Kerajaan
Hindu-Buddha di Indonesia
Fase E | Semester 2
Fase E | Semester 2
Alur Belajar Modul Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia
Awali kegiatan belajar dengan berdoa terlebih dahulu
Perhatikan peta konsep yang ada untuk memulai belajar, harus mulai dari mana kalian belajar
Perhatikan capaian pembelajaran, kompetensi apa yang harus kalian capai
Cermati dahulu pertanyaan pemantik, bisa kalian lihat di Lembar Aktifitas Peserta Didik (LAPD dikerjakan secara mandiri) scrool kebawah.
Pahami materi pada kegiatan eksplore, bila perlu kalian bisa mencari dari sumber lain (internet, youtube, blog, e-book atau rumah belajar matematika tentang pemahaman materi)
Setelah itu bentuklah kelompok untuk mendiskusikan materi yang didapat lalu simpulkan untuk kalian presentasikan
Setelah kalian memahami materi yang kalian diskusikan, kerjakan LKPD (scrool kebawah) yang ada secara berurutan
Dan kalian juga bisa mengerjakan Evaluasi yang telah disediakan (scrool kebawah)
Diakhir belajar silahkan kalian Refleksi dengan mengisi pada link refleksi (scrool kebawah)
Selamat belajar, semoga sukses
Capaian & Tujuan Pembelajaran
Capaian Pembelajaran
Elemen Pemahaman Konsep : Di akhir fase E, murid memiliki kemampuan memahami konsep dasar ilmu sejarah, mengkritisi dan menafsirkan peristiwa sejarah terkait kehidupan masyarakat Indonesia masa kerajaan Hindu-Buddha, kerajaan Islam, penjajahan bangsa Barat, perlawanan rakyat daerah terhadap penjajah, pergerakan kebangsaan Indonesia.
Elemen Ketrampilan Proses : Di akhir fase E, murid memiliki kemampuan memahami konsep dasar ilmu sejarah dan mampu berpikir sejarah melalui proses mengamati fenomena sejarah, menaya, mengumpulkan informasi, menganalisis informasi, mengkomunikasikan dan mengaitkannya dengan muatan vokasional yang sesuai dengan kompetensi kejuruan yang diampunya.
Mengamati, melalui pencermatan fenomena sejarah terkait dengan berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupan manusia sesuai dengan materi yang dipelajari.
Menanya, melalui pengembangan pertanyaan/permasalahan tentang hal yang ingin diketahui dan masalah yang sedang diselidiki dengan rumus 5W 1H (apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana).
Mengumpulkan informasi (heuristik), melalui pencarian dan pengelompokan sumber informasi sejarah (sumber primer dan sekunder) melalui studi dokumen/arsip, studi pustaka, wawancara, dan studi lapangan terhadap objek-objek peninggalan sejarah.
Menganalisis informasi (kritik sumber), melalui penyeleksian sumber, verifikasi, triangulasi/cek silang akurasi data dan fakta sejarah, serta interpretasi data dan fakta sejarah.
Menarik kesimpulan, melalui penarasian temuan hasil investigasi terhadap permasalahan terkait materi pelajaran sejarah.
Mengomunikasikan, melalui penyajian informasi sejarah secara lisan dan/atau tulisan dalam bentuk digital maupun nondigital.
Merefleksikan dan merencanakan projek lanjutan secara kolaboratif, melalui evaluasi dan perencanaan projek lanjutan lintas mata pelajaran secara kolaboratif.
Tujuan Pembelajaran
Murid mampu menganalisis berbagai pendapat mengenai proses masuknya kebudayaan Hindu-Buddha ke Indonesia.
Murid mampu menyajikan informasi mengenai berbagai kerajaan bercorak Hindu-Buddha di Indonesia.
Murid mampu memahami hasil dan nilai budaya masyarakat Indonesia Masa Kerajaan Hindu-Buddha serta pengaruhnya dalam lingkungan terdekat; dan
Murid mampu menganalisis perkembangan dan pola jalur rempah di Nusantara yang berkembang pada masa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia.
