Kapasitas atau rate pompa merupakan point penting yang harus diketahui oleh seorang Engineers, karena dari rate pompa tersebut Engineers dapat mengetahui performa dari pompa bagus atau tidak dengan melihat indikator pada level gauge atau sounding, sehingga Engineers bisa mengkalkulasikan/menghitung rentang waktu dengan total m3 (Meter Kubik).
Secara umum kerja ideal pompa pompa di Tugboat yaitu memindahkan fluida dari satu tempat ke tempat yang lain untuk mendukung system operasi propulsion main engine ataupun system pelayanan listrik genset auxiliary engine. Kondisi normal standby harus selalu dipertahankan agar performa pompa bisa normal dan mampu dioperasikan sewaktu waktu.
Pompa merupakan pesawat pemindah fluida dari suatu tempat ke tempat lain. Sirkulasi fluida pada sebuah sistem tertentu, dapat mendukung sistem yang lain, seperti pesawat pemindah panas (heat exchanger). Perawatan Pompa adalah kegiatan mempertahankan kapasitas atau rate pompa dapat beroperasi secara maksimal sesuai dengan spesifikasi awal dari maker.
Apabila crew tidak melakukan perawatan pompa, maka pemindahan fluida yang dilakukan oleh pompa akan mengalami kendala, yaitu kapasitas pompa yang menjadi kecil atau terbatas. Contoh kasus di atas kapal adalah standart pompa memiliki rate 5 m3/jam , hasilnya menjadi terbatas pada 2 meter3/jam. Dampak selanjutnya adalah supply fluida pendingin yang terlambat dan mengakibatkan mesin menjadi panas.
Pompa menggerakan fluida dari tempat bertekanan rendah ke tempat dengan tekanan yang lebih tinggi, untuk mengatasi perbedaan tekanan ini maka diperlukan tenaga (energi).
Pompa memiliki dua fungsi, yaitu:
Memindahkan cairan dari satu tempat ke tempat lainnya (contoh : air dari aquifer bawah tanah ke tangki penyimpanan air).
Mensirkulasi cariran sekitar sistem (contoh : air pendinginan atau pelumas yang melewati mesin-mesin peralatan).
Perawatan pompa memiliki fungsi fungsi sebagai berikut:
Supply bahan bakar dari tangki bunker ke tangki harian, dipindahkan oleh Fuel Oil transfer pump. Crew onboard dapat dengan mudah mengisi tangki BBM.
Mengatur penggunaan minyak lumas mesin diesel, lebih tepatnya dilengkapi dengan adanya Lubricating Oil pump.
Sistem pendinginan mesin diesel dapat diambil alih peranannya dengan adanya General Service pump, selain main sea water cooling pump.
Perawatan Pompa bertujuan untuk mendukung beberapa sistem operasi mesin diesel sebagai berikut:
Supply bahan bakar minyak lumas air pendingin tidak terlambat, sehingga operasional mesin tidak terganggu
Menjaga aliran fluida tidak terkontaminasi dengan material asing ataupun adanya udara di dalam sistem.
Mengatur dan menjaga umur pompa agar lebih tahan lama.
Crew di atas kapal pasti akan menemukan permasalahan teknis yang sering terjadi pada pompa di atas kapal, apa saja sih, yuk kita bahas :
Tidak lengkapnya piping diagram diatas kapal sehingga info ukuran dan material pipa, elbow, reducer, flange , valve, orifice tidak dapat diketahui crew dengan jelas.
Pada kondisi tertentu, apabila pompa tidak pernah digunakan mengakibatkan pompa menjadi korosi/rusak.
Data spesifikasi pompa tidak dimiliki crew diatas kapal, sehingga rancu kapasitasnya dan tidak jelas pada saat permintaan barang atau spare parts baru.
Adanya vibrasi atau getar berlebih dan suara mendengung pada pompa, apabila diabaikan akan merusak komponen pompa tersebut.
Coupling yang tersedia tidak lengkap. Selanjutnya Impeller, mechanical seal dan packing tidak tersedia spare di kapal.
Dalam merawat pompa, ada beberapa tips yang perlu dicermati crew kapal agar mudah dalam bekerja :
Crew di atas kapal perlu memastikan spare rubber coupling tersedia dengan ukuran yang sesuai. Selain itu pastikan juga material couplingnya sesuai standart.
