Alat Pelindung Diri atau APD merupakan garis akhir perlindungan diri terhadap cidera. Gunakan dan rawatlah agar dapat berfungsi dengan baik.
Perhatikan rambu-rambu peringatan mengenai APD yang diwajibkan untuk dipakai.
Setiap Karyawan, subkontraktor, tamu dan mitra kerja perusahaan yang memasuki tempat kerja perusahaan dan atau naik keatas kapal, wajib menggunakan APD yang sesuai dengan:
Persyaratan area, lokasi atau ruang yang mewajibkan penggunaan APD.
Persyaratan yang tercantum dalam penilaian resiko atau JSEA (Job Safety Environment Analysis).
Persyaratan yang tercantum di dalam prosedur kerja.
Alat Pelindung Diri dasar yang wajib digunakan oleh setiap orang yang akan bekerja di lapangan dan atau naik keatas kapal, antara Lain:
• Safety Shoes
• Safety Helmet
• Safety Glasses
• Wearpack Atau Coverall
• Life jacket
Helm keselamatan atau safety helmet ini berfungsi untuk melindungi kepala dari benturan, pukulan, atau kejatuhan benda tajam dan berat yang melayang atau meluncur di udara. Helm ini juga bisa melindungi kepala dari radiasi panas, api, percikan bahan kimia ataupun suhu yang ekstrim.
Standard helmet berbeda-beda tergantung negara, seperti :
– ANSI : American National Standards Institute.
– CSA : Canadian Standard Association.
– EN : european Standard.
– ISO : International Standard.
– JIS : Japanese Industrial Standard.
– SNI : Standar Nasional Indonesia.
Berikut adalah tipe-tipe safety helmet menurut ANSI :
– Tipe I : melindungi dari top impact and penetration protection.
– Tipe II : melindungi dari top and side impact and penetration protection.
Helm keselamatan tipe 2 ini dilengkapi lapisan busa dengan kepadatan tinggi dan suspensi pada bagian dalamnya.
Mempunyai pekerjaan yang ekstrem tentunya harus senantiasa menggunakan alat pelindung, terlebih pada bagian wajah. Saat bekerja pastikanlah muka dan mata aman, agar pekerjaan bisa dikerjakan dengan baik. Untuk mendapatkan pekerjaan yang memuaskan biasanya, para perusahaan akan menyuruh para karyawannya untuk memakai alat pelindung tak terkecuali dengan pelindung muka dan mata.
Untuk melindungi saat bekerja, terdapat beberapa macam pelindung muka yang bisa dipakai. Pelindung tersebut tentunya mempunyai fungsinya masing-masing. Adapun macam-macam pelindung muka yang bisa dipakai untuk keselamatan kerja antara lain sebagai berikut.
1. Safety Spectacles
Bagi Anda yang bekerja di area dengan potensi bahaya, seperti partikel beterbangan, debu, benda beterbangan, dll. wajib menggunakan kacamata pengaman dengan perisai samping. Frame kacamata pengaman biasanya terbuat dari logam dan/ atau plastik dan dapat kompatibel dengan berbagai macam lensa. Perisai sampingnya juga mudah dibongkar pasang sesuai kebutuhan.
2. Safety Goggles
Safety goggles yang dirancang sesuai bentuk wajah berguna untuk mencegah agar sumber bahaya, seperti partikel beterbangan, benda beterbangan, dll. tidak masuk ke daerah sekitar mata.
3. Clear Face Shield
Pelindung wajah atau face shield ini merupakan alat pelindung yang berfungsi untuk melindungi wajah dari paparan bahan kimia berbahaya, partikel yang melayang di udara atau air, percikan benda kecil, panas ataupun uap panas, benturan atau pukulan benda keras atau tajam, serta pancaran cahaya. Terdiri dari tameng muka atau face shield, masker selam, atau full faces masker.
