Semoga Bermanfaat
Kerja bangku atau kerja bangku merupakan pekerjaan perkakas tangan yang di gunakan untuk melakukan pembentukan, perbaikan & perakitan yang sesuai dengan masing - masing fungsi peralatan tangan dengan mesin dan semua pekerjaan dilakukan di atas meja kerja (work bench). Kerja bangku meliputi pekerjaan yang bisa atau dapat dilakukan diatas meja, seperti:
Mengikir
Mengetap
Menggeerinda
Melukis
Menandai
Menggergaji
Menekuk
Mengebor
Pekerjaan merakit serta finishing.
Sebelum melakukan pekerjaan - pekerjaan tersebut penting untuk mengetahui dan memahami tentang alat ukur dan juga harus mengetahui tentang peralatan - peralatan tangan yang standar, itulah yang disebut kerja.
Pekerjaan kerja bangku meliputi berbagai jenis kontruksi geometris yang sesuai dengan perintah kerja. Kerja bangku tidak hanya menitik beratkan pada pencapaian hasil kerja, tetapi juga pada prosesnya. Dimana pada proses tersebut lebih menitik beratkan pada etos kerja yang meliputi ketekunan, disiplin, ketahanan, serta teknik sebagai dasar sebelum melanjutkan ke pengerjaan yang menggunakan mesin - mesin produksi.
Kunci kesuksesan dari kerja bangku adalah kesabaran dan ketelitian dalam bekerja. Karena setiap pekerjaan yang dilakukan pasti akan menyita waktu yang lama bila dibandingkan dengan alat yang menggunakan mesin pada waktu sekarang.
Pada bengkel kerja bangku peralatan ukur yang digunakan harus benar - benar presisi, maka peralatan ukur, cara memegang alat ukur, cara melakukan pengukuran, dan kesalahan-kesalahan yang biasa terjadi dalam pengukuran harus benar-benar diketahui secara baik.
Ragum adalah suatu alat penjepit untuk menjepit benda kerja yang akan: Dikikir, Dipahat, Digergaji, Di tap, Di sney dan lain lain. Dengan memutar tangkai (handle) ragum, Maka mulut ragum akan menjepit atau membuka / melepas benda kerja yang sedang dikerjakan.
Bibir mulut ragum harus dijaga jangan sampai rusak akibat terpahat, terkikir dan lain sebagainya. Memilih tinggi ragum yang sesuai Cara memilih ragum yang sesuai dengan tinggi badan anda :
Berdiri tegak di ragum
Tempelkan kepalan tangan pada dagu
Sikut harus berada diatas mulut ragum dan apabila lengan kita ayunkan,sikut jangan sampai menyentuh bibir mulut ragum.
1. Menentukan bidang dasar
Yang dimaksud dengan bidang dasar adalah bidang yang dijadikan acuan untuk pengambilan ukuran, kesikuan dan kesejajaran terhadap bidang lain. Suatu pekerjaan yang berbentuk balok, minimal harus mempunyai 3 bidang dasar, di mana bidang dasar tersebut diambil dari bidang yang berbatasan satu sama lain.
2. Mengatur ketinggian ragum
Ketinggian ragum harus diatur sesuai dengan kebutuhan pengerjaan. Untuk pengerjaan kasar, di mana tenaga pengerjaan diperlukan lebih besar, tinggi ragum diatur lebih rendah. Untuk pengerjaan presisi, ragum diatur lebih tinggi dan untuk pengerjaan yang umum, tinggi ragum diatur setinggi siku pada lengan.
3. Pencekaman benda kerja
Ragum adalah alat untuk menjepit benda kerja, untuk membuka rahang ragum dilakukan dengan cara memutar tangkai/tuas pemutar ke arah kiri (berlawanan arah jarum jam) sehingga batang berulir akan menarik landasan tidak tetap pada rahang tersebut, demikian pula sebaliknya untuk pekerjaan pengikatan benda kerja tangkai pemutar diputar ke arah kanan (searah jarum jam).
Mesin bor digunakan untuk mengebor / membuat lubang pada benda kerja seperti plat aluminium, besi dll. Untuk mengebor biasanya digunakan alat bantu tangan untuk member tekanan bor.
