CC206 adalah lokomotif diesel elektrik produksi General Electric Transportation, Amerika yang sudah berdinas di Indonesia sejak 2013. Lokomotif ini memiliki susunan gandar Co'Co', artinya lokomotif ini memiliki 2 bogie, dan setiap bogie memiliki 3 gandar dan 3 motor traksi. Terdapat perbedaan dengan lokomotif diesel elektrik buatan GE lain pada jenis yang sama, yaitu dilengkapi dua kabin masinis di ujung muka dan belakang. Lokomotif ini ditugaskan untuk menarik kereta barang dan penumpang, namun di Sumatera Selatan, lokomotif ini hanya digunakan untuk menarik kereta barang saja.
Terdapat perbedaan antara lokomotif CC206 dan lokomotif sebelumnya, antara lain tenaga lebih besar dan tingkat emisi gas buang lebih rendah. Dengan berat lokomotif mencapai 90 ton (89 ton panjang; 99 ton pendek) dengan beban gandar sebesar 15 ton (15 ton panjang; 17 ton pendek) maka jalur rel di Jawa disesuaikan untuk mengakomodasi lokomotif ini
Desain lokomotif CC206 memiliki kemiripan dengan salah satu lokomotif GE yang beroperasi di Australia, yaitu lokomotif kelas 2800 milik Queensland Rail. Sementara itu, desain kabin memiliki kemiripan dengan lokomotif milik China Railway, yaitu China Railways HXN5 (GE ES59ACi). Lampu lokomotif masih mengikuti desain lokomotif GE sebelumnya yang beroperasi di Indonesia.
SEJARAH
Unit-unit lokomotif berkabin ganda di Indonesia sangat mengenaskan saat itu. Lokomotif-lokomotif seperti CC200, BB301, BB304, dan BB305 CFD telah berumur lebih dari 30 tahun dan kebanyakan dari mereka telah afkir. Oleh karena itu, pada dasawarsa 2000-an, PT KAI memiliki gagasan untuk memesan lokomotif yang kuat, berkabin ganda, dilengkapi teknologi komputer GE BrightStar™ Sirius yang sebelumnya juga dimiliki oleh lokomotif CC204, serta memiliki layar monitor komputer.
Dalam beberapa tahun terakhir, pengadaan CC204 dinilai kurang efisien. Hal ini disebabkan oleh sedikitnya produksi lokomotif per tahun, tetapi kebutuhan akan lokomotif cukup banyak. Gagasan dalam pemesanan lokomotif CC206 ke General Electric muncul pada 2010 untuk menambah armada PT KAI, digunakan untuk keperluan angkutan barang di Pulau Jawa. Selain itu, lokomotif ini dipesan dalam jumlah banyak. PT KAI mampu mendatangkan seratus unit hanya dalam setahun meskipun didatangkan dalam beberapa generasi—dibandingkan dengan pengadaan 37 unit lokomotif CC204 yang membutuhkan waktu lebih dari 5 tahun.
Pada 2012, PT KAI memesan seratus unit lokomotif CC206 (CM20EMP) tanpa bogie buatan General Electric Transportation dengan nilai kontrak sebesar Rp4 triliun. Lokomotif tersebut akan dipasang bogie saat sampai di Indonesia. Bogie tersebut didesain oleh PT. Barata Indonesia (Persero). Pada 2013, 100 unit lokomotif CC206 yang dipesan tiba secara bertahap di Pelabuhan Tanjung Priok. Lokomotif-lokomotif tersebut kemudian diangkut ke Balai Yasa Yogyakarta untuk dilakukan pemasangan bogie. Pada 2015, PT KAI kembali memesan 50 unit lokomotif CC206 kepada General Electric. Sebanyak 39 unit lokomotif tiba pada 2015, sementara 11 unit sisanya tiba pada 2016. Saat ini, seluruh lokomotif CC206 telah berada di Indonesia dan digunakan untuk keperluan kereta api penumpang dan barang.
MESIN, SPESIFIKASI MESIN, PERANGKAT ELEKTRONIK
Lokomotif CC206 menggunakan mesin delapan silinder, GE 7FDL-8 versi terbaru, dengan emisi yang setingkat dengan emisi lokomotif Dash-9 di Amerika Serikat. Mesin ini mampu menghasilkan daya sebesar 1.680 kW (2.250 hp), setara dengan tenaga keluaran lokomotif CC202, dan 100 daya kuda lebih tinggi dari tenaga keluaran lokomotif CC203 (1.603 kW (2.150 hp)).
Lokomotif ini dilengkapi perangkat elektronik komputer GE BrightStar™ Sirius yang dipadukan dengan layar monitor GE Integrated Function Display™ (GE IFD) seperti lokomotif Dash-sehingga menjadikan CC206 sebagai lokomotif yang dilengkapi layar monitor komputer kendali kedua di Indonesia setelah CC205 dan lokomotif GE pertama di Indonesia dengan layar tampilan. Lokomotif ini memiliki klakson yang "berbeda dan terdengar lebih keras dari lokomotif sebelumnya" sehingga ia dijuluki sebagai "Si Puong" atau "Puongs" oleh penggemar kereta api. Selain itu lokomotif ini juga memiliki julukan "Muka Dua" karena memiliki dua kabin masinis dan juga "Badut".
Daya angkut lokomotif ini bisa mencapai 20 gerbong terbuka 50 ton (49 ton panjang; 55 ton pendek), 33 gerbong datar, gerbong ketel dan gerbong tertutup maupun 16 kereta penumpang untuk satu lokomotif penarik.
