Semoga Bermanfaat
Alat ukur dalam bidang otomotif dapat dikelompokan menjadi 3 jenis yaitu :
Alat Ukur Mekanik
Alat Ukur Elektrik
Alat Ukur Pneumatik
Alat ukur mekanik adalah alat ukur yang pemakaiannya secara mekanik. Alat ukur mekanik pada umumnya digunakan untuk mengukur panjang, lebar, kedalaman, diameter luar dan diameter dalam sebuah benda. Skala pengukuran yang sering digunakan pada alat ukur mekanik adalah skala metrik dan skala inchi
1. Mistar Baja
Mistar baja berfungsi untuk mengukur panjang, lebar, ketinggian dan kedalaman suatu benda. Skala ukuran pada mistar baja ini memiliki tingkat ketelitian 0,5 mm atau 1 mm. Ukuran yang tersedia pada mistar / penggaris baja ini adalah ukuran kombinasi yaitu ukuran metrik dan ukuran british (ukuran inggris).
2. Siku (Penggaris Siku)
Penggari siku berfungsi untuk mengukur bagian - bagian yang sangat berhubungan dalam kesikuan bahan. Untuk menandai garis persegi, untuk pemotongan dan juga dapat digunakan untuk menandai sudut 45 derajat - 90 derajat.
3. Mistar Gulung (Measuring Tape)
Mistar gulung terbuat dari pita baja yang digulung. Mistar gulung sering digunakan untuk mengukur benda yang ukurannya sangat panjang seperti pipa, pelat dan lain-lain. Kemampuan ukur pada pengaris gulumg / mistar gulung ini sampai 2000 mm (2 Meter). Jenis ukuran yang tersedia pada alat ukur ini ada 2 jenis : yaitu ukuran metrik dan ukuran British
4. Busur Derajat
Busur derajat ini digunakan untuk mengukur sudut dari benda hingga 180°. Busur derajat atau memiliki bentuk setengah lingkaran dan dilengkapi dengan sepotong logam lurus dan panjang yang dihubungkan pada bagian setengah lingkaran yang dapat digerakkan disekeliling titik putarnya.
5. Outside Caliper
Outside caliper berfungsi untuk mengukur diameter luar suatu benda, mengukur dimensi luar suatu benda dan memeriksa apakah permukaan luar benda sejajar atau tidak sejajar
6. Inside Caliper
Inside calliper digunakan untuk mengukur diameter bagian dalam (internal), Untuk mengukur dimensi / ukuran bagian dalam dan, untuk memeriksa apakah permukaan bagian dalam sejajar atau tidak.
7. Depth Gauge
Depth gauge digunakan untuk mengukur kedalaman lubang, kedalaman ceruk (recess) dan slot, jarak dari bagian - bagian pinggir bahan yang dikerjakan.
8. Valve Spring Tester
Valve spring tester digunakan untuk memeriksa karakteristik elastis pegas. Skala daya pegas standar memiliki kapasitas maksimum 158 kg (350 lb). Contohnya pemeriksaan pada Steering clutch, flywheel clutch, dan pegas katup kontrol hidrolik.
9. Feeler Gauge
Feeler gauge digunakan untuk menyesuaikan jarak ketebalan (clearance) peralatan mesin, memeriksa keausan pada komponen - komponen, dan mengukur alur-alur (groove) berukuran kecil.
10. Jangka Sorong / Vernier Caliper
Jangka sorong adalah alat ukur yang sering digunakan di bengkel mesin. Jangka sorong atau Vernier caliper berfungsi untuk mengukur diameter luar, diameter dalam dan mengukur kedalaman, jangka sorong sorong memilik panjang 150 mm - 200 mm dengan ketelitian 0,05 mm - 0,02mm
11. Outside Micrometer (Mikrometer Luar)
Outside micrometer adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur ketebalan benda kerja & mengukur jarak atau celah suatu benda.
12. Inside Micrometer (Mikrometer Dalam)
Inside micrometer berfungsi untuk mengukur diameter dalam suatu benda dengan dengan tingkat akurasi yang tinggi jika dibandingkan dengan jangka sorong. Inside micrometer memiliki tingkat ketelitian sampai 0,01 mm.
13. Depht Micrometer
Depht micrometer berfungsi untuk mengukur kedalaman suatu benda, kedalaman alur, ketinggian benda dengan tingkat ketelitian tertentu. Depht micrometer memiliki komponen yang hampir sama dengan inside micrometer akan tetapi depht micrometer memiliki tambahan bagian block yang rata dengan permukaan yang rata.
14. Telescoping Gauge
Telescoping gauge berfungsi untuk mengukur diameter dalam suatu benda yang memiliki ukuran yang kecil. Telescopic Gauge biasanya digunakan untuk mengukur lubang kecil yang tidak bisa digunakan micrometer.
15. Dial Indicator
Dial indicator atau yang sering disebut juga Dial Gauge merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur dan memeriksa kerataan atau kesejajaran pada permukaan benda dengan skala pengukuran yang sangat kecil.
16. Cylinder Bore Gauge
Cylinder bore gauge adalah alat ukur yang menggunakan dial gauge. Cylinder bore gauge digunakan untuk mengukur diameter silinder dan komponen sejenisnya secara teliti, dan dari hasil pengukuran mampu menyimpulakan keovalan & ketirusan suatu silinder atau benda kerja. Pada ujung cylinder bore gauge terdapat dial gauge dan pada sisi lainnya terdapat measuring point. Cylinder gauge adalah alat ukur yang mempunyai ketelitian 0,01 mm.
Alat ukur elektrik adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran - besaran listrik antara lain tegangan, arus, tahanan dan lain sebagainya. Selain itu, alat ukur elektrik pengoprasiannya membutuhkan daya listrik.