Alur Tujuan Pembelajaran
Alur Tujuan Pembelajaran
Murid mampu mengidentifikasi latar belakang masuknya pengaruh Hindu–Buddha ke Indonesia, meliputi kondisi geografis, jalur perdagangan, dan interaksi sosial-budaya masyarakat Nusantara dengan bangsa asing.
Murid mampu menjelaskan berbagai teori dan pendapat mengenai proses masuknya kebudayaan Hindu–Buddha ke Indonesia, seperti teori Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Arus Balik, beserta tokoh pendukungnya.
Murid mampu menganalisis perbedaan dan persamaan berbagai pendapat mengenai proses masuknya kebudayaan Hindu–Buddha ke Indonesia, serta menilai teori yang paling relevan berdasarkan bukti sejarah.
Murid mampu mengidentifikasi dan menyajikan informasi tentang kerajaan-kerajaan bercorak Hindu–Buddha di Indonesia, meliputi letak geografis, sumber sejarah, kehidupan politik, ekonomi, sosial, dan budaya.
Murid mampu menganalisis perkembangan dan pola jalur rempah di Nusantara pada masa kerajaan Hindu–Buddha, serta kaitannya dengan pertumbuhan kerajaan dan interaksi antardaerah.
Murid mampu memahami hasil dan nilai budaya masyarakat Indonesia pada masa kerajaan Hindu–Buddha, seperti sistem kepercayaan, seni bangunan, sastra, dan tradisi sosial.
Murid mampu menganalisis pengaruh kebudayaan Hindu–Buddha terhadap kehidupan masyarakat Indonesia masa kini, khususnya dalam lingkungan terdekat, serta menunjukkan sikap apresiatif terhadap warisan budaya bangsa.
A. Proses Masuk dan Berkembangnya kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia
Teori masuknya Pengaruh Hindu-Buddha di Indonesia.
Perubahan dan Keberlanjutan Kehidupan di Indonesia Masa Hindu-Buddha
B. Perkembangan Kehidupan Politik, Ekonomi, sosial, dan Budaya pada Masa Hindu-Buddha di Indonesia.
Kerjaan Kutai
Kerajaan Tarumanagara
Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Mataram Kuno (Berpusat di Jawa Tengah)
Kerajaan Mataram Kuno (Berpusat di Jawa Timur)
Kerajaan Singhasari
Kerajaan Majapahit
Kerajaan Sunda
Kerajaan Bali.
Pertanyaan Pemantik
Anda pasti mendengar Indonesia memasuki masa sejarah ketika tulisan ditemukan di wilayah Indonesia.
Menurut pendapat kalian, bagaimana proses masuknya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha ke Indonesia? Jelaskan teori mana yang paling kalian yakini kebenarannya dan alasan kalian memilih teori tersebut.
Kerajaan Hindu-Buddha manakah yang menurut kalian paling berpengaruh dalam sejarah Indonesia? Jelaskan alasan, pencapaian, serta peninggalan budaya atau teknologi yang menonjol dari kerajaan tersebut.
Bagaimana pengaruh peninggalan budaya Hindu-Buddha, seperti candi, aksara Pallawa, atau tradisi keagamaan terhadap kehidupan masyarakat Indonesia masa kini? Berikan contoh nyata di lingkungan sekitar kalian.
Mengapa kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Buddha di Indonesia berkembang menjadi pusat perdagangan yang penting pada masanya? Faktor-faktor apa yang membuat wilayah Nusantara menjadi strategis?
Bagaimana perkembangan jalur perdagangan rempah di Nusantara pada masa kerajaan Hindu-Buddha memengaruhi interaksi budaya antara masyarakat lokal dengan pedagang asing? Jelaskan dampaknya terhadap bahasa, seni, dan kehidupan sosial masyarakat.
Menurut kalian, apakah kejayaan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di bidang ekonomi dan perdagangan dapat terwujud tanpa adanya perdagangan rempah? Jelaskan pandangan kalian.
Jika kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha tidak pernah berdiri di Indonesia, kira-kira bagaimana perkembangan budaya, tulisan, dan agama masyarakat Nusantara saat ini? Berikan pendapat berdasarkan analisis kalian.
