Draught Survey adalah kegiatan untuk mengetahui berapa banyak muatan dalam satuan berat (Kilogram atau Metric Ton) dengan cara mengukur atau membaca draft kapal pada waktu kapal dalam kondisi kosong maupun kapal dalam kondisi ada muatan.
Pelaksanaan Draught Survey dilaksanakan oleh Surveyor dan Crew sebelum pemuatan atau pembongkaran yang disebut dengan Initial Draft atau Draft Awal dan sesudah pemuatan atau pembongkaran yang disebut Final Draft atau Draft akhir. Hal ini sangat penting dalam halnya pada pemuatan batubara untuk mengetahui telah berapa banyak muatan batubara yang telah di muat ke dalam tongkang.
Yang perlu diperhatikan pada Draught Survey adalah kita harus mengetahui beberapa hal, yaitu :
Draft Mark kapal atau tongkang ( barge ) dan cara bagaimana membacanya;
Berat Jenis Air dimana tempat kita melakukan perhitungan Draught Survey
Tabel Hydrostatic dari kapal atau tongkang (barge).
Sebelum proses bongkar muat dilaksanakan, master harus memastikan bahwa kondisi umum perairan (cuaca) dalam keadaan baik untuk pelaksanaan aktivitas tersebut, selain hal-hal terkait dengan situasi cuaca beberapa pertimbangan umum dalam aktivitas sebelum loading muatan adalah:
Memeriksa & menyiapkan perlengkapan bongkar muat telah siap untuk digunakan termasuk perlengkapan safety
Mengidentifikasi bahaya-bahaya yang disebabkan oleh aktivitas bongkar-muat
Melaksanakan meeting dengan pihak stevedoring (PBM)
Menyiapkan & memeriksa seluruh kelengkapan dokumen yang diperlukan untuk proses bongkar-muat
Pada proses pelaksanaan bongkar muat Master akan dibantu oleh Chief Officer sebagai coordinator pelaksana lapangan proses bongkar muat kargo.
Chief Officer bertanggung jawab atas kelancaran operasi bongkar – muat serta mempertimbangkan hal – hal sebagai berikut:
memeriksa muatan kargo di atas tongkang (temperature kargo batubara di atas tongkang) secara kontinyu dan melakukan tindakan cepat apabila batubara di atas tongkang telah mencapai titik nyala (terbakar) > 550 C.
Stop loading / unloading apabila muatan batubara mencapai suhu > 550 C. Operasi tersebut direkomendasikan untuk ditunda sampai dengan suhu permukaan kargo batubara berangsur – angsur turun.
Pengecekan suhu kargo batubara dapat menggunakan alat bantu thermometer infrared. Chief Officer segera melaporkan kondisi kargo tersebut kepada Master untuk menentukan tindakan / instruksi lebih lanjut dari PIC Operation dan/atau Site Manager dan/atau Pencharter.
Bertindak cepat dengan memadamkan api pada muatan batubara di atas tongkang apabila kargo mulai terbakar dengan zat / material kimia pemadam. Tahapan pemadaman kargo batubara yang terbakar sesuai dengan WI/OPS-TB/001 Pemadaman Kargo Batubara Terbakar.
Memperhatikan instruksi khusus atau peraturan bongkar / muat yang berlaku di area Pelabuhan atau transshipment point.
Pada saat loading, Chief Officer harus selalu memonitor kondisi deck muat tongkang (sideboard).
Pengecekan pada saat loading yang dilakukan adalah:
Selalu memeriksa kondisi stabilitas kapal, trim dan sarat kapal
Proses bongkar / muat sesuai dengan urut – urutan tahapan yang telah direncanakan
Check kondisi temperature muatan (batubara) secara berkala
Laksanakan proses loading secara aman dan/atau sesuai dengan dokumen loading manual.
Hindari loading muatan yang bertumpu pada satu titik di tengah kapal / atau peletakan muatan yang tidak merata.
Cara membaca DRAFT MARK : setiap angka memiliki tinggi 10 cm, dan spasi di setiap angka memiliki tinggi 10 cm. ( Lihat pada Gambar )
Cara Pembacaan Draft tongkang :
Dilakukan dengan mengevaluasi draf ukuran yang tertera di sisi kapal. Perhatikan garis permukaan air pada skala draft. Garis permukaan air yang dibaca pada skala angka draft adalah garis permukaan air rata-rata dari tinggi-rendah gelombang pada permukaan air.
Posisi Draft Mark tertera pada sisi kiri dan kanan tongkang dan setiap sisi biasanya terdapat 3 (tiga) draft mark, yaitu :
Forward, bagian depan atau haluan tongkang / barge;
Middle, bagian tengah tongkang / barge;
Aft, bagian belakang atau buritan tongkang / barge.
RUMUS DRAFT
Rumus Untuk mencari Mean Of Mean Draft:
Step1
•MF = (PF + SF ) / 2
•MM = (PM + SM ) / 2
•MA = (PA + SA) / 2
Step.2
•Mean Draft = (MF + MA) / 2
•Mean Of Mean Draft = (Mean Draft + MM) / 2
•Mean of Mean corrected for deformation
•= (MOM + MM)/2
FAKTOR YANG MENENTUKAN PENGHITUNGAN DISPLACEMENT
Pembacaan skala atau angka draft di Tongkang.