4. Helm Las
Helm las adalah topeng las yang dapat melindungi mata dari pancaran busur listrik berupa sinar ultra violet dan infra merah yang menyala terang dan kuat. Selain itu bentuk helm atau topeng las yang menutup muka berguna melindungi kulit muka dari percikan api busur listrik dan asap gas dari proses peleburan elektroda pada las listrik. Helm las terbuat dari bahan plastik yang tahan panas, selain itu terdapat tiga kaca (bening, hitam, bening). Kaca las mempunyai pengkodean nomor, yaitu nomor 6, 7, 8 , 10, 11, 12 dan 14. Semakin besar ukurannya maka densitas atau kegelapan kaca tersebut juga semakin tinggi sehingga anda dapat menyesuaikan yang cocok dengan kondisi mata anda.
Sarung tangan ini berfungsi untuk melindungi tangan dari api, suhu panas, suhu dingin, radiasi, arus listrik, bahan kimia, benturan, pukulan, tergores benda tajam ataupun infeksi dari zat patogen seperti virus dan bakteri. Sarung tangan ini terbuat dari material yang beraneka macam, tergantung dari kebutuhan. Ada yang terbuat dari logam, kulit, kanvas, kain, karet dan sarung tangan keselamatan yang tahan terhadap bahan kimia.
1. Sarung tangan katun
Berfungsi untuk melindungi tangan dari permukaan kasar.
2. Sarung tangan Karet
Berfungsi untuk melindungi tangan dari bahan kimia saat bekerja atau sedang berhadapan dengan aliran listrik.
3. Sarung tangan besi
Berfungsi untuk melindungi tangan dari benda – benda tajam juga mencegah tangan terpotong akibat benda tajam.
4. Sarung tangan bahan kulit
Berfungsi untuk melindungi tangan dari permukaan panas/ percikan api.
Pelampung digunakan oleh pekerja yang bekerja di atas atau di permukaan air ataupun pada saat keadaan darurat agar terhindar dari resiko tenggelam.
Pelampung ini terdiri dari life jacket dan work vest.
Sesuai dengan namanya, work west dipakai ketika akan melakukan aktifitas di air atau dekat air, sedangkan untuk Life Jacket digunakan pada saat keadaaan darurat di kapal.
Menurut SOLAS chapter III Regulasi 22.3 Setiap kapal harus membawa life jacket tidak kurang dari 5% dari jumlah personil yang ada di atas kapal sebagai cadangan.
Respirator atau lebih popular dikenal dengan masker adalah alat yang digunakan untuk perlindungan pernapasan terhadap udara yang terkontaminasi. Sebenarnya istilah masker kurang tepat digunakan untuk respirator. Masker umumnya digunakan untuk melindungi lingkungan dari kontaminan dari pengguna masker, misalnya para pekerja di industri makanan menggunakan masker untuk melindungi makanan dari kontaminasi air ludah pekerja, atau suster di rumah sakit menggunakan masker untuk melindungi pasien dari kontaminasi suster atau dokter. Karena masker tidak fit pada muka sehingga tidak bisa digunakan untuk melindungi si pemakai. Sementara respirator harus fit pada muka sehingga bisa melindungi si pengguna dari kontaminan lingkungan. Secara garis besar respirator terbagi menjadi empat jenis , yaitu:
1. Nonpower Air Purifying Respirator (NAPR)
2. Powered Air-Purifying Respirator (PAPR)
3. Supplied-Air Respirator (SAR)
4. Self Contained Breathing Apparatus (SCBA)"
1. NAPR
adalah pemurni udara dari kontaminan dan hanya dapat digunakan pada atmosfer yang mengandung oksigen minimal 19.5%. NAPR memurnikan udara yang terkontaminasi oleh partikel, aerosol, uap dan gas sebelum udara tersebut masuk kedalam sistem pernapasan. Aliran udara kedalam sistem pernapasan melalui NAPR dialirkan secara alami oleh pernapasan tanpa adanya bantuan dari sistem lain. Ada dua jenis NAPR yaitu Respirator gas & uap dan particulate respirator.
