KUPERINDAH BACAAN AL-QUR'AN DENGAN TAJWID
KOMPETENSI DASAR :
3.1 Memahami ketentuan hukum bacaan mad ‘Iwadh, mad Layyin, dan mad ‘aridh lissukun dalam Al-Qur’an surat-surat pendek pilihan.
4.1 Menerapkan hukum bacaan mad ‘Iwadh, mad Layyin, dan mad ‘aridh lissukun dalam Al-Qur’an surat-surat pendek pilihan.
MAD IWADL
Hukum membaca Al Quran sesuai dengan ketentuan ilmu tajwid hukumnya adalah fardhu 'ain. Sebab itu penting mempelajari cara membaca panjang pendek bacaannya atau hukum mad. Salah satunya adalah mad iwad. Sebelumnya, perlu diketahui terlebih dahulu penjelasan umum mengenai hukum bacaan mad. Arti mad secara bahasa adalah memanjangkan atau tambah. Kata ini diambil dari bahasa Arab al-mad (المد). Artinya hukum bacaan mad adalah memanjangkan suara dengan suatu huruf di antara huruf-huruf mad atau lain (layyin) ketika bertemu dengan hamzah (ء) atau sukun (ه) karena adanya sebab.
Huruf-huruf mad itu sendiri terdiri dari tiga huruf hijaiyah di antaranya adalah, alif (أ), wawu (و), dan ya' (ي).
Melansir dari buku Dasar-dasar Ilmu Tajwid karya Dr. Marzuki, M.Ag., Sun Choirol Ummah, S.Ag., M.S.I., hukum bacaan mad terbagi menjadi dua, di antaranya adalah mad thabi'i artinya dibaca panjang dua harakat (dua ketukan) jika huruf mad tidak bertemu dengan huruf mati/sukun (ه) dan hamzah (ء).
Sementara mad far'i adalah hukum tambahan dari mad asli atau semua bacaan mad (panjang) selain dari mad thabi'i. Mad far'i terbagi menjadi beberapa jenis, salah satunya adalah mad iwad.
A. Pengertian dan Ciri Mad Iwad
Mad iwad adalah mad yang terjadi karena penggantian harakat fathatain atau tanwin fathah ( ﹷ ) menjadi alif seperti mad thabi'i karena diwaqafkan.
Atau dapat diartikan dengan berhentinya bacaan pada tanwin fathah di akhir kalimat. Bacaan mad iwad dibaca waqaf dengan dipanjangkan sampai satu alif atau dua harakah.
B. Contoh dan Cara Baca Mad Iwad
Berikut ini merupakan contoh bacaan mad iwad dalam Al Quran disertai dengan cara membaca dan sebabnya.
1. عَلَى النَّارِ هُدًى dibaca 'alan-nāri hudā (QS. Thaahaa: 10)
Sebab: Fathatain di akhir kalimat yang diwaqafkan sehingga diganti alif dan dipanjangkan hingga dua harakat.
2. كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ dibaca kaṡīraw wa nisā`ā (QS. An Nisa: 1)
Sebab: Fathatain di akhir kalimat yang diwaqafkan sehingga diganti alif dan dipanjangkan hingga dua harakat.
3. قَوْمًا بُورًا dibaca qaumam bụrā (QS. Al Furqan: 18)
Sebab: Fathatain di akhir kalimat yang diwaqafkan sehingga diganti alif dan dipanjangkan hingga dua harakat.
MAD LAYYIN
Mad layyin merupakan salah satu dari 15 bagian hukum mad. Di dalam ayat suci Alquran, terdapat beberapa bacaan yang mengandung mad layyin. Karenanya, umat Muslim perlu memahami hukum dan cara membacanya agar tidak keliru dalam pelafalannya. Kata dasar agar dapat mengingat dan memahami hukum mad layyin adalah huruf "ya" dan "wau". Ini hampir sama dengan huruf dari hukum mad thobii.
Perbedaannya hanya adanya tanda baris atau harakat. Hukum mad layyin ini tidak berlaku bagi huruf hijaiyah alif.
Untuk lebih lengkapnya, simak penjelasan mengenai bacaan mad layyin berikut.
A. Pengertian Mad Layyin
Mad layyin menurut istilah adalah kalimat yang dibaca dengan lembut dan halus. Mad layyin tidak boleh dibaca panjang, kecuali dalam keadaan waqaf.
