Wawancara Ketua BEM KEMA Psikologi UPI
“Lembaga dinamis yang dapat menjadi penggerak untuk peran aktif dan adaptif dari mahasiswa”
Halo, jipers!
Kira-kira ada yang familiar gak nih sama kutipan diatas?
Bagi yang belum tau, kutipan di atas itu berasal dari ketua BEM KEMA Psikologi yang baru-baru ini terpilih. Yup, siapa lagi kalau bukan Aslama Tazkia.
Pada hari selasa 31 januari 2023, Aslama terpilih menjadi ketua BEM periode 2023-2024 mengalahkan lima kandidat yang lain. Walaupun sempat mengaku tidak menyangka akan dicalonkan dan tidak ada niatan untuk mencalonkan diri, tapi untuk kedepannya ia berharap untuk bisa lebih dinamis dan berperan untuk prodi dan juga untuk KEMA.
Dalam wawancara yang dilakukan, Aslama mengungkapkan harapannya untuk pengurus dan juga kema agar bisa bekerja secara optimal dan memberikan yang terbaik untuk prodi dan kema sendiri serta program kerja yang bermanfaat.
“Harapannya, semoga kita bisa sama-sama kerja secara optimal gitu ya. untuk memberikan yang terbaik. Baik itu untuk prodi dan untuk kema. Dan untuk program-program kerjanya semoga bisa bermanfaat untuk memberikan dampak yang baik bagi prodi psikologi juga bagi anak-anak yang lain.”
Aslama juga memberikan tanggapannya tentang kurikulum kaderisasi yang menurut peninjau dirasa terlalu panjang dan padat. Menurutnya, alur kaderisasi perlu adanya pengefisienan dan pengefektifan karena mungkin ada hal-hal yang masih belum sesuai dan harus dibenahi.
“Kalau dari saya sih, memang perlu ada penyesuaian ulang. Tapi, untuk kedepannya nanti gimana kaderisasi itu akan didiskusikan lagi bersama rekan-rekan saya.”
Tak lupa, Aslama juga mengungkapkan rasa terima kasihnya untuk kepercayaan yang telah diberikan. Tanpa dukungan dan kepercayaan teman-teman, ia tidak akan bisa yakin untuk berada disini. Ia juga menuturkan apabila nanti ada kekurangan dalam kinerjanya, teman-teman sangat bisa untuk menegurnya karena dirinya sangat terbuka untuk kritik dan saran.
Terakhir, Aslama juga berharap semoga kita semua bisa bergerak bersama dan saling membantu baik dalam kabinet maupun di luar kabinet.
Nah, itu dia hasil wawancara singkat bersama Teh Aslama Tazkia selaku ketua bem yang baru. Terlepas dari konsepnya yang belum mendetail, jawaban-jawaban yang diberikan sudah cukup menunjukkan kalau ketua bem kita ini sudah siap menjalankan posisi baru yang diberikan. Kita tunggu saja ya program-program keren yang bakal dibuat di masa depan nantinya.
Wawancara Ketua DPM Kema Psikologi UPI
Halo jipers!
Di hari yang sama pada pemilihan ketua BEM yaitu 31 januari 2023, ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa atau yang biasa disingkat DPM juga terpilih. Orang yang berhasil mendapatkan posisi tersebut tak lain dan tak bukan adalah kang Labdu La’ali dari angkatan 2020.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan, kang labdu mengaku tak menyangka dan cukup terkejut saat dicalonkan menjadi ketua DPM karena basic-nya yang bukan dari DPM.
“Saya di BEM pernah, BSO pernah tapi, gaada basic sama sekali sama dpm.”
Meskipun ia pernah menjadi ketua BSO namun kang labdu sendiri menganggap jika menjadi ketua DPm adalah hal yang sangat berbeda mengingat DPM merupakan badan yang lebih formal dari BSO.
Walaupun begitu, Kang labdu turut mengungkapkan keinginannya untuk menonjolkan beberapa aspek untuk DPM di periode ini mulai dari manfaat yang bisa didapat untuk anggotanya, menjadi lebih solutif dan juga ingin menjadikan dpm yang lebih professional.
“Yang pertama itu, manfaat buat anggotanya dulu. Karena percuma gitu orang-orang udah buang waktu, ngasih tenaganya buat ikutan dpm tapi dia ga dapet apa-apa dari dpm itu sendiri. Saya pengen ngasih benefit untuk anggota saya.”
“yang kedua, saya pengen lebih solutif. Baik itu membantu menyelesaikan permasalahan yang ada baik itu di ormawa lain, bso atau di bem.”
“Terakhir, saya ingin dpm yang professional. MIsalkan kalau ngawas, dia harus layak mengawas kegiatan organisasi lain. Emang udah dilatih dulu sebelum mengawas.”
Kang labdu juga menambahkan untuk konstitusi, ia akan belajar lagi baik itu dari kakak tingkat yang lain maupun organisasi dpm lainnya yang berada diluar kampus untuk membuat dpm menjadi lebih profesional.
Untuk kedepannya sendiri, kang labdu berharap pengurus akan mendapatkan manfaat dari organisasi DPM.
“Setidaknya dia taulah legislatif itu apa, fungsi legislative itu apa, kerjanya apa, terutama di lingkungan kampus ini.”
Tak lupa, ia juga berharap adanya kemampuan-kemampuan lain yang didapat dari berorganisasi seperti pengaturan waktu, kerjasama tim dan sebagainya.
Untuk Kema juga, Ia berharap akan puas dengan semua ormawa yang ada di psikologi.
“Bukan puas ke dpm aja tapi puas sama bem juga, bso juga. Dengan dpm menyalurkan aspirasi yang dimiliki oleh kema ke semua organisasi lain.”
Di penghujung, Kang labdu mengutarakan rasa terima kasihnya untuk kepercayaan yang diberikan untuk posisi ini. Ia berharap untuk semua teman-teman entah itu ormawa maupun kema dapat meramaikan psikologi upi.
“Makanya, jangan lupa kirim aspirasi terbaik anda ya!"
Itu dia hasil wawancara yang dilakukan pada ketua dpm terbaru kita. Gimana? Udah makin kenal dong sama konsep dpm untuk kedepannya. Nah, Untuk jipers yang lagi baca juga jika punya aspirasi maupun ide, Jangan lupa untuk mengirim ke dpm ya!