MENGGAPAI KEBAHAGIAAN DENGAN SABAR DAN SYUKUR
(Sabar dan Syukur, Kunci Keberhasilan)
IPK ( Indikator Pencapaian Kompetensi )
1.6.1 Membenarkan isi kandungan hadis tentang sikap berfikir positif, kehidupan bagi orang mukmin optimis dan sabar dalam
1.6.2 Meyakini kebenaran isi kandungan hadis tentang sikap berfikir positif, kehidupan bagi orang mukmin optimis dan sabar dalam
2.6.1 Menunjukkan sikap berfikir positif, optimis dan sabar dalam kehidupan seharihari
2.6.2 Terbiasa bersikap berfikir positif, optimis dan sabar dalam kehidupan sehari-hari
3.6.1 Menyebutkan arti dari Hadis riwayat Muslim dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan, hadis riwayat Tirmidzi dari Abdullah bin Abbas dan hadis
riwayat Bukhari Muslim dari Abu Hurairah
3.6.2 Menjelaskan isi Hadis riwayat Muslim dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan, hadis riwayat Tirmidzi dari Abdullah bin Abbas dan hadis riwayat
Bukhari Muslim dari Abu Hurairah
3.6.3 Menentukan isi Hadis riwayat Muslim dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan, hadis riwayat Tirmidzi dari Abdullah bin Abbas dan hadis riwayat
Bukhari Muslim dari Abu Hurairah
3.6.4 Membandingan isi kandungan Hadis riwayat Muslim dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan, hadis riwayat Tirmidzi dari Abdullah bin Abbas dan
hadis riwayat Bukhari Muslim dari Abu Hurairah
3.6.5 Menilai sikap yang sesuai isi kandungan Hadis riwayat Muslim dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan, hadis riwayat Tirmidzi dari Abdullah bin
Abbas dan hadis riwayat Bukhari Muslim dari Abu Hurairah
3.6.6 Merencanaan sikap yang sesuai dengan kandungan Hadis riwayat Muslim dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan, hadis riwayat Tirmidzi dari
Abdullah bin Abbas dan hadis riwayat Bukhari Muslim dari Abu Hurairah
4.6.1 Mendemonstrasikan hafalan Hadis riwayat Muslim dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan, hadis riwayat Tirmidzi dari Abdullah bin Abbas dan hadis
riwayat Bukhari Muslim dari Abu Hurairah
4.6.2 Menyimpulkan keterkaitan kandungan hadis riwayat Muslim dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan, hadis riwayat Tirmidzi dari Abdullah bin Abbas
dan hadis riwayat Bukhari Muslim dari Abu Hurairah dengan fenomena sosial dan menyajikannya dalam bentul lisan atau tulisan
Hadis ini dikenal dengan sebutan "Hadis Syukur dan Sabar" yang menjelaskan keutamaan seorang Mukmin dalam menghadapi segala takdir Allah, baik suka maupun duka.
عَنْ أَبِي يَحْيَى صُهَيْبِ بْنِ سِنَانٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "عَجَباً لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ."
(Terjemahan)
Dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal itu tidaklah terjadi pada siapa pun kecuali hanya pada orang mukmin. Jika dia mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka hal itu baik baginya. Jika dia ditimpa musibah, dia bersabar, maka hal itu pun baik baginya."
Sumber: Hadis riwayat Muslim, nomor 2999.
Hadis ini adalah nasihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kepada Ibnu Abbas saat masih muda, yang mengajarkan pentingnya tawakal dan keyakinan penuh kepada Allah.
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: كُنْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْماً فَقَالَ: "يَا غُلامُ، إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ: احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَلَوْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوْكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ."
(Terjemahan)
Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Suatu hari aku berada di belakang Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda: "Wahai anak muda, aku akan mengajarkanmu beberapa kalimat: Jagalah (perintah) Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah (perintah) Allah, niscaya kamu akan mendapati-Nya di hadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah. Jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberimu manfaat dengan sesuatu, mereka tidak akan mampu memberimu manfaat kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan seandainya mereka berkumpul untuk mencelakakanmu dengan sesuatu, mereka tidak akan mampu mencelakakanmu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering."
Sumber: Hadis riwayat Tirmidzi, nomor 2516.
Hadis ini menjelaskan tujuh dosa besar yang dapat membinasakan pelakunya, sebuah peringatan keras bagi umat Islam.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوْبِقَاتِ." قِيْلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، وَمَا هُنَّ؟ قَالَ: "الشِّرْكُ بِاللهِ، وَالسِّحْرُ، وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ، وَأَكْلُ الرِّبَا، وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيْمِ، وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ، وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ الْغَافِلاَتِ."
(Terjemahan)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Jauhilah tujuh dosa yang membinasakan." Beliau ditanya: "Wahai Rasulullah, apakah itu?" Beliau menjawab: "(1) Menyekutukan Allah (syirik), (2) sihir, (3) membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan hak, (4) memakan riba, (5) memakan harta anak yatim, (6) lari dari medan perang, dan (7) menuduh wanita-wanita mukminah yang suci dan lalai (dari tuduhan) dengan tuduhan berzina."
Sumber: Hadis riwayat Bukhari (nomor 2766) dan Muslim (nomor 89)