EU–APMA MHRD Scholarship adalah istilah yang digunakan untuk menyebut dukungan beasiswa dari Uni Eropa bagi peserta Master of Arts in Human Rights and Democratisation in Asia Pacific—APMA.
Program ini merupakan program magister internasional dan interdisipliner yang berfokus pada hubungan antara:
hak asasi manusia;
demokratisasi;
perdamaian;
pembangunan;
keadilan sosial;
pemerintahan;
serta tantangan politik dan sosial di kawasan Asia-Pasifik.
Program APMA dikoordinasikan oleh Institute of Human Rights and Peace Studies—IHRP, Mahidol University, Thailand. Gelar akademiknya diberikan oleh Mahidol University, tetapi proses pendidikan dilaksanakan melalui konsorsium universitas di beberapa negara Asia-Pasifik.
Beasiswa tersebut didukung melalui Global Campus of Human Rights, sebuah jaringan internasional yang melibatkan lebih dari 100 institusi pendidikan tinggi yang bergerak dalam pendidikan dan penelitian hak asasi manusia. Program Global Campus dan APMA memperoleh dukungan serta pembiayaan bersama dari European Commission. Dokumen dan halaman resmi program juga menggunakan istilah European Union APMA Scholarship.
APMA merupakan singkatan dari:
Asia Pacific Master of Arts in Human Rights and Democratisation
Pada halaman Global Campus, program tersebut juga disebut:
Master in Human Rights and Democratisation in Asia-Pacific
APMA adalah nama regional program dan jaringan akademiknya.
MHRD umumnya digunakan sebagai singkatan dari:
Master in Human Rights and Democratisation
Di Universitas Gadjah Mada, program kerja sama ini sering disebut sebagai APMA MHRD Scholarship atau Master of Human Rights and Democratisation Program.
EU–APMA Scholarship bukan program studi yang berbeda. Istilah tersebut merujuk pada dukungan beasiswa Uni Eropa bagi peserta yang diterima pada program APMA.
Dengan demikian, calon pelamar pada dasarnya mendaftar ke:
Master of Arts in Human Rights and Democratisation, International Program, Mahidol University
Di dalam aplikasi tersebut, pelamar dapat menyatakan bahwa ia juga ingin dipertimbangkan untuk memperoleh EU–APMA Scholarship. Menurut FAQ resmi, tidak terdapat proses aplikasi beasiswa yang sepenuhnya terpisah. Pelamar menyatakan permohonan beasiswa dalam aplikasi program.
Penerimaan terbaru yang dipublikasikan secara resmi adalah:
APMA Academic Year 2026
Pendaftaran dibuka untuk peserta yang akan memulai studi pada Agustus 2026.
Batas waktu yang tercantum pada pengumuman resmi Mahidol University dan Global Campus adalah:
2 Maret 2026
Per 15 Juli 2026, pendaftaran untuk angkatan Agustus 2026 telah ditutup. Pengumuman penerimaan tahun akademik 2027 belum ditemukan pada halaman resmi ketika informasi ini diperiksa. Calon pelamar periode berikutnya perlu memantau website Global Campus of Human Rights dan Institute of Human Rights and Peace Studies Mahidol University.
Terdapat ketidakkonsistenan pada sumber resmi mengenai durasi APMA.
Halaman resmi Global Campus menyebutkan bahwa APMA adalah:
program selama 12 bulan;
dimulai pada Agustus;
dan diselesaikan melalui dua semester sampai sekitar Juli tahun berikutnya.
FAQ resmi IHRP juga menyebut APMA sebagai program intensif satu tahun atau 12 bulan.
Namun, pengumuman penerimaan APMA 2026 dari Mahidol University menyebut program tersebut sebagai:
interdisciplinary 1.5-year programme
Sumber tersebut tidak menjelaskan apakah tambahan waktu tersebut mencakup proses akhir tesis, administrasi kelulusan, publikasi, atau struktur kurikulum yang telah diperbarui.
Karena terdapat perbedaan tersebut, calon pelamar sebaiknya meminta konfirmasi tertulis mengenai:
durasi registrasi akademik;
jadwal perkuliahan;
batas waktu penyerahan tesis;
tanggal kelulusan;
dan durasi pasti pembiayaan beasiswa.
Hal yang harus diperhatikan adalah bahwa FAQ dan panduan beasiswa menyatakan bahwa dukungan beasiswa hanya diberikan selama 12 bulan. Apabila mahasiswa belum menyelesaikan program setelah periode tersebut, biaya tambahan menjadi tanggung jawab mahasiswa.
APMA diselenggarakan melalui jaringan universitas regional.
Mahidol University merupakan:
universitas koordinator;
tempat mahasiswa menjalani semester pertama;
institusi tempat Institute of Human Rights and Peace Studies berada;
dan universitas yang memberikan gelar akademik APMA.
Kampus IHRP berada di Salaya, Nakhon Pathom, sekitar wilayah metropolitan Bangkok.
Universitas Gadjah Mada menjadi salah satu lokasi semester kedua. Kegiatan APMA di UGM dikelola bersama Departemen Politik dan Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
UGM menjadi pilihan penting bagi mahasiswa yang tertarik pada:
politik dan pemerintahan;
demokratisasi;
hak asasi manusia di Indonesia;
masyarakat sipil;
pemilu;
politik sumber daya alam;
tata kelola;
serta hubungan negara dan warga negara.
Ateneo de Manila University merupakan universitas mitra di Filipina. Mahasiswa dapat mempelajari konteks hukum, demokrasi, masyarakat sipil, transisi politik, dan advokasi hak asasi manusia di Filipina.
