The Second Century Fund (C2F)
The Second Century Fund (C2F)
Pembaruan informasi: 15 Juli 2026
C2F Scholarship merupakan program beasiswa yang dikelola melalui The Second Century Fund atau C2F, Chulalongkorn University. Program ini dirancang untuk mendukung mahasiswa doktoral berpotensi tinggi dan memperkuat kemampuan penelitian Chulalongkorn University melalui publikasi ilmiah berkualitas internasional.
C2F tidak hanya memberikan bantuan finansial kepada mahasiswa. Skema ini juga melibatkan dosen pembimbing atau mentor karena mahasiswa dan mentor memiliki tanggung jawab bersama untuk menghasilkan luaran penelitian sesuai target yang telah ditentukan.
Pada tahun fiskal 2026, nama resmi skemanya adalah:
High-Potential Ph.D. Students Scholarship, Chulalongkorn University, the Second Century Fund—C2F, Fiscal Year 2026
Program tersebut berada di bawah strategi International Growth Chulalongkorn University. Salah satu tujuan strategisnya adalah meningkatkan jumlah lulusan doktoral berkualitas tinggi dan publikasi internasional agar Chulalongkorn University semakin kompetitif dalam pemeringkatan universitas dunia. (C2F Chulalongkorn University)
C2F Ph.D. Scholarship tahun fiskal 2026 mempunyai tiga tujuan utama.
Pertama, mendukung strategi pertumbuhan Chulalongkorn University yang menempatkan mahasiswa sebagai pusat pengembangan universitas. Program ini secara khusus berhubungan dengan strategi internasionalisasi dan peningkatan reputasi universitas.
Kedua, memberikan dukungan dan insentif kepada mahasiswa doktoral serta dosen pembimbing untuk menghasilkan penelitian berkualitas tinggi. Besarnya dukungan dan tingkat luaran penelitian dibagi ke dalam Track A, Track B, dan Track C.
Ketiga, menerapkan sistem retention payment. Dalam sistem ini, sebagian insentif baru dibayarkan setelah mahasiswa dan mentor berhasil memenuhi target publikasi dan ketentuan kelulusan yang telah disepakati. (C2F Chulalongkorn University)
Untuk tahun fiskal 2026, program C2F menetapkan target 100 beasiswa doktoral, minimal 100 artikel penelitian berkualitas tinggi, dan sekurang-kurangnya 100 lulusan doktoral berkualitas. Artikel yang dihasilkan ditargetkan terbit atau diterima pada jurnal internasional yang terindeks dalam basis data yang diakui, sesuai tingkat publikasi masing-masing track. (C2F Chulalongkorn University)
C2F Ph.D. Scholarship ditujukan bagi calon mahasiswa doktoral yang baru diterima di Chulalongkorn University.
Dokumen resmi tahun 2026 menegaskan bahwa pelamar harus merupakan mahasiswa baru pada semester ketika permohonan beasiswa diajukan. Mahasiswa yang sudah aktif pada semester sebelumnya tidak memenuhi kriteria dalam skema penerimaan tersebut. Pelamar juga tidak boleh mempunyai riwayat diberhentikan atau mengundurkan diri secara administratif dari program lain berdasarkan ketentuan yang ditetapkan C2F. (C2F Chulalongkorn University)
C2F bukan jalur penerimaan mahasiswa yang berdiri sendiri. Pelamar tetap harus:
Memilih program doktoral di Chulalongkorn University.
Mengikuti proses penerimaan program.
Mendapatkan calon mentor atau pembimbing yang memenuhi persyaratan C2F.
Memperoleh surat penerimaan resmi.
Menyepakati track beasiswa bersama mentor.
Mengajukan aplikasi C2F melalui sistem Grant Gateway.
Dengan demikian, diterima pada program doktoral belum otomatis membuat seseorang memperoleh beasiswa C2F. Sebaliknya, permohonan C2F tidak dapat diproses secara lengkap tanpa penerimaan program dan partisipasi mentor.
