AIMS Programme adalah program mobilitas mahasiswa regional yang memungkinkan mahasiswa sarjana mengikuti pertukaran akademik selama satu semester di universitas peserta di negara Asia lainnya.
Nama resmi program saat ini adalah:
Asian International Mobility for Students Programme
AIMS dikoordinasikan oleh:
SEAMEO Regional Centre for Higher Education and Development (SEAMEO RIHED)
Program ini mempertemukan:
pemerintah negara peserta;
perguruan tinggi yang ditunjuk pemerintah;
international relations office;
fakultas dan program studi;
mahasiswa;
serta jaringan alumni AIMS.
AIMS bukan program gelar penuh. Mahasiswa tetap berstatus mahasiswa pada universitas asal, belajar di universitas tujuan selama periode pertukaran, kemudian kembali ke universitas asal untuk melanjutkan dan menyelesaikan gelarnya. Program resmi AIMS saat ini ditujukan terutama kepada mahasiswa sarjana dan umumnya dilaksanakan selama satu semester.
AIMS pada awalnya merupakan singkatan dari:
ASEAN International Mobility for Students
Namun, setelah cakupan program berkembang melampaui negara ASEAN dan melibatkan Jepang serta Republik Korea, namanya diubah menjadi:
Asian International Mobility for Students
Singkatan AIMS tetap dipertahankan.
Program ini berawal dari Malaysia–Indonesia–Thailand Student Mobility Programme atau M-I-T Programme pada 2009. Pertukaran mahasiswa pertama dilaksanakan pada 2010 dengan melibatkan Malaysia, Indonesia, dan Thailand. Pada 2012, program berganti nama menjadi ASEAN International Mobility for Students. Pada 2019, namanya kembali diperluas menjadi Asian International Mobility for Students.
AIMS perlu dibedakan dari beasiswa gelar penuh.
AIMS bukan beasiswa untuk:
menempuh seluruh program sarjana di luar negeri;
memperoleh gelar magister;
memperoleh gelar doktor;
mengikuti dual-degree secara otomatis;
atau pindah permanen ke universitas tujuan.
AIMS adalah program:
pertukaran mahasiswa;
untuk mahasiswa sarjana aktif;
dengan masa studi umumnya satu semester;
di universitas peserta negara lain;
dan menggunakan mekanisme transfer atau pengakuan kredit.
Gelar akhir tetap diberikan oleh universitas asal, bukan oleh universitas tujuan AIMS.
AIMS mempunyai dukungan keuangan, tetapi tidak terdapat satu nilai beasiswa yang seragam untuk seluruh mahasiswa.
Sistem pendanaan AIMS menggunakan prinsip:
Cost sharing dan national self-sufficiency
Secara umum:
negara atau universitas asal mendukung mahasiswa yang berangkat;
universitas tujuan memberikan pembebasan tuition fee;
pemerintah, universitas asal, atau universitas tujuan dapat memberikan bantuan tambahan;
nilai dan komponen bantuan berbeda menurut negara, universitas, tahun, dan mitra tujuan.
Oleh sebab itu, istilah AIMS Programme Scholarship tidak berarti seluruh penerima otomatis memperoleh jumlah uang yang sama. AIMS secara resmi menjelaskan bahwa scholarship atau dukungan keuangan dapat tersedia, tetapi mengikuti kebijakan pemerintah nasional dan universitas asal masing-masing.
Tidak selalu.
Dalam banyak kasus, AIMS dapat mencakup:
pembebasan tuition fee di universitas tujuan;
bantuan biaya hidup;
bantuan tiket pesawat;
asrama;
makan;
asuransi;
atau dukungan lain.
Namun, komponen tersebut tidak sama pada setiap penempatan.
Operational Handbook AIMS menyatakan bahwa pada beberapa kasus mahasiswa masih harus membayar sendiri:
visa dan izin tinggal;
tes kemampuan bahasa Inggris;
perjalanan internasional;
dan akomodasi.
Dengan demikian, istilah yang lebih tepat adalah:
Program pertukaran dengan tuition fee waiver dan kemungkinan bantuan keuangan tambahan
bukan secara otomatis:
Fully funded scholarship
Salah satu prinsip utama AIMS adalah:
Universitas tujuan memberikan tuition fee waiver kepada mahasiswa AIMS yang diterima.