Kathmandu School of Law menjadi universitas mitra di Nepal. Institusi ini mempunyai pengalaman dalam pendidikan:
hukum hak asasi manusia;
keadilan sosial;
hukum humaniter;
konflik;
demokratisasi;
gender;
serta akses terhadap keadilan.
Program bermitra dengan Centre for the Study of Human Rights, University of Colombo. Mahasiswa dapat mempelajari konteks:
konflik dan pascakonflik;
transitional justice;
minoritas;
gender;
hak ekonomi dan sosial;
pemerintahan;
dan demokratisasi di Sri Lanka.
National University of Timor-Leste tercantum sebagai associate member atau institusi yang berpartisipasi dalam jaringan akademik Global Campus Asia-Pacific.
Salah satu ciri utama APMA adalah mahasiswa tidak menyelesaikan seluruh studi hanya pada satu kampus.
Semester pertama umumnya berlangsung dari:
Agustus sampai Desember
Mahasiswa belajar di Institute of Human Rights and Peace Studies, Mahidol University.
Pada tahap ini, mahasiswa memperoleh fondasi mengenai:
konsep dan teori hak asasi manusia;
norma dan mekanisme internasional;
demokratisasi;
pelanggaran hak asasi manusia;
metode penelitian;
analisis politik;
serta hubungan antara hak asasi manusia, perdamaian, dan pembangunan.
Perkuliahan melibatkan dosen Mahidol University, akademisi konsorsium, praktisi, aktivis, dan pembicara tamu dari berbagai negara.
Pada Januari, mahasiswa mengikuti Human Rights and Democratisation Intensive Course.
Kegiatan dapat berbentuk:
kuliah intensif;
lokakarya;
studi kasus;
kunjungan lapangan;
diskusi dengan masyarakat;
pertemuan dengan organisasi masyarakat sipil;
dan observasi langsung terhadap isu hak asasi manusia.
Tema intensive course berubah setiap tahun. Contoh tema yang pernah digunakan meliputi:
perbatasan dan migrasi;
pembangunan dan hak asasi manusia;
isu kritis dan baru dalam hak asasi manusia;
serta tantangan perlindungan hak di kawasan Asia-Pasifik.
Kegiatan lapangan sebelumnya pernah diselenggarakan di Mae Sot, Chiang Mai, dan wilayah lain di Thailand.
Sekitar Februari sampai Juli, mahasiswa berpindah ke salah satu universitas mitra di:
Indonesia;
Filipina;
Nepal;
atau Sri Lanka.
Pada tahap tersebut, mahasiswa:
mengambil mata kuliah lanjutan;
memperoleh pembimbing tesis dari universitas mitra;
melaksanakan penelitian;
menyusun tesis;
dan dapat menjalani internship atau applied research bersama organisasi hak asasi manusia atau organisasi demokrasi.
Program memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menyatakan preferensi universitas mitra.
Namun, penerima beasiswa tidak sebaiknya menganggap bahwa pilihan pertama pasti disetujui. Penempatan dapat mempertimbangkan:
kesesuaian topik penelitian;
ketersediaan pembimbing;
kapasitas universitas mitra;
distribusi mahasiswa;
biaya perjalanan;
kebutuhan akademik;
dan keputusan konsorsium.
Dokumen UGM dan beberapa halaman mitra menggunakan istilah bahwa mahasiswa dapat memilih universitas mitra. Akan tetapi, panduan beasiswa sebelumnya juga menunjukkan bahwa penempatan penerima scholarship dapat mempertimbangkan best fit antara preferensi mahasiswa dan kebutuhan program.
Pelamar perlu menjelaskan dalam aplikasi:
universitas mitra yang diinginkan;
alasan akademik memilih universitas tersebut;
relevansi universitas dengan topik penelitian;
dan alternatif universitas lain apabila pilihan pertama tidak tersedia.
Mahasiswa menyelesaikan delapan mata kuliah dalam dua semester.
Komponen utama kurikulum mencakup:
Human Rights Norms and Mechanisms;
Dynamics of Human Rights Violations;
Concepts atau Theory of Human Rights and Democratisation;
Human Rights and Democratisation Research;
Research Methods;
Critical and Emerging Issues in Human Rights and Democratisation in Asia Pacific;
Human Rights and Democratisation Intensive;
Human Rights and Democratisation Practicum;
Practical Skills in Human Rights Protection and Promotion;
serta Applied Research.
Applied Research memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memilih salah satu jalur, seperti:
internship pada organisasi hak asasi manusia;
internship pada organisasi demokrasi;
penelitian terapan bersama organisasi;
atau penulisan karya penelitian yang menjawab persoalan praktis lembaga mitra.
Model ini membuat APMA tidak hanya berorientasi pada teori. Mahasiswa diharapkan mampu menerapkan prinsip hak asasi manusia dalam:
advokasi;
penelitian;
kebijakan;
pendampingan masyarakat;
pendidikan hak asasi manusia;
penyusunan laporan;
dokumentasi pelanggaran;
dan penguatan organisasi masyarakat sipil.
APMA menerima topik yang berkaitan dengan hak asasi manusia dan demokratisasi di Asia-Pasifik.
