CC202 adalah lokomotif diesel elektrik produksi Electro-Motive Diesel, Kanada yang memiliki nomor seri EMD G26MC-2U. Lokomotif yang memiliki berat 108 ton (106 ton panjang; 119 ton pendek) ini memiliki mesin dengan tenaga 1.680 kW (2.250 hp) yang membuatnya dapat melaju hingga 80 km/jam (22 m/s). Susunan gandar lokomotif ini adalah Co'Co', artinya lokomotif ini memiliki 2 bogie dan masing-masing bogie memiliki 3 gandar dan 3 motor traksi.
Lokomotif ini hanya digunakan di sumatera saja. Lokomotif ini biasanya digunakan untuk menarik kereta batu bara (Babaranjang), namun sesekali juga digunakan untuk menarik kereta barang lainya jika diperlukan.
SEJARAH KEDATANGAN
Lokomotif ini pada awalnya didatangkan pada masa PJKA yakni sekitar tahun 1986 dan dibeli langsung dari Divisi Electro-Motive General Motors (sekarang Progress Rail Locomotives). Pada generasi awal, CC202 datang dengan jumlah 15 buah dan langsung ditugaskan untuk kereta api Babaranjang. Pada awal operasionalnya, lokomotif ini menarik 50-60 gerbong Babaranjang namun dikurangi hingga 40 gerbong karena alasan mesin. Kemudian pada tahun 1990 dan 1995 (dalam penomoran baru 1993) diimpor lagi CC 202 berjumlah 18 buah. Kemudian dilanjutkan tahun 2001 sebanyak 4 buah. Lalu tahun 2002 sebanyak 2 buah dan terakhir tahun 2008 sebanyak 9 buah lokomotif dari EMD.
PENGGUNAAN DI INDONESIA
Lokomotif CC202 saat ini digunakan untuk menarik kereta api barang seperti KA batubara swasta, pulp, ketel ataupun semen, dan jarang menarik KA Babaranjang karena perannya kini mulai tergantikan oleh lokomotif CC205. Tetapi, sesekali lokomotif ini menarik kereta api penumpang, meskipun pada umumnya hanya sebagai lokomotif penolong. Armada lokomotif ini hanya terdapat di Lampung. Lokomotif ini dibuat sebanyak 48 buah dan mulai 1 Desember 2019 seluruhnya berada di Depo Lokomotif Tarahan. Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 1.680 kW (2.250 hp) dengan susunan gandar lokomotif ini adalah Co'Co'. Artinya, lokomotif ini memiliki dua bogie di mana setiap bogie-nya memiliki tiga gandar penggerak.
DESKRIPSI MESIN
Mesin CC202 adalah EMD 16-645E dengan 16 silinder yang dilengkapi supercharger atau disebut juga Roots blower. Jenis lokomotif ini adalah satu-satunya yang memiliki mesin V16 di Indonesia. Mesin EMD seri 645 adalah mesin terhandal yang pernah dibuat oleh EMD. Dari tahun 1964 hingga 2011, mesin EMD 645 tetap dibuat walau sekarang hanya terbatas permintaan konsumen. Mesin 16-645E pun menjadi mesin terlaris EMD semenjak diluncurkannya lokomotif EMD SD40 (dengan mesin turbocharged EMD 16-645E3) pada Juli 1964 (pada lokomotif EMDX 434 yang kemudian menjadi Illinois Central Gulf 6071/Illinois Central 6071) yang sangat handal, bandel, dan awet. Hal ini terbukti dengan masih kuatnya dua unit CC202 menarik 48 gerbong Babaranjang dengan kecepatan maksimal 70 km/h (19 m/s).
ALOKASI
Sejak 1986 hingga sekarang, terdapat 47 unit lokomotif CC202 yang masih beroperasi. Satu unit lokomotif, CC 202 90 01, kini sudah afkir pasca peristiwa luar biasa hebat (PLH) saat berdinas menarik KA BBR 36-1 dengan lokomotif CC 201 89 11 yang menarik KA SCT 2A di petak Stasiun Niru - Stasiun Penimu, Sumatra Selatan pada tanggal 19 Februari 2012.
Depo Lokomotif
Tarahan
Lokomotif
CC 202 86 01 - CC 202 86 15, CC 202 90 02 - CC 202 90 15, CC 202 93 01 - CC 202 93 03, CC 202 01 01 - CC 202 01 04, CC 202 02 01 - CC 202 02 02, CC 202 08 01 - CC 202 08 09
Keterangan
Semua lokomotif CC202 sudah menggunakan penomoran terbaru pada sisi samping kabin masinisnya berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan PM no 54 Tahun 2016. Mulai Maret 2021, kecuali lokomotif yang menggunakan corak PJKA, plat nomor lama di bagian bempernya kini telah dihilangkan.
Semua lokomotif CC202 menggunakan livery Perumka, namun dengan logo PT KAI terbaru versi 2020. Lokomotif CC 202 86 05, CC 202 90 03 dan CC 202 90 07 adalah lokomotif CC202 dengan logo KAI baru yang keseluruhannya berwarna putih, sedangkan lokomotif lainnya memiliki warna biru pada huruf "A" nya.
Lokomotif CC 202 86 09 adalah lokomotif CC202 pertama yang sudah dipasangi AC.
Lokomotif CC 202 86 09, CC 202 90 02 dan CC 202 08 07 adalah lokomotif CC202 yang menggunakan corak kuning-hijau khas PJKA dengan logo Wahana Daya Pertiwi pada bagian depannya.
