Hallo ananda semua. Hari ini kita akan membaca beberapa cerita inspiratif yang menarik. Ambil nilai baik yang ada dalam bacaan tersebut ya. Happy reading! ☺️
Ketika Laut Marah
Sudah empat hari nelayan-nelayan tak bisa turun ke laut. Pada malam hari, hujan lebat turun. Gemuruh gelombang, tiupan angin kencang di kegelapan malam seolah-olah memberi tanda bahwa alam sedang murka, laut sedang marah. Bahkan, bintang-bintang pun seolah tak berani menampakkan diri.
Nelayan-nelayan miskin yang menggantungkan rezekinya pada laut setiap hari bersusah hati. Ibu-ibu nelayan terpaksa merelakan menjual emas simpanannya yang hanya satu dua gram untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Mereka yang tak punya benda berharga terpaksa meminjam pada lintah darat.
Namun, selama hari-hari sulit itu, ada pesta di rumah Pak Yus. Tak ada yang menikah, tak ada yang ulang tahun, dan Pak Yus juga bukan orang kaya. Pak Yus hanyalah nelayan biasa, seperti para tetangganya.
Pada hari-hari sulit itu, Pak Yus menyuruh istrinya memasak nasi dan beberapa macam lauk-pauk banyak-banyak. Lalu, ia mengundang anak-anak tetangga yang berkekurangan untuk makan di rumahnya. Dengan demikian rengek tangis anak yang lapar tak terdengar lagi, diganti dengan perut kenyang dan wajah berseri-seri.
Kini tibalah hari kelima. Pagi-pagi Ibu Yus memberi laporan, “Pak, uang kita tinggal 20.000. Kalau hari ini kita menyediakan makanan lagi untuk anak-anak tetangga, besok kita sudah tak punya uang. Belum tentu nanti sore Bapak bisa melaut!”
Pak Yus terdiam sejenak. Sosok tubuhnya yang hitam kukuh melangkah ke luar rumah, memandang ke arah pantai dan memandang ke langit. Nun jauh di sana segumpal awan hitam menjanjikan cuaca buruk nanti petang.
Kemudian, ia masuk ke rumah dan berkata mantap, “Ibu pergi saja ke pasar dan berbelanja. Seperti kemarin, ajak anak-anak tetangga makan. Urusan besok jangan dirisaukan.”
Ibu Yus pergi ke dapur dan mengambil keranjang pasar. Seperti biasa, ia patuh pada perintah suaminya. Selama ini Pak Yus sanggup mengatasi kesulitan apa pun. Sementara itu Pak Yus masuk ke kamar dan berdoa. la mohon agar Tuhan memberikan cuaca yang baik nanti petang dan malam. Dengan demikian para nelayan bisa pergi ke laut menangkap ikan dan besok ada cukup makanan untuk seisi desa.
Siang harinya, anak-anak makan di rumah Pak Yus. Mereka bergembira. Setelah selesai, mereka menyalami Pak dan Bu Yus lalu mengucapkan terima kasih.
“Pak Yus, apakah besok kami boleh makan di sini lagi?” seorang gadis kecil yang menggendong adiknya bertanya. Matanya yang besar hitam memandang penuh harap.
Ibu Yus tersenyum sedih. la tak tahu harus menjawab apa. Tapi dengan mantap, dengan suaranya yang besar dan berat Pak Yus berkata, “Tidak Titi, besok kamu makan di rumahmu dan semua anak ini akan makan enak di rumahnya masing-masing.”
Titi dan adiknya tersenyum. Mereka percaya pada perkataan Pak Yus. Pak Yus nelayan berpengalaman. Mungkin ia tahu bahwa nanti malam cuaca akan cerah dan para nelayan akan panen ikan.
Kira-kira jam empat petang Pak Yus ke luar rumah dan memandang ke pantai. Laut tenang, angin bertiup sepoi-sepoi dan daun pohon kelapa gemerisik ringan. Segumpal awan hitam yang menjanjikan cuaca buruk sirna entah ke mana. la pergi tanpa pamit.
Malam itu, Pak Yus dan para tetangganya pergi melaut. Perahu meluncur tenang. Para nelayan berhasil menangkap banyak ikan. Ketika fajar merekah perahu-perahu mereka menuju pantai dan disambut oleh para anggota keluarga dengan gembira.
Pak Yus teringat pada anak-anak tetangga. Tuhan telah menjawab doanya. Semua nelayan itu mendapat rezeki. Hari itu tak ada pesta di rumah Pak Yus. Semua anak makan di rumah ibunya masing-masing. Sekali lagi di atas perahunya, Pak Yus memanjatkan doa syukur.
Gadis Kecil Berkerudung Merah
Pada zaman dahulu kala di sebuah desa, hiduplah seorang gadis kecil yang cantik.Ibunya sangat menyayangi anak ini, begitu juga dengan neneknya.Si nenek yang baik membuatkan kerudung merah kecil untuk cucunya yang cantik.Oleh karenanya si gadis kecil sering dipanggil gadis berkerudung merah.
Suatu hari ibunya, membuat beberapa puding, dan berkata kepadanya:“Sayangku, kunjungi dan lihat bagaimana keadaan nenekmu, karena kudengar dia sedang sakit; bawakan dia puding, dan sepanci mentega kecil ini.”
“Baik ibu.” Ucap Gadis Berkerudung Merah.“Kamu harus berhati-hati, sayang. Jangan bicara dengan orang yang tidak kamu kenal,” pesan sang ibu kepada si gadis.