Contoh bidang penelitian meliputi:
hak sipil dan politik;
hak ekonomi, sosial, dan budaya;
hak atas kesehatan;
hak atas pendidikan;
hak atas lingkungan yang bersih dan sehat;
demokrasi dan pemerintahan;
kebebasan berpendapat;
kebebasan pers;
kebebasan berkumpul;
kebebasan beragama;
perlindungan minoritas;
hak masyarakat adat;
hak perempuan;
kesetaraan gender;
hak anak;
disabilitas;
migrasi;
pengungsi;
perdagangan manusia;
konflik dan perdamaian;
transitional justice;
pembangunan dan hak asasi manusia;
bisnis dan hak asasi manusia;
perubahan iklim;
teknologi digital;
privasi;
kecerdasan buatan;
pemilu;
masyarakat sipil;
keamanan manusia;
kesehatan masyarakat;
dan diskriminasi.
Topik harus mempunyai hubungan yang jelas dengan:
prinsip hak asasi manusia;
tantangan demokratisasi;
kondisi Asia-Pasifik;
serta implikasi kebijakan atau praktik.
Ya. APMA menerima pelamar dengan gelar sarjana dari bidang apa pun.
Lulusan farmasi, kedokteran, keperawatan, kesehatan masyarakat, psikologi, atau ilmu kesehatan dapat mengembangkan topik seperti:
hak atas kesehatan;
akses obat esensial;
akses layanan kesehatan;
diskriminasi dalam pelayanan kesehatan;
hak pasien;
hak kesehatan reproduksi;
paten obat dan hak asasi manusia;
perlindungan kelompok rentan;
hak penyandang disabilitas;
kesehatan pengungsi dan migran;
kesehatan masyarakat adat;
etika penelitian;
privasi data kesehatan;
kesehatan mental;
akses vaksin;
atau dampak kebijakan kesehatan terhadap keadilan sosial.
Latar belakang nonhukum atau nonsosial tidak menjadi hambatan selama pelamar dapat menunjukkan hubungan antara pengalaman sebelumnya dengan hak asasi manusia dan demokratisasi. FAQ resmi menyatakan bahwa pelamar dari semua latar belakang akademik diperbolehkan mendaftar.
Pelamar harus mempunyai gelar sarjana pada bidang apa pun.
IPK minimum yang dipersyaratkan adalah:
2,50 atau setara
Pelamar tidak harus berasal dari:
hukum;
politik;
hubungan internasional;
ilmu sosial;
atau studi hak asasi manusia.
Lulusan sains, kesehatan, ekonomi, pendidikan, teknik, komunikasi, seni, dan disiplin lain tetap dapat mendaftar.
Mahasiswa yang sedang berada pada tahun terakhir program sarjana dapat mengajukan aplikasi.
Pelamar perlu menyerahkan surat dari universitas yang menjelaskan:
status sebagai mahasiswa tingkat akhir;
tanggal perkiraan kelulusan;
dan kepastian bahwa gelar dapat diselesaikan sebelum program APMA dimulai.
Pengumuman 2026 tidak mencantumkan batas tanggal kelulusan secara terperinci, sehingga pelamar perlu meminta konfirmasi kepada pengelola program.
Pemegang gelar magister tetap dapat mengajukan APMA.
Namun, dokumen gelar sarjana tetap harus diserahkan karena gelar sarjana merupakan dasar formal penerimaan program.
Bahasa pengantar APMA adalah bahasa Inggris.
Seluruh kegiatan utama, termasuk:
perkuliahan;
diskusi;
presentasi;
tugas;
penelitian;
penulisan tesis;
dan komunikasi lintas universitas
dilakukan dalam bahasa Inggris.
Halaman Global Campus mencantumkan standar berikut:
IELTS Academic overall minimal 5,0;
TOEFL iBT minimal 64;
atau MU ELT minimal 84.
Namun, pengumuman penerimaan APMA 2026 secara khusus mencantumkan:
English Language Test Certificate—IELTS atau TOEFL only
Oleh karena itu, untuk setiap penerimaan, pelamar harus mengikuti dokumen call for applications terbaru. Jangan mengasumsikan bahwa MU ELT, TOEFL ITP, Duolingo, TOEIC, atau surat Medium of Instruction pasti diterima apabila tidak disebutkan dalam pengumuman tahun tersebut.
FAQ lama menyatakan bahwa pengecualian dapat dipertimbangkan bagi:
penutur asli bahasa Inggris dari negara tertentu;
atau lulusan universitas di negara berbahasa Inggris yang diakui.
Ketentuan tersebut perlu dikonfirmasi kembali untuk setiap angkatan.
Tidak.
Pengalaman kerja di bidang hak asasi manusia atau bidang terkait merupakan keuntungan, tetapi bukan persyaratan mutlak.
Program terbuka bagi:
aktivis;
staf organisasi masyarakat sipil;
pegawai pemerintah;
dosen;
peneliti;
jurnalis;
advokat;
pekerja pembangunan;
staf organisasi internasional;
pekerja kemanusiaan;
maupun lulusan baru yang mempunyai motivasi kuat.
Pengalaman kerja atau aktivisme dapat memperkuat aplikasi, terutama apabila pelamar dapat menunjukkan:
kontribusi nyata;
kemampuan kepemimpinan;
komitmen terhadap kelompok rentan;
pengalaman penelitian;
advokasi;
pengorganisasian komunitas;
penyusunan kebijakan;
atau pendidikan masyarakat.
Untuk memenuhi syarat beasiswa, seseorang harus:
merupakan warga negara dari negara atau wilayah Asia-Pasifik yang memenuhi syarat; dan
benar-benar bertempat tinggal atau menjadi resident di kawasan tersebut.
Syaratnya bukan hanya kewarganegaraan. Pelamar harus memenuhi unsur national and resident.