Penting : Ketika mengebor diwajibkan menggunakan kacamata pelindung
Berikut langkah-langkah mengebor.
Pilih tingkatan putaran yang ada dimesin bor.
Persiapkan alat pencekaman benda kerja
Persiapkan pada benda kerja
Tentukan titik senter lubang dengan penitik senter untuk lubang presisi,
Buatlah lingkar pengawasan.
A. Handle Snai (Die Stock Handle)
Handle snei digunakan untuk menahan thread die dengan kuat agar operator (mekanik) dapat memberikan tekanan yang merata dan tuas tidak miring.
B. Snei (Thread Die)
Snei berfungsi untuk membuat ulir luar pada sepotong besi bulat atau untuk memperbaiki ulir yang sudah rusak.
A.Tap (Thread Tap)
Tap berfungsi untuk memotong ulir dalam agar cocok untuk baut pasangannya atau baut tanam. Alat ini dapat digunakan untuk memperbaiki mur atau Alat yang sama yang ulirnya tidak teratur (cross threaded).
B.Handel Tap (Tap Stoc Handle)
Handle tap berfungsi untuk menahan tap dengan kuat untuk memungkinkan mekanik memberikan tekanan yang kuat dan merata pada sistem tuas dan untuk memastikan bahwa sudut cut thread adalah 90° dengan komponen tersebut
Cara mengguanakan snai
Siapakan poros dengan diameter nominala ulir yang akan diabuat.
Pinggul chamfer ujung poros akan disnai.
Tempelkan sisi tirus snei pada ujung poros yang telah dipinggul tersebut, putar tangkaitersebut searah atau berlawnan arah jarum jam sesuai dengan macam ulir kiri atau kanan.
Lumasi dengan pelumas, supaya hasilnya sempurna.
Tap memiliki beberapa macam ukuran dan tipe sesuai dengan jenis ulir yang dihasilkan apakah itu Ulir Metrik ataupun Ulir Withworth. Berikut arti huruf dan angka yang tertera pada Tap (berlaku juga pada Snei).
Contoh penulisan spesifikasi Tap dan Snei adalah sebagai berikut:
a. Tap/Snei M10 x 1,5.
Artinya adalah: M = Jenis ulir metrik
10 = Diameter nominal ulir dalam mm
1,5 = Kisar ulir
b. Tap/Snei W 1/4 x 20, W 3/8 x 16
Artinya adalah: W = Jenis ulir Witworth
¼ = Diameter nominal ulir dalam inchi
20 = Jumlah gang ulir sepanjang satu inchi
Alat bantu yang dipakai untuk menggunakan Tap supaya lebih mudah dalam pemakainannya adalah kunci pemegang Tap atau Tangkai Tap. Pemegang Tap bentuknya ada beberapa macam yaitu:
Alat yang digunakan untuk membuat ulir dalam dengan tangan dimanakan “TAP” dalam hal ini disebut saja “Tap Tangan” untuk membedakan penggunaannya dengan yang dipakai mesin. Bahannya terbuat dari baja karbon atau baja suat cepat (HSS) yang dikeraskan.
Tiap satu set, Tap terdiri dari 3 buah yaitu Tap no.1 (Intermediate Tap) mata potongnya tirus digunakan untuk pengetapan langkah awal, kemudian dilanjutkan dengan Tap no. 2 (Tapper Tap) untuk pembentukan ulir, sedangkan Tap no. 3 (Botoming Tap) dipergunakan untuk penyelesaian.
Sebelum melakukan pengetapan, benda kerja harus dibor terlebih dahulu dengan ukuran diameter bor tertentu (lebih kecil dari ukuran bautnya). Penentuan diameter lubang bor untuk Tap ditentukan dengan rumus:
D = D’– K
D = Diameter bor, satuan dalam mm/inchi
D = Diameter nominal ulir, satuan dalam mm/inchi
K = Kisar (gang).
