Semoga Bermanfaat
Alat Pemadam Api Ringan (APAR) adalah alat proteksi kebakaran ringan api kecil di awal timbulnya asap api, alat pemadam api ringan digunakan hanya untuk kebakaran ringan, bukan untuk kebakaran berat atau api yang sudah menyala besar. Alat pemadam kebakaran portable itu sendiri berfungsi untuk mengatasi suatu titik api atau kebakaran yang masih dapat terkontrol.
Disebut alat pemadam kebakaran portable karena bentuknya yang kecil dan praktis sehingga mudah dipindahkan dan dibawa ke mana-mana. Untuk penempatannya, Alat pemadam kebakaran portable merupakan komponen penting dari balanced rencana perlindungan kebakaran.
Pendukung keselamatan kebakaran terus mempromosikan manfaat alat pemadam api portabel sebagai bagian dari pendekatan yang lengkap dan seimbang untuk proteksi keamanan ketika terjadi kebakaran.
Memilih APAR Sesuai Dengan Penempatannya :
Untuk Ruangan Kantor menggunakan Alat Pemadam Api Ringan ukuran 3 kg - 6 kg Type Dry Chemical Powder.
Untuk Ruangan Koridor menggunakan Alat Pemadam Api Ringan ukuran 4 kg - 6 kg Type Dry Chemical Powder.
Untuk Ruangan Gudang Kecil menggunakan Alat Pemadam Api Ringan ukuran 6 kg - 9 kg Type Dry Chemical Powder.
Untuk setiap 200 m² ruang terbuka disediakan 1 unit apar Alat Pemadam Api Ringan type Dry Chemical Powder ukuran 3,5 kg atau 3 kg dengan jarak antara setiap unit maksimum 20 meter.
Untuk ruang yang dilengkapi dengan pembagi / pembatas ruang, disediakan 1 unit apar alat pemadam api ringan type Dry Chemical Powder 3,5 kg atau 3 kg tanpa memperhatikan luas ruang.
Untuk daerah/ruang mekanikal-elektrikal berskala kecil disediakan 1 unit apar
Untuk Alat Pemadam api ringan type A Dry Chemical Powder 3,5 kg atau 3 kg dan 1 unit apar type B CO2 ukuran 3,2 sampai 6,8 kg.
Untuk daerah/ruang mekanikal-elektrikal berskala besar disediakan 1 unit apar alat pemadam api ringan type A Dry Chemical Powder 3,5 kg atau 3 kg dan 1 unit apar type B CO2 ukuran 6,8 kg dan Type C Dry Chemical Powder Jenis Roda 25 kg.
APAR Serbuk kimia kering, APAR jenis ini dapat mencegah kebakaran kelas A, B, C yang artinya mampu mengatasi kebakaran yang lebih besar dengan penyebab kebakaran apapun, baik itu karena benda padat, cairan kimia ataupun korsleting listrik. Hanya saja, penggunaan bahan dry chemical powder memiliki kelemahan, yaitu meninggalkan sisa atau bekas yang dapat merusak alat elektronik.
APAR Jenis Serbuk Kimia atau Dry Chemical Powder Fire Extinguisher terdiri dari serbuk kering kimia yang merupakan kombinasi dari Mono-amonium dan ammonium sulphate. Serbuk kering Kimia yang dikeluarkan akan menyelimuti bahan yang terbakar sehingga memisahkan Oksigen yang merupakan unsur penting terjadinya kebakaran api .
APAR Jenis Dry Chemical Powder ini merupakan Alat pemadam api yang serbaguna karena efektif untuk memadamkan kebakaran di hampir semua kelas kebakaran seperti Kelas A, B dan C. APAR Jenis ini diperuntukan mengatasai kelas kebakaran sebagai berikut :
Kelas Kebakaran A : Benda Padat (Kain, Kayu, Kertas)
Kelas Kebakaran B : Benda Cair (Minyak, Bensin, Solar)
Kelas Kebakaran C : Benda Gas (Elpiji, Tinner)
Kelas Kebakaran E : Electrikal (Dinamo, Motor Listrik)
Alat Pemadam Kebakaran Api dapat mencegah kelas B dan C yang artinya mampu mengatasi kebakaran yang lebih besar apabila kebakaran itu disebabkan oleh hubungan arus pendek atau korsleting listrik.