Warga negara dari luar Asia-Pasifik tetap dapat mendaftar sebagai mahasiswa APMA, tetapi tidak memenuhi syarat untuk EU–APMA Scholarship.
Panduan resmi APMA 2024 mencantumkan negara dan wilayah berikut sebagai kelompok yang memenuhi syarat untuk full scholarship:
Afghanistan;
Australia;
Bangladesh;
Bhutan;
Brunei Darussalam;
Kamboja;
Cook Islands;
Tiongkok;
Korea Utara;
Fiji;
Guam;
Hong Kong SAR;
India;
Indonesia;
Jepang;
Kiribati;
Laos;
Malaysia;
Maldives;
Micronesia;
Mongolia;
Myanmar;
Nauru;
Nepal;
New Caledonia;
New Zealand;
Niue;
Norfolk Island;
Pakistan;
Palau;
Papua New Guinea;
Filipina;
Samoa;
Singapura;
Solomon Islands;
Korea Selatan;
Sri Lanka;
Taiwan;
Thailand;
Tonga;
Tuvalu;
Vanuatu;
dan Vietnam.
Indonesia secara eksplisit tercantum dalam daftar tersebut.
Daftar negara dapat diperbarui berdasarkan ketentuan pendanaan Uni Eropa. Pelamar harus memeriksa daftar terbaru ketika call for applications berikutnya diterbitkan.
Halaman resmi Global Campus menyebutkan:
kapasitas maksimum program sekitar 30 mahasiswa;
dan tersedia hingga 20 full dan partial scholarships.
Tidak semua mahasiswa yang diterima otomatis memperoleh beasiswa penuh. Sebagian dapat menerima:
full scholarship;
partial scholarship;
atau diterima sebagai self-funded student.
Besarnya kompetisi bergantung pada:
jumlah aplikasi;
kualitas kandidat;
distribusi negara;
anggaran;
dan kebijakan konsorsium pada tahun tersebut.
Beasiswa diberikan secara kompetitif. Penilaian tidak hanya berdasarkan IPK.
Kriteria yang dipertimbangkan mencakup:
representasi geografis kawasan Asia-Pasifik;
komitmen terhadap hak asasi manusia dan demokratisasi;
kekuatan latar belakang akademik;
kemampuan penelitian;
pengalaman profesional yang relevan;
keberagaman mahasiswa;
inklusi;
potensi kontribusi setelah lulus;
serta kemungkinan memberikan dampak terhadap perlindungan hak asasi manusia di kawasan.
Aplikasi yang kuat perlu menunjukkan sekurang-kurangnya dua atau lebih aspek berikut:
rekam jejak akademik yang baik;
pengalaman advokasi;
pengalaman penelitian;
pengalaman organisasi;
keterlibatan masyarakat;
kontribusi terhadap kelompok rentan;
kepemimpinan;
dan rencana karier yang realistis.
FAQ resmi menyatakan bahwa EU–APMA Scholarship dapat mencakup:
biaya kuliah penuh;
tunjangan bulanan;
biaya perjalanan yang timbul karena struktur program;
asuransi kesehatan;
dan bantuan penyelesaian tesis.
Karena tersedia full dan partial scholarship, cakupan individual dapat berbeda. Award letter penerima merupakan dokumen utama untuk menentukan komponen yang benar-benar diberikan.
Panduan APMA 2024 merupakan dokumen resmi terbaru yang ditemukan dengan rincian nominal pendanaan. Angka berikut tidak boleh dianggap otomatis berlaku untuk angkatan 2026 atau 2027, tetapi dapat digunakan sebagai gambaran struktur pembiayaan.
Full scholarship menanggung:
100% tuition fee;
serta biaya akademik wajib selama periode program 12 bulan.
Biaya untuk mata kuliah tambahan yang tidak diwajibkan dalam kurikulum tidak termasuk.
Panduan 2024 mencantumkan:
EUR 500 per bulan selama 12 bulan
Dana dibayarkan dalam baht Thailand berdasarkan nilai tukar yang berlaku.
Jumlah aktual dalam baht dapat berubah karena:
fluktuasi nilai tukar;
jadwal pembayaran;
dan ketentuan administrasi program.
Program memperingatkan bahwa stipend dapat membantu secara signifikan, tetapi belum tentu menanggung seluruh pengeluaran setiap mahasiswa. Penerima tetap disarankan mempunyai dana cadangan.
Panduan 2024 mencantumkan travel allowance sekitar:
EUR 700 sampai EUR 1.400
Besarnya bergantung pada:
negara asal;
lokasi partner university;
dan kebutuhan perjalanan program.
Pembiayaan dapat mencakup perjalanan:
dari negara asal menuju Thailand;
dari Thailand menuju negara universitas mitra;
serta perjalanan lain yang diwajibkan program.
Panduan tersebut membatasi dukungan perjalanan untuk kawasan Asia-Pasifik dan maksimal lima perjalanan selama program. Ketentuan ini dapat berubah pada angkatan terbaru.
Panduan 2024 menyatakan bahwa beasiswa menanggung asuransi kesehatan selama semester pertama di Thailand.
Asuransi pada negara universitas mitra tidak selalu ditanggung secara penuh, kecuali apabila asuransi diperlukan untuk memenuhi persyaratan visa. Penerima perlu mengonfirmasi cakupan asuransi semester kedua sebelum berpindah negara.
Penerima full scholarship dapat memperoleh sekitar:
EUR 100
Dana tersebut digunakan pada tahap akhir tesis untuk membantu biaya:
penyuntingan;
tata letak;
pencetakan;
dan penjilidan.