Contoh :
Diameter lubang bor untuk mur M10 x 1,5 adalah 10 – 1,5 = 8,5 mm
Diameter lubang bor untuk mur W3/8″x 16 adalah 3/8″ – 1/16″ = 5/16 “
Setelah dibor kemudian kedua bibir lubang dicamfer dengan bor persing di mana kedalamannya mengikuti standar cemper mur. Bentuk standar mur dan baut untuk bermacam-macan jenis sudah ditentukan secara internasional dan ini dapat ditemukan dalam buku gambar teknik mesin atau tabel-tabel mur/baut.
Contoh urutan pengetapan dengan membuat ulir ukuran M10 x 1,5 :
Buatlah lubang dengan bor pada benda kerja dengan diameter 8,5 mm.
Gunakan bor persing untuk membuat camfer pada lubang tadi.
Ambil mata Tap M10 x 1,5 dan pasangkan pada tangkainya.
Mulailah melakukan pengetapan dengan urutan pertama, yaitu Tap no.1 (Intermediate Tap), kemudian dilanjutkan dengan Tap no. 2 (Tapper Tap) untuk pembentukan ulir,dan terakhir Tap no. 3 (Botoming Tap) dipergunakan untuk penyelesaian/finishing.
Sebelum mengetap berikan sedikit pelumas pada Tap, kemudian pastikan bahwa Tap benar-benar tegak lurus terhadap benda kerja. Putar Tap secara perlahan searah jarum jam. Pemutaran Tap hendaknya dilakukan ±270° maju searah jarum jam, kemudian diputar mundur ±90° berlawanan arah jarum jam dengan tujuan untuk memotong tatal, selanjutnya kembalikan pada posisi awal dan putar lagi ±270° maju searah jarum jam dan mundur lagi ±90° berlawanan arah jarum jam, demikian seterusnya sampai selesai.
Lakukan ceking ulir agar ulir yang dibuat sesuai baut yang akan digunakan.
Sikat baja biasa digunaka untuk menghilangkan karbon, bahan gasket yang lama dan kotoran atau karat dari permukaan permukaan logam.
Gunakan sikat kawat untuk membersihkan permukaan yang berkarat dan cat yang berlapis sebelum mempersiapkan permukaan.
Penggunaan Sikat Kawat
Peganglah pegangan sikatnya dan gerakkan ke depan dan ke belakang untuk menghilangkan permukaan yang agak terkelupas. Hindarkan kawatnya tegak/berdiri
Jangan menekan sikat terlalu keras. Terlalu menekan dapat menyebabkan kawatnya bengkok dan mematahkan kawat (wire bristles).
Keamanan
Pakailah kacamata pelindung pada waktu menggunakan sikat kawat.
Buanglah sikat bila kawat-kawatnya bengkok atau putus.
Pemeliharaan
Laplah sikat setelah digunakan, jagalah agar kawatnya (wire bristle) tetap bersih.
Simpanlah sikat di lemari atau pada gantungan dinding
Gergaji besi digunakan untuk memotng bemacam - macam logam campuran (alloy) dan baja dengan kadar karbon rendah - yaitu logam lunak.
Menggunakan gergaji tangan
Langkah pertama yang harus diperhatikan adalah pada pemasangan daun gergaji. sebelum melakukan pemotongan bahan adalah sudut potong daun gergaji harus menghadap kedepan. dengan catatan daun gergaji terpasang pada sangkang harus kuat.
Memulai menggergaji :
Beri garis yang akan digergaji.
Beri tekanan ringan pada awal penggergajian
Mulailah dari sisi depan dengan posisi gergjian menukik dengan kemiringan seddang.
Tekanan diberikan saat gergaji didorong kedepan
Tekan dikurangi pada saat gergaji ditarik mundur.
Untuk memudahkan pemotongan berbagai macam bahan yang akan digergaji dapat dipilih daun gergaji dengan jumlah gigi yang sesuai.
Peruncing biasanya digunakan dengan hammer untuk membuat titik / tanda pada sepotong baja sebelum menggunakan sebuah bor. Titik / tanda tersebut mencegah bor agar tidak menyimpang dari posisi lubang yang diinginkan.
