BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Potensi sumberdaya kelautan dan perikanan kita sangat kaya dan beragam. Laut Indonesia memiliki luas lebih kurang 5,8 juta km2 dengan panjang garis pantai 81.000 km yang diyakini memiliki potensi rumput laut yang sangat tinggi. Selain potensi alami sumberdaya hayati terdapat pula potensi produksi, berupa lahan untuk pengembangan budidaya laut. Terdapat potensi lahan untuk budidaya rumput laut seluas 2 juta ha (20% dari total potensi lahan perairan laut berjarak 5 km dari garis pantai); dengan volume 46,73 juta ton pertahun. Sampai saat ini baru dimanfaatkan sekitar 0,7 juta ton pertahun.
Rumput laut merupakan salah satu komoditi kelautan dan perikanan yang telah dimanfaatkan sejak lama sebagai komoditi ekspor. Rumput laut ( seaweed ) merupakan bagian terbesar dari tanaman laut. Tercatat sedikitnya ada 555 jenis rumput laut di perairan Indonesia, diantaranya ada 55 jenis yang diketahui mempunyai nilai ekonomis tinggi, diantaranya Eucheuma sp., Gracilaria sp. dan Gelidium sp. Sejak zaman dulu rumput laut telah digunakan manusia sebagai makanan dan obat-obatan. Rumput laut kadang disebut juga ganggang laut tumbuh subur di wilayah Biak (Irian Jaya), Takalar, Sulawesi Selatan, Lampung, Semarang, Sumenep, Maluku, Aceh, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, serta di pantai Bali antara lain di Pulau Nusa Penida, Nusa Dua, Canggu Kabupaten Badung dan Buleleng.
Rumput laut merupakan salah satu sumberdaya yang berbasis keunggulan komparatif untuk menggerakkan ekonomi dengan dukungan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Prospek pasar produk olahan rumput laut dimasa mendatang menunjukkan adanya peningkatan; hal ini disebabkan oleh perkembangan yang cukup pesat jumlah penduduk Negara kita dan berkembangnya diversifikasi produk olahan rumput laut. Jumlah penduduk yang cukup besar ini merupakan pasar potensial bagi produk olahan rumput laut; baik sebagai sumber bahan pangan, farmasi, kosmetika maupun industry – industry lainnya.
Pengembangan budidaya rumput laut harus pula diikuti dengan pengembangan industri pengolahannya; karena nilai tambah rumput laut sebagian besar terletak pada industri pengolahannya. Kenyataan menunjukkan bahwa industri yang mengolah rumput laut dari bahan baku menjadi bahan setengah jadi maupun bahan jadi belum begitu banyak di Indonesia.
Sudah banyak informasi mengenai budidaya rumput laut tetapi informasi tersebut kurang memadai, terlebih bagi lembaga perbankan. Untuk itu diperlukan suatu informasi yang komprehensif dari suatu usaha budidaya dan pembinaan langsung pada nelayan. Satu hal yang sangat penting adalah pola pembiayaan usaha. Dalam rangka memberikan pembiayaan para nelayan, perbankan selayaknya mendapatkan informasi yang menyangkut berbagai aspek, tidak saja aspek budidaya dan pengolahannya tetapi termasuk aspek kalkulasi usaha dan pemasaran. Dengan adanya informasi tersebut diharapkan perbankan tidak ragu untuk membiayai usaha budidaya rumput laut. Untuk itu disaat para pembudidaya melakukan usaha, suatu analisis usaha sangat diperlukan, agar terjadinya suatu usaha yang dapat berkelanjuta
1.2 TUJUAN
Budidaya rumput laut telah lama dilakukan oleh masyarakat kita khususnya yang bermukim di daerah pesisir, meskipun budidaya yang dilakukan masih bersifat tradisional. Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi akuakultur khususnya teknologi polikultur, maka budidaya rumput laut telah diminati oleh masyarakat di beberapa daerah seperti di Bali khususnya Nusa Penida. Dengan adanya tugas sekolah ini yang merupakan kewajiban siswa untuk menyusunnya sekaligus sebagai tolok ukur bagi pengajar atas wawasan para siswanya terhadap lingkungan, diharapkan melalui makalah ini nantinya bisa dipergunakan sebagai acuan awal dalam usaha meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat budidaya rumput laut oleh siapa saja yang berkeinginan melakukannya. Diharapkan pula dapat dijadikan pedoman untuk pelaksanaan pengembangan usaha budidaya rumput laut di Nusa Penida, serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan hidup bagi masyarakat petani nelayan disekitarnya.
