Reviewer : Gatot Widayanto
Guest : Dipi Dip
Moderator : Imam Darmawan
By: Imam Darmawan
Salah satu kebutuhan manusia adalah conection
Pada saat conection dgn manusia lainya ada beberapa chalange diantaranya
Never enough culture seperti merasa tdk cukup misal adanya mindset ordinary life is unsucsess, jika bukan manajer tdk dihargai, merasa kurang dll
Ada juga malu , misal malu klo tdk sukses, malu saat berbicara di depan orang banyak,dll
Terus fear misalkan takut untuk mencoba misalkan takut diketawain, takut dikomen dll
Adalagi vulnerable/ merasa lemah, rentan dan rapuh, Definisi vulnerable mnrt bukunya berani keluar dari zona nyaman yg penuh ketidakpastian dan resiko,dan berani menunjukan kelemahan misal leader pas di meeting berani show up yg tdk bisa dan mengajak kolaborasi dan meminta bantuan. Jd tdk takut menunjukan kelemahan.
Nah vulnerability ternyata bukan merupakan suatu kelemahan tetapi bisa jadi sesuatu kekuatan karena dapat membuat kita growth dan bertumbuh.
Contoh sederhana seperti berani mengatakan cinta :) pada saat mengatakanya ada resiko/ketidakpastian misal cinta di tolak tetapi jangan takut karena bisa jadi diterima juga ( ada opportunity:) ) nah diandingkan diam saja lebih bagus berani mengatakanya saja , klo menurut buku ini terjun ke arena lebih baik daripada hanya diam
Untuk menerapkan Vulnerability diperlukan courage / harus adanya keberanian
Juga menerima ketidaksempurnaan, jangan terlaku perfeksionis bgt karena ada opportunity improvement saat kita menjalaninya
Tidak usah malu, takut tetapi berani saja apadanya atau authentic dan tidak jaim
Untuk parenting sangat bagus mengajarkan vulnerability
Dikarenakan apa yg akan di hadapi anak kita belum tentu jalan yg mulus
Bisa jadi jalan yg sulit, ketidakpastian, penuh resiko, emosi2 sesuatu yg tdk dapat dihindari dalam kehidupan
Yg perlu diajarkan ke anak anak yaitu cara menghandlenya , bukan menghindari kesulitan dan ketidakpastian dan resikonya
Juga agar anak anak berani terjun, berani tampil,berani terjun ke arena, berani mengambil tindakna, berani take risk, berani malu : daring greatly :) berani menghadapi kesulitan namun berani menghadapinya dgn tdk menyerah
Nah dalm momen momen kehidupan adalah kesempatan untuk belajar, paling efektif dgn mencontoihkanya langsung ke anak anak akan lebih efeltif
Vulnerability dlm public speaking :)
Sedikit note yg dapat diingat saat training public speaking :)
Ada Energy, tools,power dan story telling
Dimulai dari energy yg penuh antusiisme untuk menarik attention
Bersifat persuasive dan 4C : clear, compeling, connecting dan convincing
Dengan menggunakan bahasa verbal dgn PAPA VIPP : Pace , Articulation, Pitch, Acentuation – Volume,Intonation, Pronouncation, Pause
Juga bahasa non verbal : Posture, facial expression, eye contact, gesture dan appearance
Untuk menghadapi nervous jadilah vulnerable yaitu berani keluar dari zona nyaman yg penuh ketidakpastian dan resiko seprti berani malu dan tdk terlau perfeksionis namun apabila ada feed back berfikir continuous improvement terus
Tools yg bisa dipakai dapat kita lihat klo nonton youtube TEDx biasanya ada 3 babak
Yaitu Hook- Eksposisi- Klimaks – resolusi
Hook untuk menarik perhatian di awal dapat berupa ice breaking atau seperti menyapa, apresiasi,pujian, bertanya, menyapaikan fakta atau statistic,dll
Exposisi yaitu sebagai langkah awal untuk memberi mereke the reason why, kaya klo di film teaser berisi AGBM : apa gunanya pembicaraan ini untuk mereka/audiencenya, sebuah solusi dari suatu masalah yg ada atau opportunity yg ada
Dari ekposisi menuju klimaks : berupa penjelasan lebih detail dari exposisi misal kan bahan pembicaraan yg akan kita bawakan yg berusaha mengubah mindset audience ataupun membuat audience take decision
Setelah kimaks yaitu resolusi : penekanan kembali take away, action required yg diharapkan speaker pada audiencenya
Beberapa tips lainya sajikan data, visual dll namun harus memperhatikan cognitive load dari audience, usahakan yg simple, sederhana , mudah dimengerti dan tdk terlalu banyak tetapi yg bener 2 penting untuk audiencenya agar energy attention dapat terjaga/ tdk mudah cape berfikir.dalam menyajikan data jangan yg bersifat exploratory tetapi yg explanatory dan making meaning.