Hallo warga SMANSE.
Cerita Inspiratif
Di sebuah desa kecil yang dikelilingi oleh pegunungan hijau, hiduplah seorang anak laki-laki bernama Arya. Arya adalah seorang anak yang penuh semangat dan memiliki impian besar. Meski keluarganya sederhana, Arya selalu percaya bahwa ia bisa mengubah nasibnya dengan kerja keras dan tekad.
Setiap hari, Arya harus berjalan jauh ke sekolah, melewati bukit dan sungai. Meskipun perjalanan itu berat, Arya selalu bersemangat karena ia sangat mencintai belajar. Guru-gurunya sering memujinya karena kegigihannya dalam belajar, meskipun fasilitas di sekolahnya sangat terbatas.
Suatu hari, sekolah Arya mengumumkan bahwa akan diadakan lomba karya ilmiah tingkat provinsi. Pemenangnya akan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke kota besar. Arya sangat tertarik, namun ia tahu bahwa persaingan akan sangat ketat. Banyak anak-anak dari sekolah yang lebih besar dan lebih baik yang akan ikut serta.
Namun, Arya tidak menyerah. Ia memutuskan untuk membuat sebuah proyek sederhana tentang cara memanfaatkan sumber daya alam di desanya untuk menghasilkan energi. Setiap sore setelah pulang sekolah, Arya bekerja keras mengumpulkan bahan-bahan, melakukan eksperimen, dan menulis laporan. Meski banyak kendala yang dihadapi, seperti kurangnya bahan atau kesulitan dalam memahami konsep-konsep tertentu, Arya tetap gigih.
Hari lomba pun tiba. Arya pergi ke kota dengan penuh harap, membawa hasil karyanya. Di sana, ia melihat proyek-proyek lain yang tampak lebih canggih dan mahal. Namun, Arya tetap percaya diri dan menjelaskan proyeknya dengan penuh semangat kepada para juri.
Beberapa minggu kemudian, pengumuman pemenang lomba pun tiba. Arya sangat terkejut ketika namanya disebut sebagai pemenang utama. Para juri terkesan dengan kesederhanaan namun keefektifan proyek Arya, serta semangatnya untuk memanfaatkan sumber daya alam di desanya.
Dengan beasiswa yang didapat, Arya melanjutkan pendidikan ke kota besar. Di sana, ia terus belajar dan berkembang. Ketekunan dan kerja kerasnya akhirnya membawanya menjadi seorang insinyur yang sukses. Ia kembali ke desanya dan membangun berbagai fasilitas yang membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sana.
Cerita Arya menjadi inspirasi bagi banyak anak di desanya. Mereka belajar bahwa dengan tekad, kerja keras, dan semangat yang tak pernah padam, impian sebesar apapun bisa diraih, meski dimulai dari tempat yang sederhana.
A
Cerita inspiratif
Siapa yang tidak kenal Universitas Harvard? Universitas Amerika yang terkenal ini telah menjadi impian kebanyakan orang di sini. Universitas Harvard adalah satu di antara universitas terbaik di dunia yang terletak di Cambridge, Massachusetts, AS.
Proses penerimaan di Harvard sangat ketat. Tak hanya itu, mereka yang bisa memasuki Ivy League biasanya dari keluarga kaya. Namun, tidak berarti siswa dengan latar belakang sederhana akan ditolak.
Seorang remaja bernama Athena Capo-Battaglia dari New York, AS, diterima di Harvard meski tidak memiliki perumahan dan tempat tinggal.
K
Kisah Athena disebarluaskan oleh Universitas Harvard beberapa waktu lalu. Athena berasal dari keluarga miskin, mereka bahkan tidak punya rumah. Ibu Athena hanya dapat membayar sewa jika dia harus tinggal di tempat penampungan. Selain itu, sang ibu mengidap kanker payudara. Hal ini yang mendorong Athena untuk belajar dengan giat.
"Saya merasa harus kuliah karena tempat ini bukan tempat yang saya inginkan. Saya berpikir, "Ya, ini cara saya keluar dan mungkin saya bisa menemukan pekerjaan yang baik di masa depan," kata Athena.
"Aku menelepon temanku dan berteriak, 'Oh Tuhan, aku diterima di Harvard!' Itu sangat menggembirakan. Aku terbiasa menantang diriku sendiri. Itulah yang aku lakukan selama hidupku," ungkap Athena.
Tak hanya berprestasi di akademis, Athena juga mengikuti program NYPD (New York City Police Department). Di sana ia mendapat training untuk membantu menjaga keamanan lingkungan. Berkat program tersebut, ia berkesempatan belajar bela diri, teknik patroli, penanganan pertama kecelakaan, dan lain-lain. Gadis 18 tahun itu pun menjadi salah seorang yang menerima beasiswa 1.000 dolar Amerika (Rp14 jutaan) dari kantor wali kota.
Kini Athena sudah tinggal di lingkungan kampus Harvard. Mahasiswa yang ingin mengambil jurusan Neurosains tersebut berencana untuk kuliah sekaligus bekerja. Nantinya, ketika waktu liburan, ia akan berkunjung ke penampungan bersama sang ibu, yang juga menjadi relawan NYPD. Athena bahkan terpikir untuk bergabung dengan kepolisian setelah lulus.
Yuk, isi link refleksinya... ☺️