Jahe Merah
Zingiber officinale var. rubrum rhizoma
Zingiber officinale var. rubrum rhizoma
Nama : Jahe Merah
Nama Latin : Zingiber officinale var. rubrum rhizoma
Letak : Kebun TOGA
Ditanam oleh : Nana Sudiana, M.Pd., siswa projek P4, dan SMAN 34 Jakarta
Jahe merah (Zingiber officinale var rubrum rhizoma) adalah tanaman herba tahunan yang tergolong famili Zingiberaceae, dengan daun berpasang pasangan dua-dua berbentuk pedang dan rimpang seperti tanduk, beraroma dengan usia panen 8 -10 bulan. Tanaman jahe merah yang paling banyak digunakan adalah bagian rimpangnya. Hal ini didukung oleh rimpang jahe merah yang banyak menyimpan kandungan senyawa alami dan yang berpengaruh sebagai pemberi rasa pedas yang menjadi rasa khas pada jahe merah itu sendiri. Kandungan senyawa kimia dari jahe merah terdiri dari gingerol, zingeron, dan shogaol. Selain itu jahe merah mengandung 1-4 % minyak atsiri dan oleoresin. Minyak atsiri dalam rimpang jahe merah juga memiliki komponen senyawa lainnya yang terdiri dari zingerberin, kamfena, lemonin, zingiberen, zingiberal, gingeral dan shogaol serta kandungan lainnya seperti minyak dammar, pati, asam organik, asam malat, asam oksalat dan gingerin. Inilah yang membuat manfaat jahe merah banyak dimanfaatkan oleh banyak orang.
Manfaat Jahe Merah
Jahe merah sangat bermanfaat untuk kesehatan yakni dijadikan bahan dasar pembuatan obat dan jamu yang dapat menjaga kebugaran badan. Ramuan jahe merah dapat digunakan untuk obat sinusitis, bronchitis, kolera, rematik, asam urat, batu ginjal, demam, dan masuk angin, tulang kropos, stroke, nyeri dan pegal linu, ejakulasi dini, membantu pertumbuhan sel-sel tubuh, sebagai penghangat tubuh, mengobati radang tenggorokan,dan masih banyak manfaat yang lainnya.
Source: cybex.pertanian.go.id
Artikel ini ditulis oleh Argarry Akbar, S.Pd.