Ingatan dan pengalaman adalah kekayaan - Kang Adew
Halo, Jipers!
Jipers tau gak? Hari rabu kemarin, tepatnya tanggal 15 Februari 2023 sudah diadakan peresmian JIP atau Jurnalis Independen Psikologi. Dalam acara tersebut juga dilakukan bedah buku yang berjudul "Oh, Ledeng Oh, Bandung" di lt.8 FIP, tepatnya di prodi Psikologi UPI.
Penulis buku yang juga merupakan musisi Balada Adew Habtsa atau sapaan akrabnya Kang Adew sendiri merupakan warga asli Ledeng sehingga buku tersebut juga buku yang menceritakan tentang upaya untuk mengenang masa lalu.
“Begitu banyak kenangan di tempat kelahiran saya di Ledeng,”ucap Kang Adew.
Kang Adeng mengatakan bahwa banyak sekali persoalan yang terus bergulir di Ledeng, terutama di daerah terminal Ledeng. "Bagaimana persoalan itu ingin disalurkan. Kalau tidak dikatakan jadi menyakitkan” ucap Kang Adew.
Lanjutnya, "Ingatan dan pengalaman adalah kekayaan. Jangan takut curhat jadi hal yang buruk. Curhat juga ada sisi intelektualnya "
Penulisan buku Oh, ledeng Oh, Bandung memakan waktu 8 tahun, dimulai dari 2014 sampai 2022. Menurut Kang adew yang terinspirasi dari Pak Mif, kesulitan dalam menulis adalah waktu. "harus ada waktu khusus untuk menulis, harus serius ketika menulis."
Kegelisahan-kegelisahan yang Kang Adew rasakan tidak hanya disalurkan melalui tulisan dalam buku tersebut, ada juga yang menjadi puisi. Ia mengatakan bahwa tidak memiliki target pembaca dalam penulisan buku ini. "Tidak berpihak kepada pembaca, berpihaknya kepada diri sendiri", tuturnya.
Penulisan buku ini terinspirasi dari tulisan Seno Gumira Ajidarma, sastrawan dan pengarang yang menjabat rektor ikj (Institus Kesenian Jakarta). buku tersebut sedikitnya berhubungan dengan keberanian untuk menyatakan pikiran. Sewaktu masa sekolah, Kang Adew tidak memiliki keberanian untuk menyatakan pikirannya, baru setelah 1998 atau masa reformasi menjadi, ia terpantik untuk mulai memiliki keberanian mengutarakan pikiran dan perasaannya.
Disamping itu, ada beberapa tamu penting lain yang juga menyampaikan pendapatnya mengenai buku Oh, Ledeng Oh Bandung, salah satunya adalah Kang Pram yang merupakan pegiat literasi dan desainer grafis sekaligus alumni mahasiswa psikologi UPI angkatan 2009.
Kang Pram mengutarakan bahwa buku ini adalah buku kedua yang ditulis oleh Kang Adew dan penting karena lokasi UPI masih dekat dengan Ledeng "mungkin juga ada anak UPI yang ngekost di Ledeng".
"Kang Adew cerita, dulu di Ledeng banyak sawah, banyak ruang terbuka hijau, sekarang banyaknya gedung. Seperti narasi yang ada di dalam buku "sejauh mata memandang adalah tembok"" - ujar Kang Pram.
Menurutnya, permasalahan sosial yang terjadi di ledeng juga merupakan isu psikologi sosial, bagaimana lingkungan mempengaruhi perilaku seseorang. Buku ini juga merupakan bagian dari ingatannya Kang Adew yang merupakan bagian dari psikologi kognitif.
"Kenapa harus menulis? Itu melatih kognitif. Kita tidak bisa selalu ingat sesuatu sepanjang masa, otak hanya bisa menyimpan ingatan jika ada emosi tertentu dan ada penekanan baru bisa diingat." Tutur Kang Pram. Lanjutnya "Menulis itu berarti kita mewariskan atau mencurahkan emosi."
Buku ini jadi refleksi bagi Kang Pram. Buku ini merupakan journey atau perjalanan dari kisah penulis yaitu Kang Adew baik pengalaman positif maupun negatif yang ia alami.
Selanjutnya, yang masih bersaudara dengan Kang Adew yaitu Kang Riksa dan merupakan musisi dan salah satu staff Administrasi Akademik program studi Perpusinfo FIP UPI memberikan resensinya dari buku itu. Ia menamainya sebagai "Safari Ledeng Town". Selain itu, Kang Riksa juga membuatkan puisi salam berbahasa Sunda.