FAQ resmi program juga masih menyebut bantuan penyelesaian tesis sekitar EUR 100.
Program juga menawarkan partial scholarship.
Namun, halaman resmi terbaru tidak memberikan satu struktur baku mengenai:
persentase tuition waiver;
jumlah stipend;
cakupan tiket;
cakupan asuransi;
atau komponen yang harus dibayar sendiri.
Partial scholarship dapat berbentuk kombinasi dari:
pembebasan sebagian atau seluruh biaya kuliah;
tunjangan hidup dengan nilai lebih rendah;
dukungan perjalanan terbatas;
atau bantuan untuk komponen tertentu.
Pelamar harus membaca surat penawaran secara rinci sebelum menerima partial scholarship.
Pertanyaan yang perlu diajukan meliputi:
Berapa biaya kuliah yang masih harus dibayar?
Apakah terdapat stipend bulanan?
Apakah tiket dari Indonesia ke Thailand ditanggung?
Apakah tiket Thailand ke universitas mitra ditanggung?
Apakah tiket pulang ke Indonesia ditanggung?
Apakah asuransi termasuk?
Berapa lama beasiswa diberikan?
Apakah bantuan tesis termasuk?
Biaya akademik APMA diperkirakan sekitar:
THB 200.000
Nilai tersebut setara kurang lebih dengan EUR 5.000 atau USD 5.500 berdasarkan perkiraan resmi program.
Biaya tersebut belum mencakup:
makanan;
tempat tinggal;
perjalanan;
visa;
asuransi;
penelitian;
dan biaya pribadi.
Biaya aktual dapat berubah sehingga pelamar self-funded harus meminta invoice terbaru.
Panduan resmi menyebutkan bahwa beberapa komponen tidak ditanggung, antara lain:
biaya penelitian lapangan;
pengeluaran lain yang berhubungan dengan field research;
mata kuliah tambahan di luar kurikulum wajib;
biaya pendidikan setelah periode 12 bulan;
dan biaya transaksi bank.
Komponen lain yang belum dijelaskan secara pasti pada pengumuman terbaru meliputi:
biaya visa awal;
re-entry permit;
deposit tempat tinggal;
laptop;
biaya konferensi;
article processing charge;
biaya keluarga;
tiket pasangan atau anak;
asuransi keluarga;
dan biaya apabila tesis terlambat.
Pelamar perlu menyiapkan dana pribadi untuk kebutuhan yang tidak tercantum dalam award letter.
Panduan sebelumnya menunjukkan bahwa sebagian biaya perjalanan menggunakan sistem reimbursement.
Penerima harus menyimpan dokumen asli seperti:
tiket penerbangan;
boarding pass;
e-boarding pass;
official receipt;
invoice;
bukti transfer bank;
bukti pembayaran kartu kredit;
serta kuitansi transportasi darat.
Dokumen harus menggunakan bahasa Inggris atau mempunyai informasi yang dapat diverifikasi.
Karena reimbursement dapat dibayarkan setelah perjalanan, penerima mungkin perlu mempunyai dana terlebih dahulu untuk:
membeli tiket;
membayar transportasi;
atau memenuhi kebutuhan perjalanan.
Jangan membeli tiket sebelum menerima persetujuan program mengenai:
rute;
tanggal;
kelas penerbangan;
batas harga;
dan dokumen reimbursement.
Secara umum, field research dan biaya terkait tidak termasuk dalam full scholarship yang dijelaskan dalam panduan 2024.
Thesis processing allowance hanya ditujukan terutama untuk:
editing;
layout;
printing;
dan binding.
Dana tersebut bukan hibah penelitian penuh.
Mahasiswa yang merencanakan wawancara, survei, atau perjalanan lapangan perlu mempersiapkan:
biaya transportasi;
penerjemah;
enumerator;
transkripsi;
komunikasi;
pengolahan data;
dan kebutuhan penelitian lainnya.
Dalam beberapa tahun, dapat tersedia pendanaan tambahan tematik, misalnya untuk penelitian mengenai hak anak. Pendanaan seperti ini biasanya mempunyai call dan kriteria tersendiri serta tidak dijamin tersedia setiap tahun.
Pengumuman resmi APMA 2026 meminta dokumen berikut:
completed application form;
curriculum vitae;
personal statement;
bachelor’s degree certificate;
bachelor’s academic transcript dalam bahasa Inggris;
research concept note;
sertifikat IELTS atau TOEFL;
salinan paspor;
dan dua surat referensi.
Seluruh dokumen perlu:
jelas;
konsisten;
lengkap;
dan disampaikan melalui sistem yang ditentukan dalam pengumuman.
Dokumen berbahasa Indonesia perlu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sesuai ketentuan program.
Formulir aplikasi meminta informasi akademik, profesional, dan pribadi pelamar.
Pelamar perlu menyiapkan informasi mengenai:
identitas sesuai paspor;
kewarganegaraan;
negara tempat tinggal;
alamat;
pendidikan;
pengalaman kerja;
pengalaman sukarela;
pengalaman hak asasi manusia;
kemampuan bahasa;
rencana penelitian;
sumber pendanaan;
dan permohonan scholarship.
Pastikan pelamar menandai bahwa ia ingin dipertimbangkan untuk EU–APMA Scholarship. FAQ menyatakan bahwa aplikasi beasiswa dilakukan bersamaan dengan aplikasi program.
CV sebaiknya memuat:
identitas dan kontak;
pendidikan;
pengalaman kerja;
pengalaman penelitian;
pengalaman organisasi;
aktivitas advokasi;
kegiatan sukarela;
publikasi;
pelatihan;
konferensi;
kemampuan bahasa;
penghargaan;
dan kemampuan teknis.