Mahasiswa tidak seharusnya dikenakan tuition fee reguler universitas tujuan untuk mata kuliah yang menjadi bagian dari penempatan resmi AIMS.
Namun, tuition fee waiver belum tentu mencakup:
biaya registrasi;
student activity fee;
laboratory fee;
biaya field trip;
biaya orientasi;
asuransi;
biaya asrama;
deposit;
biaya administrasi;
atau biaya fasilitas tertentu.
Mahasiswa harus meminta daftar tertulis mengenai biaya yang dibebaskan dan biaya yang masih wajib dibayar.
Universitas atau pemerintah negara asal bertanggung jawab mengatur dukungan bagi mahasiswa yang dikirim ke luar negeri.
Operational Handbook menyatakan bahwa universitas asal perlu memastikan scholarship dibayarkan tepat waktu kepada mahasiswa outbound. Namun, handbook tidak menetapkan satu nilai minimum regional yang berlaku untuk semua negara.
Universitas tujuan diharapkan:
menyediakan informasi akomodasi;
merekomendasikan tempat yang bersih dan aman;
membantu mahasiswa mencari tempat tinggal;
serta menyampaikan jarak dan akses dari akomodasi menuju kampus.
Namun, kewajiban membantu mencari akomodasi tidak selalu berarti akomodasi diberikan gratis.
AIMS tidak menetapkan satu paket asuransi regional yang sama.
Universitas asal atau tujuan dapat meminta mahasiswa membeli:
international health insurance;
accident insurance;
travel insurance;
atau polis yang sesuai dengan ketentuan visa negara tujuan.
Pengumuman AIMS Universitas Indonesia untuk berbagai tujuan pada 2026, misalnya, mewajibkan mahasiswa mempunyai asuransi internasional yang memenuhi ketentuan visa dan universitas mitra.
Cakupan dukungan dapat berbeda secara signifikan.
Untuk pertukaran AIMS Fall Semester 2026 yang diumumkan Universitas Indonesia, manfaat dari penyelenggara berupa:
biaya asrama ditanggung.
Tidak disebutkan adanya tunjangan bulanan atau makan dalam pengumuman tersebut.
Pada AIMS Fall Semester 2026, manfaat yang diumumkan meliputi:
akomodasi asrama;
dan dukungan makan.
Pengumuman tersebut tidak menyebut satu nilai stipend tunai.
Pada AIMS Fall Semester 2026, manfaat yang diumumkan meliputi:
biaya asrama termasuk meal plan;
stipend sebesar 250.000 won Korea per bulan selama empat bulan;
biaya asuransi kesehatan yang dimasukkan dalam stipend;
kelas bahasa Korea gratis;
field trip;
dan aktivitas lain.
Mahasiswa yang memilih tipe asrama lebih mahal harus membayar selisih biaya.
Contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa harus membaca pengumuman untuk setiap universitas tujuan. Jangan menggunakan manfaat dari satu universitas sebagai asumsi untuk universitas lain.
Ya, tetapi tidak semua mahasiswa Indonesia dapat mendaftar langsung.
Persyaratan paling mendasar adalah:
Mahasiswa harus terdaftar sebagai mahasiswa sarjana pada universitas yang menjadi anggota resmi AIMS.
Mahasiswa kemudian harus:
mengikuti seleksi di universitas asal;
memilih tujuan yang tersedia melalui universitas asal;
memenuhi persyaratan universitas tujuan;
memperoleh nominasi resmi;
dan menyusun rencana transfer kredit.
Mahasiswa dari universitas yang belum menjadi anggota AIMS tidak dapat mendaftar secara individual langsung kepada SEAMEO RIHED.
Destination Guide resmi AIMS mencantumkan 14 universitas peserta dari Indonesia:
Universitas Ahmad Dahlan;
Institut Teknologi Bandung;
BINUS University;
Universitas Gadjah Mada;
IPB University;
Institut Seni Indonesia Denpasar;
Institut Seni Indonesia Surakarta;
Universitas Kristen Maranatha;
Universitas Padjadjaran;
Universitas Sebelas Maret;
Institut Teknologi Sepuluh Nopember;
Universitas Sriwijaya;
Universitas Indonesia;
dan Universitas Pendidikan Indonesia.
