Selamat pagi warga SMANSE. Happy reading...☺️
Cerita Inspiratif
1Kadang kala kita pernah merasa kurang bergairah, tidak semangat, dan malas. Seringkali kita juga merasa bosan, lelah, dan perasaan tak menentu saat menjalani rutinitas sehari-hari.
Sebagai manusia, wajar jika sesekali merasakan hal yang demikian. Namun, jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus maka jelas akan mengganggu keseharian Anda.
Lalu, bagaimana memperbaiki semuanya agar hidup terasa lebih bermakna?
Pernahkan Anda mendengar istilah Ikigai? Ikigai (生き甲斐) adalah istilah dari bahasa Jepang untuk menjelaskan kesenangan dan makna kehidupan. Secara harfiah, kata Ikigai berasal dari kata “iki” yang berarti kehidupan dan “gai” yang berarti nilai, sehingga Ikigai dapat diartikan sebagai alasan kita hidup, menjalani hidup mulai bangun pagi.
Ikigai bisa menjadi salah satu jawaban agar hidup Anda menjadi bermakna dengan memahami konsepnya.
Konsep Ikigai
Konsep Ikigai telah dijalani oleh sebagian besar masyarakat Jepang. Masyarakat Jepang percaya dengan menumbuhkan Ikigai dalam hidup, mereka semakin menemukan makna dalam kehidupan dan hal ini membuat sebagian besar orang Jepang memiliki angka harapan hidup yang tinggi. Terbukti bahwa Jepang adalah negara kedua dengan tingkat harapan hidup yang tinggi setelah Monako.
Alasan seseorang untuk bangun di pagi hari tidak selalu merupakan sesuatu hal yang besar. Terkadang dari hal-hal kecil dan sederhana, kita menemukan makna dari kebahagiaan. Misalnya, menikmati matahari terbit, minum kopi pahit yang hangat, memasak makanan untuk disantap bersama keluarga, ataupun hal-hal sederhana lainnya yang tanpa kita sadari dapat membuat hati ini bersemangat dan bahagia saat melakukannya.
Seseorang yang menerapkan Ikigai akan tahu alasan mereka harus bangun pagi, harus memperjuangkan sesuatu, dan mereka memiliki harapan. Jika kita hidup tanpa mengetahui Ikigai, hidup akan terasa sepi tanpa makna.
Cara Menemukan Ikigai
Bagi Anda yang ingin mencoba untuk menerapkan konsep Ikigai pasti penasaran dengan cara menemukan Ikigai dalam hidup.
Pada dasarnya, Ikigai merupakan irisan dari empat elemen yaitu Passion, Mission, Vocation, dan Profession. Dalam menemukan Ikigai, yang terpenting adalah menyeimbangkan empat elemen tersebut untuk saling mengisi dalam membentuk sebuah tujuan hidup berkelanjutan.
Kanwil DJKN Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo, dan Maluku
Kadang kala kita pernah merasa kurang bergairah, tidak semangat, dan malas. Seringkali kita juga merasa bosan, lelah, dan perasaan tak menentu saat menjalani rutinitas sehari-hari.
Sebagai manusia, wajar jika sesekali merasakan hal yang demikian. Namun, jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus maka jelas akan mengganggu keseharian Anda.
Lalu, bagaimana memperbaiki semuanya agar hidup terasa lebih bermakna?
Pernahkan Anda mendengar istilah Ikigai? Ikigai (生き甲斐) adalah istilah dari bahasa Jepang untuk menjelaskan kesenangan dan makna kehidupan. Secara harfiah, kata Ikigai berasal dari kata “iki” yang berarti kehidupan dan “gai” yang berarti nilai, sehingga Ikigai dapat diartikan sebagai alasan kita hidup, menjalani hidup mulai bangun pagi.
Ikigai bisa menjadi salah satu jawaban agar hidup Anda menjadi bermakna dengan memahami konsepnya.
Konsep Ikigai
Konsep Ikigai telah dijalani oleh sebagian besar masyarakat Jepang. Masyarakat Jepang percaya dengan menumbuhkan Ikigai dalam hidup, mereka semakin menemukan makna dalam kehidupan dan hal ini membuat sebagian besar orang Jepang memiliki angka harapan hidup yang tinggi. Terbukti bahwa Jepang adalah negara kedua dengan tingkat harapan hidup yang tinggi setelah Monako.
Alasan seseorang untuk bangun di pagi hari tidak selalu merupakan sesuatu hal yang besar. Terkadang dari hal-hal kecil dan sederhana, kita menemukan makna dari kebahagiaan. Misalnya, menikmati matahari terbit, minum kopi pahit yang hangat, memasak makanan untuk disantap bersama keluarga, ataupun hal-hal sederhana lainnya yang tanpa kita sadari dapat membuat hati ini bersemangat dan bahagia saat melakukannya.
Seseorang yang menerapkan Ikigai akan tahu alasan mereka harus bangun pagi, harus memperjuangkan sesuatu, dan mereka memiliki harapan. Jika kita hidup tanpa mengetahui Ikigai, hidup akan terasa sepi tanpa makna.
