Baterai berfungsi sebagai pemasok arus listrik untuk mengoperasikan motor strarter pada saat awal mesin diesel mulai dihidupkan. Baterai dikapal yang berada di anjungan berfungsi sebagai memasok arus ke lampu-lampu navigasi,radar, radio dan perangkat navigasi lainnya. Baterai merupakan peranti elektrokimia yang menggunakan bahan kimia untuk menghasilkan kelistrikan. Jumlah listrik yang dihasilkan dari baterai tersebut sangat terbatas. Pada saat larutan kimia di dalam baterai tersebut kosong, baterai tersebut telah kurang energi listriknya atau habis. Kemudian baterai tersebut dapat diisi kembali dengan menggunakan arus listrik dari alternator, atau dari alat pengisi baterai (battery charger). Pengisian kembali akan menjadikan larutan kimia tersebut kembali ke keadaan semula dengan catatan level air normal.
Baterai di kapal merupakan suatu baterai penyimpan asam timbal. Kandungan kimia didalamnya berbentuk timbal spon (padat), oksida timbal (suatu pasta), dan asam belerang (berbentuk cairan). Ketiga bahan tersebut dapat bereaksi secara kimia untuk menghasilkan suatu aliran arus listrik. Oksida timbal dan timbal spon berbentuk kisi-kisi plat positif dan negatif. Kisi-kisi tersebut terbuat dari timbal dan ditambahkan dengan unsur-unsur lainnya, misalnya kalsium.
Asam belerang dicampur dengan air untuk membentuk elektrolit, yaitu cairan yang ada di dalam baterai. Kandungan air sekitar 60 persen, sedangkan asam belerangnya 40 persen pada saat baterai dalam keadaan isi penuh. Pada saat baterai tersebut “dikeluarkan”, elektrolit tersebut kehilangan asam belerangnya dan sebagaian besar menjadi air. Di negara-negara yang memiliki musim dingin, baterai harus dalam keadaan isi penuh pada saat musim dingin. Karena, kalau baterai tersebut dalam keadaan isi-kurang, elektrolit akan mengalamii kebocoran yang disebabkan pembekuan elektrolit yang sebagian besar berwujud air.
Wadah baterai terbuat dari plastik cetak. Plat-platnya disatukan untuk dibentuk menjadi kelompok plat. Untuk dijadikan sel baterai, kelompok plat positif disusun dengan kelompok plat negatif. Suatu separator (pembatas) yang bersifat porous (keropos) ditempatkan diantara kedua plat tersebut. Hal ini dilakukan untuk mencegah jangan sampai terjadi persentuhan antara plat positif dengan plat negatif selama elektrolit tersebut bersirkulasi di antara kedua plat. Rakitan bagian plat dan separator dinamakan elemen. Elemen tersebut dimasukkan ke dalam wadah baterai untuk membentuk sel. Konektor timbal dipasang secara seri pada setiap sel ke terminal sel. Sebuah penutup dari bahan plastik digunakan untuk menutup bagian atas baterai tersebut. Pada sebagaian baterai dibuat lubang untuk pengisian air dan ditutup lagi dengan sumbat pengisi atau penutup ventilasi, sedangkan pada jenis baterai bebas perawatan tidak terdapat penutup ventilasi.
Pada baterai 12-volt terdapat enam sel yang dihubungkan secara seri. Artinya tegangan sel digabungkan bersama-sama untuk menghasilkan tegangan baterai. Setiap selnya menghasilkan tegangan sekitar 2,15-volt pada waktu muatannya penuh. Suatu baterai dalam keadaan muatan penuh menghasilkan tegangan sekitar 12,9 volt.
Cairan asam belerang pada elektrolit sangat korosif. Asam ini dapat merontokkan pakaian. Hal ini juga dapat mengakibatkan luka bakar yang serius apabila terkena wajah. Juga dapat membutakan mata anda jika terkena pada mata. Kenakan pelindung mata ketika bekerja dengannya, memeriksa atau mengisi baterai.
Gas yang keluar dari baterai selama pengisian mudah meledak. Buatlah ventilasi pada ruangan tersebut. Jangan membuat letupan api, menyalakan api atau merokok di sekitar baterai yang sedang diisi atau baterai yang baru saja diisi.
Jangan mengenakan cincin, gelang, jam tangan atau gantungan lainnya di sekitar baterai. Jika terjadi sentuhan dengan baterai, arus yang sangat tinggi akan mengalir, dan anda akan mengalami kebakaran yang serius.
Suatu baterai dalam keadaan dipakai tetapi mesin tidak mau hidup , maka baterai tersebut dalam keadaan low voltage. Menghidupkan mesin yang baterainya tidak bagus, antisipasi crew biasanya menggunakan sebuah baterai dari unit lain dengan cara Jumper.Pastikan penggunaan kabel jumper memiliki penampang yang sama besar di terminal baterai.
Pada saat akan melepaskan sebuah baterai, lepaskan terlebih dahulu kabel negatif.
