Sesudah Epifani
After Epiphany
After Epiphany
Minggu-Miggu Sesudah Epifani juga di sebut sebagai minggu-minggu/masa biasa (istilah yang sama digunakan untuk Minggu-minggu Sesudah Pentakosta). Epifani (Yunani: ἐπιφάνεια, epiphaneia = manifestasi) atau Teofani ((ἡ) Θεοφάνεια, Theophaneia = "penampakan Tuhan“) diartikan sebagai manifestasi Yesus kepada bangsa-bangsa di dunia bukan hanya kepada orang-orang Yahudi. Hari Epifani jatuh pada tangal 6 Januari, akan tetapi gereja Protestan biasanya merayakan Epifani pada hari minggu terdekat tanggal 6 Januari. Minggu-minggu sesudah Epifani dimulai pada hari minggu setelahnya dan berlangsung antara 5 sampai 7 pekan (tergantung penanggalan Paskah).
Di masa ini, gereja merefleksikan kembali kisa pelayanan Yesus di dunia, di mana ia menyatakan diri-Nya melalui pengarajaran dan mukjizat-Nya. Secara ekumenis, Gereja-gereja menandai peristiwa-peristiwa khusus seperti pada hari minggu pertama sesudah Epifani dikenal dengan Hari Minggu Pembaptisan Tuhan (Matius 3:13-17; Markus 1:9-11; Lukas 3:21-23) yang memberikan pemahaman tentang Allah Tritunggal dan Karunia Roh dari Bapa kepada Putra. Masa ini menjadi penghubung menuju masa Prapaskah, sebagaimana Yohanes mengatakan untuk mempersiapkan dan meluruskan jalan (Matius 3:3; Lukas 3:4; Markus 1:3) sebab kedatangan Yesus adalah jalan keselamatan (Yohanes 1:29-34, 14:6). Dalam peristiwa pembaptisan Yesus, Roh Allah turun dan Allah menyatakan bahwa Yesus adalah Anak yang dikasihi-Nya dan kepada-Nya Ia berkenan (Matius 3:17; Markus 1:11; Lukas 3:22) sebagaimana Yesus dengan Bapa adalah satu (Yohanes 10:30). Di saat yang sama, ke-Tritunggal-an Allah turut dinyatakan. Kemudian, pada hari ke-40 sesudah Natal (2 Februari) dikenal dengan Hari Yesus dipersembahkan di Bait Allah (Lukas 2:22–40) atau Candlemas.
Pada hari minggu terakhir sesudah Epifani (ebelum Prapaskah) dikenal dengan Hari Minggu Transfigurasi (Markus 9:2-13; Matius 17:1-13; Lukas 9:28-36). Hari Minggu Transfigurasi disebut juga Esto Mihi = ‘Jadilah Bagiku’ (Mazmur 31:3b). Pada peristiwa pemuliaan, Bapa menyatakan kembali Yesus sebagai Sang Anak yang dikasihi Allah (Markus 9:7). Rasul Petrus, Yakobus dan Yohanes menjadi saksi peristiwa ini di mana mereka melihat wajah Yesus bercahaya dan jubah-Nya berkilauan, sementara disisi-Nya tampak Musa dan Elia. (Matius 17:1-3, Lukas 9:30-33). Peristiwa ini terjadi ketika Yesus beralih dari Galilea menuju Yerusalem untuk menggenapi Paskah. Melalui peristiwa ini, identitas Yesus yang sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia dinyatakan.
Warna liturgi Minggu-minggu Sesudah Epifani atau Masa Biasa adalah hijau yang menyimbolkan iman dan pengharapan akan pemeliharaan Tuhan.
Perahu yang Menerjang Gelombang
Simbol Liturgi pada Kain Mimbar dan Stola
Perahu/Bahtera sebagai simbol Gereja menggambarkan lamanya Masa Biasa (masa Gereja berjuang). Simbol yang sama digunakan pada Minggu-minggu Sesudah Pentakosta sebagai Masa Biasa di mana gereja akan senantiasa menghadapi tantangan dan bahaya.
Gelombang Laut yang bergelora menjadi simbol berbagai macam pergumulan yang akan dihadapi gereja.
Salib yang terletak pada haluan perahu menyimbolkan Kristus sebagai nakhoda yang setia meski dalam keadaan sulit dan penuh tantangan (Mazmur 46; Markus 4:35-41; Yohanes 21:3-6).
Warna kuning menyimbolkan kemuliaan Allah Tritunggal yang terus hadir menjaga dan memelihara gereja-Nya.
Pohon Kehidupan yang Menghasilkan Buah
Simbol Liturgi pada Stola
Salib yang Berakar menyimbolkan pohon kehidupan. Dimaknai sebagai topangan Tuhan yang menjadi akar (penopang) dan pemberi pertumbuhan bagi orang-orang percaya dalam memperoleh hasil yang baik (Kolose 2:6-7; Yohanes 15).
Simbol ini mengungkapkan pengakuan iman GMIM bahwa Tuhan Allah yang menyatakan diri-Nya selaku Bapa, Putra dan Roh Kudus terus menerus hadir untuk membangun, membarui dan memelihara gereja dan dunia ini.
Referensi
Bratcher, Dennis. (2022, June 12). Ordinary Time: Counted Time of the Church Year. Retrieved from The Voice: Christian Resource Institute: http://www.crivoice.org/cyordinary.html
GMIM. (2014, June 13). Minggu-minggu Sesudah Epifani dan Pentakosta. Retrieved from Sinode GMIM: https://www.gmim.or.id/minggu-minggu-sesudah-epifani-dan-pentakosta/
GMIM. (2023). Keputusan BPMS GMIM tentang Atribut dan Ibadah. Sinode GMIM
Indonesia, Persekutuan Gereja Gereja di. (2022). BAKI 2023 - BUKU Almanak Kristen Indonesia 2023. Jakarta: Bidang Keesaan dan Pembaruan Gereja. Kristanto, Billy. (2022, June 12). Trinitatis. Retrieved from GRII Kelapa Gading: https://griikg.org/trinitatis/
Calvin Institute of Christian Worship (December 1, 2023). Epiphany Resource Guide. Retrieved from Calvin University and Calvin Theological Seminary: https://worship.calvin.edu/resources/articles/epiphany-resource-guide
The Calvin Institute of Christian Worship. (2004). Transfiguration. In The Worship Source Book (pp. 531-540). Michigan: Baker Book House Co.
Witvliet, Jdhn D. (2018, March). Naming the Time after Pentecost. Retrieved from Reformed Worship: https://www.reformedworship.org/article/march-2018/naming-time-after-pentecost
Vanderbilt Divinity Library. (n.d.). Liturgical Colors. Retrieved from the Revised Common Lectionary: https://lectionary.library.vanderbilt.edu/liturgical-colors.php
White, J. F. (2000). Introduction to Christian Worship (3rd ed.). Abingdon Press.
GMIM Riedel Wawalintouan - Wilayah Tondano II
Kecamatan Tondano Barat, Kabuaten Minahasa, Sulawesi Utara 95616
Telepon (0431) 322490