Mahasiswa Psikologi UPI Menghadiri Seminar Kolaborasi dan Kerjasama Internasional di Cina
Redaksi JIP UPI | 21 Desember 2024
Kesempatan untuk mengikuti program kolaborasi dan kerjasama internasional adalah momen langka yang tak terlupakan, seperti yang dialami oleh dua mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Ruth Agestianti (angkatan 2021) dan Rafa Ramaniya (angkatan 2022). Sebagai mahasiswa berprestasi, mereka berkesempatan untuk mewakili Program Studi Psikologi dalam kunjungan akademik selama sembilan hari ke tiga universitas di Provinsi Anhui, China pada 17-24 November 2024. Dibimbing oleh dua dosen pendamping, Dr. Sri Maslihah, M.Psi., Psikolog, dan Dr. Herlina, M.Pd., Psikolog, mereka memulai perjalanan ke negeri bambu. Melalui perjalanan ini, mereka tidak hanya dapat memperluas wawasan akademik, tetapi juga mendapatkan pengalaman yang memperkaya perspektif mereka tentang pendidikan dan budaya internasional.
Ruth dan Rafa bersama rombongan delegasi FIP UPI dan Kampus Daerah mengunjungi tiga universitas di Provinsi Anhui, yaitu Anhui Normal University, Anhui Xinhua University, dan Anhui Sanlian University. Setiap universitas memiliki keunikan sendiri mulai dari bangunan, fasilitas, program belajar, hingga budaya belajarnya. Ruth dan Rafa mendapat kesempatan untuk berbincang dan bertukar media sosial dengan mahasiswa di setiap universitas. “Waktu kunjungan kedua itu kita duduknya tersebar di antara mahasiswa Anhui Sanlian University. Mahasiswa disana juga keliatan senang bisa bertemu dan ngobrol dengan kita, terlebih mereka adalah mahasiswa jurusan Bahasa Inggris, jadi ngobrol menggunakan bahasa Inggris dengan orang dari luar Cina merupakan suatu hal yang baru untuk mereka,” cerita Rafa tentang pengalamannya di Anhui Sanlian University.
Tak hanya mengunjungi tiga universitas di Provinsi Anhui, para delegasi juga mengikuti puncak kegiatan yang berlangsung pada 20-21 November 2024 di Anhui Normal University. Kegiatan ini meliputi penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara fakultas yang terlibat, serta seminar dan presentasi hasil penelitian. Dalam momen ini, para delegasi baik dosen maupun mahasiswa, mempresentasikan hasil penelitian mereka dengan tujuan berbagi pengetahuan, menjalin koneksi, serta mendorong kerja sama untuk mengembangkan penelitian internasional yang diinisiasi oleh kedua universitas. Ruth dan Rafa sebagai perwakilan mahasiswa Program Studi Psikologi pun mempresentasikan hasil penelitian yang digarap bersama Dr. Sri Maslihah, M.Psi., Psikolog, dengan judul "Bullying Bystander Profiles Among Junior High School Students."
Pada saat ditanya mengenai pengalaman unik dan berkesan selama di Cina, Rafa menjawab bahwa menyanyi secara spontan di acara makan malam bersama perwakilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Cina adalah momennya. “Meski awalnya gugup, pengalaman ini sangat mengesankan karena saya membawakan lagu keroncong berjudul Nusantara Indah lalu kemudian diminta untuk membawakan sepenggal lagu bahasa mandarin. Penampilan saya mendapatkan penerimaan hangat dari seluruh audiens,” ujar Rafa.
Sementara itu, Ruth sendiri sangat menikmati interaksi lintas budaya dengan mahasiswa setempat dan tidak menyangka salah satu mahasiswa di Cina memberikannya sebuah postcard, “Awalnya agak takut dan ragu untuk ngobrol dengan mahasiswa di sana, salah satunya karena kendala bahasa. Tapi ternyata selama ngobrol, nyambung banget, seru, terus insightful. Sempet kaget juga waktu ada mahasiswa Cina yang tiba-tiba dateng ke arah aku dan kasih postcard gambar kucing. Kaget tapi seneng dan bersyukur banget bisa kenal dan di kasih kenang-kenangan lucu.”
Sekembalinya ke Indonesia, Ruth dan Rafa mengaku perjalanan ini telah mengubah mereka secara pribadi. Ruth menyebut kesempatan ini seperti berkat dari Tuhan. Selain membawanya berani untuk bermimpi lebih tinggi, pengalaman ini juga mengingatkannya untuk berani menerima tantangan dan menjalani proses. “Sebelum ini, ke luar negeri itu buat aku kayak mimpi yang belum tau kapan bisa diwujudin, ga jarang meremehkan juga mimpi ini. Lewat kesempatan ini, aku belajar untuk tidak membatasi diri dan mimpi yang aku punya, bahkan, ya harus berani bermimpi yang lebih tinggi lagi. Berkat pengalaman ini pun aku semakin sadar pentingnya menerima tantangan dan jalani proses, karena sebelum perjalanan, mulai dari mengerjakan artikel, mempersiapkan presentasi, dan lainnya itu pun proses yang tidak mudah ketika dijalani. Puji Tuhan, aku bersyukur untuk setiap proses yang boleh dijalani.”
Ruth Agestianti
Rafa Ramaniya
Sementara itu, Rafa menganggap pengalaman ini sangat membuka mata Rafa terhadap luasnya dunia. Tidak hanya dalam bidang pendikan, namun juga kultur dan budaya. Dengan ini, harapannya Rafa akan memiliki lebih banyak lagi kesempatan untuk menjelajahi tempat baru. “Rafa percaya bahwa semua orang mungkin bisa pergi kemana saja ke tempat yang mereka inginkan, namun tidak semua orang memiliki kesempatan untuk menjelajahi suatu tempat dengan membawa suatu misi.” Melalui perjalanan ini, mereka tidak lagi hanya mahasiswa, tetapi juga duta kecil pertukaran pengetahuan dan budaya. Pengalaman di Cina mengajarkan mereka bahwa pendidikan adalah jembatan untuk menghubungkan perbedaan, membangun pengertian, dan memperkuat kolaborasi lintas negara.
Writer: Ruth Agestianti | Editor: Shabrina Rahma