STT, TTS, Review Rumah Belajar
VCT BATCH 5, JAWA BARAT
VCT BATCH 5, JAWA BARAT
Dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi guru, serta mengembangkan potensi guru dalam memakai teknologi dalam pembelajaran, VCT Batch 5 menugaskan kepada peserta untuk membuat materi Sound To Text (STT), Text To Sound (TTS), dan Review Rumah Belajar (rumahbelajar.id).
Setelah mencoba, saya melihat bahwa STT dan TTS akan banyak membantu kita dalam menuangkan ide-ide ke dalam bentuk tulisan. Seringkali, kita merasa kesulitan dalam mengeluarkan kalimat saat mengetik. Dengan bantuan STT dan TTS, maka kita bisa membuat tulisan ataupun rekaman audio yang bisa dipublikasikan dengan cepat. Salah satu aplikasi yang saya sarankan untuk membuat STT adalah menggunakan menu Voice Typing pada aplikasi Google Docs, dan TTS dengan aplikasi online yaitu: ttsreader.com
Tautan: http://rumahbelajar.id/product?id=NWQzMThiMmU1NWJmMWY2MjE0MzI2ZTNh
Kontributor: SEAMEO QITEP in MATHEMATICS
Bentuk: Video
Materi pembelajaran yang dipublikasikan oleh website rumah belajar.id ini sangat menarik bagi saya. Karena pertama, berkaitan dengan mata pelajaran yang saya ampu yaitu matematika dan kedua. menggunakan media video yang memberikan gambaran jelas tentang bagaimana materi pelajaran disampaikan ke anak didik. Materi berkaitan dengan pembelajaran matematika tentang mengenalkan pecahan dengan pizza ini memberikan langkah-langkah bagi pendidik untuk menanamkan konsep matematika kepada peserta didik di tingkatan sekolah dasar.
Seperti yang kita ketahui bahwa pecahan merupakan salah satu materi matematika yang cukup sulit untuk dimengerti siswa. Biasanya nya guru mengenalkan pecahan sebagai dua angka yang dipisah oleh garis tengah. Dimana ada angka diatas garis yaitu angka penyebut dan angka dibawah garis sebagai angka pembilang. Banyak siswa yang belum paham esensi dari penyebut dan pembilang tersebut sehingga banyak siswa yang kesulitan untuk memproses perhitungan pecahan. Jika siswa belum memiliki konsep kuat secara konkrit yang tertanam dengan pas dalam benaknya dari sekolah dasar, maka akan terbawa terus hingga ke sekolah menengah pertama.
Saya melihat materi pembelajaran yang disiapkan oleh Kampung STEM Joho dalam naungan SEAMEO Qitep in Mathematics ini memberikan gambaran yang cukup jelas bagaimana guru harus menyusun pembelajaran sekaligus memperlihatkan respon siswa pada saat belajar. Materi yang berupa video ini memberikan gambaran kepada para pendidik bagaimana seharusnya mengenalkan pecahan kepada siswa. Selain itu bentuk visualisasi dari pecahan dengan menggunakan pizza adalah praktek yang bagus karena menggunakan konteks yang dekat dengan anak-anak mengingat pizza adalah makanan favorit mereka.
Selain itu dalam video tersebut terlihat bahwa wa guru memberikan ruang kepada siswa untuk berpendapat dan mengemukakan pemikiran matematisnya. Dari mateir ini saya belajar bahwa konsep matematika harus bisa dikonstruksi oleh siswa, bukan dengan hanya dijelaskan oleh guru. Materi pembelajaran ini bisa memberikan pengenalan yang baik sehingga nantinya siswa mengenal pecahan pecahan bukan hanya sebagai simbol angka tetapi bisa memberikan visualisasi dan memaknai angka pecahan tersebut.
Demikian review yang bisa saya sampaikan. Semoga membawa manfaat bagi para pendidik terutama pengajar matematika di tingkat dasar maupun menengah.
Tautan: http://rumahbelajar.id/product?id=NWNlNzRmOGU1NWJmMWZhMjI1ZjczYmYy
Kontributor: SEAMEO BIOTROP
Bentuk materi: buku
Siapa yang suka jamur? Jamur merupakan satu bahan pangan yang sering dipakai dalam masakan sop, spaghetti, pizza atau diproses menjadi makanan lain seperti burger, pepes, dan sebagainya.
Saat saya menelusuri berbagai judul referensi di rumahbelajar.id, mata saya tertambat pada buku yang berjudul A PRACTICAL GUIDE OF MUSHROOM PHARMING dari SEAMEO BIOTROP. Alasan ketertarikan saya karena pertama, saya suka jamur. Kedua, buku ini ternyata bercerita tentang mushroom pharming, bukan sekadar mushroom farming. Istilah mushroom farming atau bertanam jamur berarti membahas tentang cara menanam jamur secara umum. Sementara, istilah mushroom pharming berarti membudidayakan jamur yang bisa dimodifikasi secara genetik sehingga bisa dijadikan sebagai bahan obat yang berkhasiat bagi kesehatan.
Walau di awalnya banyak penjelasan ilmiah yang cukup berat untuk dicerna bagi para guru, terutama karena ditulis dalam bahasa Inggris, saya melihat buku ini memberikan langkah-langkah yang detail dengan visualisasi foto-foto. Bahan-bahan yang harus disediakan pun diberikan dengan detil, dan selama bisa memahami instruksi dalam bahasa Inggris, saya yakin Bapak/Ibu bisa mempraktekkan ilmu ini dengan baik. Buku ini pun memberikan berbagai visualisasi jamur dengan istilah ilmiah masing-masing.
Buku ini direkomendasikan untuk para pendidik yang ingin menerapkan program STEAM di sekolah, dengan menggabungkan materi sains (organisme jamur), teknologi (budidaya jamur), enjineering (rekayasa tanaman). Demikian review yang bisa saya sampaikan. Semoga membawa manfaat bagi para pendidik di tingkat dasar maupun menengah.