Koreksi-koreksi yang diperlukan yang mempengaruhi terhadap pembaca skala angka draft.
Koreksi yang disebabkan oleh bentuk, posisi atau stabilitas kapal.
Koreksi Density dimana kapal mengapung.
Data-data koreksi di dapat dari dokumen-dokumen di atas kapal atau pada Hydrostatic Table.
SYARAT IDEAL PELAKSANAAN DRAUGHT SURVEY
Kapal tidak kandas/dapat mengapung bebas
Tali pengikat tidak terlalu kencang, kapal dapat bebas terapung
Kapal tidak miring lebih dari 2 derajat
Tanda draught kapal dapat terbaca jelas
Pipa sounding/level gauge dapat terbaca jelaz
Tinggi ombak tidak lebih 0,5 m
Trim kapal tidak melebihi batas koreksi trim dalam table tanki
Table dalam kondisi up to date
Alat ukur dalam kondisi baik dan terkalibrasi
Tidak ada pergerakan cairan dan alat bongkar pada saat survey
RUMUS INTERPOLASI
Y = X +((B-A)/(C-A)) x (Z-X)
CONTOH :
Y = X +((B-A)/(C-A)) x (Z-X)
Y = 30 + ((45-25)/(65-25)) x (32-30)
Y= 30+((0.5) X (2))
Y = 31
Dari Rumus Interpolasi Kita bisa mendapatkan nilai Displacement kapal
Observed density/Berat Jenis air adalah hasil penelitian pada perairan dimana tongkang / barge dilakukan draught survey atau dimana lokasi kita melakukan pembacaan draft mark. Observed Density atau berat jenis air telah diketahui oleh Otoritas Pelabuhan atau Pengelola Pelabuhan dimana aktivitas Loading Barge yang kita lakukan.
Perlu dilakukan koreksi trim (Displacement Corrected for Trim) dan berat jenis (Density Correction), tapi biasanya pada Draught Survey tongkang jarang kita menggunakan Koresi Trim tetapi hanya koreksi berat jenis karena pada tongkang jarang sekali ada kegiatan pengurangan atau penambahan air ballast, Bahan bakar minyak, air tawar, penumpang, barang-barang selain muatan yang akan menambah berat tongkang. Density air Laut = 1.025.
Alat ukur disebut Hydrometer atau Densitymeter
Density Correction = ((BJ Observe – BJ Air laut) / BJ Air Laut) x Displacement
Data yang dimuat saat initial yang belum dinilai
Step1: Hitung Koreksi Draft kiri (P) dan Kanan (S)
MF = (PF + SF ) / 2
= (0.60 + 0.62) / 2
= 0.61 m
MM = (PM + SM ) / 2
= (0.65 + 0.67) / 2
= 0.66 m
MA = (PA + SA) / 2
= (0.80 + 0.82) / 2
= 0.81 m
Data yang didapat saat intial survey sebelum muat
Step.2 Hitung Koreksi Draft Mean Of Mean Draft
Mean Draft = (MF + MA) / 2
= (0.61 + 0.81) / 2
= 0.71 m
Mean Of Mean Draft = (Mean Draft + MM)/2
= (0.71 + 0.66)/2
= 0.685 m
Mean of Mean corrected for deformation
= (MOM + MM)/2
= (0.685 + 0.660) / 2
= 0.672 m
Step.3 Hitung Displacement menggunakan Hydrostatic Table (Interpolasi)
Y = X +((B-A)/(C-A)) x (Z-X)
Y = 493.5 + ((0.672-0.660)/(0.680-0.660)) x (512.9-493.5)
Y= 493.5+((0.012/0.020) X (20))
Y = 505.5 Ton
Step.4 Hitung Koreksi Berat Jenis (Density)
Berat Jenis air Lokal : 0.995
Berat Jenis Air Laut : 1.025
Displacement : 505.5 Ton
Density Correction = ((BJ Observasi – BJ Air laut) / BJ Air Laut) x Displacement
= ((0.995 – 1.025) / 1.025) X 505.5
= -14.795
Step.5 Hitung Nett Displacement/Initial Draught
Disp (🔺) = 505.5 Ton, Density Correction = -14.795 Ton
Nett Displacement = Disp (🔺) + Density Correction
= 505.5 + (-14.795 )
= 505.5 – 14.795
= 490.7 Ton
Untuk Mendapatkan Total Muatan Maka Lakukan perhitungan yang Sama seperti menghitung muatan sebelum Muat. Untuk hasil Nett Displacement setelah Muat dikurangi dengan Nett Displacement Sebelum Muat Maka di dapat Jumlah Muatan yang dimuat (Cargo Onboard)
CARGO ONBOARD =
NETT DISPLACEMENT SETELAH MUAT – NETT DISPLACEMENT SEBELUM MUAT
Perhatian, assessment hanya dapat dikerjakan maksimal 3x, oleh karena itu untuk mendapatkan hasil maksimal, pastikan anda telah membaca dan memahami materi training tsb.