KEBAHAGIAAN ANAK YATIM ADALAH KEBAHAGIAANKU
KOMPETENSI DASAR
3.3 Memahami isi kandungan QS. Al-Kautsar (108) dan QS. Al-Ma’un (107) tentang kepedulian sosial dan isi kandungan Hadits tentang tolong-menolong riwayat Al-Bukhori dari Abdullah Ibnu Umar.
الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ، وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
dan hadits riwayat Muslim dari Abu Hurairah.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ القِيَامَةِ. وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ، يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ. وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِماً سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ. وَاللهُ في عَوْنِ العَبْدِ مَا كَانَ العَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ
dan Hadits tentang mencintai anak yatim riwayat Al-Bukhori dari Sahl Bin Saad.
عَنْ سَهْلٍ بْنِ سَعْدٍ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا ، وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا شَيْئًا
dan Hadits riwayat Ibnu Majah dari Abu Hurairah.
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرُ بَيْتٍ فِي اْلمِسْلِمِيْنَ بَيْتٌ فِيْهِ يَتِيْمٌ يُحْسِنُ عَلَيْهِ وَ شَرُّ بَيْتٍ فِي اْلمُسْلِمِيْنَ بَيْتٌ فِيْهِ يَتِيْمٌ يُسَاءُ اِلَيْهِ (رواه ابن ماجه)
dalam fenomena kehidupan dan akibatnya.
4.3 Mensimulasikan sikap tolong menolong dan peduli terhadap anak yatim sesuai isi kandungan QS. Al-Kautsar (108) dan QS. Al-Ma’un (107) dan sikap tolong menolong sesame muslim sesuai isi kandungan Hadits tentang tolong-menolong riwayat Al-Bukhori dari Abdullah Ibnu Umar.
الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ، وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
dan hadits riwayat Muslim dari Abu Hurairah.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: «مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ القِيَامَةِ. وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ، يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ. وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِماً سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ. وَاللهُ في عَوْنِ العَبْدِ مَا كَانَ العَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ
dan Hadits tentang mencintai anak yatim riwayat Al-Bukhori dari Sahl Bin Saad.
عَنْ سَهْلٍ بْنِ سَعْدٍ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا ، وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا شَيْئًا
dan Hadits riwayat Ibnu Majah dari Abu Hurairah.
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرُ بَيْتٍ فِي اْلمِسْلِمِيْنَ بَيْتٌ فِيْهِ يَتِيْمٌ يُحْسِنُ عَلَيْهِ وَ شَرُّ بَيْتٍ فِي اْلمُسْلِمِيْنَ بَيْتٌ فِيْهِ يَتِيْمٌ يُسَاءُ اِلَيْهِ (رواه ابن ماجه)
Konsep Kepedulian Sosial menurut QS Al-Kautsar dan QS. Al-Ma’un
A. Kepedulian Sosial
Kata Peduli berarti memperhatikan atau menghiraukan. Menaruh peduli berarti menaruh perhatian atau menghiraukan sesuatu. Kepedulian social adalah sikap memperhatikan kepentingan orang lain dengan tujuan memberikan bantuan atau simpati.
Mengapa manusia perlu memiliki kepedulian social ?
Karena manusia adalah makhluk social yang senantiasa menjalin hubungan kerjasama dengan orang lain. Kerjasama tersebut dapat terjalin manakala masing-masing pihak memiliki kepedulian social.
B. Dampak positif memiliki kepedulian social
Terwujudnya sikap hidup gotong royong
Terwjudnya sikap hidup tolong menolong
Terjalinnya hubungan batin yang akrab
Menumbuhkan kerukunan dan kebersamaan
Terjadinya pemerataan kesejahteraan
Menghilangkan jurang pemisah antara si kaya dengan si miskin
Terwujudnya persatuan dan kesatuan
Menciptakan kondisi masyarakat yang kuat dan harmonis
Menghilangkan rasa dengki dan dendam
Artinya : Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah). Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).
C. Asbabun Nuzul
Menurut Ibnul Munzir yang bersumber dari Ibnu Juraij, surat ini turun berkaitan dengan wafatnya putra Rasulullah saw, yaitu Ibrahim. Kaum Qurays berkata: “sekarang Muhammad menjadi abtar (terputus keturunannya)”. Hal ini menyebabkan Rasulullah bersedih hati, maka turunlah surat al-kautsar : 1-3 sebagai penghibur Rasulullah. (sumber : Asbabun nuzul latar belakang historis turunnya ayat-ayat al-Qur’an. Penulis K.H.Q. Shaleh dan H.A.A. Dahlan dkk. Halaman 681)
D. Penjelasan Surat
Surat Al-Kautsar terdiri dari 3 ayat, dan termsuk surat Makkiyah.