- Respirator Gas dan Uap
Respirator gas dan uap umumnya dikenal dengan “Chemical Cartridge Respirator atau Gas Masks”. Perbedaannya adalah kalau gas masks menggunakan elemen pemurni udara yang disebut canister dengan ukuran lebih besar dari cartridge yang digunakan pada chemical cartridge respirator. Gas dan uap ditangkap oleh sorbent (bahan penyerap gas dan uap) dan menyimpannya, kemampuan serap sorbent sangat tergantung dari jenis dan luas permukaan yang dapat menyerap uap dan gas
-Particulate respirator digunakan untuk memurnikan udara dari partikel-partikel yang tersuspensi di udara (aerosol). Filter dari respirator menangkap partikel atau aerosol dari udara dengan metoda penyaringan, sehingga udara yang melewati respirator menjadi bersih dari particulate.
Nonpowered air-purifying respirator terbagi menjadi 3 series, yaitu :
N: Tidak tahan minyak
R: Tahan minyak (hingga 8 jam)
P: Tahan minyak (lebih dari 8 jam)
2. Powered Air-Purifying Respirator (PAPR)
PAPR adalah respirator pemurni udara dengan menggunakan pompa udara untuk mendorong atau menarik udara menuju respirator atau penyaring. Umumnya pompa atau blower udara tersebut menggunakan baterai. Ada bentuk PAPR yaitu half mask, full facepiece, loose fitting facepiece helmets or hoods.
3. Supplied-Air Respirator (SAR)
SAR merupakan respirator dengan sistem pemberian udara segar dari luar area yang terkontaminasi, supply udara menggunakan selang dari tanki penyimpanan udara. SAR tidak memiliki filter kontaminan udara ataupun catridge. Jadi kualitas udara yang disuplai sangat tergantung dari udara luar sumber penyimpan udara eksternal.
4. Self Contained Breathing Apparatus (SCBA)
Self Contained Breathing Apparatus atau dikenal dengan SCBA adalah alat bantu atau pernapasan untuk waktu tertentu sesuai dengan jumlah oksigen yang tersedia pada alat tersebut. SCBA menyimpan udara (oksigen) terkompresi, terkompresi atau oksigen cair, atau bahan kimia yang menghasilkan oksigen.
Ear Plug
Ear Plug Merupakan sumbat telinga yang berfungsi mereduksi bising dari 6 dB hingga 30 dB. Pekerja memiliki bentuk dan saluran telinga yang berbeda, oleh karena itu sumbat telinga harus dipilih sesuai dengan telinga supaya pemakai lebih nyaman pada saat melakukan pekerjaan. Ada 2 jenis ear plug, yaitu:
1. Disposable Ear Plug Merupakan sumbat telinga yang digunakan untuk sekali pakai saja kemudian dibuang, misalnya sumbat telinga dari busa karet.
2. Non Disposable Ear Plug Merupakan ear plug yang digunakan pada waktu yang lama. Terbuat dari bahan karet atau plastik cetak.
Ear Muff
Penutup telinga yang terbuat dari bahan lembut yang bisa menurunkan kebisingan dengan cara menutup semua bagian telinga dan ditahan atau dipegang oleh head band. Biasanya tutup telinga digunakan untuk menurunkan bising sampai dengan 40-50 dB dengan frekuensi 100-8000 Hz.
Proses pengelasan yaitu salah satu pekerjaan yang memiliki banyak potensi bahaya. Karena ketika proses pengelasan berlangsung, bahaya seperti asap, sinar pengelasan, panas dan bahaya listrik akan muncul. Oleh sebab itu jika kita tidak menggunakan alat keselamatan dalam proses pengelasan, maka akan sangat membahayakan keselamatan kita saat bekerja.
Jenis-jenis alat keselamatan kerja las yang bisa Anda gunakan adalah helm las atau topeng las, sarung tangan las, apron, safety shoes atau sepatu safety dan pakaian kerja.
Apron las adalah baju yang bisa melindungi bagian tubuh dari panas dan percikan las. Ada 2 jenis apron yaitu apron dada dan apron lengan yang terbuat dari bahan kulit.