Apabila terdapat huruf mad (وْ / يْ) yang dibaca sukun dan terletak setelah harakat fathah dalam satu kalimat, maka disebut bacaan mad layyin. Atau dengan kata lain jika terdapat huruf berharakat fathah bertemu dengan "ya" atau "wau" sukun (وْ / يْ) dalam satu kata.
Mad layyin ini berguna pada saat bacaan berhenti, waqaf di tanda berhenti atau waqaf pada ujung ayat. Walaupun ketika ingin berhenti atau waqaf di tengah-tengah ayat karena terpaksa, hukumnya tetap diperbolehkan.
B. Cara Membaca Mad Layyin
Cara membaca mad layyin adalah dengan cara membaca huruf berharakat fathah lebih dulu. Lalu disambung dengan huruf ya atau wau sukun dengan cara dibaca panjang, kemudian dikunci menggunakan huruf hijaiyah setelahnya.
Panjang bacaan dari mad layyin boleh 2 harakat (1 alif), 4 harakat (2 alif), atau 6 harakat (3 alif). Pilihlah salah satu dan ini tetap berlaku bahwasanya panjang bacaannya wajib konsisten (tetap, rata, dan teratur).
C. Contoh Bacaan Mad Layyin
Salah satu contoh bacaan mad layyin yang mudah ditemukan dalam surat Al-Quraisy. Perhatikan contoh-contoh berikut.
Contoh 1
لِاِيۡلٰفِ قُرَيۡشٍۙ
Lafadz قُرَيْشٍ adalah contoh bacaan mad layyin. Cara membacanya cukup dibaca panjang sebanyak dua harakat.
Contoh 2
اٖلٰفِهِمۡ رِحۡلَةَ الشِّتَآءِ وَالصَّيۡفِ
Lafadz الصَّيْف adalah contoh bacaan mad layyin. Dibaca panjang cukup sebanyak dua harakat.
Contoh 3
فَلۡيَـعۡبُدُوۡا رَبَّ هٰذَا الۡبَيۡتِۙ
Lafadz الْبَيْتِ adalah contoh bacaan mad layyin. Cara membaca panjangnya cukup sebanyak dua harakat.
Contoh 4
وَّاٰمَنَهُمۡ مِّنۡ خَوۡفٍ
Lafadz خَوْفٍ adalah contoh bacaan mad layyin. Maka cara membacanya cukup dibaca sebanyak dua harakat.
MAD ARID LISSUKUN
Mad Arid Lissukun merupakan salah satu hukum yang penting dipahami dalam mempelajari ilmu tajwid. Sebab, Mad Arid Lissukun berhubungan erat dengan panjang atau pendeknya sebuah bacaan. Mad Arid Lissukun dalam tajwid merupakan bagian dari salah satu hukum Mad Far'i. Hukum Mad Arid Lissukun memiliki makna di mana Mad adalah membaca panjang huruf Alquran. Sedangkan Arid berarti bertemu dan Lissukun mempunyai arti dimatikan karena waqof.
A. Pengertian Mad Arid Lissukun
Mad Arid Lissukun merupakan bacaan panjang yang disebabkan huruf mad bertemu dengan sukun karena ada waqof pada akhir ayat Alquran. Apabila bacaan tersebut tidak diwaqofkan maka tetap menjadi mad asli atau yang biasa disebut mad tabi'i. Pengertian lain dari Mad Arid Lissukun adalah apabila ada mad tabi'i bertemu dengan huruf yang bersukun dan disebabkan adanya waqof atau berhenti.
B. Hukum Bacaan
Hukum bacaan Mad Arid Lissukun atau cara membacanya terbagi menjadi tiga macam, yakni.
Tul (panjang) yaitu dibaca sepanjang 6 harakat
Tawassut (sedang) yaitu bacaan dengan 4 harakat
Qasar (pendek) yaitu dibaca dengan panjang 2 harakat.
C. Contoh Hukum Bacaan Mad Arid Lissukun
1. رَبِّ الْعٰلَمِيْن
2. مٰلِكِ النَّاس
3. مَا تَعْبُدُوْن
4. سَا هُوْن
Untuk lebih jelasnya mengenai contoh bacaan ketiga mad diatas, anak-anak bisa menyaksikan video dibawah ini !