1.3 RUMUSAN MASALAH
Kondisi kehidupan masyarakat pesisir sangat rentan terhadap perubahan lingkungan, mengingat padatnya aktivitas di wilayah pesisir memberikan dampak baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap kualitas lingkungan. Kondisi ini dengan sendirinya akan mempengaruhi usaha baik di bidang perikanan tangkap maupun budidaya yang pada akhirnya juga berdampak pada ekonomi masyarakat pesisir
Pada umumnya usaha perikanan tergantung pada musim. Kondisi tersebut sama halnya dengan usaha pembudidayaan rumput laut. Usaha perikanan yang dilakukan oleh seorang pengusaha harus menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan. Karena itu, perlu dilakukan analisis usaha. Analisis usaha merupakan suatu cara untuk mengetahui tingkat kelayakan dari suatu jenis usaha. Analisa yang umum dipakai adalah Break Even Point, Return On Investment dan Benefit Cost Ratio. Analisis usaha dalam perikanan sangat diperlukan mengingat ketidakpastian usaha yang cukup besar, apalagi usaha dan pengolahan sangat dipengaruhi oleh musim penangkapan.
Berdasarkan uraian di atas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penulisan ini adalah ” mengetahui kelayakan usaha budidaya rumput laut”
1.4 Metode Penyusunan Makalah
1 Mencari informasi dan mendapatkannya dari Petani.
2 Croscek informasi dari Petani ke Petani lainnya.
3 Croscek informasi yang didapat dari wawancara ke lapangan.
4 Merangkai informasi yang didapat dari media.
5 Membaca pustaka yang ada dan meng aplikasikannya di penyusunan makalah ini.
n, tidak hanya 1 siklus saja, seperti budidaya rumput laut jenis Eucheuma cottonii.
BAB II
TEORI
Didalam menyusun makalah ini kami mempergunakan lima teori untuk mendapatkan informasi dari nara sumber diantaranya sebagai berikut:
1. Dialog langsung sama petani sebagai nara sumber.
2. Pertanyaan sebelumnya telah tersusun.
3. Pertanyaan yang tersusun ditanyakan pada nara sumber satu persatu
4. Bertanya sambil mencoba untuk melihat dan mempelajari dilapangan.
5. Wawancara dilakukan dilapangan dan didukung dengan peralatan seadanya.
WAWANCARA
Om Swastyastu Pak, Kami dari para siswa SMA N 1 Nusa Penida kls X3
Mau mewawancarai bapak tentang rumput laut.
1. Siswa Kd : Apa yang bpk persiapkan dalam melakukan penanaman rumput laut?
Petani : Membudidayakan rumput laut itu sebenarnya tidak terlalu rumit, adapun yang
perlu dipersiapkan diantaranya:
1. Lahan, yang berupa pesisir pantai seluas yang kita mampu dapatkan dengan cara mencari sendiri pesisir – pesisir pantai yang belum di tanami oleh orang lain, atau dengan cara mengganti rugi lahan orang lain yang kebetulan membutuhkan uang secara mendadak.
Gambar areal lahan yang membentang luas.
1. Patok kayu setinggi 1 m dengan rincian per meter lahan 3 buah patok dan dalam satu lahan jika terbagi menjadi 5 petak dengan asumsi lahan tersebut 10 m x 20 m maka dapat kita hitung 3x10x6=180 buah.
.
Gambar patok tempat pengikat tali pokok.
1. Tali Plastik ukuran 7 ml sepanjang 10mx6=60m. untuk tali pokok.
2. Tali plastik ukuran 4 ml sesuai dengan kebutuhan. untuk tali jalan seluas lahan.
Gambar tali plastic untuk tali jalan atau tali pakan.
