MODUL PEMBELAJARAN
KEGIATAN 1
Modul Pembelajaran: Diskusi Artikel Terkait Inovasi Makanan Berbasis Bioteknologi
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Alokasi Waktu: 2 Jam Pelajaran (JP)
Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu membaca dengan pemahaman artikel terkait inovasi makanan berbasis bioteknologi.
Siswa mampu mengidentifikasi dan menganalisis ide pokok serta gagasan pendukung dalam artikel.
Siswa mampu menyampaikan pendapat serta melakukan diskusi kritis mengenai isi artikel.
Siswa mampu menulis rangkuman dari artikel yang dibaca serta merespons isi artikel tersebut secara tertulis.
Materi Pembelajaran
Pengertian Inovasi Makanan Berbasis Bioteknologi: Definisi, jenis, dan contoh produk makanan yang dihasilkan melalui bioteknologi.
Struktur Artikel Ilmiah: Mengenal struktur artikel ilmiah dan bagaimana memahami informasi dari setiap bagiannya (judul, abstrak, pendahuluan, metode, hasil, diskusi, dan kesimpulan).
Teknik Membaca Kritis: Cara membaca artikel secara efektif untuk menangkap ide pokok, gagasan pendukung, dan menyusun pendapat kritis.
Cara Menulis Rangkuman dan Respon Artikel: Langkah-langkah merangkum isi artikel dan memberikan tanggapan kritis dalam bentuk tulisan.
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1: Membaca dan Menganalisis Artikel (1 JP)
Pendahuluan (10 menit)
Guru memberikan penjelasan singkat tentang inovasi makanan berbasis bioteknologi.
Guru membagikan artikel yang akan dibaca dan didiskusikan kepada siswa.
Kegiatan Inti (30 menit)
Siswa membaca artikel secara individual dengan fokus pada identifikasi ide pokok dan gagasan pendukung.
Siswa membuat catatan tentang informasi penting dan hal-hal yang tidak dipahami.
Penutup (10 menit)
Guru dan siswa mendiskusikan secara singkat isi artikel dan kesulitan yang dialami saat membaca.
Guru memberikan tugas kepada siswa untuk menyiapkan pertanyaan atau pendapat terkait artikel yang telah dibaca untuk diskusi pada pertemuan berikutnya.
Pertemuan 2: Diskusi dan Penulisan Rangkuman (1 JP)
Pendahuluan (5 menit)
Guru mengulas kembali isi artikel dan tujuan diskusi.
Kegiatan Inti (35 menit)
Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil untuk berdiskusi tentang isi artikel, mengajukan pertanyaan, dan saling memberikan tanggapan.
Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi mereka.
Guru memberikan panduan dan klarifikasi jika diperlukan.
Penutup (10 menit)
Siswa menulis rangkuman dan tanggapan pribadi terhadap artikel yang dibaca dan didiskusikan.
Guru memberikan umpan balik awal terhadap hasil rangkuman yang telah dibuat.
Penilaian
Penilaian Kognitif:
Membaca Kritis: Keterampilan siswa dalam memahami artikel dan mengidentifikasi ide pokok serta gagasan pendukung. (Rubrik Penilaian: Skala 1-4)
Diskusi: Kemampuan siswa dalam berdiskusi, menyampaikan pendapat, serta merespons argumen orang lain secara kritis. (Rubrik Penilaian: Skala 1-4)
Penilaian Afektif:
Kerjasama dalam Diskusi: Partisipasi siswa dalam diskusi kelompok dan kemauan untuk bekerja sama dengan teman sekelompok. (Rubrik Penilaian: Skala 1-4)
Penilaian Psikomotorik:
Penulisan Rangkuman: Keterampilan siswa dalam merangkum isi artikel secara jelas dan sistematis serta memberikan tanggapan tertulis yang relevan. (Rubrik Penilaian: Skala 1-4)
Alat dan Perlengkapan
Artikel ilmiah atau populer terkait inovasi makanan berbasis bioteknologi (dapat berupa cetakan atau file digital).
Lembar kerja siswa untuk mencatat ide pokok dan gagasan pendukung.
Kertas dan alat tulis untuk menulis rangkuman.
Papan tulis dan spidol untuk presentasi hasil diskusi.
KEGIATAN 2
Modul Pembelajaran: Laporan Eksperimen Fermentasi (Tempe dan Tape Singkong)
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Alokasi Waktu: 2 Jam Pelajaran (JP)
Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu menyusun laporan ilmiah yang sistematis berdasarkan eksperimen fermentasi tempe dan tape singkong.
Siswa mampu menjelaskan proses dan hasil eksperimen fermentasi dalam bentuk tulisan ilmiah.