8 Dimensi Profil Lulusan/Pendidikan Budi Pekerti
Penalaran Kritis: Penalaran Kritis: Peserta didik mampu mengidentifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi informasi dari berbagai sumber sejarah, serta membedakan antara fakta, interpretasi, dan
Kreativitas: Peserta didik mampu menyajikan hasil penelitian sejarah sederhana dalam format yang inovatif dan menarik (misalnya, infografis, video pendek, pameran mini).
Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam kelompok untuk mengumpulkan dan menganalisis sumber sejarah, serta berbagi temuan dan argumen.
Kemandirian: Peserta didik mampu merencanakan dan melaksanakan tahapan penelitian sejarah sederhana secara mandiri, serta mengambil inisiatif dalam mencari sumber informasi.
Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan hasil penelitian sejarah secara logis, koheren, dan meyakinkan, baik secara lisan maupun tulisan.
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME: Memahami bahwa sejarah adalah bagian dari ciptaan dan takdir Tuhan, serta menghargai perjuangan para pendahulu.
Pertemuan/Tatap Muka Per-Minggu
Modul 3. Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia ( 2 x 5 = 10 JP)
Minggu ke-1 & 2
Memotivasi dan refleksi awal ✍️
Menjelaskan tentang proses masuk dan berkembangnya kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia, serta memberikan pertanyaan Pemantik/Jelajah Maya 1 untuk dapat menambah pengetahuan tentang penyebaran Hindu-Buddha secara daring melalui mesin pencarian google dengan kata kunci :
Bagaimana proses penyebaran agama Hindu-Buddha di Indonesia?
Apa perbedaan antara budaya Hindu-Buddha?
Mengapa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia mengalami kemunduran?
Murid mempelajari tentang :
📚Teori Masuknya Pengaruh Hindu-Buddha di Indonesia
Teori Waisya
Teori Ksatria
Teori Brahmana
Agar lebih memahami tentang teori masuknya pengaruh Hindu-Buddha di Indonesia :
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD 1 )✍️
Jelaskan isi pokok dari Teori Waisya, Teori Ksatria, dan Teori Brahmana tentang masuknya agama Hindu-Buddha ke Indonesia. Apa perbedaan utama di antara ketiga teori tersebut?
Menurut kalian, mengapa Teori Brahmana dianggap sebagai teori yang paling kuat dalam menjelaskan masuknya agama Hindu-Buddha ke Indonesia? Sertakan alasan dan bukti pendukung dari peninggalan sejarah.
Bagaimana peran para pedagang menurut Teori Waisya dalam menyebarkan kebudayaan Hindu-Buddha di kepulauan Nusantara? Jelaskan mekanisme interaksi antara pedagang asing dan masyarakat lokal.
Teori Ksatria menyatakan bahwa masuknya pengaruh Hindu-Buddha dibawa oleh kelompok bangsawan atau prajurit India. Jelaskan alasan munculnya teori ini dan contoh bukti sejarah yang mendukungnya.
Dari ketiga teori tersebut (Waisya, Ksatria, dan Brahmana), teori manakah yang menurut kalian paling logis dan sesuai dengan perkembangan masyarakat Indonesia pada masa itu? Jelaskan pendapat kalian beserta argumentasi yang relevan.
Minggu ke-3 & 4
📚Perubahan dan keberlanjutan kehidupan di Indonesia Masa Hindu-Buddha
Pada masa Hindu–Buddha terjadi berbagai perubahan dalam kehidupan masyarakat Indonesia, terutama dalam bidang pemerintahan, kepercayaan, sosial, dan budaya. Munculnya kerajaan-kerajaan bercorak Hindu–Buddha membawa sistem pemerintahan monarki dengan raja sebagai pusat kekuasaan. Pengaruh agama Hindu dan Buddha juga memperkenalkan konsep dewa-raja, sistem kasta (meski tidak diterapkan secara ketat), serta tradisi tulis melalui penggunaan bahasa Sanskerta dan aksara Pallawa.
