Bab 2
Hakikat Iman, Islam, dan Ihsan
Hakikat Iman, Islam, dan Ihsan
Meyakini dan merefleksikan beberapa cabang iman (syu’ab al-iman), keterkaitan antara iman, Islam, dan ihsan.
Menganalisis pengertian dan dalil terkait iman, Islam, dan ihsan.
Mempresentasikan hubungan iman, Islam, dan ihsan.
Iman, Islam, dan ihsan merupakan pokok dari ajaran Islam. Iman, Islam, dan ihsan jika diibaratkan adalah sebuah bangunan yang kokoh. Rukun iman ibarat sebuah rumah dan rukun islam merupakan tiang-tiang yang menyangga rumah agar tetap kokoh, sedangkah ihsan merupakan atapnya yang meneduhkan dan melindungi penghuninya. Ketiga ajaran pokok inilah yang dapat membentuk kepribadian muslim. Iman, Islam, dan ihsan memiliki keterkaitan satu sama lain.
Kata iman berasal dari bahasa Arab yaitu "Amana-yu'minu-imanan", artinya meyakini atau mempercayai. Imam Al-Ghazali memaknainya dengan kata "tasdiq" yang berarti membenarkan. Adapun pengertian iman secara istilah adalah membenarkan dengan hati, mengikrarkan dengan lisan, dan melakukan dengan perbuatan.
Kondisi iman masing-masing muslim berbeda-beda dan berubah-ubah, terkadang naik dan terkadang turun. Hal ini disebutkan dalam Q.S. Al-Anfal/8: 2-4.
Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia." (Q.S. Al-Anfal/8: 2-4)
Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa orang beriman akan bertambah keimanannya apabila dibacakan ayat-ayat Al-Qur'an. Ibnu Asyur berpendapat bahwa penambahan iman tersebut lahir karena ayat-ayat Al-Qur'an mengandung mukjizat dan bukti-bukti kebenaran. Setiap ayat yang berulang terdengar, maka akan menambah keyakinan terhadap ayat-ayat tersebut. Beberapa sifat orang beriman juga disebutkan dalam ayat tersebut, diantaranya bertawakkal kepada Allah swt., mendirikan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Allah swt. berikan untuk mereka. Iman dan amal shaleh tidak dapat dipisahkan. Orang yang beriman akan beramal shaleh sebagai bukti dari keimanannya. Keimanan seseorang akan bertambah seiring bertambahnya amal shaleh yang ia lakukan.
Terkait dengan keimanan, dalam Hadis yang diriwayatkan Imam Muslim disebutkan bahwa Rasulullah saw. pernah ditanya tentang iman oleh Malaikat Jibril. Rasulullah saw. menjawab, "Iman adalah kamu beriman kepada Allah swt., malaikat Allah swt., kitab-kitab Allah swt. rasul-rasul Allah swt., hari akhir, dan takdir baik maupun takdir buruk". Penggalan hadis tersebut menggambarkan Rukun Iman yang kita kenal. Sebagaimana kita ketahui, Rukun Iman ada 6 yaitu:
Iman kepada Allah swt.
Iman kepada Malaikat Allah swt.
Iman kepada Kitab-kitab Allah swt.
Iman kepada Rasul-rasul Allah swt.
Iman kepada hari akhir.
Iman kepada Qada' dan Qadar.
Pada awal pembahasan telah disebutkan bahwa iman memiliki sifat fluktuatif (naik-turun). Sifat tersbut hanya salah satu sifat iman. Ada beberapa sifat iman, diantaranya sebagai berikut:
Iman bersifat abstrak. Kadar keimanan seseorang tidak bisa diketahui dan diukur kecuali oleh Allah swt.
Iman bersifat fluktuatif (mengalami naik-turun). Iman dapat bertambah dengan melakukan ketaatan dan berkurang dengan melakukan kemaksiatan. Iman berada dalam hati yang bersifat mudah berbolak-balik, karena itu iman bersifat fluktuatif.
Iman memiliki tingkatan. Tingkat dan kadar keimanan setiap orang berbeda satu sama lain. Ada yang memiliki keimanan yang kuat, ada pula yang memiliki keimanan yang lemah.
Iman juga dapat gugur. Salah satu hal yang menyebabkan gugurnya iman adalah ragu dan benci terhadap apa yang dibawa Rasulullah saw. Ada hubungan antara dosa yang menyebabkan kufur dengan hal-hal yang menggugurkan iman. Hal yang menggugurkan iman tidak hanya ragu dan benci terhadap apa yang dibawa Rasulullah saw., tetapi semua dosa besar yang menjadikan kufur, termasuk bagian dari hal-hal yang dapat menggugurkan iman.
Islam berasal dari kata "aslama-yuslimu-islaman" yang berarti berserah diri, pasrah, tunduk, dan patuh. Asal kata yang lain yaitu "salam" yang berarti damai dan sejahtera. Adapun menurut istilah, Islam adalah sikap berserah diri hamba kepada Allah swt. dengan senantiasa beribadah dan tunduk dalam melakukan ketaatan kepada-Nya dan menjauhkan diri dari syirik.
