GERHANA BULAN PARSIAL, 8 AGUSTUS 2017
Oleh : Ibnu Zahid Abdo el-Moeid
Usai sudah hajatan besar para ahli hisab dan rukyat setelah terlihatnya hilal 1 Syawal 1438 H. di beberapa titik pemantaun hilal yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, walaupun menyisakan keraguan di kalangan astronom modern atas klaim rukyat dibawah 6 derajat. Konon hilal bisa diamati oleh perukyat dengan ketinggian hilal di kisaran 3°.
Kita tinggalkan dulu kontorversi hilal Syawal 1438 H. mari kita persiapkan diri untuk menjemput momen astronomi berikutnya yaitu Gerhana Bulan Parsial. Satu bulan lagi momen yang ditunggu tunggu oleh ahli hisab dan rukyat itu akan menyapa kita tepatnya pada hari Senin Wage, 15 Dzulqo'dah 1438 H. /07 Agustus 2017 M. Pukul 17:22:55 sampai 19:18:19 waktu global (universal time).
Kalau dilihat dari Indonesia bertepatan dengan hari Selasa Kliwon, 15 Dzulqo'dah 1438 H. /08 Agustus 2017 M. Pukul 00:22:55 WIB sampai 02:18:19 WIB. dini hari. Durasi gerhana 1:55:23 jam, magnitude gerhana 0,246. Gerhana meliputi Eropa, Afrika, Asia dan Australia. Berikut peta wilayah yang mengalami gerhana dan yang tidak mengalami gerhana.
Momen gerhana bulan parsial ini bisa disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia. Berikut tahapan proses gerhana parsial, 8 Agustus 2017 M. dihitung dari Indonesia.
1. Gerhana diawali dengan bayangan penumbra (bayangan semu gerhana) menyentuh piringan bulan pada pukul 22:50:01 WIB (07/08/2017). Garis bayangan penumbra ini tidak bisa dilihat dengan mata telanjang maupun teleskop biasa. Pada momen itu tidak terlihat seperti ada gerhana karena bulan terlihat hanya sedikit redup dari sebelumnya. Saat itulah secara astronomi sudah gerhana namun secara kasat mata belum gerhana.
2. Pukul 00:22:55 WIB, Umbra (bayangan inti gerhana) mulai menyentuh samping kiri dari piringan bulan. Saat ini gerhana mulai bisa diamati dengan teleskop maupun mata telanjang.
3. Gerhana sampai pada puncaknya (tengah gerhana) pada pukul 01:20:37 WIB. karena jenis gerhana bulan ini hanya gerhana parsial maka pada saat puncaknya, bulan hanya tertutup di sebagian kiri bulan jika diamati dari Indonesia.
4. Pukul 02:18:19 WIB, Umbra (bayangan inti gerhana) mulai lepas dari piringan bulan sebelah kiri. Mulai saat itu gerhana secara kasat mata maupun teleskop biasa sudah selesai. Bulan pulih kembali ke purnama namun sedikit redup dari purnama-purnama biasanya. Gerhana bulan berakhir secara kasat mata, namun belum selesai menurut astronomi.
5. Pukul 03:51:13 WIB, bayangan penumbra (bayangan semu gerhana) terlepas dari piringan bulan. Usai sudah proses gerhana parsial secara astronomi.
Durasi gerhana sejak awal penumbra sampai akhir penumbra 5 jam 1 menit 12 detik, sedangkan durasi gerhana secara kasat mata 1 jam 55 menit 23 detik. Lebar bayangan penumbra 1,288648156, sedangkan lebar bayangan umbra 0,246633259
Berikut illustrasi gerhana dilihat dari Surabaya.