Cara Menemukan Ikigai
Bagi Anda yang ingin mencoba untuk menerapkan konsep Ikigai pasti penasaran dengan cara menemukan Ikigai dalam hidup.
Pada dasarnya, Ikigai merupakan irisan dari empat elemen yaitu Passion, Mission, Vocation, dan Profession. Dalam menemukan Ikigai, yang terpenting adalah menyeimbangkan empat elemen tersebut untuk saling mengisi dalam membentuk sebuah tujuan hidup berkelanjutan. Jika empat aspek tersebut digabungkan akan membentuk sebuah diagram sebagai berikut.
Gbr 1. Diagram Ikigai
Keempat aspek tersebut harus saling melengkapi. Jika Anda hanya menemukan beberapa saja maka belum bisa dikatakan sudah menemukan cara hidup Ikigai. Apabila kita dapat menyatukan keempat elemen tersebut, maka kita akan menemukan arti dari Ikigai yang dapat membuat hidup lebih bermakna.
1. Passion: What You Love
Passion dapat diartikan sebagai sesuatu yang kita senangi. Sesuatu yang membuat kita bergairah untuk melakukan hal tersebut dan merasa bahagia apabila melakukan hal tersebut, misalnya hobi ataupun kesenangan pribadi.
2. Mission: What the World Need
Mission adalah hal-hal yang dibutuhkan oleh lingkungan sekitar kita. Mungkin tidak sesuai dengan passion kita tetapi tidak menutup kemungkinan kita dapat berkontribusi dengan hal-hal kecil yang dapat kita lakukan untuk lingkungan sekitar kita.
3. Vocation: What You Can be Paid For
Tidak dipungkiri demi bertahan hidup tentunya kita harus mempunyai penghasilan. Vocation adalah sesuatu yang dapat kita lakukan dan menghasilkan suatu pendapatan bagi kita.
4. Profession: What You Are Good at
Profession adalah sesuatu yang kita merasa ahli di bidangnya. Keahlian ini bisa kita dapatkan dengan menempuh pendidikan atau mengikuti kursus pelatihan.
Lima Pilar Penting dalam Ikigai
Selain itu, dalam Ikigai dikenal lima pilar penting yang menopang prinsip Ikigai itu sendiri. Kelima pilar tersebut adalah:
Pilar 1 : Awali dengan hal yang kecil
Hal kecil yang bisa menjadi awal dari hari Anda, bisa jadi adalah bangun pagi. Pada saat kita bangun pagi terlebih dengan rasa syukur akan memberikan rasa positif yang berguna untuk mengawali hari. Pada pagi hari, apabila waktu tidur Anda cukup, otak akan berada dalam kondisi segar dan siap untuk mencerna informasi baru.
Pilar 2 : Bebaskan dirimu
Membebaskan diri seperti layaknya seorang anak kecil. Anak kecil terbiasa berpikir secara polos dan apa adanya. Alangkah menyenangkan apabila kita dapat mempertahankan cara pandang seorang anak kecil sepanjang kehidupan kita. Berada dalam kondisi mengalir dan terbebas dari beban diri sendiri akan meningkatkan kualitas dalam hidup dan pekerjaan. Berada dalam kondisi mengalir menjadikan pekerjaan akan berkelanjutan dan terasa menyenangkan.
Pilar 3 : Keselarasan dan kesinambungan
Sebagai makhluk sosial sudah sewajarnya kita hidup selaras dan berdampingan. Begitu pula dalam prinsip Ikigai, dengan menghargai dan menghormati karakteristik tiap orang di sekitar maka akan timbul sebuah “segitiga emas” antara Ikigai, aliran, dan kreativitas. Ikigai berhubungan erat dengan menjaga keselarasan dengan lingkungan, dengan orang-orang di sekitar, dan masyarakat secara luas. Tanpanya maka kelestarian akan menjadi mustahil.
Pilar 4 : Kegembiraan dari hal-hal kecil
Orang-orang Jepang terkenal dengan penghargaannya terhadap hal-hal kecil. Mereka terbiasa menghargai sesuatu walau dari hal terkecil sehingga menghasilkan suatu karya yang luar biasa. Contohnya, makanan khas Jepang yaitu susyi. Restoran di Jepang sangat teliti dalam memilih ikan sebagai bahan utama dari sushi. Mereka rela bangun pagi dan berjalan ke pasar ikan dini hari guna mendapatkan ikan terbaik, hasil tangkapan nelayan semalam, yang masih segar dengan kualitas sempurna yang dapat disajikan kepada para pelanggannya.
Pilar 5 : Hadir di tempat dan waktu sekarang
Menikmati waktu dan kondisi yang dirasakan pada saat sekarang adalah salah satu pilar dari Ikigai. Kesederhanaan yang timbul dari keadaan sekitar kita apa pun itu, ketika menghargai dan menikmati waktu yang telah diberikan akan membuat hidup terasa lebih bermakna.
