HISAB AWAL BULAN SYAWAL 1438 H. NEGARA-NEGARA ISLAM
Oleh : Ibnu Zahid Abdo el-Moeid
Tinggal beberapa hari lagi umat Islam bisa mengkais pahala yang tersebar di bulan suci Ramadhan, Idul Fitri 1438 H. sudah diambang pintu. Semoga alloh menerima ibadah puasa dan sholat malam kita, dan menutup Ramadhan dengan ampunannya serta membebaskan kita dari api neraka sebagaimana idaman kita semua.
Kapan negara-negara Islam memasuki 1 Syawal 1438 H.?
Ijitma atau konjungsi geosentris sebagai batas lunasi bulan Ramadhan 1438 H. jatuh pada hari Sabtu Kliwon, 24 Juni 2017 M. pukul 02:32:23 UT atau pukul 09:32:23 WIB. Tinggi hilal pada tanggal 24 Juni 2017 di negara Asia Tenggara, Asia Selatan, Timur tengah dan Afrika Utara berkisar 1 sampai 4 derajat, sementara negara-negara di Afrika Selatan berada di kisaran 6 derajat. Berikut hasil perhitungan awal Syawal 1438 H. beberapa negara Islam.
Tinggi hilal saat maghrib pada hari saat hari konjungsi (24 Juni 2017) dari Ibukota negara-negara diatas, paling rendah adalah kota Islamabad Pakistan dengan ketinggian hilal 1° 12' 15" sementara hilal paling tinggi adalah kota Dakkar Senegal dengan tinggi hilal 6° 38' 09".
Kalau dilihat dari variabel umur maka umur hilal termuda adalah kota Bandar Sri Begawan Brunei Darus Salam. Saat maghrib di kota Brunei, umur hilal 8 jam, 2 menit, 53 detik pasca ijtimak. Sedangkan umur hilal tertua saat maghrib pasca ijtimak adalah Mauritania, 17 jam, 10 menit, 48 detik.
Di Makkah Al-Mukarromah pada saat maghrib (19:08:50 WSA) umur hilal setelah ijtimak, 13 jam, 35 menit, 27 detik. Tinggi hilal 3° derajat, 21' menit dan 3" detik. Lama hilal diatas ufuk Makkah 17 menit, 28 detik.
Berikut peta visibilitas hilal atau imkanur rukyah hilal dengan kriteria MABIMS pada hari Sabtu, 24 Juni 2017 M.
Ketinggian hilal dari negara-negara Islam tersebut diatas, telah memenuhi visibilitas hilal kesepakatan MABIMS, dimana saat maghrib pasca ijtimak, tinggi hilal minimal 2° derajat, elongasi bulan-matahari minimal 3° derajat dan umur bulan minimal 8 jam pasca ijtimak
Pun juga sudah memenui kesepakatan terbaru terkait kalender Islam (Kongres Kesatuan Kalender Hijriyah Internasional) di Istambul Turki 30 Mei 2016. Adapun kesepakatan Istambul tersebut sebagai berikut :
Bahwa seluruh dunia dinyatakan masuk bulan baru apabila telah terjadi imkanur rukyah di belahan bumi manapun di muka bumi sebelum jam 24:00 UT. Adapaun imkanur rukyahnya sebagai berikut:
1. Jarak elongasi bulan-matahari saat maghrib minimal 8° derajat,
2. Tinggi bulan di atas horison saat maghrib minimal 5° derajat.
Dengan pengecualian, apabila imkanur rukyah pertama di muka bumi terjadi setelah lewat jam 24:00 UT maka bulan baru tetap dimulai apabila terpenuhi dua syarat berikut:
1. Imkanur rukyah memenuhi tinggi 5° dan elongasi 8° dan telah terjadi konjungsi sebelum waktu fajar di New Zealand yaitu kawasan paling timur di muka bumi,
2. Imkanur rukyah itu terjadi di daratan Amerika, bukan di lautan.
Perlu diketahui seluruh negara-negara Islam mengawali Ramadhan 1438 H, tahun ini pada hari Sabtu Pahing, 27 Mei 2017 M. kecuali India, Pakistan dan Bangladesh yang memulai puasa pada hari Ahad Pon, 28 Mei 2017 M. Dengan demikian maka tanggal 29 Ramadhan 1438 H. jatuh pada hari Sabtu Kliwon, 4 Juni 2017 M, kecuali India, Pakistan dan Bangladesh, pada hari saat konjungsi tersebut masih tanggal 28 Romadlon 1438 H.
Kalau mengacu pada hisab dengan imkanur rukyah seperti diatas, maka 1 Syawal 1438 H. jatuh pada hari Ahad, 25 Juni 2017 M. Sedangkan yang masih mempertimbangkan rukyat murni, menunggu hasil rukyat yang dilaksanakan pada tanggal 24 Juni 2017 M. Seperti halnya di Indonesia serta Saudi Arabia yang masih menggunakan rukyat murni sebagai validasi hisab awal bulan-bulan ibadah. Melihat fakta yang sudah sering terjadi, dengan ketinggian hilal 2° derajat dimungkinkan adalnya kesaksian rukyat hilal, walaupun kalangan saintis meragukan kesaksian melihat hilal dibawah 6° derajat. Wallohu A’lam
Gresik, 29 Romadlon 1438 H./24 Juni 2017 M