KURAIH KETENANGAN HIDUP DENGAN MENGHINDARI SIFAT TAMAK
KOMPETENSI DASAR
3.5 Memahami isi kandungan QS. Al-Humazah (104) dan QS. At-Takatsur (102) tentang sifat cinta dunia dan melupakan kebahagiaan hakiki.
4.5 Mensimulasikan sikap yang sesuai dengan isi kandungan QS. Al-Humazah (104) dan QS. At-Takatsur (102) tentang sifat cinta dunia dan melupakan kebahagiaan hakiki.
QS. AL-HUMAZAH
Al Humazah adalah surat ke 104 dalam Al Quran dan terdiri dari 9 ayat. Para ulama sepakat menyatakan surat ini tergolong dalam surat Makkiyah karena diturunkan di Makkah.
Nama Al Humazah diambil dari ayat pertama. Al Humazah sendiri artinya pengumpat. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pengumpat adalah orang yang suka mengeluarkan umpatan, memburuk-burukkan orang, mengeluarkan kata-kata keji karena marah, jengkel, kecewa, dan sebagainya.
Menurut al-Biqa'i seperti dikutip dari Tafsir Al Missbah jilid 15 karya Prof Quraish Shihab, surat Al Humazah ini menjelaskan tentang siapa yang paling merugi karena bersaing secara tidak sehat, memperbanyak harta yang sangat jelas kerugiannya di hari kiamat nanti.
"Sejumlah kaum musyrikin melakukan penghinaan dan melemparkan aneka isu terhadap kaum muslimin yang mengundang turunnya surah ini (Al Humazah)," kata pakar tafsir Prof. Quraish Shihab dalam Tafsir Al Misbah seperti dikutip Tim Hikmah detikcom.
QS. AT-TAKATSUR
Surat At Takatsur terdiri dari 8 ayat. Arti At-Takatsur diambil dari ayat pertama yakni saling memperbanyak atau bermegah-megahan. Menurut tafsir Al Mishbah jilid 15 oleh Dr M Quraish Shihab, mayoritas ulama berpendapat surat At Takatsur adalah surat Makkiyyah. Karena turun berkaitan dengan kasus dua suku di Mekah yang saling berbangga-bangga.
Tema utama Surat At Takatsur adalah kecaman terhadap mereka yang dilengahkan oleh gemerlap duniawi dan kebanggaan atas sesuatu yang fana, sambil mengingatkan tentang kesudahan semua manusia.
Kata At Takatsur diambil dari kata katsrah atau banyak. Teladan dari At Takatsur menunjukkan adanya dua pihak atau lebih yang bersaing, semua berusaha memperbanyak, seakan-akan sama-sama mengaku memiliki lebih banyak dari pihak lain atau saingannya. Tujuannya adalah berbangga dengan kepemilikannya. Dari sini kata tersebut digunakan juga dalam arti saling berbangga-bangga.
Jadi At-takatsur adalah persaingan antara dua pihak atau lebih dalam hal memperbanyak hiasan dan gemerlapan duniawi, serta usaha untuk memilikinya sebanyak mungkin tanpa menghiraukan norma dan nilai- nilai agama. Yang dikecam oleh ayat ini adalah persaingan yang demikian itu sifatnya dan yang mengakibatkan Al Lahw yakni mengakibatkan seseorang lengah serta mengabaikan hal-hal yang lebih penting.
Kelengahan mengantar manusia bersaing tanpa batas sampai-sampai mengantar mereka ke kubur untuk membuktikan betapa besar pengaruh dan betapa banyak jumlah pengikut mereka. Bahkan, mereka menghitung pula orang-orang yang telah mati di antara mereka.
Persaingan itu juga tidak akan berhenti sampai kamu telah menziarahi kubur dalam arti sampai kamu dikuburkan yakni sampai kamu mati. Menumpuk harta atau memperbanyak anak dan pengikut apabila motivasinya adalah persaingan, maka ia tidak akan pernah berakhir kecuali dengan kematian karena yang bersaing tidak pernah puas, selalu saja tergambar di dalam benaknya harta, kedudukan yang lebih tinggi serta pengikut dan pengaruh yang lebih besar dari apa yang telah diperolehnya. Sampai-sampai mungkin saja dia akan menyaingi Tuhan sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Fir'aun.
Jika keadaannya sudah demikian, maka persaingan begitu juga kelengahan dan kelalaian baru akan berakhir setelah yang bersangkutan dikebumikan ke kubur.
Persaingan memperebutkan kemegahan duniawi begitu pula memperbanyak anak dan pengikut, tidak akan membawa kebahagiaan dan kepuasan bagi setiap yang terlibat serta tidak mengantar kepada hakikat dan tujuan kehidupan itu sendiri. Kalau kepastian di atas tidak ditemukan atau dialami dalam kenyataan hidup duniawi, maka akan
terbukti kebenarannya dalam kehidupan ukhrawi. Pada ayat 8 Surat At Takatsur juga memperingatkan bahwa kenikmatan apapun bentuknya pasti akan dimintakan pertanggungjawaban.
AMATI DAN RENUNGKANLAH KALIMAT-KALIMAT DIBAWAH INI ! KEMUDIAN CATATLAH PERISTIWA YANG TERJADI DI SEKITAR KALIAN MENGENAI PERILAKU CINTA DUNIA