Mahasiswa Indonesia dapat dipertimbangkan sepanjang memenuhi seluruh persyaratan akademik, usia, bahasa Inggris, penerimaan program, dan persyaratan mentor.
C2F memiliki misi untuk menarik mahasiswa pascasarjana dan kandidat doktoral berkualitas, baik dari Thailand maupun dari negara lain. Akan tetapi, program ini tidak secara khusus diperuntukkan hanya bagi mahasiswa internasional atau hanya bagi negara ASEAN. C2F berbeda dari Graduate Scholarship Programme for ASEAN or Non-ASEAN Countries dan berbeda pula dari Chula LINK Scholarship. (C2F Chulalongkorn University)
Mahasiswa Indonesia harus memperhatikan bahwa penilaian C2F tidak semata-mata didasarkan pada kewarganegaraan. Kekuatan calon mahasiswa, rekam jejak mentor, rencana penelitian, target publikasi, dan kemampuan menyelesaikan studi tepat waktu merupakan bagian penting dari proses seleksi.
Bagi pelamar yang sudah menyelesaikan program magister, persyaratan akademik umum pada dokumen C2F tahun fiskal 2026 adalah:
GPAX sekurang-kurangnya 3,50 pada skala 4,00.
Apabila universitas asal menggunakan sistem nilai berbeda, pelamar kemungkinan perlu menyediakan penjelasan atau konversi nilai yang dapat diverifikasi.
C2F juga memungkinkan kandidat dengan gelar sarjana untuk memasuki jalur doktoral apabila program yang dituju menyediakan jalur tersebut.
Persyaratan GPAX dibedakan berdasarkan posisi universitas asal:
GPAX minimal 3,25 apabila pelamar berasal dari universitas yang termasuk dalam 500 universitas terbaik dunia menurut QS World University Rankings; atau
GPAX minimal 3,50 apabila universitas asal berada di luar kelompok 500 universitas terbaik tersebut.
Mahasiswa yang masuk melalui jalur sarjana tetap hanya memperoleh dukungan beasiswa C2F maksimal selama tiga tahun, meskipun keseluruhan program doktoralnya secara akademik dapat berlangsung lebih lama. (C2F Chulalongkorn University)
Untuk lulusan program magister yang hanya berbasis tesis dan tidak mempunyai GPAX, C2F menetapkan bentuk evaluasi alternatif.
Pelamar perlu memiliki:
hasil evaluasi tesis pada tingkat Good atau Very Good; dan
setidaknya satu publikasi internasional sebagai first author atau corresponding author.
Publikasi tersebut juga harus memenuhi tingkat jurnal tertentu sesuai track yang dipilih.
Bidang
Track A
Track B
Track C
Science and Technology
Minimal Q1
Minimal Q2
Minimal Q3
Social Sciences and Humanities
Minimal Q2
Minimal Q3
Minimal Q4
Persyaratan ini berlaku khusus dalam konteks penilaian calon yang berasal dari program magister berbasis tesis tanpa sistem nilai. (C2F Chulalongkorn University)
Pelamar harus berusia tidak lebih dari 35 tahun pada tanggal dimulainya program.
Batas usia tersebut perlu diperiksa berdasarkan tanggal resmi mulai studi, bukan hanya berdasarkan tanggal pengajuan aplikasi. Pelamar yang berusia mendekati 35 tahun sebaiknya meminta konfirmasi tertulis kepada pengelola C2F mengenai cara penghitungan usia. (C2F Chulalongkorn University)
Untuk pelamar yang menyelesaikan pendidikan sebelumnya di institusi internasional di luar Thailand, dokumen C2F 2026 mencantumkan skor minimum:
TOEFL minimal 500; atau
IELTS minimal band 5.0.
Dokumen ringkasan tersebut tidak menjelaskan secara terperinci apakah TOEFL 500 yang dimaksud hanya TOEFL ITP, bagaimana konversi TOEFL iBT dilakukan, berapa lama masa berlaku sertifikat, atau apakah beberapa program dapat menetapkan nilai yang lebih tinggi.
