CC205 adalah lokomotif diesel elektrik produksi Electro-Motive Diesel, Amerika yang beroperasi di Indonesia. Lokomotif ini memiliki mesin dengan tenaga 1.640 kW (2.200 hp), dan memiliki susunan gandar Co'Co', yang berarti lokomotif ini memiliki 2 bogie, dan masing masing bogie memiliki 3 gandar dan 3 motor traksi. Saat ini, lokomotif ini hanya beroperasi di pulau sumatera.
Lokomotif terberat kedua di Indonesia ini (108 ton) didatangkan ke Indonesia untuk menggantikan tugas CC202 yang mulai berumur. Keuntungan CC205 dibandingkan CC202 adalah, dua unit CC202 bisa digantikan oleh satu unit CC205 saja. Lokomotif ini tiba di Indonesia, tepatnya di Lampung tanggal 26 September 2011, karena lokomotif ini hanya dikhususkan untuk menarik rangkaian kereta pengangkut batu bara (Babaranjang) di Divisi Regional III Palembang dan Divisi Regional IV Tanjungkarang. Lokomotif CC205 merupakan salah satu lokomotif berteknologi modern di Indonesia. Saat ini ada total 91 unit lokomotif CC205 yang beroperasi di Sumatra.
SISTEM KERJA CC205
CC205 menggunakan sistem operasi berbasis mikroprosesor tipe EM2000 yang mengendalikan seluruh fungsi sistem kerja lokomotif, yaitu pengendalian semua komponen yang merupakan subsistem, seperti motor diesel, alternator, motor traksi, kompresor, dst. Semua fungsi dan kerja akan direkam dan dapat diunduh ke laptop. Sistem juga dapat melakukan self diagnostic bila terjadi gangguan pada lokomotif yang akan direkam dan dapat ditampilkan pada layar monitor, sehingga dapat diketahui penyebab gangguannya.
UNIT BONUS DARI EMD DAN PEMESANAN ULANG
Pada tahun 2014, telah datang kembali 5 unit CC205 di Pelabuhan Panjang, Lampung. 5 unit ini merupakan bonus yang didapatkan secara cuma-cuma oleh PT KAI dari pabrik EMD. Bonus ini adalah bentuk tanggung jawab EMD yang terlambat mengirim 44 unit CC205 tahun 2013. Dengan demikian, lokomotif CC205 sudah berjumlah 55 buah dan siap menarik kereta api Babaranjang.
Pada 16 April 2020, PT Kereta Indonesia telah menandatangani kontrak untuk 36 lokomotif CC205 batch 3 tipe GT38ACe, memperluas armada CC205 batch 3 untuk Divisi Regional IV dan III di Pulau Sumatra. 36 lokomotif baru CC205 batch 3 akan digunakan untuk operasi pengangkutan batubara PT KAI di Lampung dan Sumatra Selatan yang sudah bergabung dengan lebih dari 50 lokomotif CC205 batch 1 dan 2 tipe GT38ACe lainnya yang telah beroperasi pada layanan ini sejak tahun 2011, 2013 dan 2014. Pengiriman lokomotif batch 3 telah dilaksanakan pada April 2021, dan telah tiba di Pelabuhan Panjang, Lampung, pada tanggal 19 Juni,[3] 26 Juni 2021, dan 22-24 September 2021.
ALOKASI
Ada total 91 unit lokomotif CC205 yang beroperasi di Sumatra, dengan rincian 6 unit kedatangan tahun 2011, 44 unit kedatangan tahun 2013, 5 unit bonus kedatangan tahun 2014, dan 36 unit kedatangan tahun 2021.
Depo Induk
Tanjung Karang
Lokomotif
CC 205 11 01 - CC 205 11 06, CC 205 13 01 - CC 205 13 44, CC 205 14 01 - CC 205 14 05, CC 205 21 01 - CC 205 21 36
Keterangan
Semua lokomotif CC205 sudah menggunakan penomoran terbaru pada sisi samping kabin masinisnya berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan PM no 54 Tahun 2016. Mulai Februari 2021, bersamaan dengan lokomotif lainnya di Depo Lokomotif Tanjung Karang, plat nomor lama di dekat lampu kabutnya kini telah dihilangkan, kecuali seluruh lokomotif CC205 batch 2021 yang menggunakan plat nomor baru.
Semua lokomotif CC205 menggunakan livery Perumka, namun dengan logo PT KAI baru versi 2020.
Lokomotif CC 205 11 01 - CC 205 11 06 adalah lokomotif CC 205 yang tidak dipasangi lampu kabut.
Lokomotif CC 205 13 31 adalah lokomotif CC205 yang memiliki bentuk kaca samping seperti Lokomotif CC201 dan beberapa lokomotif CC202.
Lokomotif CC 205 13 15 dan CC 205 13 26 merupakan lokomotif yang berhasil menjalani perbaikan dan rehabilitasi secara besar-besaran di Progress Rail setelah mengalami kecelakaan hebat di Stasiun Negeri Agung pada 6 Oktober 2015. Pada 23 Oktober 2020, kedua lokomotif tersebut selesai menjalani perbaikan dan diangkut kembali menuju Indonesia menggunakan kapal via Korea Selatan, dan telah tiba di Pelabuhan Panjang, Lampung, pada tanggal 30 November 2020.[8]
Lokomotif CC 205 14 04 dan CC 205 21 04 (masih baru) saat ini tidak beroperasi sementara dikarenakan kedua lokomotif tersebut saat ini menjalani perbaikan dan rehabilitasi di Balai Yasa Lahat setelah mengalami kecelakaan hebat di Stasiun Penanggiran pada 11 Desember 2021.