Pelamar tidak harus mempunyai pengalaman formal pada organisasi hak asasi manusia. Pengalaman yang relevan dapat mencakup:
mengajar;
penelitian kesehatan;
pendampingan masyarakat;
aktivitas gender;
bantuan hukum;
kegiatan organisasi mahasiswa;
advokasi kebijakan;
perlindungan anak;
pelayanan kelompok rentan;
atau kampanye sosial.
Personal statement harus menjelaskan lebih dari sekadar keinginan memperoleh beasiswa.
Isi yang disarankan meliputi:
latar belakang pribadi dan profesional;
masalah hak asasi manusia yang menjadi perhatian;
pengalaman yang membentuk komitmen pelamar;
alasan memilih APMA;
alasan membutuhkan pendekatan regional;
kompetensi yang ingin dikembangkan;
rencana setelah lulus;
dan kontribusi bagi Indonesia serta kawasan Asia-Pasifik.
Personal statement perlu memberikan contoh konkret.
Daripada menulis:
“Saya tertarik pada hak asasi manusia.”
Lebih kuat apabila pelamar menjelaskan:
kelompok masyarakat yang pernah didampingi;
masalah diskriminasi yang pernah diamati;
kebijakan yang ingin diperbaiki;
hasil penelitian sebelumnya;
atau pengalaman yang mengubah pandangannya mengenai keadilan.
Research concept note menunjukkan kemampuan pelamar merumuskan masalah penelitian.
Concept note sebaiknya memuat:
judul sementara;
latar belakang;
masalah penelitian;
research gap;
pertanyaan penelitian;
tujuan;
kerangka hak asasi manusia;
metode;
lokasi atau subjek penelitian;
relevansi bagi Asia-Pasifik;
manfaat kebijakan;
dan kemungkinan universitas mitra yang sesuai.
Topik tidak harus menjadi proposal final. Namun, concept note harus cukup fokus dan realistis untuk diselesaikan dalam program intensif.
Hindari topik yang:
terlalu luas;
memerlukan data dari banyak negara tanpa akses;
membutuhkan penelitian bertahun-tahun;
tidak mempunyai hubungan jelas dengan hak asasi manusia;
atau hanya mendeskripsikan masalah tanpa pertanyaan analitis.
Pelamar harus menyediakan dua surat referensi.
Untuk penerimaan 2026, surat tersebut harus dikirim langsung oleh pemberi referensi ke:
ihrpmhrd@mahidol.ac.th
Surat tidak cukup hanya diunggah atau dikirim sendiri oleh pelamar apabila pengumuman meminta pengiriman langsung dari referee.
Pemberi referensi dapat berasal dari:
dosen;
pembimbing skripsi;
atasan;
pimpinan organisasi;
peneliti senior;
atau pihak yang mengenal kemampuan pelamar.
Pemberi referensi sebaiknya mampu menjelaskan:
kemampuan akademik;
kemampuan analisis;
keterampilan menulis;
komitmen terhadap hak asasi manusia;
integritas;
kepemimpinan;
kemampuan bekerja dalam lingkungan multikultural;
dan potensi menyelesaikan program intensif.
Publikasi bukan syarat wajib.
Namun, FAQ resmi menyebut bahwa:
publikasi akademik;
tulisan analitis;
atau bukti kemampuan menulis
dapat menjadi nilai tambah.
Pelamar dapat mencantumkan:
artikel jurnal;
policy brief;
laporan penelitian;
skripsi;
esai;
artikel media;
laporan organisasi;
modul;
atau publikasi digital yang relevan.
Pastikan mempunyai:
gelar sarjana atau status mahasiswa tingkat akhir;
IPK minimal 2,50;
dan kemampuan mengikuti program dalam bahasa Inggris.
Untuk EU–APMA Scholarship, pastikan:
merupakan warga negara Indonesia atau negara Asia-Pasifik yang memenuhi syarat;
dan benar-benar bertempat tinggal di kawasan Asia-Pasifik.
Ikuti ketentuan call for applications terbaru.
Untuk penerimaan 2026, pengumuman meminta sertifikat IELTS atau TOEFL. Jangan menunda tes sampai mendekati deadline.
Pilih isu hak asasi manusia yang:
penting;
spesifik;
dapat diteliti;
relevan dengan Asia-Pasifik;
dan sesuai dengan salah satu universitas mitra.
Hubungkan pengalaman, tujuan studi, dan rencana kontribusi setelah lulus.
Hubungi pemberi referensi lebih awal dan informasikan bahwa surat perlu dikirim langsung ke email program.
Ijazah dan transkrip yang belum berbahasa Inggris perlu diterjemahkan.
Untuk penerimaan 2026, aplikasi disampaikan melalui Google Form yang ditetapkan program. Formulir tersebut dapat ditutup atau tidak aktif setelah deadline.
Tandai atau jelaskan bahwa pelamar ingin dipertimbangkan untuk full atau partial scholarship.
Jangan hanya berasumsi bahwa referee telah mengirimkan surat. Lakukan pengingat secara sopan sebelum deadline.
Program tidak mempublikasikan bobot numerik setiap komponen.
Namun, berdasarkan kriteria resmi, proses seleksi kemungkinan menilai:
kelengkapan dokumen;
IPK;
kemampuan bahasa Inggris;
personal statement;
research concept note;
pengalaman profesional;
pengalaman hak asasi manusia;
kemampuan penelitian;
rekomendasi;
distribusi negara;
keberagaman;
dan potensi kontribusi setelah lulus.