Pelamar yang lulus dari institusi di Thailand perlu mempunyai salah satu hasil tes berikut:
CU-TEP;
TOEFL; atau
IELTS.
Namun, program studi tetap dapat menetapkan persyaratan bahasa Inggris yang lebih tinggi daripada standar minimum C2F. Karena itu, pelamar harus memenuhi dua lapis persyaratan, yaitu persyaratan program doktoral dan persyaratan C2F. (C2F Chulalongkorn University)
Selain nilai dan kemampuan bahasa Inggris, C2F mempertimbangkan rekam jejak akademik pelamar. Hal-hal yang dapat memperkuat aplikasi antara lain:
artikel yang sudah diterbitkan;
artikel yang telah diterima untuk publikasi;
pengalaman penelitian;
tesis magister yang relevan;
presentasi konferensi;
penghargaan akademik;
kemampuan metodologi penelitian;
pengalaman bekerja dalam proyek penelitian;
kesesuaian bidang calon mahasiswa dengan mentor;
dan potensi menghasilkan publikasi sesuai track yang dipilih.
Dokumen C2F menyatakan bahwa riwayat akademik, termasuk karya yang telah dipublikasikan, menjadi bagian dari penilaian. (C2F Chulalongkorn University)
C2F merupakan skema yang sangat bergantung pada kesiapan mentor. Tidak cukup hanya memiliki calon pembimbing yang bersedia menerima mahasiswa. Mentor juga harus memenuhi persyaratan C2F.
Mentor harus merupakan staf akademik penuh waktu di Chulalongkorn University.
Mentor harus mempunyai masa kerja yang cukup untuk membimbing mahasiswa selama periode beasiswa. Apabila masa kerja mentor lebih pendek daripada durasi beasiswa, perlu ditetapkan mentor pengganti yang akan menjamin keberlanjutan pembimbingan.
Mentor harus mempunyai setidaknya satu publikasi dalam tiga tahun terakhir sebagai:
first author; atau
corresponding author.
Tingkat publikasinya adalah:
Tier 1 untuk bidang Science and Technology; atau
Q1 untuk bidang Social Sciences and Humanities.
Persyaratan ini menunjukkan bahwa C2F tidak hanya menilai kemampuan calon mahasiswa, tetapi juga kapasitas mentor untuk membawa mahasiswa mencapai target publikasi yang tinggi. (C2F Chulalongkorn University)
Mentor harus mempunyai kolaborasi aktif dengan salah satu kategori berikut:
universitas yang berada dalam 100 besar dunia;
universitas yang berada dalam 100 besar berdasarkan bidang atau subject ranking menurut QS atau THE;
ilmuwan yang termasuk dalam kelompok top 2% scientist;
atau lembaga penelitian terkemuka.
Bukti kolaborasi dapat berupa surat kerja sama, konfirmasi melalui email, atau dokumen lain yang dapat menunjukkan adanya hubungan penelitian yang nyata. (C2F Chulalongkorn University)
C2F juga memperhatikan apakah mentor mempunyai penerima beasiswa sebelumnya yang:
terlambat menghasilkan publikasi;
meminta perpanjangan berlebihan;
mempunyai kewajiban C2F yang belum diselesaikan;
atau membatalkan beasiswa tanpa menyelesaikan kewajiban pengembalian dana.
Riwayat kewajiban yang belum selesai dapat memengaruhi penilaian terhadap aplikasi baru.
Seorang mentor:
hanya dapat mengajukan satu aplikasi beasiswa dalam satu waktu; dan
dapat memegang maksimal tiga beasiswa secara bersamaan, termasuk beasiswa yang masih aktif.
Ketentuan tersebut dimaksudkan untuk memastikan bahwa setiap mentor mempunyai kapasitas yang memadai untuk membimbing penerima beasiswa. (C2F Chulalongkorn University)
C2F Ph.D. Scholarship tahun fiskal 2026 dibagi ke dalam tiga kategori. Setiap track mempunyai jumlah dukungan, target publikasi, dan retention payment yang berbeda.
