Hallo warga SMANSE.
Achmad Zaky
Achmad Zaky merupakan Pria kelahiran Sragen Jawa Tengah pada pria kelahiran 24 Agustus 1986. Dia sudah menyukai bidang Teknologi Informasi (IT) sejak duduk di bangku sekolah. Sejumlah prestasi ditorehkan saat duduk di bangku kuliah di Jurusan Teknik Informatika di ITB, seperti mendapatkan IPK 4,00 di semester pertama kuliahnya. Dia juga aktif di berbagai organisasi, dan menjadi salah satu pencetus lahirnya Global Student Think-Tank di ITB.
Sejak kuliah, Zaky juga sempat menerima tawaran untuk mengerjakan perangkat hitung cepat pemilu dengan nilai hanya Rp1,5 juta untuk sebuah stasiun televisi nasional. Setelah lulus dari ITB, dia mendirikan perusahaan jasa konsultasi teknologi bernama Suitmedia serta turut mencoba peruntungan dalam bisnis makanan mie ayam. Namun, bisnisnya tak berjalan mulus dan terpaksa bangkrut. Alih-alih berhenti dia bangkit dan bertekad membangun sesuatu yang lebih bermanfaat bagi banyak orang. Sesuai keahliannya, dia ingin memajukan dunia UMKM supaya bisa berjualan lebih luas di internet. Zaky kemudian membuat Bukalapak.com. Atas kesuksesan proyek Bukalapak, dia mengantarkan perusahaan yang didirikannya itu untuk melantai di Bursa dan melakukan IPO. Bukalapak menjadi perusahaan yang melakukan penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) terbesar di Indonesia pada 2021 dan menjadi cerminan bahwa komunitas startup Asia Tenggara mulai berkembang. Dari IPO tersebut Bukalapak meraup dana segar sebesar US$1,5 miliar atau Rp21,4 triliun (kurs Rp14.300 per dolar AS). Bukalapak juga berkembang pesat dengan memiliki lebih dari 10.000 pedagang dan mengundang investor besar seperti 500 Startups, GreevenBatavia Incubator, IMJ Investment, dan juga Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTEK Group).
Andrew Darwis
Andrew yang merupakan pria kelahiran 20 Juli 1979 menyukai bidang teknologi karena turunan ayahnya yang seorang pakar elektronika. Meskipun sempat tinggal kelas saat sekolah dasar, Andrew adalah anak yang kreatif, namun sering minder dan tidak memiliki banyak teman. Dia mulai menyalukan bakatnya dengan mulai mencoba-coba membuat website pribadi. Menyambung hobinya di bidang teknologi, setelah lulus sekolah, dia melanjutkan pendidikan tinggi ke Jurusana Teknik Informatika di Universitas Bina Nusantara. Pada tahun 1998, Andrew diajak teman-temannya melanjutkan kuliah di Seattle, Amerika Serikat. Berbekal uang pinjaman dari pamannya, dia melanjutkan kuliah ke negeri Paman Sam. Dia kemudian lanjut mengembangkan situs web pribadinya, Kaskus, untuk memenuhi tugas kuliahnya. Semakin berkembang, meskipun belum terlalu besar dan menghasilkan, pada 2008 Andrew membawa pulang Kaskus ke Indonesia, dan mulai membuka kantor pertamanya dengan dua orang karyawan. Sejak tahun 2009, Kaskus mulai berhasil menjadi pemain penting di ranah website ternama Indonesia. Kaskus menerima banyak penghargaan diantaranya “The Best Innovation in Marketing” dan “The Best Market Driving Company” oleh Marketing Magazine, dan “The Greatest Brand of the Decade” (2009-2010) oleh Mark Plus Inc.
Ferry Unardi
Ferry merupakan pria kelahiran Padang, Sumatra Barat pada 16 Januari 1988. Dia membangun bisnis di bidang teknologi digital tanpa keahlian bisnis. Dia merupakan lulusan jurusan Matematika di Harvaard University Amerika Serikat dan sempat berkerja di Microsoft. Setelah mengambil banyak pengalaman bekerja di Microsoft, dia kembali ke Indonesia dan membangun perusahaan Traveloka. Berbekal dari kesulitannya untuk mencari tiket pulang kampung dari AS ke Indonesia, dia akhirnya memutuskan untuk membuat sebuah aplikasi reservasi tiket pesawat untuk mempermudah melakukan pemesanan sekaligus transaksi dalam satu aplikasi. . Inovasi Ferry untuk membangun Traveloka ternyata membuahkan hasil. Dia kini menjadi salah satu teknopreneur Indonesia yang sukses dan berpengaruh di Asia. Karena aplikasi Traveloka tak hanya diminati pengguna dari Tanah Air tapi juga warga dari mancanegara di Asia.
Saat ini, Traveloka sudah berkembang pesat menjadi startup dengan omzet besar di Indonesia, dan disebut sebagai salah satu pelopor lahirnya usaha-usaha rintisan di Indonesia yang diprakarsai oleh anak muda. Nilai valuasi yang Traveloka sendiri saat ini sudah mencapai Rp26,2 triliun. Perusahaan ini sudah mencapai level Unicorn bersama dengan GoJek dan juga Tokopedia.
Yuk, isi link refleksinya... ☺️