Kebakaran akibat korsleting listrik ini perlu diwaspadai karena paling sering terjadi yakni mendominasi 53% dari total kasus kebakaran. Carbon dioxice Co2 tidak meninggalkan sisa atau residu sehingga tidak akan merusak alat elektronik.
APAR jenis ini diperuntukan mengatasi kebakaran kelas berikut :
Kelas Kebakaran B : Benda Cair (Minyak, Bensin, Solar)
Kelas Kebakaran C : Benda Gas (Elpiji, Tinner)
Kelas Kebakaran D : Logam (Magnesium, Misiu)
APAR jenis ini mengatasi kebakaran lebih besar apabila kebakaran itu disebabkan oleh kompor gas meledak (LPG, LNG) dan cairan kimia lain seperti bensin, solar, dan alkohol. Selain itu, APAR berisi foam liguid juga sesuai untuk memadamkan kebakaran benda padat seperti kayu, kertas, dan kain.
APAR Foam Ligiud
Perlu diingat bahwa APAR berisi foam liguid tidak boleh digunakan untuk memadamkan kebakaran akibat korsleting listrik karena bersifat foam liguid menghantarkan listrikk APAR Jenis foam liguid ini adalah
Jenis APAR yang terdiri dari bahan kimia yang dapat membentuk busa. Busa liguid (Foam Liquid ) yang disembur keluar akan menutupi bahan yang terbakar sehingga Oksigen tidak dapat masuk untuk proses kebakaran.
APAR jenis ini dipergunakan untuk mengatasi kebarakan berikut :
Kelas Kebakaran A : Benda Padat (Kain, Kayu, Kertas)
Kelas Kebakaran B : Benda Cair (Minyak, Bensin, Solar)
Kelas Kebakaran D : Logam (Magnesium, Misiu)
Kebakaran Kelas K : Minyak masak (minyak sayur, minyak hewan)
Alat Pemadam Kebakaran Api yang dapat mencegah kelas kebakaran A B C yang artinya sama seperti alat pemadam kebakaran Dry Chemical Powder mampu mengatasi segala jenis kebakaran / kelas kebakaran lebih besar apabila kebakaran itu disebabkan oleh apapun.
Keunggulan alat pemadam kebakaran hallon free yaitu tidak meninggalkan sisa atau residu pada saat digunakan / bersih pada saat digunakan, tidak menghantarkan listrik serta tidak merusak peralatan elektronik.
APAR jenis ini dapat dipergunakan untuk segala kelas kebakaran seperti :
Kelas Kebakaran B : Benda Cair (Minyak, Bensin, Solar)
Kelas Kebakaran C : Benda Gas (Elpiji, Tinner)
Kelas Kebakaran D : Logam (Magnesium, Misiu)
Kelas Kebakaran E : Electrikal (Dinamo, Motor Listrik)
Tarik/Lepas Pin pengunci tuas APAR / Tabung Pemadam.
Arahkan selang ke titik pusat api.
Tekan tuas untuk mengeluarkan isi APAR / Tabung Pemadam.
Sapukan secara merata sampai api padam.
Hal Yang Harus Diperhatikan Ketika Menggunakan APAR :
Perhatikan arah angin (usahakan badan/muka menghadap searah dengan arah angin) supaya media pemadam benar-benar efektif menuju ke pusat api dan jilatan api tidak mengenai tubuh petugas pemadam.
Perhatikan sumber kebakaran dan gunakan jenis APAR yang sesuai dengan klasifikasi sumber kebakaran.
Tenang dan jangan panik
Pilih apar yang tepat sesuai klasifikasi/jenis kebakaran di tempat yang terdekat
Tarik Pin pengaman yang berada pada Valve (mirip kunci yang berada diatas tabung pemadam api)
Yakinkan anda berdiri searah ( upstream ) angin tidak melawan arah angin
Pegang nozzle pada ujung Hose atau selang dengan tangan dengan kuat.