INSIDEN
Pada tanggal 15 Juni 2015, KA Babaranjang dengan nomor KA 3029 menabrak gerbong paling belakang KA 3027 yang sedang tertahan sinyal masuk Stasiun Metur. Akibat tabrakan tersebut, dua gerbong KA 3027 (nomor urut 46 dan 47) yang ditabrak oleh lokomotif KA 3029 hancur dan naik ke atas gerbong nomor urut 45, begitu pula dengan dua Lokomotif KA 3029 (CC 205 13 41 dan CC 205 13 10) yang mengalami kerusakan fisik ringan, akan tetapi mengalami kerusakan berat dalam sistem komputernya. Lokomotif yang terlibat dalam kecelakaan ini pun dikirim ke Balai Yasa Lahat untuk diperbaiki dan telah kembali beroperasi pada tahun 2019.
Pada tanggal 6 Oktober 2015, KA Babaranjang dengan nomor KA 3026 menabrak gerbong paling belakang KA 3024 yang sedang berhenti di Stasiun Negeri Agung. Tidak ada korban jiwa, tetapi akibat tabrakan tersebut, rangkaian KA 3024 yang ditabrak oleh Lokomotif KA 3026 mengalami kerusakan dan anjlok sebanyak 17 as, begitu pula dengan dua Lokomotif KA 3026 (CC 205 13 15 dan CC 205 13 26) dan 2 (dua) gerbong dibelakangnya anjlok sebanyak 20 as serta kerusakan komponen jalan rel di stasiun ini. Proses evakuasi terhadap kedua rangkaian KA yang anjlok tersebut selesai dilakukan pada pukul 19.22 WIB tanggal 7 Oktober 2015 dan menyebabkan seluruh perjalanan KA dibatalkan. Lokomotif yang terlibat dalam kecelakaan ini pun rusak berat sehingga harus dikirim ke Progress Rail pada tahun 2018, dan telah kembali ke Lampung pada tahun 2020.Mulai tanggal 4 Mei 2021, lokomotif ini telah kembali beroperasi reguler.
Pada 11 Desember 2021, dua kereta api batu bara rangkaian panjang yaitu KA 3061 yang ditarik lokomotif CC 205 14 04 dan CC 205 21 04 menabrak gerbong paling belakang KA 3055 yang sedang berhenti di emplasemen Stasiun Penanggiran. Akibatnya, 8 gerbong terbuka dari KA 3055 serta lokomotif dan 2 gerbong terbuka dari KA 3061 anjlok 40 as dan terguling. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tetapi kecelakaan ini membuat perjalanan dua kereta api penumpang, yakni kereta api Serelo dan Sindang Marga turut dibatalkan.
Pada tanggal 4 Januari 2022, lokomotif KA Babaranjang dengan nomor KA 3021A anjlok di wesel Stasiun Gedungratu saat berangkat menuju Stasiun Tarahan. Proses evakuasi lokomotif CC 205 11 04 dan CC 205 13 03, yang masing-masing anjlok 1 as, berlangsung selama satu jam dengan menggunakan dongkrak. Tidak ada korban jiwa, tetapi perjalanan KA sempat terganggu selama dua jam dan mengakibatkan KA S12A Rajabasa tertunda hingga 110 menit.
DATA TEKNIS
Dimensi lokomotif
Lebar sepur: 1.067 mm (3 ft 6 in)
Panjang body: 17.678 mm (19 yd 1 ft 0 in)
Jarak antara alat perangkai: 18.942 mm (20 yd 2 ft 1,7 in)
Lebar body: 2.740 mm (3 yd 0 ft 0 in)
Tinggi maksimum: 3.765 mm (4 yd 0 ft 4,2 in)
Jarak gandar: 3.870 mm (4 yd 0 ft 8 in)
Jarak antar pivot: 10.575 mm (11 yd 1 ft 8,3 in)
Diameter roda penggerak: 1.067 mm (1 yd 0 ft 6,0 in)
Diameter roda idle: -
Tinggi alat perangkai: 759 mm (2 ft 5,9 in)
Berat
Berat kosong: -
Berat siap: 108 ton (106 ton panjang; 119 ton pendek)
Berat adhesi: 108 ton (106 ton panjang; 119 ton pendek)
Motor Diesel
Tipe: EMD 8-710G3A, V8
Jenis: 2 langkah
Daya Mesin: 1.640 kW (2.200 hp)
Daya ke generator / converter: 1.500 kW (2.000 hp)
Motor traksi / Converter
Jumlah motor traksi: 6 unit
Tipe motor: A2916-8, AC-AC
Gear ratio: 90:17
Tipe generator: TA12 / CA9, AC-AC
Kinerja
Kecepatan maksimum: 140 km/h (39 m/s) (desain)
Gaya tarik maksimum (adhesi) awal - starting tractive effort: 450 kN (100.000 lbf)
Kecepatan minimum kontinu: 105 km/h (29 m/s)
Jari-jari lengkung terkecil: 80 m (87 yd 1 ft 6 in)
Kapasitas
Bahan bakar: 3.800 l (840 imp gal; 1.000 US gal)
Minyak pelumas: 446 l (98 imp gal; 118 US gal)
Air pendingin: 908 l (200 imp gal; 240 US gal)
Pasir: 283 l (62 imp gal; 75 US gal)
Lain-lain
Sistem rem: Westinghouse 26L
Tipe kompresor: Gardner Denver WBO
Jenis Klakson Lokomotif : Nathan Airchime K1L