agustus 2019 pukul 10:11:50 WIB. Umur hilal saat Maghrib (17:31:26) 7:19:36 jam pasca ijtimak.
Awal bulan Dzulhijjah 1440 H. jatuh pada hari Jum’at Wage, 02 Agustus 2018 M. Insya Alloh tidak ada perbedaan karena tinggi hilal di atas 2° derajat menurut semua metode, baik taqribi, tahqiqi maupun tadqiqi.
SEPTEMBER
Ijtimak akhir bulan Dzulhijjah 1440 H. terjadi pada hari Jum’at Pahing, 30 Agustus 2019 pukul 17:33:18 WIB. Umur hilal saat Maghrib (17:28:47) -0:07:50 (belum ijtimak)
Awal Muharrom 1440 H. jatuh pada hari Ahad Wage, 1 September 2019 M. Insya Alloh tidak ada perbedaan karena tinggi hilal pada hari ijtima’ mines menurut semua metode, baik taqribi, tahqiqi maupun tadqiqi sehingga bulan Dzul Qo’dah Istikmal.
Ijtimak akhir bulan Muharrom 1441 H. terjadi pada hari Ahad Pahing, 29 September 2019 pukul 01:26:31 WIB. Umur hilal saat Maghrib (17:25:51)15:59:18 jam pasca ijtimak
Awal Shofar 1441 H. jatuh pada hari Senin Pon, 30 September 2019 M. Insya Alloh tidak ada perbedaan karena tinggi hilal sudah diatas 2° menurut semua metode, baik taqribi, tahqiqi maupun tadqiqi, bahkan diatas batas visibilitas hilal MABIMS.
OKTOBER
Ijtimak akhir bulan Shofar 1441 H. terjadi pada hari Senin Legi, 28 Oktober 2019 pukul 10:37:39 WIB. Umur hilal saat Maghrib (17:24:52) 6:47:13 pasca ijtima’
Awal bulan Robi’ul Awal 1441 H. jatuh pada hari Selasa Pahing, 29 Oktober 2019 M. Insya Alloh ada potensi beda karena tinggi hilal saat maghrib terpaut sedikit di atas ambang batas imkanur rukyah 2° dan umur hilal belum 8 jam sejak ijtima’.
NOPEMBER
Ijtimak akhir bulan Robi’ul Awal 1441 H. terjadi pada hari Selasa Kliwon, 26 Nopember 2019 pukul 22:06:12 WIB. Umur hilal saat Maghrib (17:32:47) -4:33:26 (belum ijtimak)
Awal bulan Robi’ul Akhir 1441 H. jatuh pada hari Kamis Pahing, 28 Nopember 2019 M. Insya Alloh tidak ada perbedaan karena pada saat maghrib, ijtimak belum terjadi, tinggi hilal saat maghrib menurut seluruh hisab taqribi, tahqiqi maupun tadqiqi masih mines
DESEMBER
Ijtimak akhir bulan Robi’ul Akhir 1441 H. terjadi pada hari Kamis Kliwon, 26 Desember 2019 pukul 12:15:38 WIB. Umur hilal saat Maghrib (17:47:31) 5:31:53 jam pasca ijtimak
Awal bulan Jumadal Ula 1441 H. jatuh pada hari Sabtu Pahing, 28 Desember 2019 M. Insya Alloh ada potensi beda karena tinggi hilal menurut hisab tadqiqi masih di bawah ufuq, namun versi hisab taqribi sudah di atas ufuq dan di Saudi sudah diatas 2°
Secara global pada tahun 2019 M. akan terjadi 5 (lima) kali gerhana. Tiga kali gerhana matahari dan dua kali gerhana bulan, berikut detailnya :
1. Gerhana Matahari Parsial
Insya Alloh terjadi pada hari Ahad Legi, 29 Robi’ul Akhir 1440 H./5-6 Januari 2019 M. mulai pukul 06:34 WIB sampai pukul 10:48 WIB. Gerhana meliputi Mongolia, China, Taiwan, Jepang, Chukotka dan Samudera Pasific bagian utara. Selain negara-negara tersebut, termasuk Indonesia tidak mengalami gerhana sama sekali
2. Gerhana Bulan Total
Insya Alloh terjadi pada hari Senin Legi, 15 Jumadal Ula 1440 H./21 Januari 2019 M. pukul 09:33 WIB sampai pukul 13:50 WIB. Gerhana meliputi Laut Pasifik, Amerika, Eropa dan Afrika. Sementara Asia Timur, Asia Tenggara (termasuk Indonesia) dan Australia tidak mengalami gerhana karena saat gerhana terjadi, Bulan masih dibawah ufuk.