Jika pada baterai tersebut terdapat lubang ventilasi pada sumbat penutupnya, hati-hatilah membukanya sebelum melakukan pengisian.
Jangan mengisi baterai secara berlebihan.
Pastikan umur baterai rentang penggunaan normal hingga 3 tahun
Perawatan baterai terdiri atas:
a. Memeriksa visual pada baterai.
b. Membersihkan bagian atas baterai, terminal-terminal dan jepitan kabel.
c. Menguji tegangan baterai.
d. Mengisi air accu
Article Description:
a.Pemeriksaan visual baterai
Periksalah baterai dari tanda-tanda korosi, keretakan, dan kebocoran. Periksa juga dudukannya, terminal-terminal, kabel-kabel, dan level elektrolitnya.
b.Membuang korosi
Gunakan sikat kawat dan amplas tipis untuk membersihakan kotoran-kotoran akibat korosi. Lepaskan kabel terminal baterai.Gunakan electro cleaner untuk mempermudah membersihkannya. Sikatlah dengan hati hati bagian badan terminal , knife switch dan sepatu kabelnya, berikan perhatian khusus terjadinya oksidasi yang berakibat resistansi.
Gosoklah pelan pelan dengan menggunakan kertas amplas atau sikat kawat pada menara dan terminal-terminalnya. Lapisilah dengan menggunakan grease khusus terminal aki untuk menahan laju oksidasi. Pasanglah kabel-kabel terminal dan ketatkan dengan baik. Pasang juga sepatu pelindung terminal.
c.Merapikan dudukan bateray
Tempat dudukan baterai harus cukup kuat untuk menahan baterai agar aman, tetapi tidak terlalu ketat dalam menjepit wadah beterai tersebut. Pengikatan yang tidak rapi akan
mengakibatkan wadah baterai tersebut rusak/pecah.Hindari penempatan baterai yang terbatas hanya di lantai kamar mesin tanpa pelindung.Berikan cover pelindung dari bahan isolator yang kuat,seperti bahan kaca,kayu ,kain , kertas, keramik , plastic. Pastikan baterai masih ada space untuk sirkulasi udara.
d.Memeriksa level elektrolit
Periksalah level elektrolit pada setiap selnya. Pada sebagian besar baterai terdapat tanda level yang diizinkan (garis HIGH, NORMAL ,LOW). Tambahakan air agar elektrolit tersebut naik ke tanda posisi normal yang diizinkan.Jangan mengisi air secara berlebihan karena dapat meluap ke atas akibat tekanan ekspansi atau penguapan.Aplikasi penggunaan air accu yang benar adalah: 1. ACCU ZUUR BotolMerah untuk pengisian awal. 2. AIR ACCU Botol Biru untuk top up/isi ulang.
Teknis Charge Baterai
Baterai yang secara fisik kondisinya masih baik, dapat di charge kembali (disetrum) hingga penuh dengan cara melewatkan sejumlah arus listrik searah (direct current, DC) terhadap baterai tersebut dalam arah yang berlawanan dengan pergerakan normal. Penyetruman dapat dilakukan dengan cara menyetrum cepat atau menyetrum lambat.
1.Charge lambat
Penyetruman lambat dilakukan dengan sejumlah arus yang relatif kecil (5 - 7 amper) terhadap baterai tersebut dan untuk jangka waktu yang lama (14 – 16 jam atau lebih).
Penyetruman lambat lebih disukai dibandingkan dengan penyetruman cepat, jika waktu masih memungkinkan, namun demikian penyetruman cepat pada baterai tidak akan merusak baterai tersebut. Dalam keadaan sel baterai tidak diketahui, penyetruman lambat akan meminimalkan resiko kemungkinan kerusakan dibandingkan dengan penyetruman cepat. Sulfat berat (bahan plat aktif yang berubah menjadi sulfat timbal dan kembali menjadi keras yang pada dasarnya diperlukan agar tahan terhadap reaksi kimia selama baterai tersebut bekerja) baterai akan memanas dengan cepat apabila dilakukan penyetruman cepat dibandingkan penyetruman lambat.
Untuk melakukan penyetruman dengan pendekatan yang baik, anda dapat menentukan sebesar 7 persen dari nilai kapasitas amper jam baterai. Apabila anda tidak mengetahui dengan persis nilai kapasitas amper jam tersebut, dilakukan dengan penyetruman sekira 5 ampere.
Bersihkan baterai dan isilah air baterai sesuai dengan level yang diizinkan. Pasang kembali tutup sel baterai (jika menggunakan). Jika baterai tersebut masih berada pada dudukan/ lashingnya, lepaskan kabel-kabel untuk mencegah kerusakan pada regulator pada sistem dynamo ampere pengisian.
Hubungkan jepitan positif penyetrum ke terminal positif baterai – colokan negative ke terminal negatif.
Jika lebih dari satu baterai yang akan disetrum, hubungkan baterai tersebut secara seri (terminal positif ke terminal negatif, baterai dengan tegangan — volt dan 12 volt dapat disetrum pada saat yang bersamaan.