Track A merupakan kategori dengan tuntutan publikasi tertinggi.
Tunjangan bulanan sebesar 25.000 baht.
Biaya kuliah berdasarkan tarif mahasiswa Thailand.
Durasi dukungan maksimal tiga tahun.
Untuk bidang Science and Technology:
minimal satu publikasi pada jurnal Tier 1.
Untuk bidang Social Sciences and Humanities:
minimal satu publikasi pada jurnal Q1.
Apabila target dipenuhi dan mahasiswa lulus sesuai waktu yang ditentukan:
retention payment untuk mahasiswa: 180.000 baht;
retention payment untuk mentor: 120.000 baht.
Retention payment mahasiswa dihitung setara 5.000 baht per bulan selama 36 bulan, tetapi bukan bagian dari tunjangan bulanan reguler. Pembayarannya bergantung pada keberhasilan memenuhi luaran dan kelulusan. (C2F Chulalongkorn University)
Track B mempunyai tunjangan bulanan lebih rendah daripada Track A, tetapi tetap mewajibkan publikasi berkualitas tinggi.
Tunjangan bulanan sebesar 20.000 baht.
Biaya kuliah berdasarkan tarif mahasiswa Thailand.
Durasi dukungan maksimal tiga tahun.
Untuk bidang Science and Technology:
minimal satu publikasi pada jurnal Q1.
Untuk bidang Social Sciences and Humanities:
minimal satu publikasi pada jurnal Q2.
Apabila kewajiban dipenuhi:
retention payment untuk mahasiswa: 180.000 baht;
retention payment untuk mentor: 100.000 baht. (C2F Chulalongkorn University)
Track C merupakan skema yang terutama memberikan dukungan biaya kuliah.
Biaya kuliah berdasarkan tarif mahasiswa Thailand.
Tidak tercantum tunjangan bulanan mahasiswa dalam tabel pendanaan tahun fiskal 2026.
Untuk bidang Science and Technology:
minimal satu publikasi pada jurnal Q2.
Untuk bidang Social Sciences and Humanities:
minimal satu publikasi pada jurnal Q3.
Tidak tercantum retention payment untuk mahasiswa.
Retention payment mentor sebesar 50.000 baht apabila target dan ketentuan penyelesaian dipenuhi. (C2F Chulalongkorn University)
Dokumen C2F tidak menyatakan bahwa seluruh biaya pendidikan mahasiswa internasional akan ditanggung tanpa batas. Dokumen tersebut secara spesifik menyatakan bahwa biaya kuliah didukung berdasarkan tarif mahasiswa Thailand.
Hal ini penting karena beberapa program dapat mempunyai komponen biaya tambahan, seperti:
international student fee;
special program fee;
program fee;
research fee;
laboratory fee;
examination fee;
biaya semester musim panas;
biaya publikasi;
biaya penelitian lapangan;
biaya perpanjangan studi;
atau selisih antara tarif mahasiswa Thailand dan mahasiswa internasional.
Calon mahasiswa harus meminta rincian biaya secara tertulis kepada program. Jangan langsung menyimpulkan bahwa C2F selalu menanggung 100% seluruh tagihan mahasiswa internasional.
Istilah “fully funded” harus digunakan secara hati-hati.
Track A dan Track B memberikan:
tunjangan bulanan;
serta biaya kuliah berdasarkan tarif mahasiswa Thailand.
Namun, dokumen C2F 2026 tidak mencantumkan secara khusus dukungan berikut:
tiket pesawat;
biaya visa;
biaya perpanjangan visa;
re-entry permit;
asuransi kesehatan;
asrama;
deposit tempat tinggal;
biaya pasangan atau anak;
biaya konferensi;
biaya penelitian;
biaya publikasi jurnal;
laptop;
atau biaya hidup setelah tiga tahun.
Track C bahkan tidak mencantumkan tunjangan bulanan mahasiswa.