Nah, itulah konsep dan nilai hidup dari Ikigai. Apakah Anda sudah merasa menemukan Ikigai dalam hidup Anda? Atau bahkan, mungkin sudah ada yang selama ini menjalani hidup dengan konsep Ikigai?
Mari kita menemukan kebagiaan dan keseimbangan dalam hidup dengan Ikigai. Yuk, lebih semangat bangun pagi!
Cerita Inspiratif
Mengapa Guru merupakan Kunci Utama Bagi Kebangkitan Suatu Bangsa? Sebab Peran Gurulah yang turut andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa bagi para generasi penerus, lantas mengapa keadaan profesi guru saat ini sangat memprihatinkan?
Dalam artikel kali ini Tim Redaksi Bang ASN, akan menceritakan sebuah kisah tentang Hancurnya Jepang setelah hancur lebur saat sekutu menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.
GURU Kunci Utama Kebangkitan JEPANG Setelah Kalah Dari Perang Dunia II
Setelah Jepang hancur lebur saat Sekutu menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, langkah pertama yang dilakukan Kaisar Hirohito untuk bangkit adalah dengan bertanya kepada pembantu kaisar dan menteri “Ada berapa orang GURU yang masih hidup??“
Pembantu kaisar dan menteri terkejut, seorang Jenderal mengajukan tanya “Mengapa paduka menanyakan jumlah guru yang hidup?”
Mendengar tanya itu, Kaisar Hirohito terdiam dan belum bereaksi.
Sang Jenderal melanjutkan protesnya, “Yang Mulia, saya sebagai tentara keberatan atas pertanyaan Yang Mulia. Mengapa justru guru yang Yang Mulia tanyakan, dan bukan tentara? Banyak sekali tentara kita yang meninggal di Laut Cina Selatan, di Borneo, Celebes, Papua, Burma, dan lain-lain. Mereka mati untuk membela Tanah Air dan Kaisar.”
Dengan bijaksana, Kaisar Hirohito menanggapi, “Tuan-tuan, apabila profesi-profesi yang lain tidak saya tanyakan, harap tuan-tuan tidak tersinggung. Saya tahu banyak tentara kita yang gugur, dan kita semua bersedih karena hal tersebut.”
Hirohito terdiam sejenak lalu melanjutkan, “Tapi mengapa saya justru menanyakan berapa guru yang masih hidup di Jepang, Hal ini ini karena melalui para guru, Jepang akan cepat bangkit kembali.”
“Seperti kita saksikan bersama, hampir semua pabrik kita hancur, banyak pakar kita yang mati, dan sekarang negeri ini hancur dan lumpuh. Kita harus kembali mulai membangun negeri ini dari nol, dan hanya melalui gurulah kita dapat membangun kembali negeri ini.” lanjut Hirohito.
“Mari kita benahi pendidikan kita melalui guru-guru yang kita punyai dan masih hidup. Melalui kerja keras kita, terutama guru-guru, saya yakin Jepang akan bangkit kembali, bahkan akan lebih hebat dari kemampuan kita sebelum perang terjadi.”
“Selama masih banyak guru yang hidup, saya yakin masih ada kesempatan bagi bangsa kita untuk bangkit dari kekalahan dan mengejar ketertinggalan!” Ujar Hirohito dengan penuh keyakinan.
Ia memerintahkan menteri pendidikannya untuk menghitung jumlah guru yang tinggal dan masih hidup. Satu sumber menyebutkan bahwa jumlah guru yang tersisa di Jepang pada saat itu adalah sebanyak 45.000 orang.
Sejak itu, Kaisar Hirohito gerilya mendatangi para guru yang tinggal itu dan memberi perintah juga arahan. Rakyat Jepang sangat menjunjung titah dari Kaisar ini dan dilaksanakan dengan penuh komitmen dan konsekuen. Demikianlah pentingnya GURU bagi kebangkitan Jepang.
Guru adalah jеmbаtаn masa depan. Di bеlаhаn dunіа mаnарun, dі mаtа оrаng-оrаng ѕukѕеѕ, dаn dі mаtа оrаng-оrаng pandai, ѕоѕоk yang bеrjаѕа dan memiliki andil dаlаm реnсараіаn mereka tаk lain аdаlаh guru.
Alаѕаn jepang mengumpulkan guru ѕеtеlаh bom аtоm patut dісоntоh oleh nеgаrа mаnарun уаng іngіn mаju. Nah, ѕudаh ѕааtnуа kіtа bеlаjаr dаrі Jepang bаgаіmаnа mereka menghargai dan mеngаkuі peran bеѕаr guru untuk kеlаngѕungаn negaranya.
Untuk іtu, segala upaya dalam mеnѕukѕеѕkаn tugаѕ guru merupakan hаl уаng dipandang реrlu mеndараtkаn perhatian bеrѕаmа.
Kepedulian tеrhаdар nаѕіb guru, kesejahteraan guru mеruраkаn bеntuk perhatian terhadap guru. Dengan dеmіkіаn para guru dараt mendedikasikan dіrі sepenuh hati untuk mendidik generasi penerus bangsa ini.
Yuk, isi link refleksinya...