1. Tali rapia sebanyak sesuai kebutuhan. untuk mengikat rumput laut di tali jalan.
Gambar plastic pembungkus es lilin sebagai pengganti tali rapia.
1. Palu dan linggis.
Gambar Palu dan Linggis
Palu dan linggis peralatan untuk memasang patok di lahan.
1. Ban dalam mobil yang bekas atau sampan kecil.
Gambar Ban dalam mobil bekas.
Ban mobil bekas sebagai pengganti alat angkut dilaut.
1. Beberapa keranjang sesuai kebutuhan.
1. Sebuah gubug kecil untuk menyimpan peralatan dan hasil panen.
Gambar Setelah rumput laut di keluarkan dari pembungkus lalu di jemur.
1. Adapun kebutuhan lain yang berupa jaring dan perlengkapannya, itu adalah merupakan sarana
tambahan untuk pengaman rumput laut yang dibudidayakan agar jangan dimakan ikan dan
diganggu oleh para pemulung rumput laut.
1. Bagaimana cara bpk membudidayakan rumput laut?
Petani: Rumput laut di budidayakan secara tradisional di pesisir laut yang mempunyai kedalaman air kurang lebih 2 meter. Dengan cara mengikat bibit rumput laut di seutas tali (tali pokok) yang terbentang melalui patok – patok kayu yang telah ditancapkan di dasar laut dengan panjang sesuai lahan yang dimiliki.
Untuk lebih detailnya sebagai berikut:
Pertama – tama bibit rumput laut diikat di tali jalan yang nantinya akan diikat di tali pokok yang ada di lahan dan telah ter ikat di patok dengan kuat
1. Berapa kilo rumput laut kering yang bpk hasilkan dalam satu kali panen?
Petani: Kebetulan lahan yang Bpk miliki berada pada posisi yang agak tinggi, sehingga pada saat air laut surut, rumput laut yang dibudidayakan mengalami lebih lama kena sinar matahari, sehingga tingkat pertumbuhannya kurang memuaskan, hasil panenpun berkurang tidak seperti lahan lainnya yang berada pada kedalaman yang cukup, walaupun sama – sama di laut tingkat produksinya tidak akan sama. Demikian pula penghasilan sangat ditentukan oleh musim, jadi hasil panen yang didapat per 10m x 6m max 50 kg.
2. Di mana bpk memasarkan hasil panen?
Petani: Untuk wilayah Desa Ped khususnya maupun Nusa Penida pada umumnya, mengenai pemasaran hasil panen rumput laut memang tidaklah sulit, karena para tengkulak akan datang sendiri ke gubug2 para petani untuk membeli hasil panen, Cuma kadang – kadang harga agak berbeda jika dibandingkan harga di pengepul besar.
3. Berapa pendapatan bpk dalam satu kali panen?
Petani: Mengenai pendapatan itu sangat relative, tergantung seberapa luas lahan yang dimiliki.
4. Dapatkah hasil panen bpk mencukupi kebutuhan rumah tangga?
Petani: Bila kita kaitkan penghasilan sebagai petani rumput laut dengan kebutuhan rumah tangga dan bila segala pekerjaan dilaut kita kerjakan sendiri, hasilnya nol, dalam artian lebih besar kebutuhan rumah tangga. Namun jika pekerjaan dilaut tersebut ada yang ikut membantu arau mempergunakan tenaga buruh. penghasilannya akan semakin banyak, singkat kata semakin banyak tenaga yang kita kelola semakin banyak pula hasil yang kita dapat. Hal tersebut dapat kita pahami, karena kesempatan kerja dilaut itu sangat ditentukan oleh laut itu sendiri .
5. Selain sebagai petani rumput laut adakah bpk mempunyai pekerjaan lain?
Petani: Untuk sementara waktu ini, bpk hanya mengandalkan hasil sebagai petani rumput laut, walau terkadang hasilnya sangat menyedihkan.