Oleh karena itu, lebih tepat menggambarkan C2F sebagai beasiswa doktoral berbasis track yang memberikan kombinasi biaya kuliah, tunjangan, dan insentif berbasis luaran, bukan menyebut semua kategori C2F sebagai beasiswa penuh tanpa pengecualian. (C2F Chulalongkorn University)
Retention payment merupakan komponen penting yang membedakan C2F dari banyak beasiswa lain.
Dana tersebut bukan otomatis diberikan sejak awal studi. Pembayaran bergantung pada keberhasilan mahasiswa dan mentor dalam:
menghasilkan publikasi sesuai tingkat track;
menyerahkan luaran sesuai kontrak;
menyelesaikan studi tepat waktu;
dan memenuhi persyaratan administratif C2F.
Mahasiswa dan mentor yang memenuhi target dan menyelesaikan kewajibannya tepat waktu, atau dengan perpanjangan tidak lebih dari enam bulan, dapat menerima retention payment sesuai track.
Bagi mahasiswa yang masuk program doktoral lima tahun dari jenjang sarjana, luaran penelitian harus diselesaikan dalam tiga tahun dan program harus diselesaikan dalam lima tahun, dengan toleransi perpanjangan yang disebutkan tidak lebih dari enam bulan. (C2F Chulalongkorn University)
Target publikasi C2F tidak boleh dipahami hanya sebagai kewajiban “mengirim artikel”. Artikel harus memenuhi ketentuan mengenai:
status penerimaan atau publikasi;
basis data jurnal;
peringkat jurnal;
bidang keilmuan;
posisi kepengarangan;
afiliasi Chulalongkorn University;
dan tenggat penyelesaian.
Untuk menentukan peringkat jurnal, portal C2F memberikan panduan menggunakan beberapa sistem, yaitu:
Scimago Journal Rank;
Journal Citation Reports atau Journal Impact Factor;
dan CiteScore Rank.
Pelamar dan mentor perlu menyepakati sejak awal jurnal sasaran dan metode penentuan peringkatnya. Sebuah jurnal dapat mempunyai quartile berbeda berdasarkan kategori subjek atau basis data, sehingga status jurnal harus diverifikasi sesuai aturan C2F. (C2F Chulalongkorn University)
Dokumen resmi C2F tahun fiskal 2026 mencantumkan beberapa dokumen penting dari mahasiswa, antara lain:
Dokumen B21 atau surat resmi penerimaan dari Graduate School atau fakultas.
Sertifikat atau surat kelulusan pendidikan sebelumnya.
Transkrip akademik.
Sertifikat kemampuan bahasa Inggris.
Dokumen pendukung lain yang diminta program atau C2F.
Bagi pelamar yang masih berstatus pegawai pemerintah, pegawai perusahaan, pegawai organisasi nonpemerintah, dosen tetap, peneliti, atau asisten peneliti yang memperoleh gaji bulanan, dapat diminta:
surat persetujuan cuti belajar yang ditandatangani pimpinan tertinggi organisasi; atau
surat persetujuan pengunduran diri.
Mentor juga harus mengunggah dokumen mengenai publikasi, kerja sama internasional, dan kelayakan pembimbingan. (C2F Chulalongkorn University)
Pelamar harus mengidentifikasi program doktoral yang sesuai dan memeriksa:
persyaratan akademik;
jadwal penerimaan;
persyaratan bahasa Inggris;
struktur program;
biaya kuliah;
serta bidang penelitian yang tersedia.
Pelamar perlu menghubungi dosen Chulalongkorn University yang bidang penelitiannya sesuai. C2F mensyaratkan keterlibatan aktif mentor sehingga aplikasi tidak dapat diperlakukan sebagai permohonan individual tanpa pembimbing.
Pelamar mengikuti seleksi program sampai memperoleh acceptance letter atau dokumen B21.
Mahasiswa dan mentor harus mencapai kesepakatan mengenai Track A, B, atau C sebelum aplikasi diajukan. Pemilihan track harus realistis dengan mempertimbangkan:
bidang penelitian;
kualitas data yang dapat dihasilkan;
jurnal sasaran;
pengalaman publikasi calon mahasiswa;
rekam jejak mentor;
dan waktu penyelesaian penelitian.