Keanggotaan universitas tidak berarti semua mahasiswa dan semua program studi otomatis memenuhi syarat.
Partisipasi AIMS dapat dibatasi berdasarkan:
fakultas;
program studi;
bidang AIMS yang telah disetujui;
universitas mitra;
semester;
kuota;
dan ketersediaan pembiayaan.
Sebagai contoh, satu tujuan AIMS dapat hanya tersedia bagi mahasiswa Fakultas Teknik, sementara tujuan lain hanya tersedia bagi mahasiswa ekonomi, bisnis, bahasa, pertanian, atau bidang tertentu.
AIMS saat ini melibatkan sepuluh negara anggota:
Brunei Darussalam;
Kamboja;
Indonesia;
Jepang;
Malaysia;
Filipina;
Republik Korea;
Singapura;
Thailand;
dan Vietnam.
Mahasiswa mengikuti pertukaran ke universitas di negara anggota lain, bukan berpindah ke universitas lain dalam negara asal melalui skema AIMS regional.
Halaman resmi anggota AIMS yang diperbarui pada November 2024 mencantumkan:
90 universitas dari 10 negara
Destination Guide resmi juga memuat 90 universitas. Namun, beberapa bagian lain pada website AIMS masih menampilkan angka 87 karena pembaruannya tidak seragam. Laporan pertemuan tahunan 2025 juga menyatakan bahwa perubahan keanggotaan universitas dari Jepang dan Republik Korea diperkirakan terjadi pada 2026. Oleh karena itu, daftar tujuan harus selalu dikonfirmasi melalui International Relations Office universitas asal.
Universiti Brunei Darussalam;
Universiti Teknologi Brunei.
Royal University of Phnom Penh;
Royal University of Agriculture;
Royal University of Law and Economics;
National University of Management;
Institute of Technology of Cambodia.
Universitas Ahmad Dahlan;
Institut Teknologi Bandung;
BINUS University;
Universitas Gadjah Mada;
IPB University;
Institut Seni Indonesia Denpasar;
Institut Seni Indonesia Surakarta;
Universitas Kristen Maranatha;
Universitas Padjadjaran;
Universitas Sebelas Maret;
Institut Teknologi Sepuluh Nopember;
Universitas Sriwijaya;
Universitas Indonesia;
Universitas Pendidikan Indonesia.
Hiroshima University;
Hokkaido University;
Ibaraki University;
Rakuno Gakuen University;
Ritsumeikan University;
Sophia University;
Tokyo Metropolitan University;
Tokyo University of Agriculture and Technology;
The University of Tokyo;
University of Tsukuba;
Waseda University.
Universiti Kebangsaan Malaysia;
Universiti Malaya;
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah;
Universiti Malaysia Sabah;
Universiti Malaysia Terengganu;
Universiti Putra Malaysia;
Universiti Sains Malaysia;
Universiti Teknologi Malaysia;
Universiti Teknologi MARA;
Universiti Utara Malaysia.
Ateneo de Manila University;
Batangas State University;
Central Bicol State University of Agriculture;
Central Luzon State University;
Central Mindanao University;
De La Salle University;
Lyceum of the Philippines University;
Mapúa University;
Mariano Marcos State University;
Saint Louis University;
St. Paul University Philippines;
Tarlac Agricultural University;
University of Mindanao;
University of Santo Tomas;
University of St. La Salle;
University of the Philippines;
Visayas State University.
Chonnam National University;
Duksung Women’s University;
Gyeongsang National University;
Hannam University;
Jeonbuk National University;
Keimyung University;
Konyang University;
Korea Maritime and Ocean University;
Sejong University;
Woosong University;
Yonsei University—Mirae Campus;
Youngsan University.
Nanyang Technological University.
Chiang Mai University;
Chulalongkorn University;
Kasetsart University;
King Mongkut’s University of Technology Thonburi;
Mae Fah Luang University;
Mahidol University;
Prince of Songkla University;
Thammasat University.
Foreign Trade University;
Hue University;
National Economics University;
Nong Lam University;
Thai Nguyen University of Agriculture and Forestry;
Thai Nguyen University of Technology;
Thuy Loi University;
University of Transport and Communications;
Vietnam Maritime University;
Vietnam National University of Agriculture.