Jalan menuju rumah nenek memang cukup berbahaya, bahkan banyak binatang buas di sana.“Baik, Ibu. Aku akan berhati-hati dan mengingat pesanmu,” ucap si gadis berkerudung merah.
Gadis berkerudung merah segera berangkat untuk menemui neneknya, yang tinggal di desa lain.Saat dia melewati hutan, dia bertemu dengan serigala, yang memiliki rencana untuk memangsanya.Namun serigala tidak berani, karena ada beberapa pemburu sedang ada di dalam hutan.Si serigala kemudian bertanya kepada si gadis berkerudung merah kemana dia akan pergi.
Si gadis kecil tidak tahu bahwa bahaya sedang mengancam dan lupa pesan ibunya, diapun menjawab:“Aku akan menemui nenekku dan membawakannya puding dan sepanci mentega dari ibuku.”
“Apakah dia tinggal jauh?” kata serigala.“iya.” jawab Gadis Berkerudung Merah; “Rumah nenek berada di pinggir hutan.”“Baiklah,” kata Serigala, “dan aku akan pergi menemuinya juga. Aku akan pergi ke sini dan kamu pergi lewat sana, dan kita akan melihat siapa yang akan berada di sana lebih dulu. “
Serigala mulai berlari secepat yang dia bisa, mengambil jalan terdekat, dan gadis kecil itu berjalan melalui rute paling jauh.Dalam perjalanan si gadis mengumpulkan kacang, mengejar kupu-kupu, dan membuat hiasan dari bunga-bunga kecil yang dia temui.
Dia sangat menikmati perjalanan menuju rumah neneknya.Disisi lain serigala segera sampai di rumah wanita tua itu. Dia mengetuk pintu — ketuk, ketuk.“Siapa disana?” tanya si Nenek.“Cucu mu Nek, Gadis Berkerudung Merah,” jawab Serigala, memalsukan suaranya;“Aku membawakanmu puding dan sepanci kecil mentega yang dikirim oleh Ibu.”
Nenek yang baik, yang berada di tempat tidur, berjalan menuju pintu untuk membuka kunci.Serigala langsung merangsek masuk, dan menyekap si nenek didalam lemari.Dia kemudian menutup pintu dan pergi ke tempat tidur nenek. Dia menyembunyikan dirinya di bawah pakaian tidur si nenek dan menunggu gadis berkerudung merah.
Tidak berapa lama terdengar suara ketukan pintu.“Siapa disana?” tanya SerigalaGadis berkerudung merah mendengar suara besar Serigala, pada awalnya merasa takut; tapi dia berpikir mungkin karena neneknya ?kena flu dan serak, menjawab:
“Ini cucumu, Gadis berkerudung Merah, yang membawakanmu puding dan sepoci kecil mentega yang dikirim mama untukmu.”Serigala berteriak padanya, melembutkan suaranya sebanyak yang dia bisa:“Buka saja pintunya, aku tidak menguncinya.”Si Gadis kemudian membuka pintu dan masuk kedalam rumah.Serigala, melihat dia masuk, berkata padanya, :
“Taruh puding dan panci kecil mentega di atas bangku, dan datang dan berbaringlah denganku.”Gadis berkerudung merah membuka kerudungnya dan naik ke tempat tidur, di mana, karena sangat kagum melihat penampilan neneknya dengan pakaian tidurnya, dia berkata kepadanya:
“Nenek, tanganmu sekarang sangat kuat!” ucap si gadis kerudung merah heran melihat tangan neneknya yang keras.“Iya agar bisa memelukmu, sayangku.”“Nenek, kakimu juga sangat kuat!”
“Itu untuk berlari lebih baik, anakku.”“Nenek, telingamu kenapa berubah menjadi runcing!”“Itu artinya aku bisa mendengar lebih baik, anakku.”“Nenek, betapa indahnya matamu!”“Ini untuk melihat yang lebih baik, anakku.”“Gigi mu juga lebih besar.”
“Gigiku lebih besar agar aku bisa lebih mudah memangsamu!” ucap serigala yang hendak memangsa gadis kecil itu.Gadis kerudung merah segera berlari keluar rumah. Serigala pun mengejarnya. Gadis kecil itu berteriak meminta tolong.Untunglah, ada seorang pemburu yang kebetulan lewat. Ia bergegas menghampiri gadis kecil itu. Gadis kecil itu pun menceritakan semuanya. Pemburu langsung mengejar serigala tersebut.
Serigala yang melihat kedatangan pemburu, seketika lari dan kabur ketakutan.Gadis kecil itu kembali masuk ke rumah neneknya. Ia mencari neneknya yang belum ia temui.“Semoga nenek masih hidup.” ucap gadis kecil itu.Rupanya serigala menyembunyikan nenek gadis itu di lemari. Tak membutuhkan waktu lama, gadis kecil itu berhasil menemukan si nenek.
“Nenek tidak apa-apa?” tanya gadis kecil itu.“Aku tidak apa-apa. Serigala itu hendak memangsaku. Tetapi, ia mengatakan akan memakanmu terlebih dahulu, lalu aku akan dijadikan hidangan penutup baginya.” ujar si nenek dengan perasaan lega.“Serigala itu sudah dikejar pemburu, Nek,” kata gadis kecil itu. Gadis kecil itu memeluk neneknya. Mereka berdua akhirnya selamat dari serigala yang jahat.
Semoga menginspirasi dirimu ya ananda. Nah, ada satu langkah lagi nih. Yuk, isi link refleksinya! ☺️
https://forms.gle/JLEfFbs6zPEtg1J19