Pelamar mengisi formulir Ph.D. Application melalui Grant Gateway. Setelah formulir berhasil diserahkan, sistem mengirimkan pemberitahuan kepada mentor melalui email.
Mentor membuka aplikasi melalui akun Grant Gateway dan melengkapi bagian khusus mentor. Pengajuan mahasiswa akan muncul pada menu mentor.
Komite menilai kelayakan mahasiswa, mentor, track, rencana penelitian, kemampuan menghasilkan publikasi, dan dokumen pendukung.
Keputusan komite dinyatakan bersifat final dalam dokumen kebijakan C2F. (C2F Chulalongkorn University)
C2F menetapkan dua putaran untuk tahun fiskal 2026.
Semester tujuan: Semester 2 tahun akademik 2025.
Pembukaan aplikasi: 29 September 2025.
Penutupan aplikasi: 31 Oktober 2025.
Pengumuman hasil: 3 Desember 2025.
Awal semester: 5 Januari 2026.
Semester tujuan: Semester 1 tahun akademik 2026.
Pembukaan aplikasi: 20 April 2026.
Penutupan aplikasi: 29 Mei 2026.
Pengumuman hasil: 6 Juli 2026.
Awal semester: 3 Agustus 2026.
Per 15 Juli 2026, pendaftaran putaran kedua tahun fiskal 2026 telah ditutup dan hasilnya telah dijadwalkan diumumkan pada 6 Juli 2026. Jadwal tahun berikutnya belum boleh diasumsikan sama dan harus diperiksa melalui portal C2F. (C2F Chulalongkorn University)
C2F mempunyai kewajiban luaran yang serius.
Dokumen resmi tahun fiskal 2026 menyatakan bahwa apabila kontrak dihentikan tanpa penyerahan luaran yang dipersyaratkan, mahasiswa harus mengembalikan seluruh jumlah beasiswa yang telah diterimanya kepada universitas. (C2F Chulalongkorn University)
Karena itu, sebelum menandatangani kontrak, penerima harus memahami:
definisi luaran yang diterima;
batas waktu publikasi;
ketentuan peringkat jurnal;
persyaratan kepengarangan;
prosedur apabila artikel ditolak;
prosedur penggantian jurnal sasaran;
kondisi perpanjangan;
mekanisme cuti;
konsekuensi pergantian mentor;
konsekuensi pengunduran diri;
dan ketentuan pengembalian dana.
Kewajiban pengembalian dana membuat C2F berbeda dari beasiswa yang hanya mensyaratkan mahasiswa mempertahankan nilai akademik. Pada C2F, keberhasilan publikasi dan penyelesaian studi merupakan komponen kontraktual utama.
Tidak. C2F dapat melibatkan mahasiswa Thailand dan mahasiswa internasional yang memenuhi persyaratan. Namun, program ini bukan beasiswa yang khusus diperuntukkan bagi satu kewarganegaraan.
Dokumen yang dijelaskan dalam artikel ini adalah C2F High-Potential Ph.D. Students Scholarship tahun fiskal 2026. C2F pernah mempunyai atau mendukung skema lain untuk mahasiswa pascasarjana, tetapi calon mahasiswa magister tidak boleh menggunakan ketentuan Ph.D. 2026 sebagai dasar otomatis. Mereka harus memeriksa pengumuman khusus program magister apabila tersedia.
Dalam ketentuan C2F Ph.D. 2026, pelamar harus baru terdaftar pada semester pengajuan. Mahasiswa aktif dari semester sebelumnya tidak memenuhi kriteria skema tersebut.
Ya. Mentor merupakan bagian resmi dari aplikasi. Mahasiswa dan mentor harus menyepakati track sebelum pengajuan.
Track A memberikan tunjangan lebih tinggi, tetapi target publikasinya juga jauh lebih berat. Pemilihan track harus berdasarkan kemampuan penelitian dan peluang realistis untuk mencapai peringkat jurnal yang dipersyaratkan.