Pelamar juga dapat diminta mengikuti:
wawancara;
klarifikasi dokumen;
penilaian tambahan;
atau komunikasi mengenai universitas mitra.
Pelamar perlu siap menjawab pertanyaan seperti:
Mengapa memilih APMA?
Mengapa ingin mempelajari hak asasi manusia dan demokratisasi?
Apa isu hak asasi manusia terpenting di Indonesia?
Apa pengalaman pribadi atau profesional yang paling relevan?
Mengapa memilih universitas mitra tertentu?
Apa topik penelitian yang ingin dilakukan?
Bagaimana penelitian tersebut bermanfaat bagi masyarakat?
Apa kontribusi yang akan dilakukan setelah lulus?
Bagaimana pelamar akan beradaptasi di dua negara berbeda?
Bagaimana pelamar menyelesaikan program yang sangat intensif dalam 12 bulan?
Mengapa membutuhkan scholarship?
Apa rencana apabila memperoleh partial scholarship?
Jawaban harus konsisten dengan:
CV;
personal statement;
concept note;
dan surat rekomendasi.
Mahasiswa akan memulai studi di Thailand dan kemudian berpindah ke salah satu negara mitra.
Artinya, mahasiswa mungkin memerlukan:
visa Thailand;
izin tinggal mahasiswa;
re-entry permit;
visa negara universitas mitra;
asuransi sesuai persyaratan visa;
dan dokumen perjalanan lain.
Program dapat membantu proses administrasi, tetapi pelamar harus memastikan:
biaya mana yang ditanggung;
kapan visa harus diajukan;
apakah paspor harus berlaku selama periode tertentu;
dan apakah perjalanan harus dilakukan melalui rute yang disetujui.
Biaya visa tidak disebut secara rinci sebagai komponen tersendiri dalam pengumuman terbaru.
Stipend full scholarship ditujukan untuk membantu biaya hidup, termasuk:
tempat tinggal;
makanan;
transportasi;
komunikasi;
dan kebutuhan pribadi.
Program tidak menjamin bahwa penerima memperoleh asrama gratis secara terpisah.
Mahasiswa harus memperhitungkan biaya di:
Salaya atau wilayah Bangkok pada semester pertama;
serta kota universitas mitra pada semester kedua.
Penerima mungkin membutuhkan dana awal untuk:
deposit kamar;
sewa bulan pertama;
transportasi;
kartu SIM;
perlengkapan rumah tangga;
dan makanan sebelum stipend pertama dibayarkan.
Panduan resmi secara khusus menyarankan penerima memastikan bahwa mereka mempunyai sumber keuangan yang memadai karena nilai stipend dapat cukup atau tidak cukup, bergantung pada pola pengeluaran.
Dokumen publik tidak mencantumkan dukungan untuk:
pasangan;
anak;
tiket keluarga;
visa keluarga;
asuransi keluarga;
akomodasi keluarga;
atau sekolah anak.
Calon penerima sebaiknya menganggap seluruh biaya keluarga sebagai tanggung jawab pribadi sampai memperoleh konfirmasi tertulis.
Mobilitas antara Thailand dan negara universitas mitra juga dapat menyulitkan penerima yang membawa keluarga.
Informasi publik yang diperiksa tidak mencantumkan ikatan kerja wajib kepada Uni Eropa, Mahidol University, atau Global Campus setelah lulus.
Namun, seleksi mempertimbangkan potensi kontribusi penerima terhadap hak asasi manusia dan demokratisasi di kawasan Asia-Pasifik.
Penerima diharapkan menggunakan pengetahuan dan jaringannya untuk:
memperkuat masyarakat sipil;
meningkatkan perlindungan hak;
memperbaiki kebijakan;
mengembangkan penelitian;
melakukan pendidikan hak asasi manusia;
atau bekerja pada institusi yang relevan.
Lulusan APMA bekerja pada berbagai sektor, seperti:
organisasi hak asasi manusia;
organisasi masyarakat sipil;
lembaga pemerintah;
badan nasional hak asasi manusia;
universitas;
lembaga penelitian;
organisasi pembangunan;
media;
lembaga bantuan hukum;
organisasi kemanusiaan;
Perserikatan Bangsa-Bangsa;
ASEAN;
dan organisasi regional lainnya.
Global Campus menyebut jumlah alumni APMA telah mencapai sekitar 400 orang. Alumni juga dapat bergabung dengan Asia-Pacific Masters Alumni Association—APMAA.
APMA mempunyai beberapa karakteristik khusus:
gelar internasional dari Mahidol University;
pembelajaran pada lebih dari satu negara;
jaringan lima universitas regional;
dukungan Global Campus of Human Rights;
kesempatan mendapat full atau partial scholarship;
perpaduan teori dan praktik;
intensive field course;
internship atau applied research;
akses kepada akademisi dan praktisi internasional;
lingkungan mahasiswa multinasional;
dan jaringan alumni hak asasi manusia di Asia-Pasifik.
Program ini juga memiliki tuntutan yang tinggi:
kurikulum sangat intensif;
mahasiswa harus menyelesaikan banyak mata kuliah dalam waktu singkat;
terdapat perpindahan negara pada semester kedua;
mahasiswa perlu beradaptasi dengan budaya dan sistem akademik berbeda;
tesis harus diselesaikan dalam periode yang terbatas;
pembiayaan hanya dijamin selama masa scholarship;
dan field research belum tentu ditanggung.