Alignment Poros harus diperiksa secara berkala. Shaft pompa-coupling dan shaft elmot juga harus diperiksa dengan dial gauge. Pastikan “spare plate shim” untuk dipasang di bawah mounting tersedia.
Crew wajib mencatat history dari lifetime elmot, mencatat history penggantian bearing termasuk nomor seri bearing (size) dan melaksanakan merger test.
Cek Kondisi Plumbing, pastikan tidak ada pipa yang retak atau bocor, pastikan packing kedap, pastikan valve berfungsi, menggencarkan operasi berkala.
Jika Pompa dan Elmot sedang dimaintain, maka wajib diberikan status khusus/ Safety Tag, untuk menghindari Kecelakaan Kerja.
Jika Pompa sudah lama tidak dioperasikan , maka perlu diperiksa performanya secara berkala.
Sebelum menjalankan pompa pastikan inlet valve dan outlet valve terbuka, apabila ada instalasi filter pastikan kondisinya bersih
Pada saat pompa beroperasi perhatikan suction pressure pompa, perhatikan tekanan negatifnya. Apabila tekanan negatif tidak berubah berarti ada udara didalam system, lakukan purging dan periksa pipa sisi hisap apakah ada kebocoran atau tidak
Perhatikan discharge pressure, apabila tekanan berlebih maka sistem sisi tekan terganggu. Sebagai contoh untuk operasi GS Pump periksa Kondisi outlet valve hingga valve overboard pastikan ada tekanan air keluar overboard
Atur rate pompa agar sesuai dengan kebutuhan dengan cara mengatur derajat pembukaan suction valve/ kran hisap.
Setiap crew, wajib merawat dan menjaga aksesoris yang sudah difasilitasi, terlebih dalam proses merawat pompa. Berikut aksesoris yang perlu diperhatikan saat merawat pompa:
Safety Guard : Pasang pelindung komponen berputar dengan benar
Panel stater listrik : Lengkapi panel stater dengan ampere meter.
Manometer/Pressure Gauge : Lengkapi gauge untuk sisi hisap dan tekan
Clamp Packing/Seal : Atur kekencangan clamp pengunci gland packing, pastikan tepat pengaturannya, yaitu kondisi tetesan kecil aman sebagai sirkulasi cooling
Coupling/ Rubber Coupling : Rubber Coupling segera diganti apabila mengalami keausan
Plate Shim untuk menyamaratakan dudukan mounting pompa: Plate Shim dapat dibuat dari plat tipis.
Dalam mengajukan permintaan barang (parts pompa), crew harus mencermati panduan yang telah ditetapkan perusahaan. Yang mana panduan ini terdiri dari dokumen dan langkah-langkah apa saja yang harus dipenuhi untuk mengajukan permintaan barang.
Form Laporan Kerusakan Kapal
Sebelum mengajukan permintaan parts pompa, crew wajib mengisi form laporan kerusakan kapal. Form tersebut dilaporkan dan ditandatangani oleh kepala kamar mesin dan master. Form tersebut selanjutnya dilaporkan ke Fleet Engineer site untuk ditinjau terkait kerusakan dan urgensi barang.
Pembuatan MSR (Material and Service Requisition)
Langkah selanjutnya yang harus crew lakukan adalah membuat MSR atau form permintaan barang. Crew diminta mencantumkan secara detail terkait jenis, ukuran, merk, jumlah parts yang akan diajukan pembelian barangnya serta lokasi penerimaan barang dan lain lain.
Permintaan barang yang tidak sesuai ukuran, jenis, material number mengakibatkan supply komponen terganggu, khususnya seperti mechanical seal, gland packing, bearing, impeller, dapat disesuaikan dengan spesifikasi, dimensi dan list parts catalog.
Form ini perlu ditandatangani oleh kepala kamar mesin, fleet engineer dan fleet manager, sebelum diupload ke sistem perusahaan
Tips : Gunakan caliper/ jangka sorong untuk mengukur parts yang diminta, gambar sketsa sederhana dilengkapi dengan ukuran untuk memperjelas permintaan barang.
Perhatian, assessment hanya dapat dikerjakan maksimal 3x, oleh karena itu untuk mendapatkan hasil maksimal, pastikan anda telah membaca dan memahami materi training tsb.