Siswa mampu menggunakan bahasa baku dan struktur yang tepat dalam penulisan laporan ilmiah.
Siswa mampu melakukan evaluasi terhadap hasil eksperimen yang dilakukan serta menarik kesimpulan yang relevan.
Materi Pembelajaran
Struktur Laporan Ilmiah: Memahami komponen utama dalam laporan ilmiah, termasuk pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, dan kesimpulan.
Bahasa dalam Laporan Ilmiah: Penggunaan bahasa formal dan baku, penulisan kalimat efektif, dan penggunaan istilah ilmiah yang tepat.
Teknik Penyusunan Laporan Eksperimen: Langkah-langkah menulis laporan berdasarkan hasil eksperimen fermentasi tempe dan tape singkong, mulai dari deskripsi proses hingga analisis hasil.
Cara Menarik Kesimpulan: Membuat kesimpulan berdasarkan data hasil eksperimen dan kaitannya dengan teori yang telah dipelajari.
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1: Penyusunan Laporan Ilmiah (1 JP)
Pendahuluan (10 menit)
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan pentingnya laporan ilmiah dalam dunia akademik.
Guru menampilkan contoh laporan ilmiah sederhana untuk memberikan gambaran kepada siswa tentang bentuk laporan yang akan disusun.
Kegiatan Inti (30 menit)
Siswa menyiapkan draft laporan ilmiah dengan mengikuti struktur yang telah dijelaskan: Pendahuluan, Metode, Hasil, Pembahasan, dan Kesimpulan.
Setiap bagian dari laporan dijelaskan secara rinci oleh guru, kemudian siswa diminta untuk mulai menulis bagian Pendahuluan dan Metode.
Guru memberikan bimbingan individual kepada siswa yang memerlukan bantuan dalam penulisan laporan.
Penutup (10 menit)
Guru meminta siswa untuk menyelesaikan draft bagian Hasil dan Pembahasan di rumah.
Guru mengingatkan siswa untuk menggunakan bahasa formal dan menghindari kesalahan penulisan.
Pertemuan 2: Penyelesaian Laporan dan Review (1 JP)
Pendahuluan (5 menit)
Guru memeriksa kemajuan siswa dalam menulis laporan ilmiah dan memberikan umpan balik singkat.
Kegiatan Inti (35 menit)
Siswa melanjutkan penulisan laporan dengan fokus pada bagian Pembahasan dan Kesimpulan.
Siswa diminta untuk saling bertukar laporan dengan teman sekelas untuk memberikan masukan (peer review).
Guru mengumpulkan laporan akhir yang telah direvisi berdasarkan masukan dari teman sekelas.
Penutup (10 menit)
Guru memberikan refleksi dan penekanan pada pentingnya penulisan laporan yang baik sebagai dokumentasi hasil penelitian ilmiah.
Laporan akhir dikumpulkan untuk dinilai.
Penilaian
Penilaian Kognitif:
Struktur Laporan: Kesesuaian laporan dengan struktur ilmiah yang benar (Pendahuluan, Metode, Hasil, Pembahasan, Kesimpulan). (Rubrik Penilaian: Skala 1-4)
Pemahaman dan Analisis: Kualitas analisis hasil eksperimen dan kesimpulan yang diambil berdasarkan data. (Rubrik Penilaian: Skala 1-4)
Penilaian Afektif:
Kemandirian dan Tanggung Jawab: Keterlibatan siswa dalam proses penulisan laporan dan penyelesaian tugas dengan tepat waktu. (Rubrik Penilaian: Skala 1-4)
Penilaian Psikomotorik:
Kemampuan Menulis: Penggunaan bahasa yang baik dan benar, kejelasan ide, serta penggunaan tata bahasa yang tepat dalam laporan ilmiah. (Rubrik Penilaian: Skala 1-4)
Alat dan Perlengkapan
Hasil eksperimen fermentasi tempe dan tape singkong.
Contoh laporan ilmiah sederhana sebagai referensi.
Kertas dan alat tulis, atau komputer untuk pengetikan laporan.
Rubrik penilaian laporan ilmiah untuk evaluasi dan umpan balik.
KEGIATAN 3
Modul: Persiapan Presentasi Proyek
I. Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu menyusun presentasi proyek dalam Bahasa Indonesia dan Inggris dengan struktur yang baik.
Siswa dapat mempersiapkan materi presentasi yang efektif dan menarik.
Siswa mampu menguasai teknik presentasi untuk menyampaikan ide secara jelas dan meyakinkan dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris).