DATA TEKNIS
Dimensi lokomotif
Lebar sepur : 1.067 mm (3 ft 6 in)
Panjang badan: 17.678 mm (19 yd 1 ft 0 in)
Jarak antara alat perangkai: 18.942 mm (20 yd 2 ft 1,7 in)
Lebar badan: 2.642 mm (2 yd 2 ft 8,0 in)
Tinggi maksimum: 3.683 mm (4 yd 0 ft 1,0 in)
Jarak gandar: 3.632 mm (3 yd 2 ft 11,0 in)
Jarak antarpivot: 11.404 mm (12 yd 1 ft 5,0 in)
Diameter roda penggerak: 1.016 mm (1 yd 0 ft 4,0 in)
Diameter roda idle: -
Tinggi alat perangkai: 759 mm (2 ft 5,9 in)
Berat
Berat kosong: 1.037 ton (1.021 ton panjang; 1.143 ton pendek)
Berat siap: 108 ton (106 ton panjang; 119 ton pendek)
Berat adhesi: 108 ton (106 ton panjang; 119 ton pendek)
Motor diesel
Tipe: EMD 16-645 E, V16
Jenis: 2 langkah, Roots Blower
Daya mesin: 1.680 kW (2.250 hp)
Daya ke generator / Converter: 1.500 kW (2.000 hp)
Motor traksi / converter
Jumlah motor traksi: 6 unit
Tipe motor traksi: D-29, DC-DC
Gear ratio: 63:14
Tipe generator: AR 6 QAD - D14, AC-DC
Performa
Kecepatan maksimum: 80 km/h (22 m/s)
Gaya tarik maksimum (adhesi): 24.710 kgf (242.300 N; 54.500 lbf)
Kecepatan minimum kontinu: 14 km/h (3,9 m/s)
Jari-jari lengkung terkecil: 80 m (87 yd 1 ft 6 in)
Kapasitas
Bahan bakar: 3.800 l (840 imp gal; 1.000 US gal)
Minyak pelumas: 920 l (200 imp gal; 240 US gal)
Air pendingin: 832 l (183 imp gal; 220 US gal)
Pasir: 340 l (75 imp gal; 90 US gal)
INSIDEN
Pada tanggal 16 Agustus 2008, terjadi tabrakan antara KA Babaranjang BBR 4 yang sedang berhenti dengan KA S1 Limex Sriwijaya di perlintasan Jl. Bumi Manti Kampung Baru Bandar Lampung. Akibat dari kecelakaan ini, tujuh orang tewas, termasuk masinis yang tidak bertugas dan satu petugas restorasi. Lokomotif yang terlibat dalam kecelakaan ini yaitu CC 202 93 01 dan CC 201 83 56 mengalami kerusakan ringan.
Pada tanggal 19 Februari 2012, terjadi tabrakan antara KA Babaranjang BBR 36-1 yang ditarik lokomotif CC 202 90 01 dan CC 202 90 05 dengan lokomotif CC 201 89 11 yang menarik KA SCT 2A di petak Stasiun Niru - Stasiun Penimur (kini menjadi lokasi gardu pos blok intermediate Aerlimau). Akibatnya, keempat masinis dari kedua lokomotif tewas dan dua TKA luka berat. Kecelakaan ini mengakibatkan lok CC 202 90 01 dan CC 201 89 11 tidak dapat dioperasikan lagi dan terjadi rintang jalan (rinja) selama 25 jam 20 menit mulai pukul 05.50 WIB tanggal 19 Februari 2012 hingga pukul 07.10 WIB tanggal 20 Februari 2012 dan menyebabkan seluruh perjalanan KA dibatalkan.
Pada tanggal 1 Maret 2016, KA Babaranjang bernomor KA 3008 yang ditarik lokomotif CC 202 86 12, CC 202 90 05 dan CC 202 08 02 mengalami anjlokan di Km 262+151 di petak jalan Stasiun Lubuk Rukam - Stasiun Peninjawan. Lokomotif paling depan dari KA 3008 yang anjlok keluar jalur dan menabrak lereng di samping kiri jalur serta menggerus tanah hingga akhirnya berhenti di Km 262+267. KA 3008 mengalami anjlokan sebanyak 24 as; sebanyak 18 as pada 3 (tiga) lokomotif dan 6 as pada 2 (dua) gerbong terbuka. Akibat anjlokan, asisten masinis KA 3008 yang berada di lokomotif paling depan tewas tertimbun tanah. Anjlokan juga mengakibatkan terjadinya rintang jalan (rinja) selama 10 jam 15 menit mulai pukul 02.40 WIB sampai dengan pukul 12.55 WIB tanggal 1 Maret 2016. Setelah kejadian, diketahui di titik anjlokan terdapat kepala rel yang gompal sepanjang 14 cm pada sambungan serta rel patah yang patah serta adanya patahan rel di lubang fish bolt pada rail web.
Pada tanggal 20 Juni 2017, sebuah lori motor dan lokomotif posko yang bernomor CC 202 90 14 ditabrak KA Babaranjang bernomor KA 3029B yang ditarik lokomotif CC 202 93 01 di emplasemen Stasiun Ketapang arah Negararatu. Akibatnya, salah seorang pekerja yang naik lori motor itu tewas tergencet dua lokomotif. Kejadian ini bermula dari seorang pekerja yang hendak mengambil tas dari lori motor tersebut. Akan tetapi, karena jaraknya dengan KA Babaranjang sudah semakin dekat, korban tidak dapat menyelamatkan diri. Korban terseret sejauh 50 meter dan menyebabkan lori motor hancur serta muka lokomotif CC 202 90 14 dan CC 202 93 01 rusak ringan.