Penitik adalah alat yang digunakan untuk membuat lubang pada benda kerja. Penitik terbuat dari besi yang ujungnya runcing membentuk sudut 30-90 derajat. Penitik adalah alat yang digunakan untuk membuat lubang pada benda kerja. Penitik terbuat dari bahan baja karbon tinggi yang dikeraskan. Sedangkan ujungnya runcing membentuk sudut 30° sampai 90°.
Dan cara penggunaan adalah:
Pegang penitik dengah tangan kiri,tempatkan pada benda kerja. Penitik harus tegak lurus dengan banda kerja. Dipukul dengan menggunakan palu satu kali dengan pemukul yang ringan, Serta periksa posisinya jika sudah tepat baru dipukul dengan kuat agar didapatkan titik yang jelas, dengan syarat jangan terlalu keras.
Cara menggunakan penitik yaitu pertama pegang penitik dengah tangan kiri, dan tempatkan pada benda kerja. Penitik harus tegak lurus dengan banda kerja. Penitik dipukul dengan menggunakan palu satu kali dengan pemukul yang ringan, serta periksa posisinya jika sudah tepat baru dipukul dengan kuat agar didapatkan titik yang jelas, dengan syarat jangan terlalu keras.
Penggores adalah alat tangan yang digunakan dalam pengerjaan logam untuk menandai garis pada benda kerja, seperti kayu atau logam yang akan dipotong. Proses menggunakan penggores hanya untuk menandai titik untuk selanjutnya dikerjakan oleh mesin.
Hal ini digunakan untuk menggantipensil atau tinta garis, karena tanda sulit dilihat, mudah dihapus, dan tidak akurat dengan garis yang tipis dan semi permanen. Penggores (Scriber) terbuat dari baja cor yang telah mengeras yang diasah dengan sudut 30 derajat atau 40 derajat.
Cara Penggunaan:
Untuk mendapatkan garis lurus di atas benda kerja, penggores harus dimiringkan membentuk sudut 20° sampai 25°. Dan tekan penggores pada benda kerja. Condongkan penggores kearah maju. Untuk mendapatkan garis lurus ataupun sudut siku, maka kita juga perlu menggunakan alat bantu seperti mistar baja ataupun penggaris siku.
Siku-siku adalah sebuah alat ukur yang terdiri dari badan dan daun siku, dimana badan lebih tebal dan lebih berat jika dibanding dengan daunnya, hal ini berfungsi untuk ketepatan dan kemantapan pegangan sewaktu digunakan. Fungsi siku-siku hampir sama dengan busur derajat yaitu untuk:
Membuat garis sudut
Memeriksa kemiringan atau kesikuan bagian suatu benda
Memeriksa kerataan permukaan benda
Pahat digunakan untuk memotong : Rivet head, Baut, Mur, Lempengan logam yang ringan. Pahat ini bisa digunakan untuk berbagai macam pakaian dimana komponen - komponen yang dipasang terlalu kencang harus dilepaskan.
Pahat tangan (jenis pahat dingin) digunakan untuk memahat atau menyayat benda kerja dalam keadaan dingin. Menurut bentuk dan kegunaannya, pahat dingin dibagi menjadi bermacam-macam, yaitu:
Pahat plat/pipih, mempunyai kegunaan yang luas, misalnya untuk meratakan bidang, pengikisan bidang cembung, memotong plat, baut dan paku keling
Pahat alur/silang, digunakan untuk membuat alur-alur sempit, alur minyak
Pahat dam, untuk memotong bahan yang tebal, umumnya diawali dengan pengeboran secara berderet
Pahat setengah bulat/kuku, digunakan untuk membuat alur bulat dan juga untuk meralat permulaan pengeboran yang salah
Pahat dimon, digunakan untuk membersihkan sudut-sudut dalam, membuat alur V, meralat permukaan pemboran yang salah.
a) Pahat plat/pipih
b) Pahat alur/silang
c) Pahat dam
d) Pahat setengah bulat/kuku
e) Pahat dimon
Kikir (file) adalah suatu alat untuk mengikir benda kerja agar diperoleh permukaan yang rata dan halus yang dilakukan dengan tangan. Kikir juga berfungsi pada pekerjaan penyayatan besi untuk meratakan dan menghaluskan suatu bidang, membuat rata suatu bidang dan menyiku antara bidang satu dengan bidang lainnya.