ALOKASI
Lokomotif CC206 generasi pertama ditempatkan di seluruh depo induk lokomotif yang berada di Pulau Jawa untuk keperluan angkutan penumpang (termasuk menarik rangkaian kereta panjang) maupun barang, kecuali Depo Induk Madiun dan Depo Induk Jember.
Sebanyak sebelas lokomotif CC206 generasi kedua pada awalnya dialokasikan di Jawa, sementara 28 unit lokomotif generasi IIA dan 11 unit lokomotif generasi IIB dialokasikan di Depo Kertapati, Palembang, yang berada di Divisi Regional III Palembang—lokomotif sebelumnya dilakukan uji coba di Jawa. Mulai 26 Februari 2021, lokomotif CC206 15 09 dan CC206 15 10 yang sebelumnya milik Depo Lokomotif Sidotopo, dimutasi ke Depo Lokomotif Kertapati Palembang untuk kebutuhan angkutan batubara.
INSIDEN
Pada 12 September 2013, terjadi kebakaran permukiman penduduk di Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang yang mengakibatkan lokomotif CC206 13 16 yang melangsir kereta api angkutan BBM Pertamina terbakar.
Pada 4 April 2014, pukul 18.30 WIB, kereta api Malabar anjlok di km 224, Kampung Terung, Mekarsari, Kadipaten, Tasikmalaya karena terjadi tanah longsor. Kejadian ini mengakibatkan lokomotif CC206 13 55, beserta dua kereta kelas eksekutif terperosok lalu keluar rel. Akibat beratnya medan, proses evakuasi lokomotif CC206 13 55 terhambat.
Pada 4 Mei 2014, lokomotif CC206 13 69 yang menarik kereta api Bogowonto beserta gerbong pembangkit (P 0 08 01) terguling setelah menabrak truk kontainer di Cirebon, Jawa Barat.
Pada 23 Mei 2015, CC206 13 23 yang menarik kereta api Bangunkarta tergelincir dan terguling di Stasiun Waruduwur, Cirebon dan menabrak rangkaian KA 2502 kereta api pipa besar.
Pada 29 Agustus 2015, lokomotif CC206 15 07 menabrak sepur badug dan sebuah warung di dekat Balai Yasa Yogyakarta karena gagal uji rem. Manager Corporate Communication Daerah Operasi VI Yogyakarta, Gatut Sutiyatmoko, meyakini bahwa kejadian tersebut murni disebabkan oleh kegagalan rem. Saat itu, balai yasa bekerja sama dengan GE Transportation untuk melakukan uji coba lokomotif CC206.
Pada 9 September 2016, lokomotif CC206 13 13 yang menarik kereta api semen ditabrak kereta derek pemeliharaan listrik aliran atas (LAA) di km 46+500 petak Bojonggede–Cilebut, tidak jauh dari Stasiun Bojong Gede. Kejadian ini mengakibatkan kabin CC206 tersebut rusak dan mengganggu jadwal perjalanan KA Commuter Jabodetabek lintas Bogor-Jakarta.
Pada 20 Mei 2017 pukul 10.30 WIB, lokomotif CC206 13 92 YK yang menarik KA 1 Argo Bromo Anggrek tujuan Stasiun Gambir terbakar setelah menabrak mobil di perlintasan tak berpalang, 500 meter (0,31 mi) dari Stasiun Sedadi. Kejadian ini mengakibatkan empat penumpang mobil tewas, sementara perjalanan KA Argo Bromo Anggrek terhambat karena menunggu lokomotif penolong dari Depo Lokomotif Semarang Poncol.
Pada 21 Mei 2017 pukul 21.52 WIB, lokomotif CC206 13 69 YK—lokomotif yang pernah mengalami kecelakaan KA Bogowonto pada 2014—yang menarik KA 3 Argo Bromo Anggrek tujuan Stasiun Gambir mengalami kerusakan di bagian depan akibat menabrak mobil bak terbuka di Randublatung, Blora.
DATA TEKNIS
Dimensi
Lebar sepur : 1.067 mm (3 ft 6 in)
Panjang : 15.849 mm (17 yd 1 ft 0 in)
Lebar : 2.743 mm (3 yd 0 ft 0 in)
Tinggi maksimum : 3.695 mm (4 yd 0 ft 1,5 in)
Beban gandar : 15 ton (15 ton panjang; 17 ton pendek)
Berat
Berat kosong : 88,2 ton (86,8 ton panjang; 97,2 ton pendek)
Berat siap : 90 ton (89 ton panjang; 99 ton pendek)
Bahan bakar
Jenis bahan bakar : High-Speed Diesel (HSD)
Sistem mesin
Penggerak utama : GE 7FDL-8
Jenis mesin : Diesel empat langkah
Aspirasi : Turbocharger
Alternator : GE 761
Generator : GE GT601
Motor traksi : 6
Sistem silinder
Jumlah silinder : 8 buah
Kinerja
Kecepatan maksimum : 120 km/h (33 m/s)
Daya mesin : 1.680 kW (2.250 hp)
Gaya traksi : 248 kN (56.000 lbf)
Lain-lain
Rem lokomotif : Westinghouse 26L
Sistem keselamatan : LOCOCOMM™, LOCOTROL® Distributed Power, Train Control/SCADA, Ultra Cab II Signaling, GE Integrated Function Display™, GE BrightStar™ Microprocessor and Computer System
Jenis lonceng : Graham White GW373 E-Bell
Jenis klakson : Nathan P-2 horn