Aturlah besarnya penyetruman sesuai dengan nilai amper jam baterai yang paling rendah dari kelompok tersebut. Saklarkan pada posisi 12 volt DC. Baterai biasanya akan terisi penuh dalam waktu 12 – 16 jam. Tinggalkan baterai pada alat penyetrum hingga berat jenis cairan menunjukan pada muatan penuh dengan memperhatikan indicator Ampere meter di travo pengisian nilainya mendekati angka “0”.
Periksalah temperatur baterai selama penyetruman, dan turunkan nilai penyetruman jika melebihi 52°C [125°F]. Temperatur yang melebihi 52°C dapat mengakibatkan kerusakan yang serius pada baterai tersebut.
Lepaskan baterai jika sudah terisi penuh. Pengisian yang berlebihan akan membahayakan baterai tersebut.
2.Charge Cepat
Penyetruman cepat memerlukan arus yang relatif besar (50 – 60 amper untuk baterai 12 volt) dan baterai tersebut akan menghasilkan muatan yang baik dalam waktu yang singkat (satu hingga dua jam).
Siapkan baterai sebagaimana kita akan melakukan penyetruman lambat. Lepaskan kabel-kabel baterai. Pasanglah jepitan colokan positif penyetrum ke terminal positif baterai – jepitan negatif ke terminal negatif. Setel pengatur arus sesuai dengan yang ditentukan. Saklarkan tegangan 12 volt sesuai kebutuhan. Putarlah alat penyetrum pada posisi ON. Jika level elektrolit terlalu tinggi (pemuaian akan terjadi selama penyetruman cepat), pindahkan pada gelas bening dan kembalikan lagi setelah baterai tersebut kembali menjadi dingin (hal ini tidak diperlukan untuk jenis baterai bebas perawatan).
Sesaat baterai mulai dihubungkan ke alat penyetrum, arus pada penyetrum secara otomatis akan menurun mendekati “0”
Penyetruman cepat tidak akan menjadikan baterai tersebut terisi penuh. Pada saat baterai sudah terisi tiga perempat, lakukan penyetruman lambat agar baterai tersebut dapat terisi penuh. Periksalah termperatur baterai. Jika melebihi 52°C stop pengisian, panas berlebih mengakibatkan cell mudah rusak. Jika lebih dari satu baterai yang harus disetrum dengan penyetruman cepat, hubungkan baterai secara paralel.
Jika memiliki baterai spare maka penyimpannya harus diperhatikan, baterai tersebut sebaiknya disimpan pada lokasi dingin dan kering. Suatu baterai yang disimpan pada suhu 0° C muatannya akan dapat bertahan hingga hampir satu tahun, sedangkan apabila baterai tersebut disimpan pada suhu 52° C maka akan kehilangan muatannya dalam satu bulan.
Baterai muatan kering ,baterai yang dapat disetrum tetapi tidak mengandung elektrolit, harus disimpan di tempat yang dingin, kering, dan jika memungkinkan tidak terjadi suatu perubahan suhu. Walaupun baterai muatan kering akan mampu bertahan dalam waktu yang lama, baterai tersebut memerlukan pengaktifan setiap akhir tahun ketiga dalam penyimpanan.Artinya standar umur cell adalah 3 tahun.
Langkah-langkah dalam membongkar baterai :
Melepas kabel terminal ground baterai
Gunakan puller jika terjadi kemacetan pada terminalnya
Jaga baterai jangan sampai terjatuh atau terantuk bahan yang keras.
Langkah-langkah dalam memasang baterai
Gunakan bracket yang sesuai untuk memasang baterai
Catalah tanggal instalasi baterai sebelum memasang
Bersihkan terminal dan kabel baterai, lumasi dengan gemuk
Pasang kabel terminal baterai (kabel ground terakhir) dan ketatkan.
Kebocoran listrik pada sistem dynamo stater, dynamo ampere , indicator panel dan aksesories yang lain dapat mengakibatkan baterai tersebut mengalami kekosongan, besarnya kehilangan ini sebanding dengan jumlah pengosongan.Hindari penggunaan kabel bekas atau kabel sambungan dalam instalasi bateray untuk menghindari short contact.Gunakan pelindung terminal dan cable shoe yang sesuai.
Perawatan terencana dari kondisi dari dynamo ampere diantaranya, memeriksa kekencangan Pulley V-belt, kebersihan dari gulungan, serta komponen komponen internal dalam dynamo ampere.
TIPS: Pergunakan vacuum cleaner/ electro cleaner untuk membersihkan dynamo ampere ketika genset kondisi stand by ( off ), Lindungi dinamo ampere dari kelembapan akibat tetesan air atau minyak.
Perhatian, assessment hanya dapat dikerjakan maksimal 3x, oleh karena itu untuk mendapatkan hasil maksimal, pastikan anda telah membaca dan memahami materi training tsb.