Dewasa ini tenaga listrik memegang peranan penting dalam kehidupan manusia sehari-hari, khususnya dalam bidang industri dan pabrik sebagai tenaga penggerak mesin-mesin produksi, penerangan dan sebagainya. Jika kebutuhan listrik ditelaah dari sudut pandang ilmu ekonomi, maka kebutuhan listrik dapat dikategorikan sebagai kebutuhan primer bersanding dengan kebutuhan primer manusia lainnya seperti sandang, pangan, dan papan.
Demikian halnya dalam industri Perkapalan, listrik memegang peranan penting karena digunakan sebagai alat bantu dalam pengoperasian suatu kapal. Sejumlah peralatan kapal membutuhkan listrik sebagai media pengoperasiannya, seperti alat navigasi, peralatan bongkar muat dan peralatan di ruang mesin. Jika disempitkan sedikit, intinya kapal tidak dapat beroperasi dan berlayar jika tidak ada energi listrik yang menjadi inhibitor dalam pengoperasiannya. Energi listrik di kapal sangat berhubungan dengan kapasitas genset (generator set). Karena semua peralatan-peralatan yang membutuhkan listrik, akan mengambil energi listrik dari genset tersebut. Sehingga, generator set harus di desain sedemikian rupa agar supply listrik dikapal mencukupi. Selain faktor pemenuhan supply listrik di kapal, generator set juga harus di desain dengan mengedepankan faktor ekonomi. Sedapat mungkin daya yang dihasilkan oleh generator set tidak mubadzir (total daya generator set ~total daya yang dibutuhkan peralatan di kapal).
Dalam detail spesifikasi pemesinan, Output generator listrik 40 kW bukan berarti diesel penggeraknya kapasitas daya juga harus 40 kW sehingga sering terjadi kesalahan presepsi pada crew terkait. spesifikasi daya output Genset yang ada di atas kapal. Gunakan power factor untuk nilai “P” semu. Kompetensi dasar masinis kapal sebagai operator onboard harus mampu untuk menghitung kebutuhan daya alat-alat operasi yang ada di atas kapal.
Mayoritas sebuah kapal didominasi oleh seperangkat pompa dan alat bantu lain yang berfungsi untuk support mesin induk yang menggerakkan propeller/ main propulsion.
Dalam detail spesifikasi pemesinan, Output generator listrik 40 kW bukan berarti diesel penggeraknya kapasitas daya juga harus 40 kW sehingga sering terjadi kesalahan presepsi pada crew terkait. spesifikasi daya output Genset yang ada di atas kapal. Gunakan power factor untuk nilai “P” semu. Kompetensi dasar masinis kapal sebagai operator onboard harus mampu untuk menghitung kebutuhan daya alat-alat operasi yang ada di atas kapal.
Mayoritas sebuah kapal didominasi oleh seperangkat pompa dan alat bantu lain yang berfungsi untuk support mesin induk yang menggerakkan propeller/ main prupolsion.
Pompa-pompa yang digunakan diatas kapal tersebut antara lain :
1. Pompa Ballast
Dalam pengoperasian secara sentraslisasi system-tangki ballast diisi dan dikosongkan dengan menggunakan pompa yang biasa disebut pompa ballast.Pada kondisi tertentu pompa G.S dapat difungsikan sebagai pompa ballast.
2. Pompa Sanitary
Sistem sanitary digunakan untuk menyingkirkan atau membuang air dari geladak dan juga menbuang air yang sudah dipakai dari tempat-tempat mandi, wc, laundry, bar-bar makanan dan minuman, dapur, dan sebagainya. Dari setiap geladak air mengalir turun ke geladak yang lebih rendah melalui pipa-pipa scupper, dimana akhirnya sampai pada geladak yang paling rendah / akhir diatas garis air dan akhirnya dibuang melalui freeing port yang dipasang pada bulwark. Sistem sanitary ini dilancarkan pengoperasiannya oleh pompa sanitaray yang memompa air/kotoran-kotoran untuk dibuang.
3. Pompa Pemadam Kebakaran
Sistem pemadam kebakaran dapat digunakan untuk semua peristiwa kebakaran untuk memadamkan api diatas kapal, kecuali bila yang tebakar itu batu bara, minyak, atau peralatan listrik. Sistem pemadam kebakaran dikapal adalah ystem sentralisasi (dipusatkan) dan dipasang dari pipa tembaga atau pipa yang berdiameter 50 sampai 100 mm. Pipa utama dipasang memanjang sepanjang kapal dan dilengkapai dengan risers (flens pemadam kebakaran) yang berjarak tidak lebih dari 20 m. Paling sedikit 2 risers pemadam kebakaran yang dipasang pada kapal yaitu di sisi kapal dalam kamar mesin dan pada ruangan ketel uap. Setiap pipa utama harus dilengkapi dengan suatu alat untuk mensuplay air dari sumber diluar kapal. Untuk melancarkan penggunaan ystem ini maka pompa pemadam kebakaran yang ada diatas kapal harus berfungsi dengan baik. Biasanya umumnya pompa pemadam kebakaran ini dileletakkan pada double bottom, pada geladak utama dan pada deck house.
