Redaksi JIP UPI | 10 Agustus 2025
Sejumlah kru JIP sedang berbincang santai di Anjungan Perkakas Dapur
Sumber: Dokumentasi JIP
Sabtu, 2 Agustus 2025, menjadi momen penting bagi Jurnalis Independen Psikologi (JIP). Untuk pertama kalinya, kegiatan Ngobrolkeun JIP dilaksanakan di sebuah tempat yang sarat akan seni dan filosofi, yakni Studio Rosid, Cigadung, Bandung. Kegiatan ini dihadiri oleh Pak MIF selaku pembina, serta beberapa pengurus JIP, Wanda, Ferizal, Kusuma, Yuanita, dan Saqina. Selain membicarakan arah kepengurusan JIP yang baru, kegiatan ini juga menghadirkan pengalaman belajar langsung tentang budaya, seni rupa, dan kisah inspiratif dari sosok seniman yang inspiratif, Pak Rosid.
Pertemuan ini digelar untuk mempersiapkan kepengurusan JIP periode 2025/2026. Misi utama JIP yang disampaikan oleh pembinanya adalah mengabadikan setiap kegiatan di Program Studi Psikologi UPI melalui tulisan dan dokumentasi visual. Untuk mewujudkan hal itu, JIP dibagi menjadi tiga tim inti, yaitu divisi redaksi, media, dan liputan. Pak MIF menekankan pentingnya aturan kerja yang jelas agar kinerja tim berjalan lebih baik. Bagi para kru, kepengurusan baru ini digambarkan seperti sebuah perjalanan yang panjang dan unik, ibarat jalan yang mereka lalui menuju studio.
Ketua JIP dan Sekretaris, bersama dua kru lainnya membeli jajanan camilan
di warung kecil dalam lingkungan Studio Rosid
Sumber: Dokumentasi JIP
Rangkaian perjalanan dimulai dari Universitas Pendidikan Indonesia, tepatnya di depan perpustakaan. Beberapa anggota JIP berkumpul sebelum berangkat bersama menuju Studio Rosid. Perjalanan ini sendiri sudah menghadirkan suasana yang menarik. Jalan-jalan yang dilalui memiliki nama unik, mulai dari Jalan Geografi, Jalan Sosiologi, hingga memasuki kawasan Cigadung, kompleks perumahan dosen Unpad. Sepanjang perjalanan di Jalan Setiabudi, kami melihat deretan gedung, hotel, pertokoan, dan restoran yang menandai wajah modern Bandung. Memasuki Jalan Siliwangi, kami juga disuguhi pemandangan lukisan mural karya mahasiswa baru ITB yang menambah nuansa artistik perjalanan. Perjalanan ini seolah menjadi gambaran akan dinamika yang akan mewarnai langkah JIP ke depannya.
Bapak Rosid, pemilik studio, menerangkan filosofi karya perpaduan antara
kayu dan kapak, antara hasil alam yang natural dengan logam olahan teknologi
Sumber: Dokumentasi JIP
Setibanya di lokasi, kami langsung disambut hangat oleh Pak Rosid, pemilik studio. Beliau tidak hanya memperlihatkan koleksi karya seninya, tetapi juga berbagi filosofi yang terkandung di dalamnya. Salah satu yang paling membekas adalah karya dari pensil kayu dan deretan pensil pendek yang disusun artistik. Bagi beliau, pensil yang lancip melambangkan tekad untuk terus melukiskan karya, baik dalam bentuk tulisan maupun gambar, meski kecil tetap berarti. Filosofi sederhana itu seolah menegaskan bahwa seni bukan hanya soal hasil, tetapi juga proses dan semangat di baliknya.
Gambar 1: Foto Bapak Jokowi, Gus Dur, Ir. Sukarno, dan Jendral Sudirman.
Gambar 2: Deretan sisa pensil berbaris rapi, menjadi bukti jejak pelukisannya.
Sumber: Dokumentasi JIP
Studio Rosid dipenuhi beragam karya seni yang khas karena selalu melibatkan unsur kayu alam. Lukisan-lukisan karya beliau bahkan telah dikoleksi dan dikunjungi oleh berbagai publik figur, mulai dari Anies Baswedan hingga mendiang Didi Petet, aktor dalam serial Preman Pensiun. Salah satu karya yang ditunjukkan adalah lukisan seorang perempuan dari pemerintahan yang dibuat atas dasar permintaan berbayar. Menariknya, harga lukisan-lukisan Pak Rosid berbeda-beda, bergantung pada tingkat kesulitan dan detailnya. Dari semua yang ditampilkan, terlihat jelas bahwa Pak Rosid mengolah alam menjadi medium bercerita yang sarat makna.
Sebelum diskusi membahas program JIP, beberapa kru dan pembimbing
menikmati sajian makan siang di Anjungan tengah.
Sumber: Dokumentasi JIP
Di sela-sela perjalanan mengenal karya seni, kami juga menyempatkan diri untuk berdiskusi ringan mengenai arah JIP ke depan. Diskusi berlangsung santai, ditemani suasana studio yang penuh inspirasi. Topik yang dibicarakan mulai dari konsep JIP terbaru, visi dan misi, hingga gagasan pembaharuan yang ingin dihadirkan dalam periode kepengurusan 2025. Pembahasan ini menjadi pemantik ide-ide segar yang nantinya akan diwujudkan dalam program nyata.
Bapak Rosid, pemilik studio, menerangkan komposisi karya
antara balok dan gergaji, dipadu dengan dua kayu memvisualkan pensil.
Sumber: Dokumentasi JIP
Kunjungan ke Studio Rosid meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Pertama, kami belajar bahwa inspirasi dapat muncul dari hal-hal sederhana di sekitar kita, baik benda materi maupun pengalaman hidup. Kedua, kami menyadari bahwa menyampaikan pesan bukan hanya selalu melalui kata-kata, melainkan juga melalui karya artistik yang berbicara dengan caranya sendiri. Terakhir, sosok Pak Rosid sendiri menjadi teladan tentang ketekunan dan kesungguhan dalam berkarya, serta mencari jalan terbaik untuk memaksimalkan potensi diri.
Bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar kunjungan studio, melainkan juga ruang refleksi tentang bagaimana seni, budaya, dan jurnalisme bisa saling bersinergi. Melalui kepengurusan JIP 2025, kami belajar lebih dalam tentang pembagian waktu, kepemimpinan, dan mengatur sesuatu yang lebih besar dari sebelumnya. Harapannya, JIP tahun ini dapat menghadirkan kepengurusan yang lebih baik, solid, serta konsisten dalam mengabadikan setiap momentum melalui foto, video, maupun tulisan.*
Penulis: MIF Baihaqi, Ni Made Kusuma Wardani, Muhammad Ferizal, Saqina Nazia Ma’wa
Penyunting: Fatih Asyrafil Qalbina, Catherine Angelica