Jenis yang paling umum disebut file bustard yang ideal untuk pemotongan yang cepat
Jenis yang paling umum disebut file bustard yang ideal untuk pemotongan yang cepat.
Kikir rata digunakan untuk menyelesaikan permukaan pipih secara baik.
Kikir bulat umumnya digunakan untuk memperbesar lubang - lubang atau permukaan file bercekung kecil. Kikir bulat berguna untuk menghaluskan serta menambah diameter suatu lubang bulat
Kikir ini berguna untuk meratakan membuat bidang sejajar tegak lurus
Kikir ini berguna untuk membuat bidang rata agar siku, antara bidang yang satu dengan yang lain
Kikir ini berguna untuk meratakan serta menghaluskan bidang yang berbentuk sudut 60 derajat, atau lebih besar (sering di gunakan untuk mengkikir mata gergaji)
Kikir ini berguna untuk , menghaluskan atau meratakan suatu bidang cekung
Untuk dapat menghasilkan pengikiran yang maksimal, pemilihan kikir harus sesuai dengan jenis pekerjaan dan hasil pengikiran yang dikehendaki.
Mengikir adalah salah satu dari kerja bangku yang bertujuan untuk melakukan proses pemakanan tatal – tatal pada benda kerja yang proses pengerjaannya secara manual. Kikir dibedakan dua jenis kikir halus dan kikir kasar.
Posisi tubuh Selama mengikir, berdiri di sisi sebelahkiri ragum dengan kaki tetap tidak berubah. Kakiharus terbentang dengan menyesuaikan panjangkikir. Sudut antara poros ragumdan kaki mendekati30o untuk kaki kiri dan 75o untuk kaki kanan.
Gerakan badan dan kaki Posisi badan berdiri tegak dan berlahan-ahan condong maju selama gerak pemotongan. Kaki sebelah kanan tetap lurus. Pandangan lurus selalu ditujukan pada benda kerja. Perhatikan
Tangan kanan : Peganglah tangkai kikir dengan posisi ibu jari di atas
pegangan dan jari lainnya di bawah pegangan.
Tangan kiri :Tempatkan ibu jari pada ujung kikir dan jarijari yang lain
sedikit ditekukan akan tetapi tidak sampai memegang atau
menggenggam.
Menggunakan kikir yang kecil dengan gerakan yang tidak terlalu kuatdan pegang kikir dengan tangan kanan dan ujung kikir dipegang olehibu jari dan jari-jari lainnya.
Siapkan benda kerja dan alat-alat yang digunakan.
Gunakan pakaian pengaman dan kaos tangan sebagai pelindung tangan.
Jepit benda kerja dengan ragum, dengan ¾ bagian benda terjepit. Kemudian lakukan pengikiran dengan arah usapan maju tekanan penuh dan pada saat usapan mundur tekanan minimum. Ini berguna untuk memaksimalkan pengikiran dan memperpanjang umur kikir.
Perlu kita perhatikan Posisi tubuh Selama mengikir, berdiri di sisi sebelahkiri ragum dengan kaki tetap tidak berubah. Kakiharus terbentang dengan menyesuaikan panjangkikir. Sudut antara poros ragumdan kaki mendekati30o untuk kaki kiri dan 75o untuk kaki kanan. Dan gerakan pengikiran diikuti seleruh bagian tubuh bukan tanganya saja yang bergerak.
Meja Perata ini berfungsi untuk menguji kerataan permukaan. Selain itu meja datar di gunakan untuk meletakkan benda kerja serta alat - alat menggambar. Biasanya meja perata (surface table) terbuat dari besi tuang, keramik atau batu granit.
