Reviewer: Deni Yulian
Guest: Jaha Nababan
Moderator: Imam Darmawan
By : gatot Widayanto
Menarik sekali review buku kali ini karena sosok yang dibahas, Bill Campbell, pada dasarnya tidak mau diwawancara untuk dirinya dibuat buku. Buku ini justru dibuat setelah dia meninggal dan merupakan kisah yang dikumpulkan dari 80 orang Leaders yang ada di Silicon Valley. Pada dasarnya Bill adalah seorang coach atau pelatih dari klub football atau yang biasa disebut dengan rugby. Deni Yulian menuturkan dengan runtut kisah perjalanan ini bahkan ketika Bill menjadi sopir taksi dan menguasai daerah Manhattan. Selama 39 tahun dia fokus di olahraga dan baru kemudian dia masuk dunia bisnis pada saat bergabung dengan biro iklan kemudian pernah di Kodak pada tahun 1983 menjadi Head of Customer dari Kodak.
Saya mendapat kesan bahwa Bill Campbell adalah seorang sosok yang humble karena terbukti bahwa dia kurang suka dengan ketenaran misalnya pada saat menolak bukunya ditulis. Saya jadi ingat dengan kisah Jeff Dean dari Google yang menemukan formula untuk adsense-nya Google, dia juga menolak dirinya diwawancara untuk publikasi. Salut.
Beberapa hal yang menarik selain itu adalah:
1.) Lebih menekankan kepada kinerja tim di mana fokusnya adalah pada komunitas yang diharapkan dengan adanya komunitas tersebut maka setiap anggota itu engaged dan menjadi produktif yang kemudian menjadikan setiap individu istimewa, berprestasi.
2.) Ia bekerja untuk seluruh tim bukan hanya pada pimpinan puncak makanya setiap manajer harus menjadi leader yang baik dan kemudian menjadi coach. Menurutnya manajer adalah sebuah posisi sedangkan kualitas leader itu ditentukan oleh orang-orang yang bekerja untuknya.
3.) Dalam setiap pertemuan ia menekankan kepada aspek non teknis misalnya pada akhir pekan kemarin kerjaannya apa saja dalam artian bukan urusan profesi tapi urusan dengan keluarga atau teman. Start with Trip Report.
4.) Pentingnya membangun trust karena ini merupakan dasar dari semua yang dilakukan karena dengan terbangunnya trust selanjutnya akan lebih mudah.
5.) Fokus bukan pada menang dalam pertarungan atau kompetisi namun ia menghendaki anggotanya mencapai tujuan hidupnya yaitu berhasil dalam kehidupannya, sukses sepenuhnya.
6.) Jangan menggurui pada saat melakukan one on one .
7.) Coaching hanya bisa dilakukan untuk mereka yang mau alias coachable.
8.) Memimpin berdasarkan prinsip-prinsip utama atau yang ia sebut dengan first principles.
Masih banyak prinsip-prinsip lainnya yang diuraikan oleh reviewer dengan detail dan silakan simak di youtube-nya.
Coach Jaha membahas tentang perbedaan antara coach, mentor dan trainer. Rahasianya 5R: Ramah – Rembuk – Retas – Rayakan – Rencanakan.