3. Gerhana Matahari Total
Insya Alloh terjadi pada hari Selasa Pon, 29 Syawal 1440 H./2 Juli 2019 M. pukul 23:55 WIB sampai 03:50 WIB. Puncak gerhana terjadi pada pukul 19:22:56 UT di koordinat 17° 24' 01,20" LS; 108° 59' 05,22" BB. Gerhana meliputi Samudera Pasific bagian selatan, Costarica, Panama, Ekuador, Kolombia, Peru, Brazil, Bolivia, Paraguay, Uruguay, Chili, dan Argentina. Adapun garis total melintasi Samudera pasific bagian selatan, Chili dan Argentina. Selain negara-negara tersebut, termasuk Indonesia tidak mengalami gerhana sama sekali.
4. Gerhana Bulan Parsial
Insya Alloh terjadi pada hari 14 Dzulqo’dah 1440 H./17 Juli 2019 M. pukul 03:02 WIB sampai 05:59 WIB. Lama umbra gerhana 2 jam 57 meni 54 detik. Gerhana meliputi Amerika Selatan, Eropa, Afrika, Asia dan Australia. Berikut illustrasi gerhana bulan parsial 16 Juli 2019 M./17 Juli 2017 M. dilihat dari Surabaya. Detik akhir gerhana tidak bisa diamati karena 12 menit sebelum gerhana berakhir, bulan sudah terbenam di ufuk barat
5. Gerhana Matahari Cincin
Insya Alloh terjadi pada hari Kamis Kliwon 29 Robi’ul Akhir 1441 H./26 Desember 2019 M. Mulai pukul 09:29:43 UT sampai pukul 13:05:41 UT. Titik puncak gerhana berada di koordinat 01° 00' 42,28"LU; 102° 15' 32,09"BT. Dengan magnitude umbra 0,9701. Lebar bayangan cincin yang menutupi permukaan bumi ±118 km. Lama cincin 3 menit 40 detik. Panjang lintasan gerhana di atas permukaan bumi ±12.850 km dengan lebar panumbra ±8.771 km. Adapun lama gerhana secara global 5 jam, 35 menit, 58 detik. Gerhana meliputi Afrika bagian Timur, Timur Tengah, Asia, Asia Tenggara dan Australia bagian utara, dan Samudera Pasifik. Negara yang bisa menyaksikan cincin gerhana adalah Saudi Arabia, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, Laut Arab, Teluk Bengal, India, Srilangka, Indonesia, Singapura, Malasyia, dan Guam Pasifik. Wilayah di Indonesia yang dilintasi cincin Singkil, Pakkat, Sibolga, Padang Sidempuan, Pasir Pengaraian, Duri, Siak, Bengkalis, Pedang, Tebing Tinggi, Rangsang, Mendol, Karimun Besar, Kundur, Bela, Buru, Sugi, Batam. Lalu Tanjung Pinang, Singkawang, kota-kota diperbatasan Malasyia, Tangit, Putussibau, Betung, dan Makulit. Selain wilayah di atas tidak mengalami gerhana cincin tetapi hanya gerhana parsial saja