Reviewer: Budi Rahardjo
Guest: Seterhen Akbar Suriadinata (Saska)
Moderator: Deni Yulian
Oleh : Gatot Widayanto
Sesi ini bisa dibilang unik dan seru karena dua hal. Pertama, emua narasumber adalah alumni Teknik Elektro ITB meski beda angkatan semuanya. Kedua, tiga-tiganya terlibat langsung dalam bidang inovasi baik dalam hal bacaan bukunya maupun praktek dalam profesi mereka masing-masing. Seru banget! Tidak heran bila diskusinya berlanjut hingga After Party yang baru selesai jam 22:36 dan diikuti 24 orang. Sesi utama (The Party) diikuti Zoom oleh 52 orang, belum lagi yang nyimak via youtube di channel https://www.youtube.com/@breedbookreview .
Saya sebenarnya malu karena baru membaca buku (terbit tahun 2001) baru belakangan ini dan tuntas membacanya sehari sebelum sesi ini digelar. Saya merasakan manfaat langsung dari buku ini karena bagi saya ini juga merupakan validasi terhadap apa yang saya kerjakan selama ini sebagai konsultan, sering sekali saya lakukan brainstorming (curah gagasan). Saya setuju bahwa buku ini WAJIB dibaca oleh siapapun meski produk yang dibahas sudah banyak yang outdated. Namun prinsipnya masih relevan bahkan “lebih” relevan lagi dengan perkembangan dunia saat ini.
Pertama, buku ini tidak sekedar membahas inovasi namun justru menekankan bahwa setiap orang punya kesembapat menjadi innovator. Bahkan Tom Kelley menekankan, yang lebih penting adalah “innovator” buan sekedar inovasinya. Ini jelas inspiratif karena siapa yang tidak ingin menjadi innovator?! Harus digarisbawahi perbedaan antara invention yaitu penemuan baru dan inovasi yaitu tidak harus penemuan namun membuat yang lebih baik dari yang sudah ada. iPhone bukan invention karena sebelumnya sudah ada smartphone, iPhone hanya membuat lebih baik; sebuah inovasi. Lalu, bagaimana menjadi innovator? Wajib membaca buku ini.
Kedua, buku ini menekankan akan pentingnya brainstorming (curah gagasan) yang harus dilakukan se brutal mungkin dan mendorong setiap orang yang ikut prosesnya berpartisipasi aktif dalam topik yang dibahas. Saya senang saat IDEO melakukan inovasi shopping cart (keranjang belanja) yang kemudian disiarkan di ABC TV Night Line “The Deep Dive”. Saya juga suka saat IDEO menggunakan pabrik es krm untuk membuat prototipe kacamata buat ski namun saat musim panas. Inovasinya benar2 keren banget.
Ketiga, buku ini menekankan pentingnya membangun culture of innovation melalui penciptaan ruang kerja yang membuat orang bergairah untuk kontribusi ide. Semua karyawannya penggemar sepeda, tidak heran jika di salah satu ruang diskusi IDEO digantung sebuah sepeda yang membuat aksentuasi menarik dari atmosfir diskusinya.
Salam,