Biaya adalah semua pengeluaran yang berkaitan dengan kegiatan usaha.
Berdasarkan pihak yang mengeluarkannya biaya dapat digolongkan sbb:
Untuk Rumah Tangga Konsumsi, biaya yaitu seluruh pengorbanan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Untuk Rumah Tangga Produksi, biaya terdiri dari biaya yang dikeluarkan perusahaan jasa, dagang, dan industri berkaitan dengan kegiatan usahanya.
Bagi perusahaan jasa, biaya adalah semua biaya langsung dan biaya tidak langsung sehubungan dengan penyediaan dan penyerahan jasa kepada konsumen
Bagi perusahaan dagang, biaya adalah semua biaya langsung dan biaya tidak langsung yang berkaitan dengan pembelian barang dagang dan penjualan kembali barang dagang tersebut
Bagi perusahaan industri, biaya adalah semua biaya langsung dan biaya tidak langsung yang berkaitan dengan proses produksi suatu barang dan penjualannya (distribusi) di pasar melalui saluran distribusi tertentu atau langsung kepada konsumen
Untuk rumah Tangga Negara, biaya adalah semua pengeluaran atau belanja negara untuk kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan, dan pelayanan kepada masyarakat
Biaya adalah Kas (Uang) yang dikorbankan untuk mendapatkan barang atau semua pembiayaan dalam memproduksi barang yang diharapkan memberikan manfaat baik untuk masa sekaran maupun masa yang akan datang. Komponen biaya produksi secara umum sangat penting karena berpengaruh terhadap pembuatan produk yang akan mempengaruhi tinggi rendahnya terhadap harga jual produk. Menurut Perry (1997) : biaya produksi adalah penjumlahan antara biaya tidak langsung (overhead cost) dan biaya langsung (direct cost).
Biaya Produksi atau harga pokok produksi (cost) adalah semua pengeluaran yang berakaitan dengan kegiatan memproduksi barang atau jasa.
Untuk memproduksi suatu barang diperlukan:
Biaya langsung (biaya variabel), seperti biaya bahan baku,bahan penolong, upah langsung, dll. seperti: biaya pembelian cerita, biaya pembayaran artis dan kru pendukung, biaya pemrosesan, biaya penayangan.
Biaya tidak langsung (biaya tetap), seperti: penyusutan peralatan/gedung, gaji, sewa, dll.
Untuk memproduksi suatu jasa, misalnya sinetron di stasiun TV yang diproduksi sendiri diperlukan, seperti: penyusutan, gaji, dan sewa.
Jadi biaya adalah suatu nilai yang harus dikorbankan dalam kegiatan produksi untuk menghasilkan barang atau jasa. Biaya merupakan pengorbanan nilai-nilai, yaitu pengorbanan sumber-sumber ekonomis tertentu untuk menghasilkan barang atau jasa. Sedangkan biaya produksi atau harga pokok produksi (cost) dapat diartikan sebagai semua pengeluaran yang berkaitan dengan kegiatan produksi barang atau jasa. Jadi harga pokok adalah suatu gambaran kuantitatif dari pengorbanan-pengorbanan yang bertujuan untuk menghasilkan suatu produk tertentu, yang harus diketahui dan dikalkulasi oleh pihak perusahaan yang bersangkutan.
Ketika melakukan produksi, Anda setidaknya perlu menghitung lima jenis biaya produksi yaitu:
1. Biaya Tetap / Fixed Cost FC)
Fixed cost atau biaya tetap adalah biaya yang keluar setiap periodenya dan tidak bergantung pada berlangsung atau tidak berlangsungnya produksi. Biasanya biaya tetap ini berhubungan dengan aset-aset perusahaan dalam jangka waktu panjang seperti: gedung administrasi pajak biaya listrik air dan lain-lain
2. Biaya Tidak Tetap / Variable Cost (VC)
Biaya variabel adalah biaya yang pengeluarannya tergantung jumlah produksi. Semakin banyak barang yang diproduksi maka biaya variabel yang keluar juga akan semakin banyak dan berhubungan langsung dengan trend pasar (Ketika trend pasar sedang meningkat atau menurun, maka biaya variabel yang perlu untuk dikeluarkan juga akan semakin meningkat atau menurun) maka biaya variabel terkait produksi seperti gaji pekerja bahan baku utama dll.
3. Total Cost (TC)
Kalau biaya total, adalah seluruh penjumlahan biaya variabel dan biaya tetap yang dikeluarkan setiap periodenya.
4. Average Cost (AC)
Jika Anda sedang membuat rata-rata biaya per periode. Untuk menghitung biaya rata-rata produksi adalah dengan menghitung biaya total dibagi dengan jumlah produk yang dihasilkan. Dari biaya rata-rata ini sudah bisa menentukan harga jual produk. Karena jika menggunakan biaya variabel atau biaya tetap saja ketika menghitung harga jual salah satu komponen dalam biaya tidak terpenuhi. Sehingga kemungkinan akan mengalami kerugian.
5. Marginal Cost (MC)
Biaya marginal adalah setiap tambahan ketika menambah satu unit produksi. Definisi dari biaya marginal ini mirip dengan biaya variabel. Bedanya, biaya marginal ini akan muncul ketika melakukan ekspansi usaha. Jika belum melakukan ekspansi usaha dan masih melakukan proses produksi seperti dengan biayanya maka yang keluar adalah biaya variabel.
Fixed Cost merupakan biaya tetap atau konstan ada walaupun tidak ada kegiatan produksi.
Contoh yang termasuk ke dalam biaya fixed cost adalah biaya tenaga kerja, biaya penyusutan mesin, dan masih banyak lagi.
Variabel Cost merupakan biaya per unit yang sifatnya dinamis tergantung dari tindakan volume produksinya. Jika produksi yang direncanakan meningkat, berarti variabel cost pasti akan meningkat juga.
Contoh biaya yang termasuk ke dalam variabel cost adalah biaya bahan baku, biaya listrik, dan masih banyak lagi.