II. Materi
1. Struktur Presentasi Proyek
Introduction: Pengantar proyek, termasuk latar belakang dan tujuan.
Methodology: Penjelasan tentang metode atau langkah-langkah yang diambil dalam proyek.
Results: Penyajian hasil proyek, baik dalam bentuk data, grafik, atau visual lainnya.
Discussion: Analisis hasil dan implikasi dari proyek.
Conclusion: Kesimpulan dan rekomendasi.
Q&A Preparation: Persiapan untuk menjawab pertanyaan dari audiens.
2. Teknik Penyusunan Materi Presentasi
Pemilihan konten yang relevan dan signifikan untuk disampaikan.
Penggunaan visual aids (gambar, grafik, tabel) yang mendukung presentasi.
Menyusun slide yang informatif namun tidak berlebihan (use of bullet points, clarity).
3. Teknik Penyampaian Presentasi
Public speaking: Teknik berbicara di depan umum, termasuk intonasi, kecepatan bicara, dan bahasa tubuh.
Dual language presentation: Tips untuk berpindah antara Bahasa Indonesia dan Inggris secara efektif.
Managing audience interaction: Teknik untuk menangani pertanyaan dan menjaga keterlibatan audiens.
III. Kegiatan Siswa
Penyusunan Slide Presentasi
Siswa menyusun slide presentasi yang mencakup semua bagian utama dari proyek mereka.
Slide dibuat dalam dua bahasa, dengan Bahasa Indonesia dan Inggris digunakan sesuai konteks presentasi.
Latihan Penyampaian Presentasi
Siswa berlatih menyampaikan presentasi di depan kelompok kecil atau teman sekelas.
Fokus pada penggunaan bahasa, penguasaan materi, dan interaksi dengan audiens.
Simulasi Presentasi
Siswa melakukan simulasi presentasi lengkap di depan kelas.
Latihan ini termasuk sesi tanya jawab untuk melatih kesiapan siswa dalam menghadapi pertanyaan audiens.
Feedback Session
Teman sekelas dan guru memberikan feedback terkait penyampaian, struktur materi, dan penggunaan bahasa.
IV. Penilaian
Struktur dan Konten Presentasi (40%)
Ketepatan penyusunan slide dan urutan penyampaian materi.
Kualitas informasi yang disajikan dalam dua bahasa.
Keterampilan Penyampaian (30%)
Kejelasan dan kelancaran dalam menyampaikan presentasi.
Penggunaan Bahasa Indonesia dan Inggris secara efektif.
Interaksi dengan Audiens (20%)
Kemampuan menjawab pertanyaan dengan jelas dan tepat.
Keterlibatan audiens selama presentasi.
Feedback dan Refleksi (10%)
Kemampuan menerima dan menerapkan feedback yang diberikan.
Refleksi terhadap performa presentasi dan rencana perbaikan.
V. Alat dan Perlengkapan
Komputer/Laptop
Untuk membuat dan menyunting slide presentasi.
Perangkat Lunak Presentasi
PowerPoint, Google Slides, atau alat presentasi lainnya.
Proyektor atau Layar
Untuk menampilkan presentasi selama simulasi dan presentasi final.
Papan Tulis & Marker
Untuk menjelaskan poin tambahan selama sesi tanya jawab.
Akses Internet
Untuk mencari referensi tambahan dan materi pendukung.
VI. Referensi
Buku panduan presentasi dan public speaking.
Contoh presentasi proyek dalam Bahasa Indonesia dan Inggris.
MATERI YANG DIAJARKAN
PROJEK
MEMBUAT LAPORAN ILMIAH TENTANG BIOTEKNOLOGI YANG DIBUAT OLEH MASING MASING KELOMPOK. BENTUK LAPORANYA BERISI:
JUDUL PEMBUATAN
PENDAHULUAN
TUJUAN PENELITIAN
METODE/ALAT DAN BAHAN
LANGKAH LANGKAH PEMBUATAN
HASIL
PEMBAHASAN
KESIMPULAN
BOLEH MENGGUNAKAN KERTAS F4 ATAU APLIKASI LAINYA, SEPERTI CANVA DAN LAIN LAIN
catatan: wajib di percantik ,
contoh
Tempe adalah produk fermentasi kedelai yang sangat populer di Indonesia dan banyak negara lain karena nilai gizinya yang tinggi dan manfaat kesehatan. Tempe dibuat melalui proses fermentasi kedelai dengan jamur Rhizopus oligosporus, yang mengubah kedelai menjadi produk yang lebih mudah dicerna dan kaya protein. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses pembuatan tempe, menganalisis pengaruh variabel proses terhadap kualitas tempe, dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi hasil akhir.