Arahkan Nozzle atau pangkal selang pada titik api (area kebakaran)
Pegang gagang dan tekan lever.
Lakukan test fungsi. Jika APAR tidak berfungsi baik maka ganti yang lain.
Dekati api searah dengan angin, dan berhentilah pada posisi kira-kira 3 meter dari api. (harus mengikuti arah angin supaya tidak terjadi pembalikan arah panas maupun semburan dari sumber api (Sumber kebakaran)).
Mulailah tekan lever dan menyemprotkan ke pangkal lidah api ( ingat : pangkal lidah api ) maju perlahan-lahan dan meratakan media pemadam di permukaan sumber api.
Segera menghindar bila media habis namun api belum padam.
Bila api padam, yakinkan. Kemudian balikkan posisi tabung dan semprotlah ke atas untuk membuang sisa gas pendorong tanpa mengikutkan bubuknya
Type Cartridge Alat pemadam api jenis kimia kering yang sistem kerjanya menggunakan tabung gas CO2 / N2 dalam konstruksinya dapat diletakkan di dalam atau di luar tabung alat alat pemadam.
Type stored pressure Alat pemadam api jenis kimia kering yang sistem kerjanya dibantu dengan CO2 / N2 yang dalam kontruksinya ditempatkan bersamaan dalam satu tabung alat pemadam api untuk mengetahui tekanan CO2 / N2 tersebut dapat dilihat pada manometer.
Proses Kerja Alat Pemadam Jenis Kimia KeringØ Type Cartridge : Tekan pengatup / handle pengoperasian, gas CO2 / N2 keluar dari tabung cartridge melalui pipa keluar, gas bercampur dengan tepung kimia kering di dalam tabung sehingga gas akan mendorong tepung kimia kering melalui pipa keluar / selang dan pemancar.
Type Stored Pressure : Tekan pengatup / handle pengoperasian, gas CO2 / N2 mendorong tepung kimia kering keluar melalui pipa keluar, selang dan pemancar.
Cara Penggunaan Tabung CO2 Pertama kali angkat dari tempatnya dandibawa ketempat terjadinya kebakarankemudian lepaskan pengaman, corong dipegangpada gagang yang mempunyai penyekat agartangan tidak luka karena suhu dingin.Arahkan corong kenyala api dan tekan tangkaipenekannya. Gerakkan corong kekanan dankekiri secara menyapu sehingga gas CO2secepatnya dapat mengurangi nyala api.
Penyelimutan ( Smothering )
Pendinginan ( Cooling )
Dapat memutuskan rantai reaksi
Tidak menyebabkan karat
Dapat menurunkan kadar O2 sampai 12% – 15%
Berat CO2 1.5 x berat udara
Tidak menghantarkan arus listrik
Sangat baik digunakan di dalam ruangan
Turunkan / ambil alat pemadam busa dari tempatnya
Bawa ke tempat kebakaran ( posisi alat tegak )
Cara mengambil alat tersebut dipanggul atau dijinjing
Balik apar tersebut dengan posisi miring atau tegak.
Arahkan semprotan tersebut ke sasaran yang terbakar.
CATATAN: Apabila benda padat yang terbakar, arah semprotan bisa langsung ke benda yang terbakar.Ø Apabila benda cair yang terbakar, arah semprotan pada dinding sebelah dalam tempat benda cair yang terbakar.
Penyelimutan ( smothering )
Mencegah penguapan bahan bakar
Pendinginan ( cooling )
Melokalisir benda yang terbakar
Tidak boleh untuk memadamkan kebakaran listrik
Arah angin
Jenis benda yang terbakar
Volume benda yang terbakar
Berapa lama telah terbakar
Situasi, kondisi dan lingkungan
Keselamatan diri :
Peralatan dan perlengkapan yang digunakan seperti kain pelindung, selimut api dll.- Asap tebal akibat proses kebakaran
Kemungkinan terjadinya ledakan
Kemungkinan terjadinya radiasi
Tegas dan disiplin
Yakin akan kemampuan diri
Tenang, waspada, tanggap akan situasi
Kompak dalam kerjasama (team work)
Cepat bertindak dan efisien