Tidak. Retention payment merupakan pembayaran bersyarat setelah target luaran dan ketentuan penyelesaian dipenuhi.
Tiket pesawat tidak dicantumkan sebagai komponen C2F Ph.D. 2026 yang dijelaskan dalam tabel pendanaan resmi.
Dokumen C2F Ph.D. 2026 tidak mencantumkan tunjangan tempat tinggal terpisah. Mahasiswa Track A dan B perlu mengatur biaya tempat tinggal dari tunjangan atau sumber lain, kecuali memperoleh dukungan tambahan dari fakultas atau proyek penelitian.
Biaya publikasi tidak dicantumkan dalam tabel manfaat utama. Pelamar perlu menanyakan kepada mentor apakah biaya tersebut dapat dibayarkan melalui proyek penelitian, fakultas, waiver jurnal, atau sumber lain.
Konsekuensinya bergantung pada kontrak, status manuskrip, perpanjangan yang disetujui, dan keputusan komite. Karena terdapat risiko pengembalian dana, mahasiswa harus segera berkoordinasi dengan mentor dan C2F jika mengalami keterlambatan.
Pelamar Indonesia disarankan untuk tidak hanya berfokus pada nilai tunjangan. Evaluasi juga kemampuan untuk memenuhi target publikasi.
Sebelum mendaftar, tanyakan kepada mentor:
jurnal apa yang menjadi target;
apakah jurnal tersebut benar-benar memenuhi Tier atau quartile C2F;
siapa yang akan menjadi first author dan corresponding author;
apakah data penelitian dapat dikumpulkan tepat waktu;
apakah ethical approval dapat diperoleh tanpa keterlambatan;
siapa yang membayar biaya penelitian;
siapa yang membayar article processing charge;
apa rencana alternatif apabila artikel pertama ditolak;
apakah tersedia kerja sama internasional yang nyata;
dan bagaimana dukungan mentor dalam proses penulisan serta publikasi.
Calon mahasiswa juga perlu menyiapkan dana awal untuk:
tiket perjalanan;
visa;
deposit kamar;
sewa bulan pertama;
makanan;
transportasi;
pemeriksaan kesehatan;
dan biaya administrasi lain.
Tidak semua komponen tersebut disebutkan sebagai manfaat C2F.
The Second Century Fund Office—C2F
1st Floor, 254 Chamchuri 2 Building
Phayathai Road, Pathumwan
Bangkok 10330, Thailand
Telepon:
+66 2 218 3232
+66 2 218 3233
Email:
c2f@chula.ac.th
Informasi kontak tersebut tercantum pada portal resmi C2F Chulalongkorn University. (C2F Chulalongkorn University)
Website utama C2F
https://c2f.chula.ac.th/
Halaman resmi C2F Ph.D. Scholarship
https://c2f.chula.ac.th/scholarship/phd/
Dokumen resmi C2F High-Potential Ph.D. Students Scholarship Tahun Fiskal 2026
https://c2f.chula.ac.th/wp-content/uploads/2026/04/EN_published_C2F-High-Potential-Ph.D.-Students-Scholarship-fiscal-year-2026-1.pdf
Portal pendaftaran Grant Gateway
https://grantgateway.research.chula.ac.th/
Portal beasiswa umum Chulalongkorn University
https://www.chula.ac.th/en/academics/admissions/scholarships/
Halaman C2F Postdoctoral Fellowship
https://c2f.chula.ac.th/scholarship/postdoc/
Formulir pelaporan kemajuan penerima C2F
https://www.cognitoforms.com/ChulalongkornUniversity8/ProgressReport
Formulir permohonan surat keterangan
https://www.cognitoforms.com/ChulalongkornUniversity8/FormForRequestingACertificationLetter
Formulir pengajuan pengembalian biaya kuliah
https://www.cognitoforms.com/ChulalongkornUniversity8/RequestingFormForTuitionFeesRefund