4. Pompa Air Tawar
Air tawar biasanya diletakkan pada ystem-tangki persediaan (store tanks) dan ystem dinas yang berada pada upper deck dan dari tempat inilah air tesebut dialirkan ketempat-tempat yang membutuhkan air tawar dengan bantuan pompa air tawar seperti kamar mandi, wc, dapur, laundry, dan sebagainya melalui pipa-pipa. Seluruh system air tawar ini harus berdiri sendiri dan penggunaan pipa-pipa, pompa-pompa, dan system-tangki air tawar tidak digunakan untuk keperluan lain selain system air tawar.
5. Pompa Hydraulic
Hydraulic power unit digunakan di atas kapal untuk dua alat bantu yang berhubungan dengan team deck yaitu: Mesin Jangkar (Windlass) dan Mesin Kemudi (Steering Gear), pada beberapa armada yang dilengkapai Mesin Penggulung (Mooring Winch) systemnya juga sama menggunakan Hydraulic Power Unit yang memiliki tiga komponen utama yaitu:Pompa hydraulic, reservoir fluida dan electric motor (elmot).
6. Pompa Minyak Pelumas
Untuk mengalirkan minyak pelumas dari dan ke mesin induk maupun mesin bantu digunakan pompa minyak pelumas yang diletakkan di dalam engine room.
7. Pompa bahan bakar
Bahan bakar disimpan dalam system bahan bakar yang berada didouble bottom dibawah kamar mesin dan untuk mengalirkannya ke tanki harian digunakan pompa bahan bakar yang juga diletakkan di double bottom. Pompa bahan bakar untuk system induk dan system harian dipisahkan penggunaannya untuk menjaga efisiensi dari pompa tersebut dalam mengalirkan bahan bakar.
8. Pompa drainase
Pompa drainase ini diletakkan pada double bottom dimana system drainase atau system pengeringan diatas kapal ini digunakan untuk keperluan pemompaan bilge kapal
Selain pompa ,terdapat peralatan di atas kapal yang perlu diperhatikan kondisinya yaitu:
Engine Room Fan / Blower
Peralatan las, peralatan kerja bangku, peralatan charger bateray
Home appliances seperti : AC, Mesin cuci , Freezer , dan lain lain.
Keseluruhan elmot dan peralatan lain yang membutuhkan supply daya listrik di kalkulasikan untuk menghindari Genset dalam kondisi kelebihan beban.Contoh untuk kalkulasi Genset Output 40kW
Standart continous service atau standart normal pemakaian perhitungannya adalah 75% dari total output yang tertulis pada name plate. Perhitungannya sebagai berikut: 75 % X 40 kW = 30 kW
Dalam kondisi tertentu genset tidak dapat dibebani hingga 30 kW, tergantung kondisi aktual dari mesin diesel yang memutar generator, sehingga history perawatan terakhir mengenai kondisi parts yang dipasang, total running hours dan kondisi parameter yang ada pada saat generator diberikan beban, perlu diperhatikan selalu setiap masinis pada saat menjalankan dinas jaga. Pada kondisi tertentu, perhitungan cukup menggunakan kalkulasi daya semu V A
Di atas kapal Masinis harus mampu membaca perbedaan dari panel listrik. terdapat beberapa type panel listrik di atas kapal, yaitu dengan dilengkapi kw meter untuk mengetahui daya nyata output genset, seperti contoh di atas.
Untuk penghitungan daya semu didapatkan dari perkalian nilai di AMPERE METER dan VOLT METER secara langsung untuk panel listrik yang terbatas terinstall Ampere dan Volt meter seperti tampilan gambar di bawah ini.
Sangat penting untuk memetakan keseluruhan beban yang ada di atas kapal, sehingga masinis sebagai operator onboard, mempunyai perhitungan yang cermat untuk menghindari Genset di kapal kelebihan beban pada saat kapal berlayar, manuver , drop anchorage maupun proses cargo handling.
Berikut ini salah satu contoh dari tampilan “List Permesinan di atas kapal” yang lengkap pada point nominal kW yang berfungsi untuk mengetahui kebutuhan daya listriknya.Crew onboard harus melengkapinya dengan koordinasi selalu mendapatkan data tersebut dari Fleet Engineer.
Perhatian, assessment hanya dapat dikerjakan maksimal 3x, oleh karena itu untuk mendapatkan hasil maksimal, pastikan anda telah membaca dan memahami materi training tsb.