Surat ini mengabarkan tentang anugrah Allah SWT, berupa kebajikan yang melimpah kepada Nabi Muhammad SAW, yang sangat banyak baik dalam hal kedudukannya sebagai Nabi maupun pribadi.
Isi kandungan Surat Al-Kautsar :
اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ
Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak.
Ayat 1; menerangkan tentang nikmat Allah SWT yang melimpah yang telah diberikan kepada Nabi Muhammad SAW. Kenikmatan yang melimpah itu disebut Al-Kautsar. Pada ayat ini Allah SWT menerangkan Dia telah memberi nikmat yang banyak kepada Nabi Muhammad SAW.
Berikut ini ada beberapa pendapat para Ulama’ tentang Al-Kautsar
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ
Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).
Ayat 2 : menerangkan tentang dua perintah kepada nabi Muhammad SAW. Khususnya dan umat Islam pada umumnya. Kedua perintah itu adalah pelaksanaan shalat dan berkurban.
اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ
Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).
Ayat 3 : Allah SWT menjelaskan bahwa orang-orang yang membenci Nabi Muhammad SAW dan risalahnya akan terputus dari rahmatNya. Selain itu juga terdapat lapaz al-abtar. Kata ini bermula dari ba-ta-ra yang berarti putus atau terputus.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan, isi kandungan surat al-kautsar menjelaskan tentang nikmat Allah yang dianugerahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan kenikmatan inilah, Allah memerintahkan Nabi untuk bersyukur dengan mendirikan shalat dan berkurban sepenuh hati. Sedangkan orang-orang yang membenci nabi Muhammad tidak akan mendapatkan kebaikan di dunia dan akherat, dan termasuk orang yang merugi.
Artinya: Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin. Maka celakalah orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya, yang berbuat ria, dan enggan (memberikan) bantuan.
A. Pengertian Surat Al Maun
Surat Al Maun merupakan surat ke107 di dalam Al Quran. Al-Ma’un termasuk ke dalam surat Makiyyah karena diturunkan di Mekah.
Surat Al Maun yang terdiri dari 7 Ayat ini berarti bantuan penting. Di dalamnya, surat Al Maun mengingatkan umat manusia supaya tidak berperilaku tercela. Al-Ma’un mengajarkan umat Muslim untuk tidak menghardik anak yatin serta mendustakan agama.
B. Kandungan Surat Al Maun
Selain sebagai peringatan untuk berbuat baik kepada anak yatim, surat Al-Ma’un juga diturunkan untuk mengingatkan manusia yang memiliki harta melimpah namun sering kali lupa untuk memedulikan orang sekitar, seperti tidak membayar zakat atau membantu fakir miskin.
Berdasarkan sebuah hadist Tharif Abu Thalhah yang berasal dari Ibnu Abbas R.A juga diterangkan bahwa Surat Al-Ma’un ditujukan bagi orang munafik. Orang munafik di sini adalah mereka yang selalu pamer perihal ibadah kepada mukmin lainnya. Hal ini yang kemudian disebut Riya, karena saat tak berada si sekeliling orang mukmin lainnya, maka orang ini akan memilih untuk meninggalkan salat tanpa alasan.
C. Kisah di balik Surat Al Maun
Surat Al-Ma’un diturunkan Allah lantaran sebuah kisah tragis yang terjadi di masa lampau. Oleh karena itu, melalui surat ke-107 ini Allah mengingatkan ummat-Nya supaya tidak mengulangi hal seurpa dan mendapat berkah dari Allah SWT hingga akhir hayat.
Dalam buku Tafsir Nurul Qur’an oleh Allamah Kamal Faqih Imani (2006) diceritakan kisah sebagai berikut :
“Abu Sufyan biasa membunuh dua unta besar setiap hari untuk disantap bersama kaumnya. Namun, pada suatu hari, ada seorang anak yatim mendatangi pintunya dan meminta pertolongan. Alih-alih mendapat pertolongan, Abu Sufyan malah memukul anak yatim itu dengan tongkat dan mengusirnya”.
Abu Sufyan hanya menunjukkan sofat terpujinya ketika dilihat oleh banyak kaumnya, namun sifat itu menghilang ketikda dirinya tidak dikelilingi oleh oranhg banyak.
Adanya peristiwa tersebut menjadi latar belakang turunnya tujuh ayat dalam surat Al-Ma’un yang ditujukan supaya manusia tidak meniru sifat Abu Sufyan.
Itulah penjelasan mengenai surat Al Maun lengkap dengan arti, kandungan, dan kisah dibaliknya. Semoga kita selalu dilindungi Allah SWT.
Contoh perilaku yang mencerminkan Kepedulian Sosial
UNTUK LEBIH JELASNYA KALIAN BISA MENYIMAK VIDEO DIBAWAH INI