Alat ini dipergunakan sebagai landasan untuk memukul atau meratakan benda kerja yang bengkok. Harus diusahakan agar permukaan meja datar ini tidakrusak atau cacat, dan hasil lukisan atau pekerjaan yang dikerjakan tetap baik
Bolt dan batang logam dapat dipotong dengan bolt cutter. Bolt cutter memiliki handle berukuran panjang dan gerakan double lever yang menghasilkan keuntungan mekanis yang tinggi sehingga memungkinkan bolt dapat dipotong
Tube cutter digunakan untuk memotong pipa kecil misalnya pipa bahan bakar. Tool ini dipasang pada pipa yang akan dipotong sehingga pipa tertahan di antara cutting disc dan sepasang roller. Tool kemudian diputar di sekeliling pipa dan perlahan-lahan dikencangkan sampai disc memotong pipa.
Alat pemotong pipa ada 2 macam yaitu tubing cutter dan gergaji (hacksaw). Yang perlu diperhatikan pada saat memotong pipa adalah jangan sampai kotoran-kotoran masuk
dalam system waktu memotong pipa. Untuk memotong pipa dengan tubing cutter, pipa dimasukan antara roller dan cutting whell. Tightening knob berfungsi untuk menyesuaikan dengan diameter pipa yang dipotong.
Bahan
Tubing Cuter
Bahan yang ingin di potong(pipa)
Putarlah knob hingga jarak pipa dapat masuk diantara roller dengan pisau pemotong.
Masukkan pipa dan tempelkan diantara dua roller
Putar knob hingga sedikit menekan pipa. Jangan sampai terlalu menekan.
Tahan pipa kemudian putar cutter tube hingga dua putaran.
Putar kembali knob hingga sedikit menekan pipa kemudian putar lagi cutter tube.
Lakukan berulang hingga pipa terpotong.
Ujung dari pipa-pipa berdiameter kecil terkadang harus dimekarkan agar dapat membentuk seal terhadap ujung pipa lain yang disambungkan. Flaring tool memiliki lubang yang memungkinkan pipa dari berbagai ukuran dimasukkan di dalam tool tersebut.
Sebuah cone kemudian dimasukkan ke bagian ujung pipa sehingga memaksanya mengembang atau melebar. Lubang di dalam tool dibor sedemikian rupa (countersink) sehingga sesuai dengan bentuk cone.
cara menggunakan flaring tool
memasukkan flare nut,
sebelum ujung pipa dijepit pada block dengan ujung kira-kira 3 m di atas block.
Pada ujung pipa ditekan, sebaiknya berikan sedikit minyak kompresor pada ujung cone.
Selanjutnya putar batang pemutar, namun jangan terlalu keras, karena ujung pipa sangat tipis dan saat dikeraskan, flare fitting dapat pecah dan mengakibatkan kebocoran.
Belt dan wad punch tersedia dalam satu set ataupun per unit. Belt dan wan punch digunakan untuk melubangi material seperti : Serat, Karet, Gabus dan sejenisnya. Gunakan selalu tool ini diatas kayu yang keras
Arbour press memiliki tumpuan vertikal di sisi belakang. Pada bagian atas dipasangkan tuas lurus (tuas penekan) yang mempunyai rack gear. Press bar dipasang secara vertikal. Di dekat press bar terdapat peralatan adjustment. Ketika pengatur dioperasikan, press bar bergerak secara aksial ke atas dan ke bawah.
Kebanyakan peralatan adjustment menggerakkan press bar dengan cepat dan yang lain menggerakkan tuas dengan lebih lambat tetapi lebih bertenaga. Di bagian bawah support vertical terdapat support horizontal. Support ini akan menahan material saat dikerjakan.
Arbour press terdiri dari berbagai ukuran. Arbour press dapat dipasang pada work bench atau lantai sesuai dengan ukurannya. Arbour press digunakan untuk mendorong satu part ke dalam atau keluar dari part kedua, misalnya untuk mendorong shaft keluar dari gear atau bearing.
Material yang akan dipasang atau dilepaskan dari shaft diletakkan di atas support horizontal. Shaft diletakkan sejajar dengan press bar. Support horizontal memiliki lubang yang sejajar secara vertikal dengan press bar. Lubang ini akan memberikan clearance antara shaft dan tumpuan horizontal.
Press bar diturunkan sampai menyentuh shaft. Ketika sudah sejajar, press bar akan mendorong shaft ke posisi yang diinginkan. Tenaga operator dilipatgandakan dengan keuntungan mekanis arbour press.