Di sisi lain, terdapat pula keberlanjutan unsur budaya lokal yang tetap dipertahankan. Masyarakat Nusantara tidak sepenuhnya meninggalkan kepercayaan asli seperti animisme dan dinamisme, melainkan menggabungkannya dengan ajaran Hindu–Buddha. Tradisi gotong royong, sistem pertanian, serta kearifan lokal tetap berlangsung dan beradaptasi dengan pengaruh baru. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan budaya Hindu–Buddha di Indonesia bersifat akulturatif, bukan menggantikan sepenuhnya budaya asli masyarakat.
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD 2) ✍️
Jelaskan perubahan yang terjadi dalam sistem pemerintahan masyarakat Indonesia setelah masuknya pengaruh Hindu–Buddha!
Uraikan pengaruh agama Hindu–Buddha terhadap kehidupan sosial dan kepercayaan masyarakat Indonesia pada masa tersebut!
Mengapa masuknya kebudayaan Hindu–Buddha ke Indonesia tidak menghilangkan seluruh budaya asli masyarakat Nusantara? Jelaskan alasannya!
Berikan contoh bentuk keberlanjutan budaya lokal Indonesia yang tetap bertahan pada masa Hindu–Buddha!
Jelaskan makna akulturasi budaya dalam perkembangan kehidupan masyarakat Indonesia pada masa Hindu–Buddha!
Minggu ke-5 & 6
Memotivasi dan menjelaskan materi tentang perkembangan kehidupan politik, ekonomi, sosial, dan budaya pada masa Hindu-Buddha di Indonesia
📚Kerajaan Kutai
Kehidupan Politik
Kehidupan Ekonomi
Kehidupan Sosial Budaya
📚Kerajaan Tarumanagara
Kehidupan Politik
Kehidupan Ekonomi
Kehidupan Sosial Budaya
📚Kerajaan Sriwijaya
Kehidupan Politik
Kehidupan Ekonomi
Kehidupan Sosial Budaya
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD 3) ✍️
Jelaskan masing-masing kehidupan politiknya, kehidupan ekonominya, dan kehidupan sosial-budaya, dari ketiga kerajaan di atas!
Minggu ke-7
Memotivasi dan menjelaskan materi tentang
📚Kerajaan Mataram Kuno (Berpusat di Jawa Tengah)
Kehidupan Politik
Kehidupan Ekonomi
Kehidupan Sosial Budaya
📚Kerajaan Mataram Kuno (Berpusat di Jawa Timur)
Kehidupan Politik
Kehidupan Ekonomi
Kehidupan Sosial Budaya
📚Kerajaan Singhasari
Kehidupan Politik
Kehidupan Ekonomi
Kehidupan Sosial Budaya
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD 4) ✍️
Jelaskan masing-masing kehidupan politiknya, kehidupan ekonominya, dan kehidupan sosial-budaya, dari ketiga kerajaan di atas!
Minggu ke-8
Memotivasi dan menjelaskan materi tentang
📚Kerajaan Majapahit
Kehidupan Politik
Kehidupan Ekonomi
Kehidupan Sosial Budaya
📚Kerajaan Sunda
Kehidupan Politik
Kehidupan Ekonomi
Kehidupan Sosial Budaya
📚Kerajaan Bali
Kehidupan Politik
Kehidupan Ekonomi
Kehidupan Sosial Budaya
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD 5) ✍️
Jelaskan masing-masing kehidupan politiknya, kehidupan ekonominya, dan kehidupan sosial-budaya, dari ketiga kerajaan di atas!
Literasi
Pemahaman Materi
Glosarium & Daftar Pustaka
Glosarium
Arkeologi: s
Austronesia: m
Budaya Maritim: b
Deutro Melayu: t
Fosil: m
Homo: m
Jalur Rempah: m
Manusia Purba: m
Meganthropus: m
Phitecanthropus: m
Prasejarah: m
Proto Melayu: m
Daftar Pustaka
IPS Sejarah 1 untuk SMA/MA Kelas X. Wildan Insan Fauzi. Grafindo Media Pratama. 2024.
Sumber : https://www.modulguruku.com/2024/12/bahan-ajar-powerpoint-sejarah-kelas-10.html