Daftar tersebut dapat berubah. Mahasiswa hanya boleh memilih universitas yang benar-benar dibuka oleh universitas asal pada periode seleksi.
Halaman bidang studi AIMS menampilkan sepuluh bidang:
Agriculture;
Biodiversity;
Economics;
Engineering;
Environmental Management and Science;
Food Science and Technology;
Hospitality and Tourism;
International Business;
Language and Culture;
Marine Science.
Pada 2021, AIMS menyepakati penggabungan administratif antara:
Biodiversity;
Marine Science;
dan Environmental Management and Science
untuk memperkuat pendekatan lintas disiplin.
Karena itu, halaman How to Get Involved merangkum cakupan saat ini sebagai tujuh bidang studi dan satu bidang interdisipliner, sedangkan halaman Disciplines masih menampilkan sepuluh nama bidang historis.
AIMS tidak mempunyai kategori utama bernama Pharmacy atau Health Sciences.
Mahasiswa farmasi atau kesehatan hanya dapat mendaftar apabila:
universitas asal membuka penempatan yang relevan;
mata kuliah tujuan dapat disetarakan;
bidang tersebut diterima dalam kerja sama AIMS universitas;
dan fakultas memberikan nominasi.
Kemungkinan kesesuaian dapat ditemukan melalui bidang seperti:
Food Science and Technology;
Environmental Management and Science;
Biodiversity;
Agriculture;
International Business;
atau mata kuliah interdisipliner yang berhubungan dengan kesehatan.
Contoh topik atau mata kuliah yang mungkin relevan antara lain:
keamanan pangan;
nutrisi;
produk alam;
farmasi lingkungan;
limbah farmasi;
antimicrobial resistance dalam sistem pangan;
bisnis farmasi;
manajemen rantai pasok;
atau sustainability dalam sistem kesehatan.
Kelayakan akhirnya ditentukan oleh fakultas dan universitas asal, bukan hanya berdasarkan kemiripan nama mata kuliah.
Persyaratan universal AIMS tidak menetapkan satu IPK atau skor IELTS yang sama untuk semua mahasiswa.
Ketentuan umum adalah:
mahasiswa aktif program sarjana;
berasal dari universitas anggota AIMS;
mengikuti bidang yang tersedia;
dipilih oleh universitas asal;
memenuhi persyaratan universitas tujuan;
mampu mengikuti mata kuliah dalam bahasa Inggris;
dan mempunyai rencana pengakuan atau transfer kredit.
Pengumuman AIMS Universitas Indonesia untuk 2026 memberikan contoh persyaratan yang sering digunakan dalam seleksi institusional, antara lain:
minimal sedang berada pada semester ketiga;
masih mempunyai mata kuliah yang harus diselesaikan;
tidak lulus sebelum program pertukaran selesai;
mempunyai prestasi akademik yang kuat;
mempunyai kemampuan bahasa Inggris;
belum pernah mengikuti program pertukaran sebelumnya;
tidak sedang mendaftar program pertukaran lain;
bersedia melakukan transfer kredit;
mempunyai paspor;
dan membeli asuransi internasional.
Ketentuan tersebut merupakan contoh dari Universitas Indonesia dan tidak otomatis berlaku sama di seluruh universitas anggota Indonesia.
AIMS regional tidak menetapkan satu angka IPK minimum.
Universitas asal dapat menetapkan, misalnya:
IPK minimal tertentu;
tidak mempunyai nilai gagal;
prestasi akademik yang baik;
peringkat tertentu;
atau persyaratan khusus fakultas.
Universitas tujuan juga dapat menilai:
transkrip;
kesesuaian mata kuliah;
kemampuan akademik;
dan kapasitas kelas.
Calon pelamar harus membaca pengumuman universitas asal, bukan hanya website regional AIMS.
Seluruh mata kuliah AIMS pada prinsipnya disediakan dalam bahasa Inggris.
Universitas asal bertanggung jawab memastikan mahasiswa mampu mengikuti pembelajaran, sedangkan universitas tujuan dapat meminta bukti seperti:
TOEFL;
IELTS;
tes internal;
wawancara bahasa Inggris;
atau sertifikat lain yang diakui.
AIMS tidak menetapkan satu skor regional.