Puisi
Cidadap Hilir
ER TRI, maret 1995
Lembur geek rada sumpek
Unggal poe tara jempe Saban peuting tara jempling
Mun ti beurang ngaleut nu dagang
Jalan panjang ngebat ka wetan
Liliwatan jalma anu rek midang
Nu miang jeung anu datang
Nyiar luang jeung pakasaban
Lamun turun ka lebah kidul
Ngariung di sisi warung Ngaregrek di tukang bandrek
Tara lowong ku anu ngobrol
Kitu kaayaan lembur kuring
Banjar karang pamidangan Paranti neundeun ninggalkeun
Anu katelah kampung Cidadap
Bandung, 15 Februari 2023
Riksa Alhasil
Berikut resensi Kang Riksa mengenai buku Oh Ledeng Oh Bandung yang tim JIP dokumentasikan dan tuliskan kembali
Resensi Buku Oh Ledeng Oh Bandung / Mang Edow a.k.a Adew Habtsa
1. Judul Resensi Buku
Safari Ledengtown (Baca: Ledengton) bersama Mang Edow (Adew Habtsa)
2. Data Buku
Judul buku : Oh Ledeng, Oh Bandung, Sejauh Mata Memandang adalah Tembok
Pengarang : Adew Habtsa alias Mang Edow alias Hermawan
Penerbit: ProPublic
Tahun terbit: 2022, cetakan pertama
Dimensi buku : 192 hlm; 14.8 X 21 cm
3. Orientasi
Kampung kota merupakan suatu bentuk pemukiman yang berada di wilayah perkotaan dan berciri khas Indonesia. Penduduk kampung kota masih memiliki sifat dan perilaku kehidupan pedesaan yang memiliki ikatan kekeluargaan yang erat.[1] Kondisi bangunan dan lingkungan kurang baik serta tidak berarturan. Tingkat kerapatan bangunan dan penduduk juga tinggi serta sarana pelayanan dasar juga kurang. (Wikipedia)
4. Sinopsis
Sebuah catatan dari pengalaman dan perjalanan panjang yang jauh dan memakan waktu lama." "Mang Edow' journey", perjalanan dan pengalaman dari sudut pandang Mang Edow dalam menuangkan kisahnya menyampaikan catatan, kenangan, potensi-potensi positif dan negatif dari kearifan lokal daerah tempat kelahirannya, kelurahan Ledeng, Kecamatan Cidadap Kota Bandung, Prov. Jawa Barat. Indonesia.
5. Analisis
#Sejauh Mata Memandang adalah Tembok! (22)
Tak kenal maka tak'aruf, atau berkenalan, pada bab ini Mang Edow mencoba mengenalkan sebuah daerah / wilayah di bagian utara kota Bandung, yang tentu saja menjadi tema utama dari buku ini, Ledeng. Dengan cukup lugas bernas disampaikanlah catatan sejarah, awal mula kelahiran nama tempat Ledeng. Buat saya ini menjadi informasi yang valid, karena memang seperti yang telah dicatatkan dalam buku ini. Kang Adew telah melakukan riset mendalam menguraikan sejarah tentang ledeng dengan gaya cerita yang enak untuk dibaca, terkesan sepertihalnya perbincangan diantara teman dengan bahasa yang santai namun tetap menyampaikan informasi yang tepat akurat.
Dinamakan Ledeng:
Berawal dari Kata LEDING adalah Air ledeng atau air keran adalah air yang dialirkan melalui pipa ledeng dan keluar melalui keran air. Air leding biasa digunakan untuk minum, mencuci, memasak, dan menyiram toilet. Air dengan sistem ledeng telah ada sejak zaman kuno, namun hanya tersedia bagi sejumlah kecil orang sampai paruh kedua abad ke-19 saat air leding mulai meraih popularitas di negara yang saat ini dikategorikan sebagai negara maju. Air leding menjadi umum di banyak wilayah pada abad ke-20, dan saat ini kelangkaan air leding sebagian besar hanya dialami oleh orang-orang berkekurangan, khususnya di negara berkembang.
Sementara sebelumnya wilayah ini dikenal dengan beberapa nama, Nagrak yang berarti Negrak sejauh mata memandang adalah landscape panorama pemandangan kota Bandung yang terlihat penuh pesona bila dilihat dari wilayah ini, sehingga tersebutlah Nagrak atau Negla pun memiliki artian yang sama. Cidadap Hilir, merupakan jalan diantara Nagrak (selatan), Ledeng (Tengah), Cidadap Hilir (utara).
Konon justru jalan utama di daerah ledeng sekarang yang dipakai/ dipergunakan untuk mobilitas lalulalang orang itu di Jalan Cidadap Hilir (tempat sy berasal), sebab jalan Ledeng merupakan jalan pipa-pipa air besar yang dari penampungan air Tjibadak untuk dialirkan ke wilayah pemukiman di cipaganti kota bandung, sehingga jalan tersebut tidak bisa dilewati kalangan umum sepertihalnya sekarang, dikarenakan banyaknya pipa-pipa besar tersebut.
Karuhun Ledeng:
Asmareja, Nataredja, Jayaredja, Sumareja (urutan keluarga blm begitu paham)
#Belakang Terminal Ledeng
Warung mainan Pa Ismail (tuturkan/ceritakan kembali kenangan yang diketahui)
#Habtsa Bukan Grup Nasid
Tuturkan/ceritakan kembali kenangan yang diketahui, Kapak Ibrahim, dlI.
#Haniful Iqbal ?
#Warung Mang Enduy (Pupuh BalakBak)
#Yang Jaga Yang Mencuri Juga (Keamanan yang diamankan)
#Rumah Gedong (Maridjek Suliver)
#Cerita Agustusan di Kampung Kami (Kamonesan)
#Kamu Menginap Dimana? Disini saya pasti senang, pasti betah (Hotel California /
Kalipah Apo)
#Dari Ari Gaum
#Sebab Kebajikan (Gema Al Amanah)
#CCL
#Pencari Dana Umum
#Penonton Konser Musik:
#BingbRung (tuturkan/ceritakan kembali kenangan yang diketahui)
Gimana nih, Jipers! Pada tertarik ngga sih untuk baca bukunya?