APMA paling sesuai bagi pelamar yang:
mampu bekerja dengan cepat;
mempunyai kemampuan menulis akademik;
fleksibel;
nyaman bekerja dalam lingkungan multikultural;
dan mampu menyelesaikan penelitian secara mandiri.
Ya. Indonesia termasuk negara yang memenuhi syarat berdasarkan daftar resmi APMA.
Untuk memperoleh scholarship, pelamar harus merupakan warga negara dan resident dari negara atau wilayah Asia-Pasifik yang memenuhi syarat.
Pelamar Indonesia yang sedang tinggal permanen di luar kawasan Asia-Pasifik perlu meminta konfirmasi karena syaratnya mencakup kewarganegaraan dan residensi.
Tidak. EU–APMA Scholarship mendukung program magister APMA.
Ya. Gelar sarjana dapat berasal dari bidang apa pun.
Halaman resmi yang diperiksa tidak mencantumkan batas usia umum.
Tidak. Pengalaman tersebut merupakan keuntungan, tetapi lulusan baru tetap dapat mendaftar.
Ya, 2,50 merupakan batas minimum yang tercantum. Namun, scholarship sangat kompetitif sehingga pelamar perlu memperkuat komponen lain.
Untuk penerimaan 2026, call for applications meminta IELTS atau TOEFL. Halaman umum juga mencantumkan MU ELT, tetapi pelamar harus mengikuti pengumuman terbaru.
IELTS Academic overall 5,0 merupakan batas minimum pada halaman Global Campus. Namun, nilai lebih tinggi dapat memperkuat kemampuan mengikuti program yang seluruhnya berbahasa Inggris.
Tidak disebutkan dalam pengumuman 2026. Call tersebut menyebut IELTS atau TOEFL tanpa menjelaskan seluruh format. Konfirmasi kepada program sebelum menggunakan TOEFL ITP.
Tidak dinyatakan dalam call 2026. Jangan menganggap surat Medium of Instruction cukup tanpa persetujuan tertulis.
Untuk penerimaan 2026, dua surat referensi harus dikirim langsung oleh referee melalui email program.
Proses APMA mempunyai mekanisme aplikasi tersendiri. UGM juga menegaskan bahwa seleksi APMA terpisah dari admission reguler UGM.
Mahasiswa dapat menyampaikan preferensi. Penempatan akhir dapat mempertimbangkan kesesuaian topik, kapasitas, dan keputusan konsorsium.
Full scholarship mencakup travel allowance yang timbul dari struktur program. Nilai dan rute mengikuti ketentuan award letter.
Biaya field research secara umum tidak ditanggung dalam panduan rinci 2024. Terdapat thesis processing allowance, tetapi nilainya ditujukan terutama untuk penyelesaian dokumen tesis.
Full scholarship mencakup asuransi kesehatan, tetapi cakupannya dapat berbeda antara semester pertama dan semester kedua.
Halaman Global Campus dan FAQ menyebut 12 bulan. Pengumuman Mahidol 2026 menyebut 1,5 tahun. Pelamar perlu meminta konfirmasi tertulis mengenai kalender angkatan yang akan diikuti.
Menurut ketentuan scholarship yang dipublikasikan, biaya setelah masa 12 bulan menjadi tanggung jawab mahasiswa.
Master of Arts in Human Rights and Democratisation—APMA
Institute of Human Rights and Peace Studies
Mahidol University, Salaya Campus
999 Phutthamonthon Sai 4 Road
Salaya, Phutthamonthon
Nakhon Pathom 73170
Thailand
Telepon program:
+66 2 441 0813–5 ext. 1115 atau 1116
+66 2 441 0872–73
Email program:
ihrpmhrd@mahidol.ac.th
Email calon mahasiswa:
ihrpoutreach@mahidol.ac.th
Email umum IHRP:
opihrp@mahidol.ac.th
Kontak mitra UGM:
mhrd-dpp.fisipol@ugm.ac.id
Halaman resmi Global Campus Asia-Pacific
https://www.gchumanrights.org/masters-programmes/gc-asia-pacific/
Halaman resmi APMA di Mahidol University
https://ihrp.mahidol.ac.th/m-a-human-rights-and-democratisation-apma/
Pengumuman penerimaan APMA 2026
https://ihrp.mahidol.ac.th/news/call-for-applications-apma-2026/
Frequently Asked Questions APMA
https://ihrp.mahidol.ac.th/m-a-human-rights-and-democratisation-apma/apma-faqs-en/
Panduan resmi APMA 2024
https://ihrp.mahidol.ac.th/wp-content/uploads/APMA-GUIDEBOOK-2024.pdf
Halaman APMA MHRD Scholarship di Universitas Gadjah Mada
https://dpp.fisipol.ugm.ac.id/en/apma-mhrd-scholarship/
Halaman APMA di University of Colombo
https://cshr.cmb.ac.lk/education/apma/
Halaman APMA di Kathmandu School of Law
https://ksl.edu.np/page/apma
Website Global Campus of Human Rights
https://www.gchumanrights.org/
Website Institute of Human Rights and Peace Studies, Mahidol University
https://ihrp.mahidol.ac.th/
Application Form APMA 2026
https://docs.google.com/document/d/1i2PCRJ_FfYn_znq8anAIQ4EcN9FGVO8f/edit
Reference Form APMA 2026
https://docs.google.com/document/d/14Y4uJrmBsGRHjmyKPS2r06FEXeoV_bi2/edit
Google Form aplikasi APMA 2026
https://forms.gle/2dLSjAsQW94y1hHT6