Himbauan Bagi Masyarakat Indonesia
Hindari kontak dengan hewan (seperti kelelawar, babi, kuda) yang kemungkinan terinfeksi virus
Nipah. Apabila terpaksa harus melakukan kontak, maka menggunakan APD.
2. Bagi petugas pemotong hewan, sarung tangan dan pelindung diri harus digunakan sewaktu
menyembelih atau memotong hewan yang terinfeksi virus Nipah. Hewan yang terinfeksi virus
Nipah tidak boleh dikonsumsi.
3. Tidak mengonsumsi nira/aren langsung dari pohonnya karena kelelawar dapat mengontaminasi
sadapan aren/nira pada malam hari. Oleh karenanya perlu dimasak sebelum dikonsumsi.
4. Cuci & kupas buah secara menyeluruh.
5. Buang buah yang ada tanda gigitan kelelawar .
6. Konsumsi daging ternak secara matang.
7. Menerapkan protokol kesehatan:
Cuci tangan pakai sabun atau menggunakan hand sanitizer
Menerapkan etika batuk dan bersin
Memakai masker apabila mengalami gejala, termasuk kelompok rentan
8. Menerapkan pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) dengan benar, terutama bagi tenaga
kesehatan, tenaga medis, dan keluarga yang kontak dengan pasien.
9. Apabila melakukan perjalanan ke India dan negara terjangkit, disarankan untuk mengikuti
himbauan protokol kesehatan dari otoritas kesehatan India/negara terjangkit.
10. Segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala penyakit virus
nipah (demam, batuk, pilek, sesak napas, muntah, penurunan kesadaran/kejang) pasca
kepulangan (hingga 14 hari) dari India.
Informasi terkait penyakit virus Nipah dapat diakses pada https://s.kemkes.go.id/INFONIPAH
Situasi Penyakit Mingguan Penyakit Infem : https://infeksiemerging.kemkes.go.id/category/situasi-mingguan-infem