Oleh : Imam Dermawan
Catatan bedah buku the art of thinking clearly, mungkin bermanfaat untuk yg mau refleksi tahun 2022 dan menyongsong 2023
Buku ini di bahas oleh Mba @Inayati Khaerinnisaa , sebelumnya beliau membahas buku fast thinking –slow thinking juga factfullness, buku ini menjadi tiga serangkai tentang bagaimana bias atau cognitive eror dapat terjadi tanpa kita sadari
Pengarang buku ini Rolf Dobelli dari swiss seorang novelis dan enterpreuneur, aslinya dalam Bahasa Jerman bukunya
Dijelaskan di bukunya ada 99 cognitive error/ ilusi/kesalahan berfikir yg dijelaskan, namun dalam review kali ini hanya 5 saja dan 94 lainya diharapkan dapat membaca sendiri bukunya
Swimmer body illusion, misalkan Michael phelps seorang perenang badanya bagus, kita ingin memiliki badan seperti dia dgn cara rajin berenang, padahal klo kita rajin berenang belu tentu badan kita menjadi seperti Michael phelps, dikarenakan setiap orang memiliki keuinikan masing masing.
The sunk cost fallacy, kecenderungan melihat masa lalu, misalkan kita udah sejauh ini sudah invest time, energy dll masa kita harus berhenti
Paradox of choice, kecenderungan untuk terlalu banyak option, sedangkan the more choice you have , the more unsure, semakin banyak pilihan , semakin bingung.
Hyperbolic discounting, kecenderungan kita untuk pengen cepet mendapat hasil dgn cepat dis\banding mendelay gratification untuk semnetara demi hasil yg lebih baik di masa yg akan datang
New illusion, misalkan membaca berita yg sangat banyak baik di koran, TV maupun medsos terus terbawa emosi yg mana bnyk juga yg sifatnya provokasi, hoax dll , itu sebenrnya apakah we realy need to know everything that happen in the world? Yg mana sebenernay irelevan untuk kita dan mungkin wasting our time .
Setelah bukunya di review, dilanjutkan oleh komentator oleh Ibu Aat
Menurut beliau
Kehidupan kita merupakan pertempuran antara impulsifitas atau mindless dgn mindfullnes,
80% factor external banyak mempengaruhi impulsifitas kita apalagi sekarang dunia digital banyak sekali sharing2 dari orang lain, sehingga kita banyak mengikui ap aakata orang bukan mendengarkan suara hati kita yg sebenernya
Pertempuran antara ilusi dgn reality
Kita banyak terjabak pada ilusi yg akhirnya berakhir pada penyesalan dikarenakan kita kurang berfikir dan refleksi sebelumnya, dalam mengambil keputusan kita terjebak pada implusifitas
Juga banyak yg terjebak pada masal lalu kerane terlalu difikirkan dan membebani kita tetapi masa depan dan sekarang kurang kita fikirkan/fokuskan
Klo kita fokus pada masa lalu akan terjadi playing victim, kkita menyalahkan diri kita, kita menyalahkan orang lain, jug acara memandang diri yg negative, padahal itu tdk perlu karena membuat cemas dan khawatir dan terbawa emosi negative
Masa lalu membuat kita terjebak dalam belief system yg salah seperti dialog dialog negative yg bisa timbul membuat kita tdk bisa move on atau bahkan dapat melukai diri sendiri yg mana sebenrnay tdk perlu
Adnya playing victim membuat kita seolah tak dapat memilih kehidupan yg kita inginkan dan tdk berdaya, mudah blaming diri sendiri dan orang lain, bisa juga menjadi pribadi yg agresive dan mudah marah atau sebaliknya pribadi yg sangat pengalah
Kita salah dalam meandang diri kita yg dipenrahui persepsi,opini, growth mindset tdk timbul karena adanya limiting belief yg salah, mental block, perasaan powerless, dan kesadaran yg kurang dan subjective juga menjadi reaktif
Klo kita membiarkanya tdk akan terjadi perubahan dalam diri kita dan emosi masa lalu tsb sll mempengaruhi
Nah tips triknya sbb
Kenali diri sendiri, apakah kita sudah bertanya di dalam suara hati kita, hening sejenak, jangan terjebak dalam kerusuhan yg terjadi di dunia,berfikir sebentar dan lebih mendalam,
Klo kita berpatokan pada internal kita , akan timbul growth mindset, apa sih sebenrnay yg menjadi noble purpose kita di dunia ini kita fokuskan saja di situ jangan ikut2an kata orang, apa sih yg sebenernay kita inginkan di dunia ini
Listening yourself , stop,jeda,memahami emosi yg timbul jangan reaktif langsung mengambil tindakan
Selain itu menjadi imperfect tdk ada yg salah, akui kegagalan yg ada , terima/acceptance, dikarenakan manusia sangat terbatas dan tdk ada yg suoer human/perfect,
Ada yg bagus I om ok for not ok , tdk apa apa menjadi yg seperti sekarang tdk perlu compare dgn orang lain
Juga jangan kita memendam emosi, misalkan I am ok but actually not Ok, dikarenakan emosi yg dipendam dan tdk terselesaikan akan menjadi unfinished business dan itu tdk bagus untuk diri kita
Kita jujur pada diri kita dan menjadi pribadi yg otentik, yg unik dan berbeda dari yg lainya karena setiap ornag adalah unik dgn kelebihan dan kekurangan masing masing
Jadikan lah emosi seperti awan , dia datang dan pergi seperti hujan kadang hujan dan cerah, karena begitulan kehidupan kadang naik dan turun
Pagi sedih , siang senang tdk masalah, semakin banyak emosi yg kita hadapi, ratusan malah keren klo kita bisa mengontrolnya kita menjadi orang yg cerdas emosi atau EQ tinggi, seakin turbulence hidup kita itu berarti kita kaya namun bukan kaya materi/harta tetapi kaya akan pengalaman kehidupan.
Menerima ketidaksempurnaan
Tersu kita menjadi mindfull, berfikir secara mendalam dan tdk impulsive menggunakan emosi
Fikiranlah yg menjadi tuan bukan emosi kita dan kita sadar dalam melakukan sesuatu
Kita tahu bahwa apa yg kita lakukan merupakan pilihan kita dgn segala macam resikonya
Perbanyak apresiasi, hargai apa yg ada di hadapan kita seperti bernafas dgn oksigen, melihat bunga bermekaran indah sekali
Kebahagiaan tdk perlu di cari hanya perlu di sadari dikarenakna kehidupan pada dasarnya adalah suat Anugrah yg banyak sekali
Stop menghakimi/judging
Tidak usah terburu buru, slow aja, nikmati prosesnya
semua momen adalah pembelajaran
kosongkan gelas kita
realitas itu indah dan ilusi hanyalah ilusi
akui keterbatasan kita , memang kita seperti itu jangan terlalu mengejar kesempurnaan
aktifkan semau panca indera, rasakan sekeliling kita, rasakan kelembutan, melihat dunia dgn hati yg peka,
here and now not the past