Islam adalah agama yang diwahyukan kepada Rasul-Nya sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia agar mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Ketika ditanya oleh Malaikat Jibril tentang islam, Rasulullah saw. menjawabnya dengan menyebutkan lima hal yang kita kenal dengan Rukun Islam yang terdiri atas:
Membaca dua kalimat syahadat
Mendirikan shalat lima waktu
Menunaikan zakat
Berpuasa Ramadhan
Haji ke Baitullah jika mampu
Hal ini didukung oleh Hadis berikut yang merinci 5 hal yang menjadikan pondasi Islam.
Artinya: "Dari Abu 'Abdurrahman "Abdullah bin 'Umar bin Khathab r.a., ia mengatakan, aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah, menunaikan shalat, menunaikan zakat, menunaikan haji ke Baitullah, dan berpuasa ramadhan." (HR. Bukhari dan Muslim)
Kata ihsan berasal dari bahasa Arab "ahsana-yuhsinu-ihsanan" yang artinya kebaikan, membaguskan, lebih bermanfaat, lebih indah. Ihsan juga dapat diartikan sebagai memperbaiki atau menjadikan baik. Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), ihsan adalah baik. Adapun dalam Hadis Rasulullah saw., ihsan dijelaskan sebagai berikut:
Artinya: "... Kemudian di berkata lagi, Beri tahukan aku tentang ihsan. Lalu beliau bersabda, Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan melihat-Nya, jika engkau tidak melihat-Nya, Dia melihat engkau." (HR. Muslim)
Menurut Mustafa Dieb Al-Bugha, ihsan adalah ikhlas dan penuh perhatian. Artinya, ikhlas untuk beribadah hanya kepada Allah swt. dengan penuh perhatian seolah-olah engkau melihat-Nya. Jika tidak mampu, ingatlah bahwa Allah swt. senantiasa melihatmu dan mengetahui apa pun yang ada pada dirimu.
Ihsan terbagi menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut:
Ihsan dalam beribadah kepada Allah swt. maknanya adalah beribadah kepada Allah swt., baik ibadah wajib maupun sunnah, seolah-olah melihat-Nya atau merasa diawasi oleh-Nya. Hal ini berarti ibadah yang dilakukan tidak hanya dilakukan sebagai ritual ibadah tanpa makna, tetapi samapi pada tahap menghayati dan merasakan keberadaan serta pengawasan Allah swt. ketika melakukannya.
Ihsan kepada Makhluk, ihsan kepada sesama makhluk berarti menunaikan hak-hak mereka. Ihsan kepada makhluk mencakup ihsan kepada sesama manusia, kepada hewan, tumbuhan, dan makhluk Allah swt. lainnya. Islam memerintahkan untuk berbuat ihsan kepada sesama manusia, baik kepada orang tua, keluarga, teman, tetangga, tamu, dan lainnya. Ihsan kepada orang tua berarti berbuat baik dan berbakti kepada keduanya. Ihsan kepada teman yaitu dengan cara membangun hubungan yang baik dengan mereka dan mengharapkan rida Allah swt.
Contoh lain dari ihsan kepada makhluk yaitu membantu orang yang kesusahan atau melakukan segala perbuatan baik kepada sesama manusia. Selain kepada sesama manusia, Allah swt. juga memerintahkan untuk berbuat baik kepada hewan dan tumbuhan. Memberi makan binatang, mengobatinya jika sakit, menyembelih binatang dengan cara yang paling baik, menyiram tanaman, serta menjaga kelestarian hewan dan tumbuhan merupakan contoh lain dari perbuatan ihsan.
Ihsan adalah puncak prestasi dalam ibadah, muamalah, dan akhlak. Oleh karena itu, semua orang menyadari akan hal ini tentu akan berusaha dengan seluruh potensi diri yang dimilikinya agar sampai pada tingkat tersebut.
NB:
Jawaban ditulis di buku, kemudian difoto dan dikirim melalui link di bawah ini.
Ketika mengirim tugas, ada pertanyaan Jenis Tugas, silahkan dipilih : "LKM 2.2"
Setelah mengirim tugas, pastikan tugas kalian sudah terkirim. Untuk melihat tugas kalian sudah terkirim atau belum, silahkan klik link REKAP PENILAIAN di bawah ini!
Setelah kita belajar bersama-sama tentang Kehidupan Manusia di Hari Kiamat. Sekarang waktunya kalian untuk mengukur pengetahuan kalian.
Silahkan mengerjakan Ulangan Harian Bab 2 melalui link di bawah ini.
Nb:
Hanya boleh mengerjakan satu kali saja.
Jika dua kali mengerjakan atau lebih dari dua kali, maka nilai yang diambil adalah hasil pengerjaan yang pertama.