Sebagai contoh, pengumuman tujuan Chulalongkorn University sebelumnya meminta skor TOEFL iBT atau IELTS tertentu, sementara beberapa tujuan lain melalui Universitas Indonesia hanya meminta sertifikat TOEFL ITP, TOEFL iBT, atau IELTS tanpa menampilkan satu angka minimum pada halaman pengumuman.
Program AIMS reguler dilaksanakan selama:
Minimal satu semester
Website regional saat ini menjelaskan bahwa penawaran utama AIMS adalah single-semester undergraduate exchange.
Tanggal pertukaran berbeda menurut kalender universitas tujuan.
Contohnya:
semester di Republik Korea dapat berlangsung September–Desember;
semester di Malaysia dapat berlangsung Oktober–Februari;
semester pertama di Thailand sering berlangsung Agustus–Desember;
dan semester di Jepang dapat mengikuti kalender April–Agustus atau Oktober–Februari.
Mahasiswa perlu memastikan bahwa perbedaan kalender tidak menyebabkan:
keterlambatan registrasi di universitas asal;
benturan ujian;
keterlambatan wisuda;
atau kehilangan mata kuliah wajib.
Transfer kredit merupakan salah satu unsur utama AIMS.
Setiap mata kuliah yang diselesaikan di universitas tujuan seharusnya dapat diakui berdasarkan persetujuan antara:
mahasiswa;
program studi asal;
universitas asal;
dan universitas tujuan.
Kesepakatan harus disusun sebelum keberangkatan. Prosesnya fleksibel dan bergantung pada kesepakatan antaruniversitas dalam jaringan bidang studi AIMS.
Sebelum berangkat, mahasiswa biasanya menyusun Learning Agreement yang mencantumkan:
mata kuliah di universitas tujuan;
jumlah kredit;
mata kuliah pengganti di universitas asal;
persetujuan program studi;
dan mekanisme konversi nilai.
Mahasiswa tidak boleh memilih mata kuliah hanya karena menarik tanpa memastikan kemungkinan pengakuan kredit.
Mata kuliah tujuan dapat:
dibatalkan;
penuh;
berubah jadwal;
atau tidak dibuka.
Mahasiswa harus mempunyai mata kuliah alternatif yang telah didiskusikan dengan program studi asal.
Universitas tujuan menerbitkan:
academic transcript;
dan AIMS Certificate of Completion.
Universitas asal kemudian memproses transfer kredit berdasarkan kesepakatan yang telah dibuat.
Tidak terdapat satu formulir regional yang sama untuk semua mahasiswa. Dokumen ditentukan oleh universitas asal dan tujuan.
Dokumen yang umum diminta antara lain:
formulir aplikasi;
surat nominasi atau rekomendasi fakultas;
academic transcript;
curriculum vitae;
motivation letter;
sertifikat kemampuan bahasa Inggris;
paspor;
pasfoto;
learning agreement;
course selection form;
surat persetujuan orang tua;
consent form;
bukti asuransi;
health certificate;
dan dokumen visa.
Pengumuman AIMS Universitas Indonesia pada 2026, misalnya, meminta surat rekomendasi fakultas, academic record, CV, motivation letter, sertifikat bahasa Inggris, persetujuan orang tua, learning agreement, dan consent letter.
Surat fakultas biasanya harus menegaskan bahwa:
fakultas mendukung keikutsertaan mahasiswa;
mahasiswa tidak akan lulus sebelum program selesai;
kredit yang diperoleh dapat ditransfer;
dan fakultas mengetahui bahwa kegiatan dilakukan secara luring di luar negeri.
Surat dapat perlu ditandatangani oleh:
dekan;
wakil dekan;
ketua program studi;
atau pejabat international office fakultas.
Motivation letter sebaiknya menjelaskan:
alasan memilih AIMS;
alasan memilih negara dan universitas tujuan;
kesesuaian mata kuliah;
manfaat bagi studi;
pengalaman organisasi;
kemampuan beradaptasi;
kontribusi setelah kembali;
dan rencana sebagai duta universitas serta Indonesia.
Hindari hanya menulis bahwa pelamar ingin:
bepergian ke luar negeri;
mempelajari budaya;
atau memperbaiki bahasa Inggris.
Motivasi tersebut perlu dihubungkan dengan tujuan akademik dan rencana transfer kredit.
Periksa daftar universitas peserta resmi.