1. Multimeter / AVOmeter
Multimeter / multitester / AVOmeter merupakan alat ukur elektrik yang digunakan untuk mengukur tegangan listrik, arus listrik, dan tahanan (resistansi). Sedangkan pada perkembangannya multimeter masih bisa digunakan untuk beberapa fungsi seperti mengukur temperatur, induktansi, frekuensi, dan sebagainya.
2. Osiloskop
Osiloskop merupakan alat ukur yang sering digunakan untuk keperluan di bindang industri. Dalam bidang elektro, osiloskop banyak digunakan untuk pengukuran rangkaian elektronik seperti radio, TV, atau memonitor frekuensi elektronik. Namun secara praktis, osiloskop memiliki kegunaan sebagai berikut :
Mengukur frekuensi sinyal yang berosilasi
Mengukur besar tegangan listrik dan juga relasi terhadap waktu
Mengukur arus AC dengan arus DCM
Mengukur jalannya suatu sinyal pada sebuah rangkaian elektro
Mencegah noise pada sebuah rangkaian elektronika
3. Tach-Dwell Tester
Tacho meter dan Dwell meter atau disingkat dengan nama Tachh-Dwell Tester merupakan bagian dari peralatan atau alat ukur elektrik. Tach-Dweell tester berfungsi untuk mengukur RPM mesin dan sudut Dwell pada kendaraan.
4. Timing Light
Timing light adalah suatu alat yang berfungsi sebagai alat penyetel saat pengapian yang paling tepat atau menyetel platina.
5. Gas Analyzer
Gas analyzer adalah alat suatu atau instrument yang digunakan untuk mengukur proporsi dan komposisi dari gabungan gas. Gas yang biasa diukur oleh perangkat ini ialah gas karbon dioksida (CO2), oksigen (O2), dan karbon monoksida (CO). Gas analyzer digunakan untuk mengukur kadar emisi gas buang yang dihasilkan kendaraan bermotor bahan bakar bensin.
6. Diesel Smoke Tester
Diesel smoke tester atau smoke tester adalah alat yang digunakan untuk uji emisi pada kendaraan bermesin diesel (bahan bakar solar), cara kerja dan penggunaannya tidak jauh berbeda seperti alat uji emisi gas analyzer yang digunakan pada mesin kendaraan berbahan bakar bensin.
7. Scan Tool / Scanner
Scan tool / scanner digunakan pada kendaraan dengan mesin tipe Electronic Fuel Injection (EFI). Scan tool berfungsi untuk mendeteksi kesalahan atau malfunction dari suatu sistem yang terdapat di kendaraan EFI, alat ini juga dapat digunakan untuk mengukur kerja sensor dan aktuator.
Alat ukur pneumatik adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur tekanan atau kompresi suatu benda kerja. Selain itu, pengoprasiannya dengan cara memanfaatkan tekanan. Skala ukuran tekanan pada alat ini yaitu : Psi, kPa, Bar, kg/cm2 dan lain sebagainya.
1. Tyre Pressure Gauge
Tyre Pressure Gauge merupakan alat ukur pneumatik yang berfungsi untuk mengukur tekanan ban. Tyre pressure gauge terdapat beberapa tipe, ada yang gabung menjadi satu dengan rangkaian selang dan kompresor ada juga yang terpisah. Penggunaan tyre pressure gauge sangat mudah yaitu tinggal dipasang pada pentil dop, maka nilai tekanan ban akan otomatis muncul
2. Manifold Gauge AC
Manifold gauge merupakan alat ukur pneumatik yang berfungsi untuk mengukur tekanan refrigerant AC. Alat ini terdapat tiga buah selang yaitu selang biru untuk tekanan rendah, selang merah untuk tekanan tinggi, dan kuning untuk tabung freon dan pompa vakuum. Manifold gauge sebenarnya tidak hanya digunakan untuk mengukur akan tetapi juga digunakan untuk proses perawatan sistem AC. Satuan yang digunakan sama seperti manometer biasanya yaitu kg/cm2 dan PSi.
3. Radiator Tester
Radiator tester / radiator cup tester merupakan alat ukur pneumatik yang berfungsi untuk mengecek kebocoran sistem pendingin, dan mengecek kinerja tutup radiator. Pengecekan kebocoran berfungsi untuk mencegah air pendingin yang berkurang dan menyebabkan overheating. Dalam pengecekan kebocoran radiator, radiator tester dipasang pada radiator kemudian dipompa sampai tekanan spesifikasi yaitu sekitar 1.5 kg/cm2.
4. Compression Tester
Compression tester merupakan alat ukur pneumatik yang berfungsi untuk mengukur tekanan kompresi ruang bakar pada kendaraan. Tekanan kompresi pada ruang bakar harus dijaga agar perfoma mesin tetap terjaga. Tekanan kompesi tidak boleh kurang karena akan menyebabkan tenaga yang dihasilkan akan berkurang, tetapi juga tidak boleh melebihi standar dikarenakan dapat menyebabkan kerusakan.
5. Vacuum Tester
Vacuum tester adalah alat ukur pneumatik yang digunakan untuk mengukur tekanan intake manifold. Vacuum gauge menunjukan perbedaan antara tekanan pada atmosfir luar dengan nilai kevakuman pada intake manifold. Selain pada intake manifold, alat ini juga bisa digunakan untuk mengukur kevakuuman boster rem, vacuum advancer distributor, dan komponen lain yang bekerja berdasarkan kevakuuman. Hasil pengukuran dapat dibaca langsung pada angka atau skala yang ditunjuk oleh jarum penunjuk.