MENGGAPAI RIDHA ALLAH SWT DENGAN SIKAP DERMAWAN DAN MENGHINDARI KIKIR
IPK ( Indikator Pencapaian Kompetensi )
1.3.1 Membenarkan bahwa Allah Swt. mencintai orang yang pemurah dan membenci orang yang kikir
1.3.2 Meyakini bahwa Allah Swt. mencintai orang yang pemurah dan membenci orang yang kikir
2.3.1 Menerapkan sikap peduli kepada masyarakat
2.3.2 Terbiasa bersikap peduli kepada masyarakat
3.3.1 Menyebutkan arti dari QS. Al-Lail ayat 1-11, dan hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah dan hadis riwayat Muslim dari Jabir bin Abdillah
3.3.2 Menjelaskan isi kandungan QS. Al-Lail ayat 1-11, dan hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah dan hadis riwayat Muslim dari Jabir bin Abdillah
3.3.3 Menentukan isi kandungan QS. Al-Lail ayat 1-11, dan hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah dan hadis riwayat Muslim dari Jabir bin Abdillah
3.3.4 Membandingan isi kandungan QS. Al-Lail ayat: 1-11, dan hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah dan hadis riwayat Muslim dari Jabir bin
Abdillah
3.3.5 Menilai sikap yang sesuai dengena isi kandungan QS. Al-Lail ayat 1-11, dan hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah dan hadis riwayat Muslim
dari Jabir bin Abdillah
3.3.6 Merencanaan sikap yang sesuai dengan isi kandungan QS. Al-Lail ayat 1-11, dan hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah dan hadis riwayat
Muslim dari Jabir bin Abdillah
4.3.1 Mendemonstrasikan hafalan QS. Al-Lail ayat 1-11, dan hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah
4.3.2 Menyimpulkan keterkaitan isi kandungan QS. Al-Lail ayat 1-11, dan hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah dan hadis riwayat Muslim dari
Jabir bin Abdillah dengan fenomena sosial dan menyajikannya secara lisan atau tulisan
QS. Al-Lail ayat 1-11
وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى (1) وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّى (2) وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالْأُنْثَى (3) إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّى (4) فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى (5) وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى (6) فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى (7) وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَى (8) وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَى (9) فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَى (10) وَمَا يُغْنِي عَنْهُ مَالُهُ إِذَا تَرَدَّى (11)
Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), dan siang apabila terang benderang, dan penciptaan laki-laki dan perempuan, sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan)yang sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.
Isi Kandungan QS. Al-Lail ayat 1-11
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Harun, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari Al-Mugirah, dari Ibrahim, dari Alqamah, bahwa ia datang ke negeri Syam, lalu masuk masjid Dimasyq (Damaskus) dan mengerjakan salat dua rakaat di dalamnya, lalu mengucapkan doa berikut: "Ya Allah, berilah aku rezeki teman duduk yang saleh." Lalu duduklah ia bergabung ke dalam majelis Abu Darda, maka Abu Darda bertanya kepadanya, "Dari manakah engkau berasal?" Alqamah menjawab, "Dari Kufah." Abu Darda bertanya, bahwa bagaimanakah engkau mendengar bacaan Ibnu Ummi Abdin (maksudnya Abdullah ibnu Mas'ud) terhadap firman Allah Swt: Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), dan siang apabila terang benderang, dan penciptaan laki-laki dan perempuan. (Al-Lail: 1-3) Maka Alqamah membacakannya dengan bacaan berikut: dan (demi) laki-laki dan perempuan. (Al-Lail: 3) Tanpa memakai wama khalaqa, sehingga bacaannya menjadi waz zakari wal un'sa. Maka Abu Darda menjawab, bahwa sesungguhnya ia pernah mendengar bacaan itu dari Rasulullah Saw., tetapi mereka masih tetap meragukan bacaan itu. Kemudian Abu Darda berkata, "Bukankah di kalangan kalian terdapat orang yang mempunyai jamaah yang sangat besar dan pemegang rahasia yang tiada seorang pun mengetahuinya selain dia, dan yang dilindungi dari godaan setan melalui lisan Nabi Muhammad Saw.?"
Imam Bukhari meriwayatkan hadis sehubungan tafsir ayat ini dan juga Imam Muslim melalui jalur Al-A'masy, dari Ibrahim yang mengatakan bahwa murid-murid Abdullah ibnu Mas'ud datang kepada Abu Darda, mereka mencarinya dan akhirnya menemukannya. Maka Abu Darda bertanya kepada mereka, "Siapakah di antara kalian yang pandai membaca Al-Qur'an menurut qiraat Abdullah?" Mereka menjawab, "Kami semuanya." Abu Darda bertanya, "Siapakah di antara kalian yang paling hafal?" Mereka menunjuk ke arah Alqamah. Maka Abu Darda bertanya, bahwa bagaimanakah engkau dengar dia membaca firman-Nya: Demi malam apabila menutupi (cahaya siang). (Al-Lail: 1) Maka Alqamah menjawab, bahwa terusannya (sesudah ayat berikutnya) ialah: dan (demi) laki-Laki danperempuan. (Al-Lail: 3)
Abu Darda pun berkata, "Demi Allah, aku pernah mendengar bacaan itu dari Rasulullah Saw., dan beliau tidak menghendaki aku membacanya dengan bacaan: 'dan penciptaan laki-laki dan perempuan. ' (Al-Lail: 3) oleh karena itu demi Allah, aku tidak mau menuruti kemauan mereka.”Demikian teks hadis menurut Imam Bukhari.
Dan demikianlah ayat ini dibaca oleh Ibnu Mas'ud dan Abu Darda; dan Abu Darda sendiri telah me-rafa'-kannya, yakni telah mendengarnya langsung dari Rasulullah Saw.