Mahasiswa harus menghubungi:
kantor urusan internasional universitas;
international office fakultas;
atau koordinator AIMS.
SEAMEO RIHED secara resmi mengarahkan mahasiswa untuk mendaftar melalui International Relations Office universitas asal.
Universitas asal mengumumkan tujuan yang tersedia berdasarkan:
bidang;
universitas mitra;
kuota;
semester;
dan pendanaan.
Bandingkan:
course description;
learning outcomes;
jumlah kredit;
silabus;
dan kalender akademik.
Diskusikan dengan ketua program studi atau advisor akademik.
Seleksi dapat mencakup:
pemeriksaan dokumen;
wawancara;
penilaian bahasa Inggris;
penilaian prestasi;
dan penilaian motivasi.
Universitas asal menominasikan kandidat kepada universitas tujuan.
Mahasiswa tidak boleh mengirim aplikasi sebagai AIMS student tanpa nominasi resmi.
Setelah nominasi, mahasiswa menyelesaikan formulir host university.
Universitas tujuan memproses aplikasi dan menerbitkan acceptance letter.
Mahasiswa mengajukan visa berdasarkan negara tujuan.
Universitas asal memberikan informasi mengenai:
akademik;
budaya;
keselamatan;
visa;
akomodasi;
dan tanggung jawab mahasiswa.
Universitas tujuan memberikan:
pengenalan kampus;
informasi layanan;
keselamatan;
izin tinggal;
fasilitas kesehatan;
dan kegiatan budaya.
Tidak.
SEAMEO RIHED adalah sekretariat regional dan tidak memilih mahasiswa secara langsung untuk penempatan reguler.
Seleksi dilakukan melalui:
universitas asal;
pemerintah nasional;
dan universitas tujuan.
Pertanyaan mengenai:
deadline;
tujuan yang tersedia;
nilai scholarship;
dokumen;
dan kuota
harus pertama-tama ditujukan kepada International Relations Office universitas asal.
Tidak.
AIMS tidak mempunyai satu deadline regional yang berlaku bagi seluruh mahasiswa.
Deadline berbeda berdasarkan:
universitas asal;
universitas tujuan;
semester;
negara;
fakultas;
dan proses nominasi.
Contoh call Universitas Indonesia untuk Fall Semester 2026 mempunyai deadline yang berbeda-beda:
Chonnam National University: April 2026;
Keimyung University: April 2026;
Universiti Kebangsaan Malaysia: Juni 2026;
Woosong University: Juni 2026.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa perlu memantau pengumuman International Relations Office secara berkala.
Prosedur visa ditentukan oleh negara tujuan.
AIMS menyediakan halaman visa berdasarkan negara yang memuat informasi dari pemerintah negara anggota.
Mahasiswa umumnya membutuhkan:
acceptance letter;
paspor;
bukti pendanaan;
bukti tempat tinggal;
asuransi;
foto;
formulir visa;
dan dokumen universitas.
Mahasiswa yang belajar di Thailand umumnya mengajukan:
Non-Immigrant ED Visa
Panduan AIMS Thailand mencantumkan:
visa single entry;
masa berlaku visa tiga bulan;
dan izin tinggal awal 90 hari.
Dokumen dapat mencakup paspor, foto, bukti keuangan, surat universitas, serta dokumen konfirmasi pendaftaran.
Prosedur dapat berubah sehingga mahasiswa harus memeriksa situs kedutaan dan platform Thai e-Visa.
Mahasiswa sebaiknya memastikan polis mencakup:
rawat inap;
kecelakaan;
evakuasi medis;
periode perjalanan;
kegiatan akademik;
dan negara tujuan.
Jangan hanya membeli travel insurance dengan periode sangat pendek apabila program berlangsung empat sampai enam bulan.
Periksa juga apakah universitas tujuan mewajibkan:
produk asuransi tertentu;
plafon minimum;
atau asuransi nasional setelah tiba.
Sebelum menerima penempatan, mahasiswa perlu meminta rincian mengenai:
tuition fee waiver;
jumlah stipend;
jadwal pencairan;
tiket;
asrama;
makan;
asuransi;
visa;
biaya registrasi;
deposit;
dan biaya yang tidak ditanggung.