Tujuan Penelitian:
Menjelaskan prosedur pembuatan tempe dari kedelai.
Menganalisis pengaruh waktu dan suhu fermentasi terhadap kualitas tempe.
Menilai tekstur, rasa, dan kandungan protein tempe yang dihasilkan.
Pertanyaan Penelitian:
Bagaimana langkah-langkah pembuatan tempe dari kedelai?
Bagaimana pengaruh waktu dan suhu fermentasi terhadap kualitas tempe?
Apa saja faktor yang mempengaruhi tekstur, rasa, dan kandungan protein tempe?
Bahan dan Alat:
Bahan: Kedelai (1 kg), ragi tempe (5 gram), air bersih.
Alat: Panci, saringan, alat penggiling, cetakan tempe, oven atau tempat fermentasi, timbangan, alat uji tekstur, dan alat uji kandungan protein.
Prosedur Pembuatan Tempe:
Persiapan Kedelai:
Kedelai direndam dalam air selama 12 jam untuk melunakkan.
Setelah direndam, kedelai direbus dalam air mendidih selama 30 menit untuk menghilangkan zat anti-nutrisi.
Pengolahan:
Kedelai direbus kemudian dikupas kulitnya dan dihancurkan.
Campurkan kedelai yang telah dihancurkan dengan ragi tempe dan aduk rata.
Pencetakan dan Penetapan:
Masukkan campuran kedelai ke dalam cetakan dan ratakan.
Tutup cetakan dengan kain bersih dan biarkan selama 1-2 jam pada suhu kamar untuk memulai proses fermentasi.
Fermentasi:
Fermentasi dilakukan pada suhu 30°C dan waktu fermentasi diuji pada 24, 36, dan 48 jam.
Tempe ditempatkan di dalam oven atau tempat fermentasi dengan suhu terkontrol.
Pengujian Kualitas:
Tekstur: Uji kekerasan tempe menggunakan alat uji tekstur.
Rasa: Panelis uji rasa melakukan penilaian organoleptik.
Kandungan Protein: Kandungan protein diukur menggunakan metode Kjeldahl.
Tekstur Tempe:
24 Jam Fermentasi: Tekstur tempe lembut dan sedikit berpori.
36 Jam Fermentasi: Tekstur tempe lebih padat dan kenyal.
48 Jam Fermentasi: Tekstur tempe semakin padat dan keras.
Rasa Tempe:
24 Jam Fermentasi: Rasa tempe masih kurang intens dengan aroma fermentasi yang ringan.
36 Jam Fermentasi: Rasa tempe lebih kuat dan khas, dengan aroma fermentasi yang lebih jelas.
48 Jam Fermentasi: Rasa tempe sangat kuat dengan aroma fermentasi yang mencolok.
Kandungan Protein:
24 Jam Fermentasi: Kandungan protein 15%.
36 Jam Fermentasi: Kandungan protein 17%.
48 Jam Fermentasi: Kandungan protein 19%.
Proses Pembuatan Tempe: Proses pembuatan tempe dari kedelai terdiri dari beberapa langkah penting, termasuk perendaman, perebusan, pengolahan, pencetakan, dan fermentasi. Setiap langkah mempengaruhi kualitas tempe yang dihasilkan.
Pengaruh Waktu dan Suhu Fermentasi: Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu fermentasi yang lebih lama meningkatkan padatnya tekstur tempe dan kandungan protein, tetapi juga menguatkan rasa dan aroma. Hal ini menunjukkan bahwa waktu fermentasi yang optimal harus disesuaikan dengan tujuan penggunaan tempe.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kualitas Tempe: Faktor-faktor seperti suhu fermentasi, waktu fermentasi, dan rasio ragi tempe berperan penting dalam menentukan kualitas tempe. Suhu fermentasi yang konsisten dan waktu fermentasi yang tepat diperlukan untuk menghasilkan tempe dengan tekstur, rasa, dan kandungan protein yang diinginkan.
Pembuatan tempe melibatkan beberapa langkah penting yang harus dilakukan dengan hati-hati untuk mendapatkan kualitas yang baik. Waktu fermentasi memiliki pengaruh signifikan terhadap tekstur, rasa, dan kandungan protein tempe. Tempe yang difermentasi selama 48 jam menghasilkan produk dengan tekstur yang lebih padat, rasa yang lebih kuat, dan kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan waktu fermentasi yang lebih singkat. Penelitian ini menunjukkan pentingnya pengaturan waktu dan suhu fermentasi untuk menghasilkan tempe dengan kualitas optimal.
LEMBAR PENGUMPULAN TUGAS