BAB III
SIMPULAN
Pada makalah ini kami simpulkan beberapa inti pokok dari pembahasan makalah
1. Membudidayakan Rumput Laut jenis apa saja di pantai Nusa Penida pada umumnya tidaklah sulit serta tidak
membutuhkan keahlian khusus. Dan bisa dilakukan oleh siapa saja
2. Agar harga rumput laut bisa setabil maka petani hendaknya memperhatikan kualitas rumput laut yang dihasilkan
melelui umur pemanenan dan saat pengeringan agar selalu menjaga tingkat kebersihan sehingga rumput laut
kering yang dihasilkan mempunyai mutu yang tak kalah dari rumput laut lain daerah.
3. Penanaman rumput laut hendaknya disesuaikan dari jenis yang ada dengan musim agar mendapatkan hasil yang
maksimal.
4. Petani rumput laut hendaknya selalu mendapat bimbingan dari instansi terkait agar dampak negative dari
budidaya rumput laut tidak berkelanjutan.
5. Instansi terkait hendanya konskoen menjalankan program pembangunan khususnya pembentengan pantai utara
Nusa Penida secara menyeluruh. Agar pengikisan Pulau Nusa Penida secara perlahan dapat dikurangi yang
diakibatkan oleh abrasi .
KESAN DAN PESAN
Dengan adanya tugas kerja dari sekolah ini, kami sebagai generasi penerus di Nusa Penida ini sangat berterima kasih, yang mana melalui tugas kerja ini kami sedikit dapat memahami keadaan Nusa penida yang sebenarnya.
Dalam perjalanan kami menyusun makalah ini sungguh banyak sekali yang masih terkesan di hati kami. Diantaranya:
a. Bapak Tani Rumput Laut yang bekerja rodi,
b. Penghasilan yang tidak mencukupi kebutuhan rumah tangga,
c. Harga rumput laut yang tidak pernah stabil.
Dengan demikian sehingga melalui kesempatan ini kami menyampaikan beberapa pesan yang kiranya bermanfaat untuk kita semua:
a. Segala pekerjaan yang terkait dengan Pembudidayaan Rumput Laut hendaknya diperhitungkan dengan baik, karena pekerjaan tersebut ditentukan oleh sikon laut itu sendiri sehingga tidak terkesan kerja paksa.
b. Pengeluaran Rumah Tangga hendaknya disesuaikan dengan penghasilan sebagai Petani Rumput Laut disamping selalu berusaha untuk meningkatkan mutu produk, dan bekerja sebagai Petani Rumput Laut secara provesional.
c. Seluruh Petani Rumput Laut yang ada di sepanjang pantai Nusa Penida, hendaknya mempersatukan diri dalam satu wadah organisasi sehingga mudah untuk mengendalikan harga dan lain - lainnya. ( tidak seberapa sulit karena petani sudah terbentuk kelompok )
PENUTUP
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Dengan adanya Pembudidayaan Rumput Laut dipesisir pantai Nusa Penida, disatu sisi tentunya akan memberikan keuntungan bagi masyarakat pesisir khususnya dan masyarakat Nusa Penida pada umumnya. Namun disisi yang lain kita juga hendaknya menengok dampak yang negative yang ditimbulkan oleh adanya pembudidayaan rumput laut. Yaitu lingkungan yang perlu dilestarikan supaya diperoleh keadaan yang seimbang antara manusia. begitu banyak dampak yang ditimbulkan jika kita tidak memperhatikan keseimbangan alam yang digunakan sebagai tempat kehidupan.
Dampak positif terhadap kesehatan memperoleh sumber energi untuk kebutuhan hidup. Namun kita juga perlu untuk mencegah abrasi, sehingga perlu dilakukan pembentengan terhadap lingkungan sepanjang pesisir pantai Nusa Penida, Penebangan pohon yang kayunya dipergunakan patok secara berkala juga perlu diperhatikan sehingga kawasan Nusa Penida tidak menjadi gundul.
Kami banyak berharap kepada para pembaca yang budiman, agar sudi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada kami semua demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan – kesempatan berikutnya.
Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.