Walaupun mendapat scholarship, mahasiswa mungkin membutuhkan uang pribadi untuk:
visa;
tiket sebelum reimbursement;
deposit akomodasi;
sewa bulan pertama;
makanan;
transportasi dari bandara;
SIM card;
perlengkapan musim dingin;
dan kebutuhan darurat.
Stipend biasanya dibayarkan dalam mata uang negara tujuan. Perubahan nilai tukar dapat memengaruhi jumlah yang dibutuhkan dari Indonesia.
Biaya di:
Jepang;
Republik Korea;
Singapura;
Thailand;
Malaysia;
Filipina;
Brunei;
Kamboja;
dan Vietnam
berbeda cukup besar. Jumlah scholarship yang memadai di satu negara belum tentu cukup di negara lain.
Mahasiswa harus:
mempertahankan status aktif;
mengikuti mata kuliah yang disetujui;
hadir dalam perkuliahan;
mematuhi hukum negara tujuan;
mematuhi peraturan universitas;
menjaga nama baik universitas asal dan Indonesia;
mengikuti kegiatan orientasi;
menyelesaikan evaluasi;
dan menyerahkan laporan setelah kembali.
Mahasiswa juga diharapkan terlibat dalam kegiatan:
budaya;
buddy programme;
komunitas;
serta jejaring AIMS.
Setelah berhasil menyelesaikan program, universitas tujuan akan menerbitkan:
AIMS Certificate of Completion;
dan academic transcript.
Sertifikat menunjukkan partisipasi dalam program regional, sedangkan transkrip digunakan untuk proses transfer kredit.
Setelah program selesai, mahasiswa dapat dihubungkan dengan:
jaringan alumni universitas asal;
alumni universitas tujuan;
dan AIMS Alumni Network.
Jaringan alumni dapat memberikan kesempatan untuk:
kegiatan regional;
mentoring mahasiswa baru;
seminar;
kolaborasi;
proyek sosial;
dan pengembangan karier.
Kerangka kompetensi AIMS terbaru diperkenalkan dalam Strategic Framework 2026–2028.
Enam kompetensi utama yang diharapkan berkembang melalui AIMS adalah:
pengetahuan mengenai masyarakat, budaya, dan bahasa Asia Tenggara serta Asia Timur;
pemahaman etis dan lintas budaya;
pemahaman mengenai keberlanjutan dan resiliensi kawasan;
kemampuan berkolaborasi;
kemampuan diplomasi;
dan kemampuan glokalisasi atau menghubungkan perspektif global dengan tindakan lokal.
Pada 2025, AIMS mencatat tambahan:
618 mahasiswa outbound;
terdiri atas 600 mobilitas fisik dan 18 mobilitas virtual dengan kredit;
serta 577 mahasiswa inbound;
terdiri atas 518 mobilitas fisik, dua hybrid atau blended, dan 55 virtual dengan kredit.
Malaysia, Indonesia, dan Republik Korea termasuk negara dengan jumlah outbound tertinggi pada 2025.
Sejak 2010, laporan 2025 mencatat partisipasi kumulatif:
7.226 outbound;
dan 8.862 inbound
untuk berbagai bentuk mobilitas dengan kredit yang dicatat melalui sistem AIMS.
AIMS juga telah mengadopsi:
AIMS Strategic Framework 2026–2028 atau Bacolod Strategy: Consolidate and Connect
Strategi ini diarahkan untuk:
memperkuat kualitas program;
memperluas konektivitas;
meningkatkan pendanaan;
mengembangkan sistem digital;
memperkuat dukungan mahasiswa;
dan meningkatkan keterlibatan alumni serta industri.
Kelebihan utama AIMS meliputi:
tuition fee waiver di universitas tujuan;
kesempatan memperoleh scholarship tambahan;
transfer kredit;
pengalaman akademik internasional;
perkuliahan dalam bahasa Inggris;
jaringan 10 negara;
pilihan universitas yang luas;
pemahaman lintas budaya;
serta akses ke jaringan alumni regional.
Calon peserta juga harus memahami keterbatasannya:
hanya tersedia bagi mahasiswa universitas anggota;
tidak semua fakultas termasuk;
kuota terbatas;
nilai scholarship tidak seragam;
living allowance tidak selalu tersedia;
tiket tidak selalu ditanggung;
asrama tidak selalu gratis;
persyaratan bahasa berbeda;
dan transfer kredit harus dipastikan sebelum keberangkatan.
