bunga asoka
Saraca asoca
Saraca asoca
Nama : Asoka
Nama Latin : Saraca asoca
Letak : Kebun Toga dan Taman SMAN 34 Jakarta
Ditanam oleh : SMAN 34 Jakarta
Pohon asoka adalah pohon yang dianggap suci oleh agama Hindu. Pohonnya akan mengeluarkan harum pada malam hari di bulan April dan Mei setiap tahunnya. Pohon tanaman ini sering diasosiasikan dengan cinta dan kesucian. Di Indonesia, dikenal dua jenis bunga asoka, yakni pohon asoka yang tumbuh menjulang tinggi tanpa ranting atau disebut juga glodokan tiang (Polyalthia Longifolia) dan asoka biasa (Polyalthia sp.) yang memiliki ranting dan berdaun runcing. Biasanya tanaman ini digunakan untuk penghijaun maupun tanaman hias. Orang-orang Eropa sering menyebut tanaman ini Flame of the Wood atau api dari hutan karena warna bunganya yang cerah serta mencolok layaknya api.
Tanaman asoka berbunga ketika menjelang musim hujan tiba. Bunganya dapat bertahan selama 3-4 bulan dan biasanya untuk memperbanyak tanaman ini, sang pemilik akan melakukan pencangkokan atau lewat biji langsung. Untuk perawatannya sendiri, bunga tanaman ini cukup dipupuk sekali selama 3 bulan.
Bunganya dapat digunakan untuk mengobati disentri hemoragik dengan cara ditumbuk halus serta dicampur air, kemudian bunga ini juga bisa dipakai sebagai obat bagi orang yang haidnya tidak teratur,dan dapat mengobati luka memar dengan meminum air rebusan dari bunga asoka yang ditambah bunga mawar kering dan umbi daun dewa.
Manfaat Bunga Asoka
1. Mengobati disentri
Kandungan zat hematoksilin pada bunga asoka sangat bermanfaat dalam mengobati disentri. Caranya sangat mudah, cukup dengan menyeduh 2 genggam bunga asoka yang telah ditumbuk halus dengan setengah gelas air. Setelah disaring, minum airnya dua kali sehari sampai sembuh.
2. Melancarkan haid
Bunga asoka dapat berfungsi sebagai astringent yang membantu meredakan stres sekaligus menenangkan otot rahim. Hasilnya otot rahim dapat lebih rileks dan siklus haid kembali lancar. Cara membuat ramuan bunga asoka untuk melancarkan haid adalah pertama, siapkan segenggam bunga asoka. Ambil daging lidah buaya yang sudah dikupas kira-kira sepanjang 10 cm. Rebus kedua bahan itu sampai mendidih atau bisa juga diseduh dengan dua gelas air. Konsumsi dua kali sehari dengan takaran sajian setengah atau satu gelas.
3. Mengobati kram pada kaki dan betis
Untuk mengobati kram, Anda dapat meminum air rebusan bunga asoka dengan daun sembung atau mawar. Cukup diminum sebanyak sehari satu hingga dua kali.
4. Mengobati luka memar
Bunga asoka juga diyakini dapat mengobati luka memar. Caranya adalah dengan merebus bunga asoka, bunga mawar kering, dan umbi daun dewa. Minum air rebusannya secara teratur.
5. Mengatasi hipertensi
Air rebusan bunga asoka dapat juga digunakan untuk mengatasi tekanan darah tinggi atau hipertensi. Caranya adalah merebus 1 genggam bunga asoka dengan 2 gelas atau 400 cc air. Cukup minum setengah gelas dalam sekali konsumsi.
6. Mencegah peradangan atau pembengkakan
Tanaman bunga asoka juga memiliki sifat anti-inflamasi atau anti peradangan dan pembengkakan. Tentunya sifat ini sangat efektif untuk mencegah terjadinya radang atau bengkak.
7. Mengatasi wasir atau ambeien Ambeien merupakan penyakit yang bisa bertambah parah apabila tidak diobati dengan segera. Untuk membuat ramuan herbal demi mengatasi ambeien atau wasir, Anda dapat menggunakan 2 genggam bunga asoka yang ditumbuk sampai halus. Kemudian, tambahkan setengah gelas air. Gunakan air perasan ekstrak bunga asoka sebagai ramuan alami dengan meminumnya saat pagi dan malam hari.
8. Mencegah anemia
Zat besi yang terkandung pada tanaman bunga asoka dapat merangsang produksi sel darah merah sehingga sangat baik untuk mencegah tubuh kekurangan pasokan sel darah merah dan hemoglobin.
Source:
id.wikipedia.org
kompas.com
Artikel ini ditulis oleh Argarry Akbar, S.Pd.