Tongkang Tabrak 36 Rumah, Masyarakat Tuai Kerugian Milyaran Rupiah
Sebanyak 36 rumah di bantaran sungai Desa Keladan, Kecamatan Candi Laras Utara, Tapin, Kalimantan Selatan rusak parah. Bagaimana tidak, setelah 2 kapal tongkang tanpa muatan menabrak bangunan rumah-rumah tersebut pada Sabtu (22/4) pukul 16.30 WITA.
Cuaca ekstrim menjadi faktor eksternal dibalik insiden tersebut. Pasalnya, sore itu angin berhembus sangat kencang dibersamai oleh hujan. Yang menjadi praduga lain adalah tali tambat yang menjadi pengikat antara kapal dan dermaga terlepas. Sehingga 2 tongkang tersebut terombang ambing dan menghantam rumah-rumah penduduk.
Hal ini masih diselidiki oleh petugas. Belum ada kabar lebih lanjut dari hasil olah TKP. Sebab masyarakat mengecam adanya tindak ceroboh dari para crew kapal, yang tidak mengikat tali tambat dengan baik. Faktor lain yang memicu insiden tersebut masih dalam proses investigasi polisi.
Ditaksir masyarakat, kerugian yang dialami senilai milyaran rupiah. Sebab setelah ditelusuri, ditemukan tidak hanya rumah-rumah penduduk dan seisinya yang hancur, tetapi kapal-kapal kelotok di bibir sungai ikut tergilas. Hal ini membuat hambatan bagi pencaharian dan keberlangsungan hidup masyarakat yang terdampak.
Acil, seorang ibu yang rumahnya terdampak insiden tersebut meminta ganti rugi sebesar 800 juta rupiah. Ia membeberkan bahwa rumahnya mengalami kerusakan serius. Hingga ia dan keluarga harus mengungsi ke kediaman kerabat terdekat. “Rumah saya hancur, semua perabotan tak ada yang bisa diselamatkan. Saya minta ganti rugi sebesar 800 juta untuk mulai membangun semua yang rusak karena tongkang itu”.
Sementara itu, bantuan dan pendataan di tengah-tengah korban masih terus digerakkan hingga saat ini. Kapolres setempat, IPDA Ketut Sedemen bersama Kepala Desa Muhammad Faleh dan aparat lainnya turut mengawal ketat jalannya investigasi ini.
Faktanya, dari beberapa kejadian kecelakaan kapal di Desa tersebut, insiden ini termasuk insiden serius dan menjadi insiden terparah saat ini. Kita doakan semoga masalah ini cepat menemukan titik terangnya. Dan warga yang terdampak, mendapatkan ganti rugi yang sepadan.
Warga berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi para awak kapal untuk terus meningkatkan keselamatan. Demi menghindari kecelakaan dan menjaga alam serta daerah tertinggal di sekitar tempat kapal beroperasi.