Walaupun tidak ada satu IPK regional, kandidat dengan nilai tinggi lebih kompetitif.
Memiliki TOEFL atau IELTS akan mempermudah pemilihan universitas tujuan.
Prioritaskan mata kuliah yang mempunyai:
learning outcomes serupa;
jumlah kredit sebanding;
dan persetujuan program studi.
Jelaskan manfaat akademik, bukan hanya keinginan bepergian.
AIMS menekankan kemampuan:
lintas budaya;
kolaborasi;
kepemimpinan;
diplomasi;
dan kontribusi regional.
Jangan berangkat dengan asumsi seluruh biaya ditanggung.
Pengumuman dapat muncul beberapa bulan sebelum semester dimulai dan mempunyai deadline singkat.
Tidak. AIMS adalah program pertukaran mahasiswa sarjana.
Program pertukaran reguler AIMS saat ini berfokus pada mahasiswa sarjana.
Ya, apabila berasal dari universitas anggota AIMS dan memenuhi seleksi internal.
Tidak melalui jalur reguler AIMS.
Tidak. Pendaftaran dilakukan melalui universitas asal.
Universitas tujuan pada prinsipnya memberikan tuition fee waiver.
Tergantung pemerintah, universitas asal, atau universitas tujuan.
Tidak selalu. Periksa call universitas asal dan tujuan.
Tergantung penempatan. Beberapa universitas menanggung asrama, sedangkan yang lain hanya membantu mencarikan tempat.
Tidak selalu. Beberapa host menyediakan meal plan, sedangkan yang lain tidak.
Tidak selalu. Mahasiswa dapat diwajibkan membayar visa sendiri.
Umumnya ya, sesuai ketentuan universitas dan negara tujuan.
Tidak ada satu angka regional. Universitas asal dan tujuan menetapkan kriterianya.
Tidak selalu, tetapi semua mata kuliah diselenggarakan dalam bahasa Inggris. Host dapat meminta IELTS, TOEFL, atau bukti lain.
Ya, berdasarkan persetujuan sebelum keberangkatan.
Umumnya satu semester.
Universitas asal biasanya mensyaratkan mahasiswa belum lulus sampai program selesai dan kredit telah diproses.
Beberapa universitas asal membatasi AIMS bagi mahasiswa yang belum pernah mengikuti pertukaran. Ikuti peraturan institusi masing-masing.
Tidak. Pembukaan bergantung pada mitra, kuota, bidang, dan pendanaan.
Alamat:
SEAMEO RIHED
328 Sri Ayutthaya Road, 5th Floor
Thung Phaya Thai, Ratchathewi
Bangkok 10400
Thailand
Telepon:
+66 2 644 9856–62
Email:
rihed@rihed.seameo.org
SEAMEO RIHED menangani koordinasi regional. Pertanyaan mahasiswa mengenai pendaftaran dan scholarship tetap harus disampaikan lebih dahulu kepada International Relations Office universitas asal.
Website resmi AIMS Programme
https://aims-rihed.net/
Penjelasan resmi tentang AIMS
https://aims-rihed.net/about-aims/
Cara mahasiswa mengikuti AIMS
https://aims-rihed.net/how-to-get-involved/
Daftar negara dan universitas anggota
https://aims-rihed.net/aims-members/
Destination Guide
https://aims-rihed.net/destination-guide/
Daftar bidang studi AIMS
https://aims-rihed.net/disciplines/
Operational Handbook AIMS
https://aims-rihed.net/wp-content/uploads/2020/05/aims_programme_handbook_second_edition_revised.pdf
Laporan 19th Annual Review Meeting 2025
https://aims-rihed.net/wp-content/uploads/2026/01/meeting-report_19th-annual-review-meeting_web-version.pdf
Halaman visa negara peserta AIMS
https://aims-rihed.net/visa-procedures-for-aims-student-exchange/
Halaman berita dan pengumuman AIMS
https://aims-rihed.net/news-and-events/
Kontak resmi AIMS dan SEAMEO RIHED
https://aims-rihed.net/contact-us/
Website SEAMEO RIHED
https://rihed.seameo.org/
Daftar pengumuman AIMS Universitas Indonesia
https://international.ui.ac.id/category/aims/