By : gatot Widayanto
Pengalaman Septian Pamungkas membangun bisnis:
Learning the hard way
Sedikit Bicara banyak Mendengarkan
Bekerja Pinter
Basisnya memang harus punya tujuan yang terukur misalnya harus bisa memenuhi kebutuhan dasar hidup dulu, misalnya sekian juta untuk diri sendiri. Kalau udah berkeluarga tinggal dikalikan. Kumpulkan sebanyak mungkin kartu nama sebagai basis bisnis.
Sempat bleeding juga menjalankan bisnis namun harus banyak komunikasi dan menggali dari karyawan maupun pelanggan. Untuk itu maka musti lebih banyak mendengar, sedikit bicara. Buktinya nyata karena bisnis bisa tumbuh 370% dengan bekal mendengarkan saja. Modalnya banyak bertanya.
Penting untuk berteman dengan orang-orang baik, orang-irang yang memberi berkah.
Budi Rahardjo menekankan tidak pernah punya cita-cita menjadi entrepreneur tapi karena banyak berteman, hobi main bola, musik, akhirnya jadi hobi bikin perusahaan. Bikin 10 yang gagal alias mati 7.
Akhirnya suka dengan bidang cyber security karena berangkat dari permasalahan yang sering dijumpai di perusahaan.
Tantangan paling sulit adalah mendapatkan SDM yang dibutuhkan. Ini hanya bisa diatasi bila CEO seorang wanita karena lebih luwes dan teliti.
Untuk management excellence para entrepreneur harus ngaji dulu, ikut mentoring, berguru langsung sama praktisi. Steve Jobs juga punya mentor juga.
Timing is important. Indonesia dengan 270 juta penduduk merupakan pasar besar untuk teknologi. Jangan biarkan orang asing memanfaatkan pasar besar kita, harus kita yang garap. Makanya kalau lulus ITB tidak bikin perusahaan teknologi, mendingan gak usah masuk ITB. Ingat, semua perusahaan global yang kita kenal, semuanya perusahaan teknologi.
Jangan pernah takut berbuat salah, jangan berbisnis dengan orang jahat. Kalau bisnis gagal, gak usah takut, dulu juga kere.
Gatot Widayanto menanggapi Septian ‘sedikit bicara banyak mendengar’ dengan menekankan kisah dari Septian dan Budi Rahardjo dalam kerangka 4 kecerdasan: kemampuan identifikasi masalah dengan BQ, perkuat prinsip dan nilai dengan SQ, merangkul banyak pihak dengan PQ dan interaksi berbasis kecerdasan emosi (EQ).
Tanya Jawab
1.)Fatimah (Yogya): Bagaimana menentukan dari pilihan ide bisnis yang banyak: disabilitas, mesjid sebagai pilar pendidikan, Halal Food, less-waste. How should I start? Which one?
Budi Rahardjo:
Saya punya 73 ide bisnis. Jangan pernah bingung. Cari saja partner supaya bisa meringankan kita. Kata Steve Jobs “real artists ship”. Pilih yang menurut mbak paling esensial.
2.)Irfan: Bagaimana menentukan bahwa suatu bisnis “sudah” alias ditutup?
Budi Rahardjo:
Bisa kapan saja kalau sudah bosan atau founders berantem atau duit sudah habis
Salam,
GW 29/01/2023