Safety coverall atau safety wearpack merupakan pakaian yang berfungsi untuk melindungi dan juga merupakan identitas dari pekerja. Safety coverall harus dapat meminimalkan dampak atau risiko dari bahaya yang mungkin ada di dalam lingkungan kerja. Bahaya tersebut dapat berupa panas, percikan listrik atau arus listrik, serat asbes, paparan api, paparan logam, atau bahan kimia berbahaya dan beracun.
Secara umum, pakaian pelindung dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu one piece coverall dan two piece wearpack. One piece coverall umumnya lebih nyaman digunakan karena hanya terdiri dari satu helai pakaian terusan. Dengan demikian pekerja menjadi lebih terlindungi dan lebih mudah bergerak.
Pakaian pelindung ini ditambahkan fitur-fitur tertentu sehingga pemakai mudah terlihat atau diidentifikasi orang lain. Fitur yang biasa digunakan berupa pita atau garis retroreflective.
Untuk menghindari penggunaan yang merugikan nama baik perusahaan maka, seharusnya coverall tidak boleh diberikan kepada orang lain yang bukan merupakan karyawan.
Baju tahan api atau FIREMAN OUTFIT adalah Baju Pemadam Kebakaran lengkap dengan Celana yang terbuat dari bahan tahan api Aluminium Foil tebal yang digunakan dalam Pemadaman Kebakaran yang dilengkapi dengan Penutup Kepala berlapis Kaca Bening, Sepatu Pemadam, Senter, Tabung Oksigen dan Sarung tangan.
Baju Tahan Panas bersifat Lentur dan terbuat dari Bahan Kain (Cotton) sedangkan Baju Tahan Api terbuat dari Aluminium Foil.
Baju Tahan Panas berfungsi untuk melindungi pengguna dari panasnya suhu api atau kebakaran sedangkan Baju Tahan Api berfungsi untuk melindungi pengguna dari kobaran api yang menyala.
Pemakaian Baju Tahan Panas tidak harus dilengkapi dengan Helm Pemadam, Sepatu Pemadam dan Kaos Tangan karena hanya dipakai pada kebakaran kecil diluar ruangan sedangkan Baju Tahan Api harus dipakai dengan perlengkapan utuh standar Pemadam karena berfungsi untuk memadamkan api besar di ruangan tertutup. dan juga dilengkapi dengan SCBA.
Body harness bermanfaat untuk mengurangi risiko cedera fatal akibat terjatuh dari ketinggian. Perangkat ini didesain untuk melindungi seluruh bagian tubuh pekerja seperti bahu, paha bagian atas, dada, dan panggul, sehingga lebih aman saat bekerja di ketinggian. Penggunaan body harness dilengkapi D-ring yang terletak pada bagian punggung serta bisa dipasangkan ke lanyard.
Sebelum mengunakan Full safety body harness, kita wajib melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.
Ada dua (2) tipe pemeriksaan yang harus dilakukan , yaitu :
Visual Check – untuk tanda-tanda yang nyata sat digunakan, kerusakan komponen seperti tali yang robek, sambungan yang bengkok atau patah, jahitan yang terburai, dll
Tactile Check – Menyentuh setiap bagian harness dengan tangan untuk mengidentifikasi adanya kerusakan yang terlewat dengan visual check.
selain itu pemeriksaan FULL SAFETY BODY HARNESS juga dapat dilakukan dengan :
Memastikan bahwa tali pada safety harness tidak ada yang terpelintir, pastikan dan lepaskan setiap pengencang.
Memastikan bahwa harness sesuai dengan standar dan regulasi yang berlaku.
Memastikan bahwa tidak ada pemakaian yang berlebihan, karat atau kontaminasi bahan kimia (minyak, oli, cairan, dll).
Perhatian, assessment hanya dapat dikerjakan maksimal 3x, oleh karena itu untuk mendapatkan hasil maksimal, pastikan anda telah membaca dan memahami materi training tsb.